Claim Missing Document
Check
Articles

Tahapan Dan Perbandingan Pemerolehan Bahasa Pada anak laki-Laki Dan Perempuan Usia 18 Bulan: Kajian Psikolinguistik Helty Helty; Julisah izar; Rengki Afria; Istiqomah Husnun Afifah
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i2.3650

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pemerolehan Bahasa pada anak laki-laki dan perempuan usia 18 bulan yakni, berupa tahapan pemerolehan fonologi, morfologi, dan sintaksis. Penelitian ini juga membahas perbandingan pemerolehan Bahasa pada anak laki-laki dan perempuan usia 18 bulan serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode observasi bebas libat cakap dengan metode penyajian data deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan cara mengamati dan juga melakukan wawancara terhadap orang disekitar objek penelitian. Studi ini menunjukkan bahwa anak usia 18 bulan cenderung ada yang masih berada pada tahap pemerolehan morfologi dan ada yang sudah mulai memasuki tahap awal pemerolehan sintakis, Dari hasil pengamatan didapat data bahwa perbedaan pemerolehan Bahasa pada kedua subjek itu terlihat jelas dalam tahap pemerolehan morfologi yakni berada pada jumlah kosa kata yang diujarkannya dan hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan sang anak, interaksi social dan intelegensi.Kata Kunci: tahapan; perbandingan; pemerolehan bahasa; anak laki-laki; anak prempuan
Disparitas Gender dalam Penggunaan Istilah pada Kosakata Budaya Masyarakat Melayujambi di Provinsi Jambi Ernanda Ernanda; Dwi Rahariyoso; Julisah Izar
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2021): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v8i1.4391

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi linguistik dan penggunaan istilah yang memuat disparitas gender yang telah menyatu dengan sistem kognitif, budaya, dan menjadi kebiasaan yang diekspresikan di dalam masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara dan pengamatan. Metode wawancara digunakan untuk meninjau kembali apakah data bahasa yang berupa kosakata budaya berupa istilah dalam masyarakat MelayuJambi yang dirujuk pada Kamus MelayuJambi benar adanya. Sedangkan, metode pengamatan digunakan untuk melihat apakah istilah pada kosakata budaya tersebut masih berfungsi dan digunakan dalam tindak komunikasi serta dalam aktivitas budaya di tengah masyarakat MelayuJambi. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya 20 istilah dalam kamus Kamus MelayuJambi yang mengandung disparitas gender yang benar adanya dan kosakata dengan jenis-jenis istilah tersebut masih populer dan masih digunakan di kalangan masyarakat Jambi.Kata kunci: disparitas gender, penggunaan istilah, Masyarakat MelayuJambi.
Cultural Significance of the Tradition of "Mandi Ke Aek" in Mersam Village, Mersam District, Batanghari District: Ethnolingusitic Study Mahdi Bahar; Julisah Izar; Hartati; Fatonah; Dini Meidiyanti Putri
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 1 No. 3 (2023): JOLADU: Journal of Language Education, April 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v1i3.474

Abstract

In Ethnolinguistic science, we are invited to see how the process of forming a culture and we are also invited to understand the cultural meanings contained in that culture or tradition. This research was conducted with the aim of knowing how the cultural procession contained in the tradition of "Mandi ke Aek" in Mersam Village, Mersam District, as well as to find out the cultural meanings contained in the icons, activities, and languages contained in the tradition. The research method used is a qualitative ethnographic approach with 4 stages, namely: (1) development of basic recognition of objects, (2) grouping and defining the types of activities to be studied, (3) focusing on culture in search, (4) moving backwards to look back at the general theory of culture that is researched and studied with specific cases. As for data collection techniques by means of interviews and field observations. Which after the data has been collected, researchers define, group, and explain the meanings contained. So that the results of the study were obtained as many as 46 data that have cultural meaning. The 46 data, consisting of 21 Icons, 16 activities, and 9 languages. And of the 46 data, it is known to have each function and purpose to be achieved from the implementation of the tradition.
Revitalisasi Nilai Budaya Lokal Melalui Pelatihan Menulis Puisi Berbahasa Daerah Di Madrasah Tsanawiyah As’ad Danau Teluk Jambi Helty; Julisah Izar; Warni; Wilyanti, Liza Septa; Afria, Rengki; Harianto, Neldi
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i3.53423

Abstract

Urgensi dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah penulisan puisi dengan menggunakan Bahasa daerah belum pernah dilakukan di sekolah Madrasah Tsanawaiyah As’Ad Danau Teluk, pelaksanaan pelatihan penulisan puisi ini merupakan bentuk dari revitalisasi nilai Budaya lokal , Dimana kita ketahui globalisasi sering kali mengancam keberagaman budaya dan homogenisasi, sehingga budaya lokal terpinggirkan oleh budaya asing. Oleh karena itu, Upaya untuk melestarikan dan merevitalisasi budaya lokal sangat diperlukan agar Masyarakat dapat mempertahankan jati diri dan warisan budaya. Upaya dalam pelestarian budaya lokal ini dimulai dengan memberikan pelatihan menulis puisi berbahasa daerah kepada siswa di Madrasah Tsanawaiyah As’Ad Danau Teluk . selama ini penulisan puisi hanya menggunakan bahasa Indonesia dan ini merupakan bagian dari pembelajaran bahasa indonesia, dan pada kesempatan ini tim pengabdian akan mengajak siswa-siswa Madrasah Tsanawaiyah As’Ad Danau Teluk menciptakan puisi dengan menggunakan Bahasa daerah sebagai bentuk revitalisasi, pemertahanan dan pelestarian budaya lokal. Dimana dalam pelatihan ini siswa akan dilatih dalam menulis puisi dengan menggunakan Bahasa daerah mereka masing-masing.
Alih Wahana Dari Cerita Rakyar Jambi Menjadi Tulisan Puisi , Cerpen, dan Naskah Drama Di SDN 151 Kota Jambi Suryani, Irma; Julisah Izar; Warni; Septa Wilyanti, Liza; Helty
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i3.53721

Abstract

Tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini ialah untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada guru-guru di SDN 151 bagaimana melakukan alih wahana dari cerita rakyat Jambi menjadi tulisan puisi, cerpen, dan naskah drama. Dengan dasar uraian di atas tim pengabdian akan memberikan pembinaan atau melakukan kerja sama dengan guru-guru SDN 151 dalam hal memahami cerita rakyat Jambi dan melakukan alih wahana menjadi puisi, cerpen, dan naskah drama. Setelah itu tentunya para guru secara kreatif juga akan mempraktikkan dalam kelas kepada siswa-siswa mereka, dengan demikian potensi siswa di bidang sastra dapat berkembang. Target yang ingin dicapai dalam sosialisasi dan pelatihan ini adalah guru mendapat pengetahuan dan pengalaman cara melakukan alih wahana dari cerita rakyat Jambi menjadi karya sastra puisi, cerpen, dan naskah drama.