Claim Missing Document
Check
Articles

Effects of Black Mulberry Fruit Extract (Morus nigra L.) on Inhibition of Allergic Urticaria in Ovalbumin-Induced Mice.: Efek Ekstrak Buah Murbei Hitam (Morus nigra L.) terhadap Penghambatan Urtikaria Alergi pada Mencit yang Diinduksi Ovalbumin. Ivanka Salsabilla Nurhadi; Fetri Lestari; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8461

Abstract

Abstract. Allergy is a reaction caused by allergens that induce IgE including dust, insects, pets, food, to drugs. These reactions can occur through exposures such as contact, inhalation, ingestion, and injection. In-vitro studies show that black mulberry fruit (Morus nigra L.) has anti-inflammatory, antimicrobial, antiobesity, anticancer, antidiabetic, and antiallergic activities. This study aimed to determine the antiallergic activity of black mulberry fruit extract in vivo against male mice Balb/c strain induced by ovalbumin 10% (i.c) with the observed parameter in the form of bump area (urticaria). Mice are grouped into 6 (n = 4). Group I as a negative control group, group II as a positive control group, group III as a standard group (cetirizine 1.3 mg/kg body weight). Group IV to VI as a test group with a dose of black mulberry fruit extract 68 mg / kg BW; 136 mg/kg BW; and 270 mg/kg BW. Based on the results of the study, it was stated that in 96% ethanol extract of black mulberry fruit there was antiallergic activity. 96% ethanol extract of black mulberry fruit dose 270 mg / kg body weight has antiallergic potential similar to the drug Cetirizine dose 1.3 mg / kg body weight. From this study, it can be concluded that black mulberry fruit extract has the potential as an alternative medicine for allergic herbal treatment in the community. Abstrak. Alergi merupakan suatu reaksi yang disebabkan oleh alergen yang menginduksi IgE diantaranya debu, serangga, hewan peliharaan, makanan, hingga obat-obatan. Reaksi ini dapat terjadi melalui paparan seperti kontak, inhalasi, ingesti, dan injeksi. Studi secara in-vitro menunjukkan bahwa buah murbei hitam (Morus nigra L.) memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antimikroba, antiobesitas, antikanker, antidiabetik, dan antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antialergi pada ekstrak buah murbei hitam secara in-vivo terhadap mencit jantan galur Balb/c yang diinduksi ovalbumin 10% (i.c) dengan parameter yang diamati berupa luas area bentolan (urtikaria). Mencit dikelompokkan menjadi 6 (n=4). Kelompok I sebagai kelompok kontrol negatif, kelompok II sebagai kelompok kontrol positif, kelompok III sebagai kelompok pembanding (cetirizine 1,3 mg/kg BB). Kelompok IV sampai VI sebagai kelompok uji dengan dosis ekstrak buah murbei hitam 68 mg/kg BB; 136 mg/kg BB; dan 270 mg/kg BB. Berdasarkan hasil penelitian, dinyatakan bahwa pada ekstrak etanol 96% buah murbei hitam terdapat aktivitas antialergi. Ekstrak etanol 96% buah murbei hitam dosis 270 mg/kg BB memiliki potensi antialergi yang serupa dengan obat Cetirizine dosis 1,3 mg/kg BB. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah murbei hitam berpotensi sebagai obat alternatif pengobatan herbal alergi di masyarakat.
Kajian Literatur Profil Farmakokinetika Sacubitril-Valsartan Pada Subjek Sehat dan Gagal Jantung Firda Amelya; Ratih Aryani; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8536

