Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Daun Miana yang Dicampur Madu dalam Pengobatan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) yang Terinfeksi Aeromonas Hydropilla Yuliana Salosso
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.736 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perasan daun miana yang di campur madu dalam meenyembuhkan ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydropilla. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan satu variabel bebas (konsentrasi perasan miaya yang dicampur madu yang berbeda). Perlakukan konsentrasi perasan miaya yang dicampur madu yang diberikan dengan metode penyuntikan pada penelitian ini adalah 40%, 50%, 60%. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan selain itu ditambahkan 2 unit kontrol yaitu kontrol negatif (disuntik akuades) dan kontrol positif (disuntik bakteri tanpa pengobatan). Kepadatan bakteri A.hydropilla sebagai patogen adalah 106 sel/ml. Hasil penelitian menunjukkan Perasan daun miana yang dicampur madu mampu menyembuhkan ikan mas yang terinfeksi bakteri A.hydropilla, dengan menurunkan kepadatan bakteri pada ikan yang terserang bakteri A.hydropilla sehingga menormalkan hematologi ikan mas yang pada akhirnya meningkatkan sintasan ikan mas tersebut. Konsentrasi perasan daun miana yang dicampur madu yang efektif dalam meningkatkan kesembuhan pada ikan mas yang terinfeksi A.hydropilla sehingga meningkatkan sintasannya pada akhir penelitian adalah 60% yang diberikan dengan metode penyuntikan. Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, ikan mas, madu, daun miana 
Kandungan Agar dan Senyawa Aktif Makroalga Merah yang Ditemukan di Perairan Arubara Kabupaten Ende Yuliana Salosso
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.159 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk kandungan agar dan fitokimia makroalga merah yang yangditemukan pada Perairan Pantai Arubara Kabupaten Ende. Pengambilan sampel Makroalgadilakukan pada saat surut terendah dengan cara menjelajahi sepanjang pantai dan mengoleksi sertamemotret setiap jenis makroalga yang ditemui untuk diidentifikasi Setelah mengetahui jenisnya,masing-masing makroalga dibersihkan dan dikeringkan kemudian dihaluskan untuk diujikandungan agar dan fitokimia yang meliputi uji senyawa alkaloid, saponin, Flavanoid, tannin,terpenoid dan steroid. Penelitian ini menggunakan analisis data secara deskriptif dengan bantuantabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukan makroalga merah dominan yang ditemukan diPerairan Pantai Arubara kabupaten Ende yaitu Gracillaria sp, Amphiroa sp, Acantophora sp,Catinela sp, Galaxaura sp. Kandungan agar makroalga merah jenis Gracillaria sp yaitu 16,0 ±14,0 %, Acantophora sp 15,3 ± 26,6% dan Catinela sp 16,0 ± 14,0%. Setiap sampel makroalgamerah mengandung senyawa aktif flavonoid, fenolik, tanin dan saponin dan tidakmengandung alkaloid.Kata kunci: makroalga merah, kandungan firokimia, kandungan agar, perairan Arubara Ende
IDENTIFIKASI PARASIT Anisakis sp PADA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer), KAKAP MERAH (Lutjanus sanguineus), DAN KERAPU (Epinephelus sp) YANG DIPEROLEH DI PERAIRAN TELUK KUPANG Aprilia M. Paremme; Yuliana Salosso; Sunadji *
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.481 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v9i2.40

Abstract

Anisakis sp merupakan parasit yang bersifat zoonosis untuk mengetahui tingkat prevalensi dan intensitas serangan cacing anisakis pada ikan Kakap Putih (Lates calcarifer), Ikan Kakap Merah (Lutjanus sanguineus), dan Ikan Kerapu (Epinephelus sp) yang diperoleh di Perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 November 2017 sampai 4 Desember 2017 di Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana dan pengambilan sampel dari Tempat Pelelangan Ikan Oeba Kupang Nusa Tenggara Timur. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel, grafik dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan positif serangan pada ikan kakap merah dan kerapu yang ditemukan pada organ usus, otot, dan lambung. Pada ikan kakap putih tidak didapatkan cacing yang menempel. Nilai prevalensi pada ikan kakap putih yaitu 0%, ikan kakap merah 36,67%, dan kerapu sebesar 76,67%. Nilai intensitas serangan pada ikan kakap putih 0 ind/ekor, kakap merah 2 ind/ekor, dan kerapu 11 ind/ekor.  Nilai Faktor kondisi pada ikan yang terserang parasit belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ikan kakap merah, dan kerapu.
BUDIDAYA MAGGOT (Hermetia illucens) SEBAGAI PAKAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA MEDIA TUMBUH APU-APU (Pistia stratiotes) Angelina Jean Bupu; Yuliana Salosso; Ridwan Tobuku
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia VOL 10, NO 2 (2022): JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v10i2.18628

