Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Literatur Kasus Adverse Drug Reactions Dari Pengaruh Bahan Eksipien Obat Ina Willona Rudi; Fetri Lestari; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8449

Abstract

Abstract. Adverse Drug Reactions (ADRs) are generally triggered by active substances contained in the drugs used, but it is possible that these ADR events are caused and triggered by the role of excipients contained in the drugs. Excipients play a role in the design or improvement of a dosage form of a drug. In Indonesia, a case was found that the drug excipients in one of the children's syrup drugs could cause acute kidney failure due to the contaminants contained therein which came from the excipients used. The aim of this research is to conduct an assessment of cases of adverse drug reactions caused by excipients. any drugs that cause reactions and the resulting effects and ways of handling from various research literature. The method used is a Literature Review Study by conducting studies on several journals and collecting data according to the inclusion and exclusion criteria. The results obtained were 8 articles with 8 cases that occurred in 8 patients who were affected in cases of Adverse Drug Reactions which were influenced by drug excipients. Influential drug excipients are: Polyethylene glycol, propylene glycol, carboxymethylcellulose, mannitol, polysorbate 80, and povidone. The impact caused is an allergic reaction. Treatment is carried out by stopping the use of drugs containing excipients that trigger Adverse Drug Reactions in patients, besides that drugs are also administered to treat Adverse Drug Reactions that arise. Abstrak. Adverse Drug Reactions (ADRs) pada umumnya dipicu oleh zat aktif yang terkandung dalam obat yang digunakan, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kejadian-kejadian ADR ini disebabkan dan dipicu oleh adanya peran bahan eksipien yang terkandung dalam obat-obatan. Eksipien memegang peran dalam rancangan atau peningkatan dari bentuk suatu sediaan obat. Di Indonesia ditemukan kasus bahwa bahan eksipien obat pada salah satu obat sirup anak dapat menimbulkan penyakit gagal ginjal akut akibat adanya cemaran yang terkandung didalamnya yang berasal dari eksipien yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengkajian pada kasus Adverse Drug Reactions yang disebabkan oleh eksipien obat apa saja yang menimbulkan reaksi serta dampak yang dihasilkan dan cara penanganan dari berbagai literatur penelitian. Metode yang digunakan adalah Studi Literature Review dengan dilakukannya pengkajian pada beberapa jurnal dan diambil data sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil yang didapat sebanyak 8 artikel dengan 8 kasus yang terjadi terhadap 8 pasien yang terdampak pada kasus Adverse Drug Reactions yang dipengaruhi oleh bahan eksipien obat. Eksipien obat yang berpengaruh yaitu: Polyethylene glycol, propylene glycol, carboxymethylcellulose, mannitol, polysorbate 80, dan povidone. Dampak yang ditimbulkan adalah reaksi alergi. Penanganan yang dilakukan yaitu dengan penghentian penggunaan obat yang mengandung eksipien yang memicu terjadinya reaksi Adverse Drug Reactions terhadap pasien, selain itu juga dilakukan pemberian obat untuk menangani reaksi Adverse Drug Reactions yang timbul.
Effects of Black Mulberry Fruit Extract (Morus nigra L.) on Inhibition of Allergic Urticaria in Ovalbumin-Induced Mice.: Efek Ekstrak Buah Murbei Hitam (Morus nigra L.) terhadap Penghambatan Urtikaria Alergi pada Mencit yang Diinduksi Ovalbumin. Ivanka Salsabilla Nurhadi; Fetri Lestari; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8461

