Articles
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA PERMULAAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN MODEL VARK DI KELAS I SEKOLAH DASAR
Ratih, Maistika;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.32
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses pengembangan bahan ajar membaca permulaan dan menghasilkan bahan ajar membaca permulaan dengan model VARK (Visual, Auditory, Read/write, and Kinestetic) untuk pendidik dan peserta didik kelas 1 yang valid, praktis, dan efektif. Pengembangan dilakukan berdasarkan model Plomp (Preliminary Research, Prototyping Phase and Asessment Stage) yang menekankan pada konteks kebutuhan (pendidik dan peserta didik) sehingga dihasilkan bahan ajar keterampilan membaca permulaan berbasis model VARK. Berdasarkan hasil uji coba kevalidan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 93.10% dengan kategori sangat valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 98.92 % respon peserta didik 96.15% sedangkan efektifitas membaca permulaan persentase 100%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar membaca permulaan menggunakan model VARK yang dikembangkan layak digunakan dalam membaca permulaan dengan model VARK di kelas 1 SD
PENGARUH MODEL EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SD
Lubis, Akhmad Badrul;
Miaz, Yalvema;
Taufina, Taufina;
Desyandri, Desyandri
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.61
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan model Everyone Is A Teacher Here terhadap aktivitas dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V Sekolah Dasar. metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 20 Kurao Pagang Kota Padang, dengan Sampel pada penelitian adalah kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah lembaran hasil observasi aktivitas siswa dan skor hasil belajar siswa pada tes akhir IPS, dari lembaran aktivitas siswa diperoleh dengan mengunakan model Everyone Is A Teacher Here berpengaruh baik terhdap aktivitas siswa. pada tes akhir diperoleh rata-rata eksperimen sebesar 88,57 dan kelas kontrol sebesar 79,92. Data menunjukan berdisribusi normal dan homogen, dan Hasil perhitungan uji-t tersebut diperoleh harga  dan pada taraf nyata 0,05 didapat harga . Dengan demikian H1 diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar antara kelas eksperimen dengan menggunakan model Everyone Is A Teacher Here dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR
Dahliana, Dina;
Setiawati, Nike Sri;
Rifma, Rifma;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i3.192
The purpose of this study is to influence the use of a scientific approach to student learning outcomes in science learning in SD Negeri 10 Lambung Bukit, Pauh District, Padang. This research is an experimental research type Quasi Experimental Design with the design of The Static Comparison: Randomized Control Group Only Design. The population in this study were all students in grade IV semester II SD Negeri 10 Lambung Bukit District Pauh which consisted of 2 classes totaling 47 people. Based on the data analysis, the results of testing of the data from the sample class are normally distributed and homogeneous. Furthermore, hypothesis testing was done by t-test showing tcount = 2.464 and ttable = 1.677 with db = 47 (n1 + n2–2 = 24 + 25-2 = 47) and a significant level of 5%. Based on the t-test> t table (2,464> 1,677) then H0 is rejected and H1 is accepted, with the conclusion that "student learning outcomes that use a scientific approach are better than student learning outcomes without using a scientific approach to student learning outcomes in science learning in grade IV elementary school Negeri 10 Lambung Bukit District Pauh ".
LITERASI MEMBACA MENINGKATKAN KARAKTER POSITIF SISWA SEKOLAH DASAR
Suarni, Nang;
Taufina, Taufina;
Zikri, Ahmad
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.215
Penggunaan Cerita Rakyat telah banyak dikembangkan diseluruh dunia terutama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menentukan apakah literasi membaca dengan menggunakan cerita rakyat yang dilakukan membentuk karakter positif (2) dan durasi efkenya . Tiga puluh siswa kelas V SD yang berpatisipasi penelitian ini. Hasil untuk anak-anak yang mengikuti kegiatan membaca literasi membaca menggunakan cerita rakyat untuk membentuk karakter positif, tetapi dalam minggu pertama kurang tampaknya efek karakter positif siswa. Minggu ketiga siswa diajak kembali untuk berpatisipasi mengikuti literasi membaca dengan menggunakan cerita rakyat. Jumlah anak-anak yang menunjukan karakter positif meningkat setelah mengikuti kegiatan pada minggu ketiga. Hasilnya menunjukan bahwa (1) Kegiatan literasi membaca berdampak positif pada pembentuk karakter siswa, (2) durasi efek pembentukan karakter positif berlangsung bisa singkat.Â
PENERAPAN STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DI SEKOLAH DASAR
Khairoes, Desmarita;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.220
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan membantu siswa kelas I SDN 02 Koto Tangah Batu Ampa. Penelitian ini menggunakan Storytelling. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menumjukkan terdapat penimgkatan kemampuan berbicara melalui storytelling bahwa pada tindakan siklus I dari 25 oarang peserta didik yang tuntas 60% . dan pada siklus II 88% dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan sehinnga dapat didimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan storytelling dapat meningkatkan keterampilan berbicara siwa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 02 Koto Tangah Batu Ampa.Kata Kunci : Keterampilan Berbicara, Pembelajaran Tematik dan Storytelling.matic Learning and Storytelling.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa dengan Bercerita di Sekolah Dasar
Delvia, Riri;
Taufina, Taufina;
Rahmi, ulfia;
Zuleni, Eva
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.230