Abstract

Abstract. Sacubitril-Valsartan is a first-class therapeutic agent for ARNI (Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitor) which can reduce blood pressure and reduce mortality and morbidity in patients with Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF). A combination of Neprilysin inhibitors (NEPi) and Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs) is required to reduce the increased bradykinin concentrations due to neprilysin inhibition. The success of Sacubitril-Valsartan therapy is determined by the dosage setting design taking into account pharmacokinetic factors. The pharmacokinetic profile of each individual may vary, influenced by differences in race/ethnicity, gender, age, drug interactions and physiological changes. This study aims to determine the pharmacokinetic parameters of the drug Sacubitril-Valsartan based on differences in race/ethnicity, sex, age, drug interactions, in subjects with impaired kidney function, and in subjects with heart failure. The method used for this study is the SLR (Systematic Literature Review) method. The articles used in this study were 10 journal articles obtained from the PMC database, Wiley, Springer Link. The results showed that race/ethnicity affects T1/2 longer in Caucasians, female sex has a longer T1/2, older people have a longer T1/2, Cmax, T1/2, AUC0-24h increased in impaired kidney function with decreased CL, Cmax and T1/2 increased in HFREF patients. Keywords: Pharmacokinetic, Sacubitril-Valsartan, Heart failure. Abstrak. Sacubitril-Valsartan merupakan agen terapeutik kelas pertama ARNI (Angiotensin Reseptor-Neprilysin Inhibitor) yang dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan mortalitas dan morbiditas pada pasien Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF). Kombinasi Neprilysin inhibitor (NEPi) dan Angiotensin II Receptor Blockers (ARB) diperlukan untuk mengurangi konsentrasi bradikinin yang meningkat akibat penghambatan neprilysin. Keberhasilan terapi Sacubitril-Valsartan ditentukan oleh rancangan pengaturan dosis dengan mempertimbangkan faktor farmakokinetika. Profil farmakokinetika pada setiap individu dapat bervariasi dipengaruhi oleh perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter farmakokinetika obat Sacubitril-Valsartan berdasarkan perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan, pada subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan pada subjek gagal jantung. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 10 artikel jurnal yang diperoleh dari database PMC, Wiley, Springer Link. Hasil penelitian menunjukan bahwa ras/etnis mempengaruhi T1/2 lebih lama pada ras Kaukasia, jenis kelamin perempuan memiliki T1/2 lebih lama, usia tua memiliki T1/2 lebih lama, Cmax, T1/2, AUC0-24jam meningkat pada subjek gangguan fungsi ginjal dengan CL yang menurun, Cmax dan T1/2 meningkat pada pasien HFREF. Kata Kunci: Farmakokinetika, Sacubitril-Valsartan, Gagal Jantung.
Kajian Interaksi Obat pada Terapi Penyakit Gagal Jantung di Rumah Sakit Al Islam Bandung Aryuqo Ardha Syaqa; Fetri Lestari; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9010

Abstract

Abstract. Drug interaction is one of the categories of drug related problems that can affect the clinical outcome of patients. Heart failure therapy has the potential for drug interactions, because patients are often prescribed more than two drugs. This study aimed to determined the percentage of drug prescriptions that have the potential to cause drug interactions, the mechanism of drug interactions that can occur, and the severity of the impact of drug interactions that can occur. The type of research conducted was non-experimental with an analytic observational design. Data collection was carried out retrospectively using medical record data and drug prescriptions of patients who received therapy for heart failure in the Inpatient Installation of Al Islam Hospital Bandung. The sampling technique was using purposive sampling technique and obtained a sample size of 80 prescriptions. The results of the study showed that 69 prescriptions had the potential for drug interactions based on literature data. There were 195 potential drug interaction events from the 69 prescriptions. The severity of drug interactions that can occur is 31 (15.9%) major interactions, 140 (71.8%) moderate interactions and 24 (12.3%) minor interactions. The mechanisms of drug interactions that can occur is 106 (54.08%) pharmacodynamic interactions and 89 (45.92%) pharmacokinetic interactions. Abstrak. Interaksi obat merupakan salah satu kategori masalah terkait obat (drug related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Terapi gagal jantung berpotensi terjadi interaksi obat, karena pasien yang sering sekali diresepkan lebih dari dua obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase peresepan obat yang berpotensi menimbulkan interaksi obat, mekanisme interaksi obat yang dapat terjadi, dan tingkat keparahan dampak interaksi obat yang dapat terjadi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah non eksperimental dengan rancangan observasional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan cara retrospektif menggunakan data rekam medik dan resep obat pasien yang mendapat terapi penyakit gagal jantung di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Al Islam Bandung. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling dan didapat jumlah sampel 80 resep. Hasil dari penelitian menunjukan sebanyak 69 resep memiliki potensi terjadinya interaksi obat berdasarkan data literatur. Terdapat 195 potensi kejadian interaksi obat dari 69 resep tersebut. Tingkat keparahan interaksi obat yang dapat terjadi yaitu 31 (15,9%) interaksi major, 140 (71,8%) interaksi moderate dan 24 (12,3%) interaksi minor. Mekanisme interaksi obat yang dapat terjadi yaitu 106 (54,08%) interaksi secara farmakodinamik dan 89 (45,92%) interaksi secara farmakokinetika.
EDUKASI PENGGUNAAN SUPLEMEN DAN HERBAL PENINGKAT IMUNITAS DI KELURAHAN KARASAK KOTA BANDUNG Fetri lestari; Yani lukmayani; Ratih Aryani; Kiki Mulkiya Yuliawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.860