Abstract

Abstract. Allergy is a reaction caused by allergens that induce IgE including dust, insects, pets, food, to drugs. These reactions can occur through exposures such as contact, inhalation, ingestion, and injection. In-vitro studies show that black mulberry fruit (Morus nigra L.) has anti-inflammatory, antimicrobial, antiobesity, anticancer, antidiabetic, and antiallergic activities. This study aimed to determine the antiallergic activity of black mulberry fruit extract in vivo against male mice Balb/c strain induced by ovalbumin 10% (i.c) with the observed parameter in the form of bump area (urticaria). Mice are grouped into 6 (n = 4). Group I as a negative control group, group II as a positive control group, group III as a standard group (cetirizine 1.3 mg/kg body weight). Group IV to VI as a test group with a dose of black mulberry fruit extract 68 mg / kg BW; 136 mg/kg BW; and 270 mg/kg BW. Based on the results of the study, it was stated that in 96% ethanol extract of black mulberry fruit there was antiallergic activity. 96% ethanol extract of black mulberry fruit dose 270 mg / kg body weight has antiallergic potential similar to the drug Cetirizine dose 1.3 mg / kg body weight. From this study, it can be concluded that black mulberry fruit extract has the potential as an alternative medicine for allergic herbal treatment in the community. Abstrak. Alergi merupakan suatu reaksi yang disebabkan oleh alergen yang menginduksi IgE diantaranya debu, serangga, hewan peliharaan, makanan, hingga obat-obatan. Reaksi ini dapat terjadi melalui paparan seperti kontak, inhalasi, ingesti, dan injeksi. Studi secara in-vitro menunjukkan bahwa buah murbei hitam (Morus nigra L.) memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antimikroba, antiobesitas, antikanker, antidiabetik, dan antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antialergi pada ekstrak buah murbei hitam secara in-vivo terhadap mencit jantan galur Balb/c yang diinduksi ovalbumin 10% (i.c) dengan parameter yang diamati berupa luas area bentolan (urtikaria). Mencit dikelompokkan menjadi 6 (n=4). Kelompok I sebagai kelompok kontrol negatif, kelompok II sebagai kelompok kontrol positif, kelompok III sebagai kelompok pembanding (cetirizine 1,3 mg/kg BB). Kelompok IV sampai VI sebagai kelompok uji dengan dosis ekstrak buah murbei hitam 68 mg/kg BB; 136 mg/kg BB; dan 270 mg/kg BB. Berdasarkan hasil penelitian, dinyatakan bahwa pada ekstrak etanol 96% buah murbei hitam terdapat aktivitas antialergi. Ekstrak etanol 96% buah murbei hitam dosis 270 mg/kg BB memiliki potensi antialergi yang serupa dengan obat Cetirizine dosis 1,3 mg/kg BB. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah murbei hitam berpotensi sebagai obat alternatif pengobatan herbal alergi di masyarakat.
Kajian Literatur Profil Farmakokinetika Sacubitril-Valsartan Pada Subjek Sehat dan Gagal Jantung Firda Amelya; Ratih Aryani; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8536

Abstract

Abstract. Sacubitril-Valsartan is a first-class therapeutic agent for ARNI (Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitor) which can reduce blood pressure and reduce mortality and morbidity in patients with Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF). A combination of Neprilysin inhibitors (NEPi) and Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs) is required to reduce the increased bradykinin concentrations due to neprilysin inhibition. The success of Sacubitril-Valsartan therapy is determined by the dosage setting design taking into account pharmacokinetic factors. The pharmacokinetic profile of each individual may vary, influenced by differences in race/ethnicity, gender, age, drug interactions and physiological changes. This study aims to determine the pharmacokinetic parameters of the drug Sacubitril-Valsartan based on differences in race/ethnicity, sex, age, drug interactions, in subjects with impaired kidney function, and in subjects with heart failure. The method used for this study is the SLR (Systematic Literature Review) method. The articles used in this study were 10 journal articles obtained from the PMC database, Wiley, Springer Link. The results showed that race/ethnicity affects T1/2 longer in Caucasians, female sex has a longer T1/2, older people have a longer T1/2, Cmax, T1/2, AUC0-24h increased in impaired kidney function with decreased CL, Cmax and T1/2 increased in HFREF patients. Keywords: Pharmacokinetic, Sacubitril-Valsartan, Heart failure. Abstrak. Sacubitril-Valsartan merupakan agen terapeutik kelas pertama ARNI (Angiotensin Reseptor-Neprilysin Inhibitor) yang dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan mortalitas dan morbiditas pada pasien Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF). Kombinasi Neprilysin inhibitor (NEPi) dan Angiotensin II Receptor Blockers (ARB) diperlukan untuk mengurangi konsentrasi bradikinin yang meningkat akibat penghambatan neprilysin. Keberhasilan terapi Sacubitril-Valsartan ditentukan oleh rancangan pengaturan dosis dengan mempertimbangkan faktor farmakokinetika. Profil farmakokinetika pada setiap individu dapat bervariasi dipengaruhi oleh perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter farmakokinetika obat Sacubitril-Valsartan berdasarkan perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan, pada subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan pada subjek gagal jantung. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 10 artikel jurnal yang diperoleh dari database PMC, Wiley, Springer Link. Hasil penelitian menunjukan bahwa ras/etnis mempengaruhi T1/2 lebih lama pada ras Kaukasia, jenis kelamin perempuan memiliki T1/2 lebih lama, usia tua memiliki T1/2 lebih lama, Cmax, T1/2, AUC0-24jam meningkat pada subjek gangguan fungsi ginjal dengan CL yang menurun, Cmax dan T1/2 meningkat pada pasien HFREF. Kata Kunci: Farmakokinetika, Sacubitril-Valsartan, Gagal Jantung.
Kajian Interaksi Obat pada Terapi Penyakit Gagal Jantung di Rumah Sakit Al Islam Bandung Aryuqo Ardha Syaqa; Fetri Lestari; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9010