Abstract

Maggot (Hermetia illucens) is one type of alternative feed from Black Soldier Fly that is easy to cultivate, economical and profitable to reduce the rate of aquaculture production cost. The purpose of this study was to determine the growth of maggot as carp (Cyprinus carpio) feed on the growing medium apu (Pistia stratiotes). Research conducted from March to April 2022, using Complete Randomized Design method with 5 treatments and 3 replications. Treatment composition A = 1 kg dried apu; treatment B = 2 kg dried apu; treatment C = 3 kg dried apu; treatment D = 4 kg dried apu and treatment e = 5 kg dried apu. The result showed the highest maggot population production from treatment B = 1270 population was higher than treatment A, C, D and E with the highest growth weight of carp = 300 grams. The composition from treatment B is 2 kg dried apu, 2 ml probiotics, 4 eggs and 1 kg bran. The results of the ANOVA analysis and BNT test showed that the using P. stratiotes aquatic plants as a living media for maggots had a significant effect on the growth of the population maggot.Key words : Carp feed, Composition, Maggot, Pistia stratiotes
Pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara dengan pH yang mengalami penurunan menggunakan rendaman daun ketapang (Terminalia catappa) Beatrix Neuman; Yuliana Salosso; Asriati Djonu
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 22, No 1 (2023): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v22i1.2661

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu  ikan air tawar yang mengandung nutrisi yang tinggi dan mempunyai nilai ekonomis yang penting sehingga ikan ini banyak dibudidayakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara dengan pH  yang mengalami penurunan  menggunakan rendaman daun ketapang (Terminalia catappa). Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan yang dicoba adalah A (rendaman daun ketapang 3 gram dengan air  PDAM 10 liter), B (rendaman daun ketapang 5 gram dengan air PDAM 10 liter) dan C (rendaman daun ketapang 7 gram dengan air PDAM 10 liter). Pengulangan setiap perlakuan dibuat sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunj ukan rendaman daun ketapang dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap penurunan pH air dan kelangsungan hidup ikan mas. Hasil terbaik untuk penurunan pH dan pertumbuhan mutlak) perlakuan C (7 g daun ketapang dengan 10 L air PDAM) dengan penurunan pH 1.73 dan rata-rata hasil terbaik untuk  pertumbuhan mutlak 6.39 g. dengan presentasi kelulushidupan terbaik ditemukan pada perlakuan C (7 g daun ketapang dengan 10 L air PDAM) dengan persentase kelulushidupan 96,67%. nilai parameter kualitas air selama penelitian cenderung stabil pada suhu berkisaran 25,10oC-25,71oC dan oksigen terlarut (DO) 7.77-7.99 ppm.
INVENTARISASI EKTOPARASIT IKAN LELE (CLARIAS SP. ) DAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA: INVENTARISATION OF PARASITES IN CATFISH (CLARIAS SP. ) AND TILAPIA (OREOCHROMIS NILOTICUS) IN THE REGENCY OF NORTH CENTRAL TIMOR Alfentus Bene Dawo; Yuliana Salosso; Wesly Pasaribu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.3