Penelitian dilatarbelakangi dari kenyataan di Sekolah Dasar, bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah. Siswa tidak berani mengeluarkan pendapat, malu berbicara di depan kelas, grogi, dan tersendat-sendat saat berbicara. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 36 Gunung Sarik Padang, subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 30 siswa dan peneliti sebagai praktisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan metode bercerita. Hasil akhir dari kegiatan siswa berbicara dengan bercerita terjadi peningkatan dari nilai 67,64 dengan taraf cukup menjadi 80,14 berada pada taraf baik. Pada siklus I hanya terdapat 12 siswa yang tuntas (40%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa yang tuntas (87%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bercerita terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
LITERACY SKILLS DEVELOPMENT THROUGHT MESSANGERS' STORIES AS THE SPIRITUAL BEHAVIOUR REALISATION IN ELEMENTARY SCHOOL
Mayarnimar, Mayarnimar;
Taufina, Taufina;
Muhammadi, Muhammadi;
Syarif, Muhammad Ilham
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.235
The aim of this study is development literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude valid for elementary school, practice, and efective. Methods This study use the development of research of Plomp. This study is a research design that combines Plomp models with models Gravemeijer & Cobb, the which consists of 3 phases roomates preliminary studies (Preliminary research / preparing for the experiment), phase of development (Development or prototyping phase / design experiment) and assessment phase ( assessment phase / retrospective analysis), This population is elementary school in Padang. The results Showed that the learning literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude for elementary student get 95.5% is Valid. literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude get practice for elementary student questionnaire teacher get 87.5%, 83.3% of the student questionnaire. literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude for elementary student can get effective Because student chose how to implemented a spiritual good in their attitude after literacy live with the story of prophet.
MENUMBUH KEMBANGKAN BUDI PEKERTI MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR
Kianto, Nofri;
Taufina, Taufina;
Arief, Darnis
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.273
Artikel ini bertujuan menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sasarannya adalah semua warga sekolah. Gerakan Literasi Sekolah lebih dari sekedar membaca dan menulis namun mencakup ketrampilan berfikir sesuai dengan tahapan dan komponen literasi. Sedangkan dalam praktik yang baik perlu menekankan prinsip-prinsip gerakan literasi sekolah. Agar sekolah mampu menjadi garis depan dalam budaya literasi, maka perlu menggunakan beberapa strategi pelaksanaan. Ada beberapa teknis konsep literasi di Sekolah antara lain secara harian, mingguan, bulanan dan persemester. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik agar pengetahuan dapat dikuasai secara baik. Materi baca berisi nilai-nilai budu pekerti, kearifan lokal, nasional dan global,yang disampaikan sesuai perkembangan peserta didik. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) menggunakan indikator pencapaian setiap tahapan
Penggunaan Metode Problem Solving untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Penilaian Pendidikan Kewarganegaraan Peserta Didik di Sekolah Dasar
Irawana, Tri Juna;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.367
Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan agar peserta didik dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya di dalam dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya mata pelajaran yang hapalan yang dianggap oleh sebahagian orang. Karena permasalahan ini peneliti melakukan penelitian tentang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan pengamatan di Sekolah Dasar terlihat pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dilaksanakan dengan metode ceramah saja kemudian siswa ditugaskan menghapal materi. Hal ini menyebabkan motivasi belajar dan hasil penilaian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kurang memuaskan. Karena permasalahan tersebut peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode pemecahan masalah atau metode problem solving. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah mtode pemecahan masalah atau problem solving. Adapun langkah penggunaan metode pemecahan masalah atau problem solving secara garis besar adalah:  menentukan masalah, mencari data untuk menyelesaikan permasalahan, mendapat jawaban sementara dalam penyelesaian masalah, menguji jawaban sementara dan mengambil kesimpulan dari penyelesaian masalah tersebut. Dengan menggunakan metode pemecahan masalah atau metode problem solving ini dapat membuat anak aktif dan bersemangat dalam pembelajaran, tidak hanya monoton dan membosankan. Kemudian hasil penilaian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat banyak peserta didik yang nilainya sudah di atas kriteria ketuntasan minimal.
Penggunaan Media Pembelajaran dalam Model Picture and Picture untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Daryanti, Daryanti;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.368
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penggunaan gambar dan gambar atau yang dikenal dengan model pelajaran picture anad picture terhadap hasil belajar siswa kelas VIA SD El-Ma’arif Pasaman Barat . Penggunaan gambar dalam pelajaran ini bertujuan untuk mengenalkan fakta tentang benua-benua yang ada di permukaan bumi sebelum konsep pelajaran tentang benua itu sendiri ditemukan. Diangkatnya penelitian ini dilatarbelakangi oleh keluh kesah siswa yang merasa bingung untuk menentukan letak negara tertentu di benua tertentu. Setelah diadakan pelajaran perbaikan ini diperolehlah hasil belajar siswa yang meningkat dari setiap tahapan atau siklus penelitian yang diadakan dari Dengan rata-rata perolehan kelas 68,69 dengan persentase keberhasilan siswa di atas KKM 37,54% menjadi rata-rata  89,5dengan tingkat keberhasilan siswa dari KKM ke atas mencapai 21 orang atau 91.7%.Kata Kunci : kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri benua, IPS, Picture and Picture