Abstract

Abstract. Drug interaction is one of the categories of drug related problems that can affect the clinical outcome of patients. Heart failure therapy has the potential for drug interactions, because patients are often prescribed more than two drugs. This study aimed to determined the percentage of drug prescriptions that have the potential to cause drug interactions, the mechanism of drug interactions that can occur, and the severity of the impact of drug interactions that can occur. The type of research conducted was non-experimental with an analytic observational design. Data collection was carried out retrospectively using medical record data and drug prescriptions of patients who received therapy for heart failure in the Inpatient Installation of Al Islam Hospital Bandung. The sampling technique was using purposive sampling technique and obtained a sample size of 80 prescriptions. The results of the study showed that 69 prescriptions had the potential for drug interactions based on literature data. There were 195 potential drug interaction events from the 69 prescriptions. The severity of drug interactions that can occur is 31 (15.9%) major interactions, 140 (71.8%) moderate interactions and 24 (12.3%) minor interactions. The mechanisms of drug interactions that can occur is 106 (54.08%) pharmacodynamic interactions and 89 (45.92%) pharmacokinetic interactions. Abstrak. Interaksi obat merupakan salah satu kategori masalah terkait obat (drug related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Terapi gagal jantung berpotensi terjadi interaksi obat, karena pasien yang sering sekali diresepkan lebih dari dua obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase peresepan obat yang berpotensi menimbulkan interaksi obat, mekanisme interaksi obat yang dapat terjadi, dan tingkat keparahan dampak interaksi obat yang dapat terjadi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah non eksperimental dengan rancangan observasional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan cara retrospektif menggunakan data rekam medik dan resep obat pasien yang mendapat terapi penyakit gagal jantung di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Al Islam Bandung. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling dan didapat jumlah sampel 80 resep. Hasil dari penelitian menunjukan sebanyak 69 resep memiliki potensi terjadinya interaksi obat berdasarkan data literatur. Terdapat 195 potensi kejadian interaksi obat dari 69 resep tersebut. Tingkat keparahan interaksi obat yang dapat terjadi yaitu 31 (15,9%) interaksi major, 140 (71,8%) interaksi moderate dan 24 (12,3%) interaksi minor. Mekanisme interaksi obat yang dapat terjadi yaitu 106 (54,08%) interaksi secara farmakodinamik dan 89 (45,92%) interaksi secara farmakokinetika.
EDUKASI PENGGUNAAN SUPLEMEN DAN HERBAL PENINGKAT IMUNITAS DI KELURAHAN KARASAK KOTA BANDUNG Fetri lestari; Yani lukmayani; Ratih Aryani; Kiki Mulkiya Yuliawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.860

Abstract

Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung berdampak pada kebutuhan akan peningkatan imunitas tubuh, selain diterapkannya protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penggunaan suplemen dan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh, serta cara mengolah herbal di rumah. Program dilakukan di Kelurahan Karasak, Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung pada bulan April 2021, berupa ceramah dan penayangan video. Evaluasi peningkatan pemahaman peserta berupa  skor tes akhir, dibandingkan dengan skor tes awal.  Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai suplemen dan herbal peningkat imunitas sebesar 36,2% berdasarkan hasil tes. Untuk mendorong keberdayaan warga dalam budidaya TOGA, diberikan 100 bibit jahe merah sekaligus dalam rangka mendukung pendirian Kampung Jahe di Kelurahan Karasak. Selain itu juga diberikan bibit cabe rawit dan set peralatan untuk penanaman secara hidroponik. Setelah dilaksanakannya PKM ini diharapkan agar warga memahami penggunaan suplemen dan herbal yang tepat sebagai upaya menjaga imunitas dan cara mengolah herbal, serta aktif membudidaya TOGA.
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Penyakit Kardiovaskular Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Karawang Faris Fauzan Alkabir; Fetri Lestari; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.7716