Abstract

Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung berdampak pada kebutuhan akan peningkatan imunitas tubuh, selain diterapkannya protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penggunaan suplemen dan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh, serta cara mengolah herbal di rumah. Program dilakukan di Kelurahan Karasak, Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung pada bulan April 2021, berupa ceramah dan penayangan video. Evaluasi peningkatan pemahaman peserta berupa  skor tes akhir, dibandingkan dengan skor tes awal.  Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai suplemen dan herbal peningkat imunitas sebesar 36,2% berdasarkan hasil tes. Untuk mendorong keberdayaan warga dalam budidaya TOGA, diberikan 100 bibit jahe merah sekaligus dalam rangka mendukung pendirian Kampung Jahe di Kelurahan Karasak. Selain itu juga diberikan bibit cabe rawit dan set peralatan untuk penanaman secara hidroponik. Setelah dilaksanakannya PKM ini diharapkan agar warga memahami penggunaan suplemen dan herbal yang tepat sebagai upaya menjaga imunitas dan cara mengolah herbal, serta aktif membudidaya TOGA.
UJI TOKSISITAS DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA GOLONGAN FLAVONOID DAN FENOL TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SECARA IN SILICO RISA NURRAHWANI; TAUFIK MUHAMMAD FAKIH; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9030

Abstract

Abstract. The compounds phalerin, kaempferol, quercetin, myrisetin, and catechol are known to have anti-inflammatory effects in vivo, the mechanism of action of these compounds is thought to be inhibition of cyclooxygenase enzymes, but these activities have not been proven in silico. The purpose of this study was to determine the interaction of phalerin, kaempferol, quercetin, myrisetin, and catechol compounds against COX-1 and COX-2 receptors and determine the toxicity of the test compounds. The research was conducted computationally with molecular tethering methods using MGL Tools software version 1.5.6 which is equipped with AutoDock Tools version 4.2. The results of molecular tethering were visualized using the 2019 version of the BIOVIA Discovery Studio Visualizer software. The toxicity test of the test compound is carried out through the Pro Tox II website. The test results are seen from the value of the bond energy (ΔG) and the inhibition constant (Ki). The test results showed that the five test compounds were able to interact with the test receptor, at the COX-1 receptor the kaempferol compound had an ΔG value of -7.34 kcal / mol and a Ki value of 4.20 μM, and at the COX-2 receptor phalerin had a ΔG value of -9.00 kcal / mol and a Ki value of 0.252 μM. Both compounds are compounds that have bond energy values and inhibition constants that are close to natural ligand values. The results of the toxicity test of the test compounds obtained, the five test compounds have non-toxic results. Keywords: Mahkota dewa, cyclooxygenase enzime, anti-inflammatory, molecular docking. Abstrak. Senyawa falerin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, dan katekol diketahui memiliki efek antiinflamasi secara in vivo, mekanisme kerja dari senyawa tersebut diduga dengan adanya penghambatan terhadap enzim siklooksigenase, namun aktivitas tersebut belum dibuktikan secara in silico. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui interaksi senyawa falerin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, dan katekol terhadap reseptor COX-1 dan COX-2 serta mengetahui toksisitas dari senyawa uji. Penelitian dilakukan secara komputasi dengan metode penambatan molekul menggunakan software MGL Tools versi 1.5.6 yang dilengkapi AutoDock Tools versi 4.2. Hasil penambatan molekul divisualisasikan menggunakan software BIOVIA Discovery Studio Visualizer versi 2019. Uji toksisitas senyawa uji dilakukan melalui website Pro Tox II. Hasil pengujian dilihat dari nilai energi ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi (Ki). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelima senyawa uji mampu berinteraksi dengan reseptor uji, pada reseptor COX-1 senyawa kaempferol memiliki nilai ΔG sebesar -7,34 kcal/mol dan nilai Ki sebesar 4,20 µM, dan pada reseptor COX-2 senyawa falerin memiliki nilai ΔG sebesar -9,00 kcal/mol dan nilai Ki sebesar 0,252 µM. Kedua senyawa tersebut merupakan senyawa yang memiliki nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi yang mendekati nilai ligan alami. Hasil pengujian toksisitas senyawa uji yang didapatkan, kelima senyawa uji memiliki hasil tidak toksik. Kata Kunci: Mahkota dewa, enzim siklooksigenase, antiinflamasi, penambatan molekular.
Potensi Antiinflamasi Ekstrak Etanol Biji Kurma Ajwa terhadap Tikus Wistar Jantan Maulana, Muhammad Adril; Fetri Lestari
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.1795