Abstract

Mengetahui keberadaan infeksi parasite pada ikan budidaya disuatu lokasi akuakultur merupakan salah satu faktor penting untuk langkah pendataan awal dan upaya pengendalian penyakit ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis parasit, prevalensi dan intensitas parasit yang menyerang ikan lele (Clarias sp) dan ikan nila (Oreochromis niloticus) di dua lokasi yaitu balai benih ikan Oeluan dan kolam bioflok Timur Mandiri Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Sampel ikan diambil secara acak dari dua lokasi dengan jumlah 30 ekor untuk setiap jenis ikan. Hasil penelitian didapat dua jenis parasit yang yang menyerang ikan nila yaitu parasit Cichlidogyrus sp. dan Trichodina sp. sedangkan pada ikan lele ditemukan tiga jenis parasit yaitu Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., dan Quadriacanthus sp.. Prevalensi parasit tertinggi pada ikan lele yaitu infeksi parasite Gyrodactylus sp. sebesar 21,6% sedangkan nilai intensitas parasit yang menyerang ikan lele sama yaitu 2 individu/ekor. Prevalensi parasit tertinggi pada ikan nila yaitu parasit Cichlidogyrus sp. yaitu 30% sedangkan nilai intensitas parasit pada ikan nilai yaitu antara 2-5 individu/ekor.   Knowing the presence of parasitic infections at the aquaculture site in fish farms is an important factor in the first step of data collection and future infection control. The purpose of this study was to determine the parasites, prevalence and intensity of parasites that infection catfish (Clarias sp.) and tilapia (Oreochromis niloticus) in two locations, the Oeluan fish nursery and Mandiri Kefamenanu Biofloc pond, North Central Timor, East Nusa Tenggara. Samples were taken at random from two locations with a total of 30 fish for each fish species. The results showed that there were two types of parasites that infected tilapia, Cichlidogyrus sp. and Trichodina sp. Three species of parasites have now been found in catfish, Dactylogyrus sp., Gyodactylus sp. and Quadriacanthus sp. The highest parasite prevalence was found in catfish, Gyrodactylus sp. of 21.6%, while the intensity value of the parasites infecting the catfish, 2 individuals/fish. The highest prevalence of parasites in tilapia is the parasite Cichlidogyrus sp. namely 30%, while the intensity value of parasites in fish is between 2-5 individuals/fish.
Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Kombinasi Madu dan Patikan Kerbau (Euphorbia hirta): Prevention of Aeromonas hydrophila Bacteria Infection in Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) by Ccombination of Madu and Patikan Kerbau (Euphorbia hirta) Jumina, Maksima; Yuliana Salosso; Asriati Djonu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 1 (2024): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.01.10

Abstract

Penyakit ikan adalah kendala yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya ikan. Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan bakteri penyebab munculnya penyakit MAS (Motile Aeromonad Septicemia). Penggunaan antibiotik merupakan salah satu cara penanggulangan penyakit ikan. Namun penggunaan antibiotik secara berlebihan dan dalam jangka panjang menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik serta tidak ramah lingkungan. Penggunaan bahan alam seperti madu dan patikan kerbau (Euphorbia hirta) sebagai imunostimulan dapat pertahanankan tubuh ikan terhadap infeksi bakteri A. hydrophila. Madu dan patikan kerbau (E. hirta) memiliki komponen antibakteri seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, polifenol, hydrogen peroksida serta kandungan gula pada madu yang mampu melawan bakteri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi madu dan patikan kerbau (E. hirta) serta perbandingan kombinasi yang baik dalam menghambat infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan lele dumbo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 3 perlakuan perbandingan kombinasi dengan ulangan sebanyak 3 kali serta serta 2 perlakuan kontrol (Negatif dan positif) sebagai pembanding. Perbandingan kombinasi yang digunakan yaitu 2 : 1 (1000 ml madu + 500 ml  air rebusan patikan kerbau), 1,5 : 1,5 (750 madu + 750 air rebusan patikan kerbau) dan 1 : 2 (500 ml madu + 1000 ml air rebusan patikan kerbau). Pencegahan dilakukan dengan merendam ikan pada setiap perlakuan perbandingan sekitar 1 - 2 menit selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukan pencegahan infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan lele dumbo menggunakan kombinasi madu dan patikan kerbau tidak memberikan pengaruh nyata ditinjau dari paramater hematologi (Eritrosit, leukosit dan hemoglobin), parameter kelulushidupan dan pertumbuhan mutlak.  Namun parameter gejala klinis menunjukkan pengaruh positif terlihat dari gejala klinis yang ditimbulkan pasca infeksi bakteri yang lebih ringan.Fish disease is an obstacle that is often encountered in aquaculture activities. The bacteria Aeromonas hydrophila is the bacteria that causes the disease MAS (Motile Aeromonad Septicemia). The use of antibiotics is one way to control fish diseases. However, excessive and long-term use of antibiotics causes bacterial resistance to antibiotics and is not eco-friendly. The use of natural ingredients such as honey and buffalo starch (Euphorbia hirta) as immunostimulants can defend the fish's body against infection with the A. hydrophila bacteria. Honey and buffalo starch (E. hirta) have antibacterial components such as flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, polyphenols, hydrogen peroxide and sugar content in honey which can fight bacteria. This research was carried out with the aim of finding out the effect of giving a combination of honey and buffalo patikan (E. hirta) as well as a good comparison of the combination in inhibiting A. hydrophila bacterial infection in African catfish. The research used a Completely Randomized Design consisting of 3 treatment combinations with 3 replications and 2 control treatments (negative and positive) as comparisons. The ratio of combinations used is 2 : 1 (1000 ml honey + 500 ml buffalo patikan boiled water), 1.5 : 1.5 (750 honey + 750 buffalo patikan boiled water) and 1 : 2 (500 ml honey + 1000 ml water buffalo stew). Prevention is carried out by soaking the fish in each treatment ratio for around 1 - 2 minutes for 30 days. The results of the study showed that preventing Aeromonas hydrophila bacterial infection in African catfish using a combination of honey and buffalo starch did not have a real effect in terms of hematological parameters (erythrocytes, leukocytes and hemoglobin), survival and absolute growth parameters. However, clinical symptom parameters show a positive influence as seen from the milder clinical symptoms that arise after bacterial infection.
THE EFFECT OF FERMENTED TARO FRONDS (Colocasia esculenta) ON THE GROWTH PERFORMANCE AND SURVIVAL RATE OF MILKFISH (Chanos chanos) Seo, Angli Y. Y.; Salosso, Yuliana; Djonu, Asriati
Journal of Aquaculture Development and Environment Vol 7, No 1 (2024): Journal of Aquaculture Development and Environment
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jade.v7i1.8492