Abstract

Abstract. Cardiovascular disease is one of the chronic illnesses that require long-term medication use and a diverse drug regimen. The prevalence of cardiovascular disease in Indonesia has been continuously increasing over the years. Adherence to medication is crucial for patients with cardiovascular disease due to the need for constant disease management. This research aims to determine the level of medication adherence among outpatient cardiovascular disease patients at the Islamic Hospital of Karawang. The study employed purposive sampling to select participants. The research instrument utilized the MMAS-8 questionnaire. The results indicate that the level of medication adherence is low in 56% of the patients, moderate in 25%, and high in 18%. Based on these findings, it can be concluded that the medication adherence level among outpatient cardiovascular disease patients at the Islamic Hospital of Karawang is categorized as low. Abstrak. Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit kronis dengan waktu penggunaan obat yang lama dan regimen obat yang beragam. Prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Kepatuhan penggunaan obat sangat penting bagi pasien penyakit kardiovaskular karena kondisi penyakit ini memerlukan kontrol secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasie penyakit kardiovaskular rawat jalan di Rumah Sakit Islam Karawang. Penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat rendah sebanyak 56%, kepatuhan sedang sebanyak 25%, dan kepatuhan tinggi sebanyak 18%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien penyakit kardiovaskular rawat jalan di Rumah Sakit Islam Karawang tergolong rendah.
UJI TOKSISITAS DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA GOLONGAN FLAVONOID DAN FENOL TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SECARA IN SILICO RISA NURRAHWANI; TAUFIK MUHAMMAD FAKIH; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9030

Abstract

Abstract. The compounds phalerin, kaempferol, quercetin, myrisetin, and catechol are known to have anti-inflammatory effects in vivo, the mechanism of action of these compounds is thought to be inhibition of cyclooxygenase enzymes, but these activities have not been proven in silico. The purpose of this study was to determine the interaction of phalerin, kaempferol, quercetin, myrisetin, and catechol compounds against COX-1 and COX-2 receptors and determine the toxicity of the test compounds. The research was conducted computationally with molecular tethering methods using MGL Tools software version 1.5.6 which is equipped with AutoDock Tools version 4.2. The results of molecular tethering were visualized using the 2019 version of the BIOVIA Discovery Studio Visualizer software. The toxicity test of the test compound is carried out through the Pro Tox II website. The test results are seen from the value of the bond energy (ΔG) and the inhibition constant (Ki). The test results showed that the five test compounds were able to interact with the test receptor, at the COX-1 receptor the kaempferol compound had an ΔG value of -7.34 kcal / mol and a Ki value of 4.20 μM, and at the COX-2 receptor phalerin had a ΔG value of -9.00 kcal / mol and a Ki value of 0.252 μM. Both compounds are compounds that have bond energy values and inhibition constants that are close to natural ligand values. The results of the toxicity test of the test compounds obtained, the five test compounds have non-toxic results. Keywords: Mahkota dewa, cyclooxygenase enzime, anti-inflammatory, molecular docking. Abstrak. Senyawa falerin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, dan katekol diketahui memiliki efek antiinflamasi secara in vivo, mekanisme kerja dari senyawa tersebut diduga dengan adanya penghambatan terhadap enzim siklooksigenase, namun aktivitas tersebut belum dibuktikan secara in silico. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui interaksi senyawa falerin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, dan katekol terhadap reseptor COX-1 dan COX-2 serta mengetahui toksisitas dari senyawa uji. Penelitian dilakukan secara komputasi dengan metode penambatan molekul menggunakan software MGL Tools versi 1.5.6 yang dilengkapi AutoDock Tools versi 4.2. Hasil penambatan molekul divisualisasikan menggunakan software BIOVIA Discovery Studio Visualizer versi 2019. Uji toksisitas senyawa uji dilakukan melalui website Pro Tox II. Hasil pengujian dilihat dari nilai energi ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi (Ki). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelima senyawa uji mampu berinteraksi dengan reseptor uji, pada reseptor COX-1 senyawa kaempferol memiliki nilai ΔG sebesar -7,34 kcal/mol dan nilai Ki sebesar 4,20 µM, dan pada reseptor COX-2 senyawa falerin memiliki nilai ΔG sebesar -9,00 kcal/mol dan nilai Ki sebesar 0,252 µM. Kedua senyawa tersebut merupakan senyawa yang memiliki nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi yang mendekati nilai ligan alami. Hasil pengujian toksisitas senyawa uji yang didapatkan, kelima senyawa uji memiliki hasil tidak toksik. Kata Kunci: Mahkota dewa, enzim siklooksigenase, antiinflamasi, penambatan molekular.
Kajian Literatur Potensi Penerapan Teknologi Plasma pada Kain Pembalut Luka Guna Meningkatkan Penyerapan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Kamilah Ratna Khalidah; Gita Cahya Eka Darma; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9130