Abstract

Abstract. Inflammation is the body's response to damage in tissues which is characterized by symptoms such as redness, heat, swelling, pain, and loss of function. The ajwa date palm plant (Phoenix dactylifera L.) has secondary metabolite compounds, one of which is flavonoids and phenolic compounds that have anti-inflammatory activity. Based on this background, this study aims to determine the anti-inflammatory potential of ajwa date palm seeds (Phoenix dactylifera L.) in male wistar rats (Rattus norvegicus strain wistar). Samples were extracted by cold extraction using the maceration method. Then a standard solution was made with a concentration of ethanol extract of ajwa date palm seeds of 100, and 500 mg/Kg.BB. The method used for anti-inflammatory testing is the paw edema method and the results of the data obtained were analyzed by the Langford method. Then the results of statistical analysis of normality test and homogeneity test and non-parametric test. The results showed that ethanol extract of ajwa date palm seeds (Phoenix dactylifera L.) has anti-inflammatory activity by comparing the percentage of udem inhibition at the 60th minute, namely a dose of 100 mg/Kg.BB of 12, 1271% and a dose of 500 mg/Kg.BB of 3.3082% with the comparison, namely piroxicam tablets 20 mg of 22.1153%. Based on the results obtained, it can be concluded that the ethanol extract of ajwa date palm seeds (Phoenix dactylifera L.) has anti-inflammatory potential against male wistar rats (Rattus norvegicus strain wistar) as seen from the percentage value of udem and percentage of udem inhibition. Abstrak. Inflamasi merupakan respon tubuh terhadap adanya kerusakan dalam jaringan yang dimana ditandai dengan gejala-gejala seperti kemerahan, terasa panas, bengkak, nyeri, dan hingga kehilangan fungsi. Pada tanaman tumbuhan kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki senyawa metabolit sekunder, salah satunya yaitu flavonoid serta senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antiinflamasi pada biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terhadap tikus wistar jantan (Rattus norvegicus strain wistar). Sampel diekstraksi dengan ekstraksi cara dingin menggunakan metode maserasi. Kemudian dibuat larutan baku dengan konsentrasi ekstrak etanol biji kurma ajwa sebesar 100, dan 500 mg/Kg.BB. Metode yang digunakan untuk pengujian antiinflamasi yaitu metode edema paw dan hasil data yang didapatkan dianalisis dengan metode langford. Kemudian dilakukan hasil analisis statistik uji normalitas dan uji homogenitas serta pengujian secara non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki aktivitas antiinflamasi dengan membandingkan persentase inhibisi udem pada menit ke-60 yaitu dosis 100 mg/Kg.BB sebesar 12, 1271% dan dosis 500 mg/Kg.BB sebesar 3,3082% dengan pembanding yaitu piroksikam tablet 20 mg sebesar 22,1153%. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki potensi antiinflamasi terhadap tikus wistar jantan (Rattus norvegicus strain wistar) yang dilihat dari nilai persentase udem dan persentase inhibisi udem.
Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol terhadap Mencit Swiss Webster Jantan Salsabila Ramadhania; Fetri Lestari; Siti Hazar
Jurnal Riset Farmasi Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v4i2.5012

