Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Doxxing terhadap Perilaku Cyberbullying: Analisis Gender dalam Perspektif Psikologi Forensik Katili, Rifany Humairah Purnama; Astuti, Suryani Dyah; Artaria, Myrtati Dyah
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13767

Abstract

The development of information technology has transformed social interaction patterns through social media platforms, creating digital aggression phenomena such as cyberbullying and doxxing among adolescents. This study analyzes the influence of doxxing on cyberbullying behavior considering gender factors from forensic psychology perspective. Using cross-sectional survey design, data were collected from 577 high school students aged 15-18 years in Gorontalo Province through stratified random sampling. Research instruments included doxxing questionnaire and Cyberbullying in Social Media Scale analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Results show doxxing significantly influences cyberbullying in both genders with stronger effects in males, though gender moderation was not statistically significant. From forensic psychology perspective, this study contributes to developing integrative models for digital crime scene analysis and recommends intervention protocols addressing doxxing as gateway behavior. 
Perbedaan Ketebalan Jaringan Lunak Wajah (Facial Soft Tissue Thickness) Antara Laki-Laki dan Perempuan pada Populasi Deuteromalayid Menggunakan MRI Kepala Ula, Ma’rifatul; Fitrianti, Mia Yulia Fitrianti; Syarifah, Mustika Chasanatussy; Artaria, Myrtati Dyah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dengan potensi korban jiwa massal. Sering kali, kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan lanjut membuat metode identifikasi primer (sidik jari, gigi, DNA) sulit diterapkan. Dalam kondisi tersebut, rekonstruksi wajah menjadi metode alternatif vital, namun akurasinya sangat bergantung pada data referensi ketebalan jaringan lunak wajah (Facial Soft Tissue Thickness/FSTT) yang spesifik untuk populasi tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis perbedaan FSTT antara laki-laki dan perempuan pada populasi Deuteromalayid guna menyediakan data referensi dasar bagi rekonstruksi wajah forensik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus hingga September 2020. Sampel terdiri dari 30 pasien (15 laki-laki dan 15 perempuan) ras Deuteromalayid yang menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala untuk keperluan diagnostik. Data FSTT diukur secara digital menggunakan perangkat lunak Dicom Viewer. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan adanya variasi rerata ketebalan jaringan lunak wajah antara kedua kelompok jenis kelamin. Analisis statistik mengungkapkan perbedaan yang signifikan secara spesifik pada area hidung dan bibir. Sementara itu, pada titik-titik pengukuran area wajah lainnya, meskipun terdapat perbedaan nilai rerata, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Terdapat dimorfisme seksual pada ketebalan jaringan lunak wajah populasi Deuteromalayid, terutama pada regio mid-face (hidung dan bibir). Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan data spesifik jenis kelamin dalam proses rekonstruksi wajah untuk meningkatkan akurasi identifikasi. Kata kunci: Facial Soft Tissue Thickness (FSTT); Deuteromalayid; rekonstruksi wajah; identifikasi forensik; MRI kepala.