Abstract

Wound dressings are bandages used to protect wounds and help absorb fluids that come out of the wound. This literature review was conducted to determine the potential of applying plasma technology to wound dressings which would then be followed by the addition of patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.) to produce wound dressings that have wound closure activity. This study aims to determine the potential for increasing the absorption of patchouli essential oil in wound dressings treated with plasma. This research was conducted using the Study Literature Review (SLR) method from several scientific articles on the application of plasma technology to fabric materials. The results of this study indicate that the application of plasma technology to various types of fabric materials shows the potential to increase the absorption of active ingredients from nature. So that the application of plasma technology has the potential to be applied to wound dressings to increase the absorption of patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.). Pembalut luka adalah kain pembalut yang digunakan untuk melindungi luka dan membantu menyerap cairan yang keluar dari luka. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengetahui potensi penerapan teknologi plasma pada kain pembalut luka yang kemudian akan dilanjutkan dengan penambahan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth.) sehingga dihasilkan pembalut luka yang memiliki aktivitas penutupan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi peningkatan penyerapan minyak atsiri nilam pada kain pembalut luka yang diberi perlakuan plasma. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Study Literature Review (SLR) dari beberapa artikel ilmiah tentang penerapan teknologi plasma pada material kain. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi plasma pada berbagai jenis material kain menunjukkan adanya potensi peningkatan penyerapan bahan aktif dari alam. Sehingga penerapan teknologi plasma berpotensi untuk diterapkan pada kain pembalut luka guna meningkatkan penyerapan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth.).
Studi Pustaka Reaksi Obat yang Merugikan pada Terapi Covid-19 Riri karima; Fetri Lestari; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11706

Abstract

Abstract. Coronavirus Disease 2019 or Covid-19 is a new disease that can cause respiratory problems and pneumonia. This disease is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) infection. Adverse Drug Reaction (ADR) is defined as the body's response to a drug that is detrimental or dangerous and undesirable that occurs at normal doses used in humans. The aim of this literature study is to provide information to the public and researchers on Covid-19 therapy based on literature studies including the types of ADR that occur and the drugs that cause them. The data used in this research is secondary data. Secondary data is data obtained not from direct observation, but the data is obtained from the results of research conducted by previous researchers. The secondary data sources in question are in the form of literature reviews and primary or original scientific reports contained in articles or journals that have been taken from Google Scholar, Science Direct, Pubmed regarding the undesirable effects of Covid-19 drugs. Based on a study of ten articles in 2020- 2023, it is known that ADR occurred from Covid-19 therapy caused by Covid-19 therapy drugs with reactions in the form of hyperbilirubination, hyperkalemia, increased transminase, liver dysfunction, angioedema and urticaria, and a higher increase in serum creatinine. Abstrak. Corona virus Disease 2019 atau Covid-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Adverse Drug Reaction (ADR) didefinisikan sebagai respon tubuh terhadap obat yang bersifat merugikan atau berbahaya dan tidak diinginkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia. tujuan dari studi literatur ini adalah bahan informasi pada masyarakat dan peneliti pada terapi Covid-19 berdasarkan studi literatur mencakup jenis ADR yang terjadi dan obat penyebabnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh bukan dari pengamatan langsung, akan tetapi data tersebut diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Sumber data sekunder yang dimaksud berupa literatur review dan laporan ilmiah primer atau asli yang terdapat di dalam artikel atau jurnal yang sudah diambil dari google scholar, science direct, pubmed berkenaan dengan efek yang tidak diinginkan pada obat Covid-19. Berdasarkan kajian dari sepuluh artikel tahun 2020-2023, diketahui bahwa terjadi ADR dari terapi Covid-19 yang disebabkan oleh obat terapi Covid-19 dengan reaksi berupa Hiperbilirubin, Hiperkalemia, Peningkatan transminase, Disfungsi hati, Angioedema dan urtikaria, dan Peningkatan kreatinin serum lebih tinggi.
Pola Peresepan Obat pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Periode 2022-2023 Syahirah Anissa Arief; Fetri Lestari; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13452