Abstract

Abstract. Diarrhea is the condition of having three or more loose stools in 24 hours. Treatment of diarrhea can be done by self-medication using over-the-counter drugs, but some over-the-counter drugs cannot be used for children under 5 years of age. Therefore, other alternatives are needed in antidiarrheal treatment derived from natural ingredients. One of the natural ingredients that can potentially be used as antidiarrheal is Malay rose apple leaves, which is based on its secondary metabolite content. This study was conducted to determine the effect of intestinal motility after the administration of ethanol extract of Malay rose apple leaves by intestinal transit method, the parameters observed were the length of the intestine through the norit marker compared to the total length of the intestine. The test groups included negative control group, loperamide HCl comparison group, and Malay rose apple leaves ethanol extract test group with 3 dose variations of 125 mg/KgBB; 250 mg/KgBB; and 500 mg/KgBB. The results showed that ethanol extract of Malay rose apple leaves has antidiarrheal activity. This is evidenced by the administration of ethanol extract of Malay rose apple leaves on intestinal motility shows a slowdown in peristalsis in the intestine, so as to reduce the length of the path of the norit marker to the intestines of mice and based on statistical analysis shows a value of p <0.05 with negative control. Abstrak. Diare adalah kondisi buang air besar dengan konsistensi feses yang encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Pengobatan diare dapat dilakukan secara swamedikasi dengan menggunakan obat bebas, namun beberapa obat bebas tidak dapat digunakan untuk anak usia dibawah 5 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif lain dalam pengobatan antidiare yang berasal dari bahan alam. Salah satu bahan alam yang berpotensi dapat digunakan sebagai antidiare yaitu daun jambu bol yang didasarkan pada kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini dilakukukan untuk mengetahui pengaruh motilitas usus setelah pemberian ekstrak etanol daun jambu bol dengan metode transit intestinal, parameter yang diamati yaitu panjang usus yang dilalui marker norit dibandingkan dengan panjang usus keseluruhannya. Kelompok uji meliputi kelompok kontrol negatif, kelompok pembanding loperamid HCl, dan kelompok uji ekstrak etanol daun jambu bol dengan 3 variasi dosis 125 mg/KgBB; 250 mg/KgBB; dan 500 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu bol memiliki aktivitas antidiare. Hal ini dibuktikan dengan pemberian ekstrak etanol daun jambu bol pada motilitas usus menunjukan adanya perlambatan gerakan peristaltik pada usus, sehingga dapat mengurangi panjang lintasan penanda dari marker norit terhadap usus mencit dan berdasarkan analisis statistik menunjukan nilai p<0,05 dengan kontrol negatif.
Potensi Aktivitas Antiketombe dari Daun Jambu Air [Eugenia aqueum (Burm. F) Alston] Suwendar, Suwendar; Fitrianingsih, Sri Peni; Lestari, Fetri; Mardliyani, Dieni; Fitriani, Nisa
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.6.3.250-253.2019