Abstract

Taro fronds (Colocasia esculenta) are a natural ingredient that is abundantly available with sufficient nutritional content to be used as a feed ingredient. The research aims to determine the effect of fermented taro fronds (C. esculenta) on the growth and survival rate of milkfish (Chanos chanos) which was carried out at the Oesapa Pond Hatchery Unit. Milkfish (C. chanos) were distributed to experimental units according to procedures using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The treatments tested included Control (100% commercial feed), P1 (addition of 5% fermented taro fronds), P2 (8% addition of fermented taro fronds) and P3 (10% addition of fermented taro fronds). The results of the study showed that there had been an increase in absolute growth of 20.93 g, survival rate of 100% and a specific growth rate of 2.23% g/day. However, ANOVA showed that treatment had no significant effect on absolute weight, survival rate ratemand specific growth rate.
Kajian keberadaan Ikan Sidat Anguilla marmorata di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Pada Bulan Oktober-Desember Bili, Yosua Randy; Lukas, Ade Yulita Hesti; Salosso, Yuliana
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8455

Abstract

Sungai Tarus Desa Mata Air terletak di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Sungai ini memiliki topografi yang mendukung dan berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan sidat, untuk itu perlu adanya kajian keberadaan ikan sidat Anguilla marmorata di sungai Tarus pada bulan Oktober sampai Desember, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran panjang, berat, diameter tubuh ikan sidat Anguilla marmorata yang sering ditemukan pada bulan Oktober sampai Desember di sungai Tarus Desa Mata Air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2021 dan data dianalisis secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan sidat Anguilla marmorata yang tertangkap pada bulan Oktober sampai Desember yaitu sebanyak 24 ekor dan memiliki panjang total 37-43 cm, panjang dorsal 20-30 cm, panjang anal 18-25 cm, diameter kepala 5-7 cm, diameter badan 7-9 cm dan berat total 170-181 gr. Berdasarkan ukuran panjang dan berat serta ukuran statistik yang terlihat, maka stadia ikan sidat yang sering tertangkap yaitu yellow eel dan elver. Kata kunci: Kajian, Ikan Sidat, Anguilla marmorata, Sungai Tarus
Perbedaan jenis parasit pada ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) sebelum dan sesudah budidaya di keramba jaring apung Semau Djurumbaha, Javandra DN; Jasmanindar, Yudiana; Salosso, Yuliana
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis parasit yang ditemukan pada ikan kerapu cantang sebelum dan sesudah dibudidayakan di Keramba Jaring Apung Kolam Semau, serta menghitung nilai prevalensi dan intensitasnya. Peneitian ini menggunakan lima ekor ikan kerapu cantang di awal penelitian dan dua puluh dua ekor di akhir penelitian untuk diambil sampel berupa lendir, insang, usus, ginjal serta hati dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan parasit menggunakan mikroskop. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan dari penelitian yang dilakukan ditemukan endoparasit Monogenea pada organ usus dan Myxobolus spp. pada organ hati, serta ektoparasit Trichodina sp. dan Neobenedenia yang ditemukan pada lendir dengan tingkat prevalansi keempat parasit sebesar 3,7% dan tingkat intensitas untuk keempat parasit 1 ind/ekor. Kata kunci : Intensitas, kerapu cantang, Monogenea, Myxobolus spp, Neobenedenia, prevalensi, Trichodina sp