Abstract

Abstract. Chronic renal failure is a disease that gradually damages kidney function and has a high mortality rate. Damage to the kidneys will reduce the production of the hormone erythropoietin, which causes anemia. Anemia is caused by erythropoetin deficiency, in addition to other factors such as iron deficiency, shortened erythrocyte lifespan, inflammation, and infection. Anemia is associated with increased mortality and decreased health-related quality of life. This study aims to determine the pattern of drug prescription given to patients at Al Ihsan Hospital for the period 2022-2023. This study used descriptive observational method by collecting data retrospectively from medical records of patients diagnosed with chronic renal failure and anemia. The conclusion of this study found that the use of a combination of 5 drugs was most widely used by ggk patients at Al Ihsan Hospital. The combination of 5 drugs consists of epoetin alfa + vitamin B12 + folic acid + sodium bicarbonate + calcium lactate. Abstrak. Gagal ginjal kronis adalah salah satu penyakit yang bertahap merusak fungsi ginjal dan memiliki angka kematian tinggi. Kerusakan pada ginjal akan mengurangi produksi hormon eritropoietin, yang menyebabkan anemia. Anemia disebabkan oleh defisiensi eritropoetin, selain itu factor-faktor lain seperti defisiensi besi, umur eritrosit yang memendek, inflamasi, dan infeksi. Anemia dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan penurunan kualitas hidup terkait kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola perespan obat yang diberikan pada pasien ggk RSUD Al Ihsan Periode 2022-2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan mengumpulkan data secara retrospektif dari rekam medis pasien yang diagnosa gagal ginjal kronis dan anemia. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan kombinasi 5 obat paling banyak digunakan oleh pasien ggk di RSUD Al Ihsan. Kombinasi 5 obat terdiri dari epoetin alfa + vitamin B12 + asam folat + natrium bikarbonat + kalsium laktat.
Co-Authors 10060321013, Lutfi Anggita Adinda Dewani Soetadipura Aliya Rahmah Adriani Ananda Rizkita Najla Cahyadi Annas Tasya Pertiwi Aryuqo Ardha Syaqa Bambang Tri Laksono Bambang Tri Laksono Bambang Tri Laksono Danisa Fadila Fauziah Dendi Ardian Dieni Mardliyani Diva Rachmadita Kusumawardani Faris Fauzan Alkabir Firda Amelya Fitri Nurhalimah Fitriani, Nisa Ghina Hanifah Nur Azizah Gita Cahya Eka Darma Hana Tulia Fazin Hasna Afiyah Kosasih Hilda Aprilia, Hilda Hilda Novianti Putri Iis Rosita Ina Willona Rudi Indah Ayu Lestari Indri - Aryanti Ivanka Salsabilla Nurhadi Kamilah Ratna Khalidah Kartika, Rikka Kiki Mulkiya Yuliawati Laila Afifah AB Lanny Mulqie Levina Geby Dwi Putri Alamsyah Mardliyani, Dieni Maulana, Muhammad Adril Meicia Lutfiah Ivanca Mochamad Tanto Kuswanto Mohamad Vito Gandana Muhamad Erza Ardhana Muhammad Adril Maulana Muhammad Fakhry Ramadhan Muhammad Raja Fachri Buldan Munadiya Waridatiddiyanah Fauzi Mutiara Dewi Fitaloka Mutiara Nur Afni Nabila Nur Azhari Niken Suci Meliani Hernawan Nisa Fitriani Nurmala Nurmala Nurul Susanti Pramudita Putri Azzahra Ratih Aryani Ratih Aryani, Ratih Ratu Choesrina Ratu Choesrina Ratu Choesrina Ratu Choesrnia Rikka Kartika Riri karima Risa Apriani Hilyah RISA NURRAHWANI Sadiyah, Esti Rachmawati Salsabila Ramadhania Sani Ega Priani Siti Alifa Dzulnadifa Siti Aminah Siti Hazar Siti Hazar Siti Hazar Siti Hazar Sonia Vicka Farlinza Sri Peni Fitrianingsih Suwendar Suwendar Suwendar Suwendar Suwendar Suwendar Syahirah Anissa Arief Taufik Muhammad Fakih Tria Septiani, Tria Septiani Umi Yuniarni Umi Yuniarni Umi Yuniarni Vira Apriliandani Wafda Shofia Yani Lukmayani