Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING PADA BALITA Sunarmi, Atik; Utami, Fitria Siswi; Ningsih, Sri Ratna
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.491

Abstract

Latar Belakang : Stunting  merupakan gangguan pada pertumbuhan fisik anak/ballita. Balita yang mengalami stunting  akan mengalami perlambatan partumbuhan atau kerdil yang disebabkan dari dampak tidak seimbanganya gizi yang menyebabkan gangguan secara fisik, mental, intelektual serta kognitif sehingga terjadi stunting pada balita. Tujuan : untuk mereview  faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting. Metode : Menggunakan scoping review untuk memetakan literature dan mengidentifikasi  masalah  atau kesenjangan dalam area riset yang akan diteliti, membuat framework dengan mengidentifikasi pertanyaan penelitian melalui PEOs dan mengidentifikasi studi yang relevan melalui Google Scholar, Pubmed dan science Direct, pemilihan studi artikel dengan Prisma Flow Chart, memetakan data charting dan menggambarkan alur pencarian artikel, menyusun, meringkas dan melaporkan hasil serta pembahasannya dengan Critical Appraisal. Hasil : Berdasarkan artikel yang didapat sebanyak 8 artikel, 5 artikel menggunakan metode kualitatif, 2 artikel  menggunakan metode kuantitatif dan 1 artikel menggunakan Mix mrthod. Ada 7 sub tema yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita yaitu : Faktor lingkungan, Pendidikan orang tua, jenis kelamin, riwayat pemberian ASI, riwayat berat badan lahir rendah, fator genetik dan juga faktor ekonomi. Kesimpulan : Stunting merupakan masalah kesehatan pada anak yang masih sangat tinggi angka kejadianya di Dunia banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting, seperti  pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua dan juga faktor ekonomi orang tua, faktor lingkungan, jenis kelamin, vasilitas kesehatan yang kurang memadai, sanitasi yang buruk dan kurangnya air bersih dan riwayat saat lahir dengan berar badan rendah, sehingga faktor yang telah disebutkan sangat berpengaruh pada kejadian  stunting.
PENGALAMAN IBU DALAM PROSES PERSALINAN NORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Widyasari, Esti; Utami, Fitria Siswi; Ratnaningsih, Sri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.616

Abstract

Pendahuluan: Ibu bersalin mempunyai risiko tinggi terinfeksi virus covid-19 sehingga mempunyai risiko  terjadi  penyakit  yang  berat, morbiditas   dan   mortalitas.Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman Ibu dalam proses persalinan normal selama pandemi covid-19.Metode: Metode scoping review digunakan untuk memetakan literatur, identifikasi masalah dalam area riset, menyusun framework dengan mengidentifikasi pertanyaan penelitian beserta mengidentifikasi studi yang relevan, menyeleksi artikel, melakukan data charting, melakukan penyajian data, pembahasan dan penarikan kesimpulan.Hasil: Berdasarkan 5 artikel telah dilakukan pengkajian, ditemukan 3 tema diantaranya: Psikologis Ibu bersalin selama pandemi covid 19 yaitu mengalami kecemasan saat persalinan, resiko mengalami depresi pasca partum, ketakutan selama persalinan, kekhawatiran dalam persalinan, kesedihan persalinan selama pandemi covid 19. Factor yang mempengaruhi pemilihan tempat persalinan selama pandemi covid 19, meliputi aman dan mendukung saat persalinan, faktor ekonomi keluarga, kurangnya transportasi sehingga memilih persalinan dirumah, jarak, tingkat pengetahuan, kesulitan bahasa, faktor sosial dan budaya dalam keluarga. Protokol kesehatan selama persalinan, yaitu terdiri dari Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), teman atau keluarga dibatasi mendampingi persalinan, menjaga jarak, melakukan PCR sebelum persalinan.Kesimpulan: Pada ibu yang akan melakukan persalinan di masa pandemi covid 19 membutuhkan sosialisasi dapat dilakukan melalui online mengenai persiapan persalinan salama pandemi covid 19 yang meliputi persiapan psikologis, fisik, ekonomi. sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik untuk meningkatkan kesehatan ibu bersalin.
Skrining Kesehatan Mental dan Intervensi Non-Farmakologis dalam Pelayanan Antenatal pada Ibu Hamil: Tinjauan Sistematis Irianti, Susi; Fuadi, Mirza Fathan; Ningsih, Sri Ratna; Puspitasari, Indah; Nugraheni, Sri Achadi
Faletehan Health Journal Vol 13 No 01 (2026): Faletehan Health Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perinatal mental health disorders represent a significant global public health challenge, contributing directly to the risks of preeclampsia, preterm birth, and impaired fetal cognitive development. Globally, the prevalence of perinatal depression was estimated at 11.9 percent; however, in Indonesia, maternal anxiety rates were remarkably high, reaching 43.2 percent. This study aimed to analyze early detection strategies and non-pharmacological interventions that can be directly integrated into routine antenatal care. This systematic review followed the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) protocol by searching the literature on Scopus and PubMed databases. Inclusion criteria include peer-reviewed studies for the period 2020–2025 that focus on the prevalence, screening, and non-pharmacological interventions of pregnant women's mental health. The methodological quality of the study was assessed with the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Out of a total of 5,206 articles identified, 11 medium to high quality articles were selected for analysis. The findings indicated that the use of validated screening instruments and digital innovations, such as artificial intelligence, can accurately predict depression risk. Mindfulness interventions are effective for daily stress regulation, while cognitive behavioral therapy remains the primary standard for more severe clinical cases. This study emphasized the vital importance of digitalizing screening instruments integrated with electronic health records and enhancing the competence of midwives as mental health facilitators to reduce maternal morbidity nationwide.