Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Sosial Kultural dengan Kejadian Diare pada Balita (0-5 Tahun) Nuridayanti; Narmawan; Risnawati
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.733 KB)

Abstract

Diarrhea is endemic as a disease which causes death on infants. Bad child parenting and socio cultural tend to bepredisposition factor causes diarrhea. This study aims to obtain the correlation between child parenting, sociocultural, and the occurrence of diarrhea. This study aims to determine the relationship between parenting parentsand socio-cultural with the incidence of diarrhea in infants. This study is a descriptive analysis cross sectionalapproach. Sample 71 toddlers using purposive sampling technique with criteria for mothers of toddlers aged 0-5years who visited in the UPTD and were willing to become respondents. The data were obtained using a parentingquestionnaire and socio-cultural validity and reliability, the data analyzed using the chi-square test. The results ofthe analysis of the for parenting parents with the incidence of diarrhea p value =0,000 and socio-cultural with theincidence of diarrhea p value= 0,000 which means there is a relationship between parenting parents and socioculural with the incidence of diarrhea. The conclusion is that there is a significant relationship between parentingand socio-cultural parenting with the incidence of diarrhea in infants. Good parenting and culture from parents cansupport health for children under five.
Model Evaluasi Kurikulum Sekolah Pra-Nikah Berbasis Digital Terintegrasi Kesetaraan Gender Perspektif Filosofi Timur Josua, Dian Pertiwi; Nuridayanti; Anan Sutrisna; Yeti Supriyati; Awaludin Tjalla; Soeprijanto
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jep.v15i2.51034

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi model kurikulum Sekolah Pra-Nikah berbasis digital yang mengintegrasikan nilai kesetaraan gender dalam perspektif filsafat Timur. Pendekatan campuran dengan desain eksplanatori sekuensial digunakan untuk mengukur efektivitas kurikulum melalui indikator CIPP (Context, Input, Process, Product). Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif-inferensial, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan teknik tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum memiliki tingkat relevansi tinggi dengan kebutuhan generasi milenial, dengan skor rata-rata dimensi Context sebesar 4,25 (85%), Input sebesar 4,00 (80%), Process sebesar 3,90 (78%), dan Product sebesar 4,10 (82%). Materi terkait seksualitas memperoleh pemahaman tertinggi (95%), diikuti pengelolaan konflik (90%), dan pengambilan keputusan (85%). Hasil kualitatif menunjukkan peserta merasa kurikulum mampu mengubah perspektif tradisional patriarki menjadi lebih inklusif. Pendekatan ini efektif dalam mengintegrasikan prinsip budaya Timur melalui pembelajaran digital. Kontribusi penelitian mencakup pengembangan teori desain kurikulum inovatif dan pendidikan pranikah berbasis digital yang relevan dengan dinamika sosial modern.
Pengenalan Computational Thinking Sebagai Metode Problem Solving Kepada Guru SD Di Kabupaten Luwu Utara Dyah Vitalocca; Nuridayanti; Nurul Mukhlisah Abdal
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 2 (May 2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v1i2.194

Abstract

The development of problem-solving skills is crucial in facing global competition. Therefore, early training is necessary. With the advancement of technology and computer usage, a new approach to developing problem-solving skills has emerged, known as Computational Thinking (CT). CT is derived from the fundamental principles of computer science, where problems are understood in an abstract manner and solutions are formulated through illustration. Since 2016, Indonesia has actively participated in the Bebras Community and promoted Computational Thinking by organizing the Bebras Challenge for students across the country. The Faculty of Engineering at UNM has become one of the Bebras Bureaus involved in organizing the Bebras Challenge in South Sulawesi. The Bebras outreach to teachers aims to introduce this Computational Thinking skill so that every teacher can convey and train their students in developing problem-solving skills. The outreach was attended by representative teachers from 100 elementary schools in Kabupaten Luwu Utara
Implementasi Unplugged Computational Thinking untuk Guru Mata Pelajaran Informatika se-Balikpapan Vitalocca, Dyah; Nuridayanti; Ashari, Hilda; Makmur, Elfira; Abdal, Nurul Mukhlisah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 02 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i1.2356

Abstract

Di era modern, integrasi pendidikan informatika sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi perubahan cepat yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi. Informatika memainkan peran penting dalam kurikulum pendidikan, membekali generasi muda dengan keterampilan penting untuk berkembang di dunia yang digerakkan oleh teknologi. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi di Indonesia, seperti akses teknologi yang terbatas dan pelatihan yang tidak memadai bagi para guru untuk menanamkan konsep-konsep komputasi secara efektif. Guru diharap mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, lingkungan pendidikan inklusif, berkelanjutan, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh, memastikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk berprestasi dan berkontribusi secara bermakna bagi masyarakat. Tahapan kegiatan terdiri atas tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan, dan tahapan pendampingan. Dalam pelatihan ini, guru berhasil mampu (1) memperoleh kemampuan atas pemahaman konsep dasar CT seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma; (2) menyajikan berbagai cara inovatif untuk mengajarkan CT tanpa teknologi digital, seperti permainan dan aktivitas fisik; (3) teknik mengajar yang diberikan efektif untuk CT, termasuk aktivitas hands-on, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan scaffolding, (4) mampu membuat langkah-langkah terstruktur untuk merancang materi pembelajaran yang mengintegrasikan konsep Unplugged CT; dan (5) mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung kolaborasi, dan memastikan keterlibatan peserta didik.
Have Fun with Canva: Menjadi Studentpreneur di Usia Muda Nuridayanti; Nuridayanti, Nuridayanti; Dewi, Anita Candra; Suhaeb, Sutarsi; Djawad, Yasser Abdul; Labusab, Labusab
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue No. 1: July 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v2i1.20249

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan desain grafis dan wawasan kewirausahaan di era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 19 Gowa, melibatkan 20 siswa kelas XI dengan pendekatan interaktif berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah pengantar, demonstrasi penggunaan Canva, praktik mandiri, simulasi kewirausahaan, serta gamifikasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme tinggi terhadap penggunaan Canva sebagai media kreatif untuk mendukung aktivitas kewirausahaan. Dalam sesi praktik, siswa berhasil menghasilkan desain poster promosi yang relevan dengan ide bisnis mereka. Simulasi kewirausahaan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengembangkan konsep bisnis, menyasar target pasar, dan memanfaatkan desain sebagai elemen branding. Gamifikasi melalui penghargaan peserta terbaik dan teraktif berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus kompetitif. Kegiatan ini berdampak positif pada peningkatan keterampilan desain grafis siswa, pemahaman tentang konsep studentpreneur, serta motivasi mereka untuk berinovasi. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis seperti koneksi internet yang terbatas, kegiatan ini tetap mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Sebagai langkah lanjutan, program serupa dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan pendampingan bisnis berkelanjutan untuk membantu siswa merealisasikan ide usaha mereka. Kegiatan ini menunjukkan potensi besar dalam memadukan teknologi digital dan kewirausahaan untuk mendorong generasi muda menjadi kreatif, produktif, dan adaptif di era digital.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Hasil Belajar Nuridayanti; Muhammad Akil; Fitrah A. Darmawan
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v3i2.1555

Abstract

Problem posing adalah model pembelajaran yang mengharuskan peserta didik dapat menyusun soal dan menjawabnya sendiri untuk merekonstruksi pemahaman mereka, sehingga model pembelajaran ini diasumsikan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran problem posing dan bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan subjek penelitian berjumlah 54 peserta didik. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan angket dan tes hasil belajar. Data yang ada dianalisis menggunakan uji t. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran problem posing lebih besar dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar peserta didik.