Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Implementation of Interactive Learning through the Hypnoteaching Method in Fostering Children's Emotional Intelligence at PAUD Nurul Furqon Hadijah; Ihlas; Ade S Anhar
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 2 (2026): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v15i2.15826

Abstract

This study aims to describe the implementation of interactive learning through the hypnoteaching method in fostering emotional intelligence among early childhood learners at PAUD Nurul Furqon. Emotional intelligence is a crucial aspect of early childhood development, as it influences children’s ability to recognize and manage emotions, develop empathy, and engage in positive social interactions. This research employed a qualitative descriptive approach involving 15 children and 2 teachers at PAUD Nurul Furqon. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers, and documentation of learning activities. The findings show that the implementation of the hypnoteaching method was characterized by the use of positive suggestions, empathetic communication, and warm interactions that created a conducive and emotionally supportive learning environment. Observation and interview data revealed that children were more actively involved in learning activities, demonstrated emotional awareness, expressed empathy toward peers, and engaged in positive social interactions during the learning process. The study concludes that the implementation of interactive learning through the hypnoteaching method reflects learning practices that support the development of children’s emotional awareness, empathy, self-regulation, and social interaction skills within the context of early childhood education.
Exploring Character Development in Indonesian Students: A Qualitative Analysis of the Merdeka Curriculum in English Language Teaching (ELT) hadijah; La Sunra; Syarifuddin Dollah
Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Vol 9 No 2 (2026): Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cn8zv273

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia has redefined the landscape of English Language Teaching (ELT) by emphasizing character development alongside linguistic competence. This study investigates how the curriculum promotes the six dimensions of the Pancasila Student Profile faith and noble character, global diversity, cooperation, independence, critical thinking, and creativity within ELT contexts at the secondary school level. Employing a qualitative design, data were collected through textbook analysis, classroom observations, and interviews with English teachers across three junior high schools in East Java. Content analysis was applied to examine how character values were integrated into ELT materials and classroom practices. The findings revealed that while noble character and cooperation were strongly emphasized in both textbooks and teacher practice, global diversity and critical thinking received limited attention. Teachers adapted activities to contextualize character values, yet constraints such as exam-oriented culture and limited teacher training hindered deeper integration. This study contributes to the growing literature on ELT and character education, highlighting the need for balanced representation of character dimensions. Implications are provided for policymakers, teachers, and material developers to enhance the holistic goals of the Merdeka Curriculum. Keywords: Character Development, ELT, Merdeka Curriculum, Pancasila Student Profile, Qualitative Study
TINJAUAN YURIDIS PEMBATASAN USIA PERKAWINAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK Novi Angriani; Zuhrah; Hadijah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 1 (2024): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i1.815

Abstract

Perkawinan anak di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada terhambatnya pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender. Praktik ini juga meningkatkan risiko kehamilan usia dini, kematian ibu dan bayi, serta siklus kemiskinan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis normatif efektivitas pembatasan usia perkawinan dalam mencegah praktik perkawinan anak, dengan fokus pada penerapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menaikkan usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam perlindungan anak dan mewujudkan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat penguatan regulasi, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan. Faktor sosial budaya, seperti adat yang menganggap perkawinan anak sebagai hal lumrah, tekanan ekonomi keluarga, rendahnya literasi hukum masyarakat, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi kendala utama. Selain itu, mekanisme dispensasi perkawinan sering disalahgunakan, sehingga tujuan perlindungan anak belum optimal. Upaya pencegahan perkawinan anak memerlukan pendekatan komprehensif dan integratif. Selain pembaruan hukum, perlu adanya pendidikan hukum dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat, penguatan peran aparat penegak hukum, optimalisasi pengawasan peradilan agama, serta kolaborasi multi-sektoral antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh adat-agama. Dengan sinergi tersebut, pembatasan usia perkawinan tidak hanya berhenti pada tataran normatif, tetapi juga menjadi instrumen perlindungan yang nyata dan berkelanjutan bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui Sosialisasi Partisipatif dalam Meningkatkan Kualitas SDM Masyarakat Desa Teta Hadijah; Munir; Syamsuddin; Taufik Firmanto; Ilham
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v5i2.165

Abstract

Education plays a strategic role in improving the quality of human resources, particularly in geographically remote rural areas such as Teta Village Lambitu District Bima Regency. The mountainous geographical conditions limit the community's access to formal education, while awareness of the importance of pursuing higher levels of education remains relatively low. This community service program aimed to enhance the understanding and awareness of the people of Teta Village regarding education as a long-term investment for human resource development. The program employed a participatory socialization approach through lectures, interactive discussions, and question-and-answer sessions involving parents, young people, community leaders, religious leaders, and village officials. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test questionnaires to measure changes in participants' understanding. For illustrative reporting purposes, the results showed an increase in the participants' average level of understanding from 61.8% in the pre-test to 88.6% in the post-test, representing an improvement of 26.8 percentage points. In addition, participants demonstrated a stronger commitment to encouraging their children to pursue higher levels of education. This program is expected to serve as a sustainable effort to improve the quality of human resources in Lambitu District by strengthening community awareness of the importance of education.
MODEL PERTANGGUNGJAWABAN KEPERDATAAN KEPALA DESA TERHADAP PENYALAHGUNAAN PENGELOLAAN ASET MILIK DESA: STUDI DI DESA TENTE, KABUPATEN BIMA Azhar Azhar; Zuhrah Zuhrah; Hadijah Hadijah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.1190

Abstract

Penelitian ini mengkaji model pertanggungjawaban keperdataan kepala desa terhadap penyalahgunaan pengelolaan aset milik desa dengan mengambil studi kasus di Desa Tente, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tata kelola aset desa merupakan salah satu isu krusial pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan kewenangan luas kepada kepala desa dalam mengelola kekayaan desa. Permasalahan yang mengemuka ialah minimnya konstruksi hukum pertanggungjawaban perdata yang secara khusus mengatur sanksi keperdataan bagi kepala desa yang melakukan penyalahgunaan pengelolaan aset desa, sehingga timbul kekosongan norma yang berdampak pada lemahnya perlindungan hak-hak masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan aparat pemerintah daerah Kabupaten Bima, serta didukung oleh data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat kelemahan sistemik dalam regulasi pertanggungjawaban keperdataan kepala desa di Indonesia; kedua, praktik penyalahgunaan aset desa di Desa Tente terjadi dalam berbagai modus, termasuk pengalihan aset tanpa prosedur hukum yang sah dan pemanfaatan aset untuk kepentingan pribadi; ketiga, mekanisme pemulihan kerugian masyarakat desa melalui jalur keperdataan belum berjalan efektif akibat ketiadaan model yang terstruktur. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pertanggungjawaban keperdataan yang komprehensif dan inovatif bagi kepala desa, dengan menggabungkan prinsip hukum perdata, hukum administrasi negara, dan tata kelola pemerintahan desa yang baik. Novelty penelitian ini terletak pada konstruksi model pertanggungjawaban perdata yang bersifat integratif dan kontekstual, serta pemberian rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan dalam konteks hukum desa di Indonesia. Kata kunci: Pertanggungjawaban Keperdataan; Kepala Desa; Aset Milik Desa; Penyalahgunaan Pengelolaan; Hukum Desa; Kabupaten Bima.