Abstract

Daun jambu air telah banyak dikenal di masyarakat Indonesia sebagai pembungkus makanan sehingga makanan dapat disimpan lebih lama.  Hal ini menunjukkan  daun jambu air memiliki aktivitas antimikroba.  Jambu air telah diketahui  mengandung flavonoid and tanin yang memiliki khasiat anti jamur.  Penyakit infeksi karena jamur, merupakan penyakit dengan tingkat penderita yang tinggi di Indonesia, salah satu diantaranya adalah ketombe.  Ketombe disebabkan oleh Pityropsorum ovale.  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan  secara ilmiah mengenai potensi aktivitas daun jambu air pada jamur penyebab ketombe. Evaluasi  dilakukan secara in vitro dengan metode  difusi agar menggunakan teknik sumur pada jamur penyebab ketombe yaitu Pityrosporum ovale dengan indikator capaian adalah terbentuknya zona hambatan pertumbuhan.  Hasil menunjukkan bahwa bahan uji berupa ekstrak etanol dan  fraksi ekstrak yaitu  fraksi n-heksan, etil asetat maupun air memiliki khasiat menghambat pertumbuhan Pityrosporum ovale masing-masing pada konsentrasi hambat minimum (KHM) : 1, 1, 0,5 dan 4% b/v. Aktivitas pada Pityrosporum ovale yang tertinggi ditunjukkan oleh fraksi etil asetat karena memiliki nilai KHM terendah. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa daun jambu air berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan yang berkhasiat anti ketombe.  
Pelatihan Teknologi Ekstraksi Rimpang Jahe (Zingiber officinale) pada Masyarakat Kampung Jahe Kelurahan Karasak-Astanaanyar: Ginger (Zingiber officinale) Rhizome Extraction Technology Coaching for the people of Kampung Jahe, Karasak-Astanaanyar Sub District Aryani, Ratih; Yuliawati, Kiki Mulkiya; Lukmayani, Yani; Lestari, Fetri; Sadiyah, Esti Rachmawati; Aprilia, Hilda
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i4.7040

Abstract

The people of Ginger Village at Karasak Urban Village support the urban greening program by planting ginger plants in the yards and roadsides. Ginger is a traditional medicinal plant commodity that has the potential to be cultivated and developed into health products because of its various pharmacological effects. The PkM team has conducted Community Service Activities for active PKK cadres in Jahe village. This activity aims to educate residents of Ginger Village through PKK cadres about the importance of knowing reasonable ginger extraction procedures so that the benefits of ginger can be optimal as a nutritious ingredient with pharmacological effects. The service method is training in processing ginger using the infusion method. The results showed an increase in participants' knowledge of up to 67%, which indicates that PKK cadres could understand how to extract ginger correctly to maintain its quality and properties.
Keamanan Proton Pump Inhibitor (PPI) pada Kehamilan : Kajian Literatur Sistematik Tria Septiani, Tria Septiani; Fetri Lestari; Bambang Tri Laksono
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6742

Abstract

Abstract. Proton pump inhibitors (PPIs) are commonly used drugs in the management of chronic diseases such as GERD, gastritis, and peptic ulcers. However, physiological changes in pregnant women lead to changes in the long-term safety of PPI use. The purpose of this study was to review the safety of PPIs in pregnancy to identify potential adverse drug reactions (ROTDs) that can be taken into consideration in clinical practice. The method used was a systematic literature review conducted by searching for articles in the last 10 years using the PubMed and Science Direct databases. Then filtering articles using Mendeley and critical appraisal with JBI tools to identify potential bias in each article. Three were a total of 3 articles that discussed the use of PPIs in pregnant patients that met the inclusion and exclusion criteria. The results of the literature study from the three articles discussed ROTD due to the use of PPIs during pregnancy, namely preeclampsia, eclampsia, and congenital malformations due to esomeprazole. Abstrak. Proton Pump Inhibitor (PPI) merupakan obat yang umum digunakan dalam penanganan penyakit kronis seperti GERD, gastritis, dan tukak lambung. Namun, perubahan fisiologis pada ibu hamil menyebabkan perubahan keamanan jangka panjang dari penggunaan PPI. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menelaah keamanan PPI pada kehamilan sehingga dapat mengidentifikasi potensi reaksi obat tidak diinginkan (ROTD) yang dapat menjadi pertimbangan pelaksanaan praktik klinis. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur sistematik yang dilakukan dengan pencarian artikel dalam 10 tahun terakhir menggunakan database PubMed dan Science Direct. Kemudian dilakukan penyaringan artikel menggunakan Mendeley dan critical apprisal dengan tools JBI untuk mengidentifikasi potensi bias pada setiap artikel. Terdapat total 3 artikel yang membahas mengenai penggunaan PPI pada pasien ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil studi literatur dari ketiga artikel membahas mengenai ROTD akibat penggunaan PPI selama kehamilan yaitu preeklampsia, eklampsia, dan malformasi kongenital akibat esomeprazole.