Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) Yang Difermentasi Sebagai Pakan Tambahan Dalam Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forsskal) Berek, Yanuaria Seuk; Salosso, Yuliana; Lukas, Ade Yulita Hesti
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8466

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengunaan daun mengkudu (Morinda citrifolia) yang difermentasi sebagai pakan tambahan terhadap pertumbuhan, kelulushidupan dan kondisi hematologi ikan bandeng dalam bubidaya ikan bandeng (Chanos chanos forsskal) dan mengetahui dosis yang optimal dari penggunaan daun mengkudu fermentasi. Pengumpulan data dilakukan dari bulan mei-agustus di UPT Oesapa, kecamatan kelapa lima. Daun mengkudu difermentasi menggunakan gula merah 45 g / 500 g hijauan dan 20 ml EM4 secara anaerob selama 4 hari. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelondongan ikan bandeng berukuran 10-12 cm g/ekor. perlakuan A= tanpa penambahan daun mengkudu fermentasi, B = daun mengkudu : pakan komesial = 3:1, C= daun mengkudu : pakan komersil = 2:2 dan D= daun mengkudu : pakan komersil =1:3. Hasil penelitian menunjukkan Pertumbuhan tertinggi bobot mutlak terdapat pada perlakuan B sebesar 44,66 gr , pertumbuhan spesifik tertinggi 1,20% pada perlakuan B dengan rasio konversi pakan terendah yaitu 3,98 gr. pada perlakuan B jumlah eritrosit yaitu 4,79 106 sel/mm3 dan leukosit 1,41 104 sel/mm3 dan kelulushidupan 100% pada semua perlakuan. Kualitas air selama penelitian dalam kisaram normal. Persentase dosis optimal dalam penelitian ini adalah perbandinga daun mengkudu 3:1 pakan komersial Kata kunci : Ikan Bandeng, Daun Mengkudu, Fermentasi, Pertumbuhan, Hematologi
Penggunaan Tepung Bulu Ayam Fermentasi Sebagai Pakan Dalam Pemeliharaan Ikan Bandeng (Chanos chanos) Mama, Maria Loise Ina Amun; Rebhung, Felix; Salosso, Yuliana
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9860

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung bulu ayam fermentasi dalam pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari Perlakuan A (5%), Perlakuan B (10%), Perlakuan C (15%), Perlakuan D (20%), Perlakuan E (0%). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan relatif (RGR) dan kelangsungan hidup yang selanjutnya dianalisis secara statistic dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan tepung bulu ayam fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) pada pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan relatif. Dosis terbaik perlakuan D (20%) mampu menghasilkan bobot mutlak sebesar 24,53g dan laju pertumbuhan relatif sebesar 0,071%. Kata Kunci : Tepung bulu ayam, fermentasi, ikan bandeng, pertumbuhan, kelulushidupan
Efektivitas Rebusan Daun Kersen (Muntingia calabura) Untuk Pengobatan Infeksi Bakteri Vibrio alginolyticus Pada Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus sp) Menggunakan Metode Perendaman Mali, Maria Claudia; Salosso, Yuliana; Sunadji, Sunadji
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan daun kersen dalam mengobati ikan kerapu cantang (Ephinephelus sp) yang diinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus dengan konsentrasi yang berbeda melalui perubahan hematologi (eritrosit, leukosit, hemoglobin) dan kelulushidupan ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yang digunakan adalah perendaman dalam rebusan daun kersen dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% selama 3 hari berturut-turut serta ditambah 2 perlakuan kontrol yaitu kontrol positif (tidak disuntik bakteri dan tanpa pengobatan) dan kontrol negatif (disuntik bakteri tanpa pengobatan). Tingkat kepadatan bakteri yang digunakan adalah 106 sel/ml dengan dosis 0,1 ml/ekor ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rebusan daun kersen mampu mengobati ikan kerapu cantang yang terinfeksi bakteri V. alginolyticus dengan metode perendaman. Konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang terbaik karena mempunyai rata-rata eritrosit tertinggi yakni 1.246.666,67 ± 190.416,21, leukosit terendah yakni 33.383,33 ± 8.423,53, hemoglobin tertinggi yakni 5,969 ± 2,14, serta kelulushidupan tertinggi yaitu 100%. Kata Kunci: Kerapu Cantang, V. alginolitycus, Pengobatan, Rebusan Daun Kersen, Hematologi
Pertumbuhan Dan Kandungan Karagenan Dengan Seleksi Umur Bibit Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Di Perairan Desa Oenaek Mautuka, Adeleida; Oedjoe, Marcelien Dj. Ratoe; Salosso, Yuliana
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7227

Abstract

Rumput laut K. alvarezii  sudah dikenal sebagai bahan dasar dalam industri makanan, kosmetik, farmasi, maupun sebagai bahan pendukung dalam industri lain, seperti industri: kertas, tekstil, fotografi, semir sepatu, pasta gigi, pengalengan ikan/daging, dan pupuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan dengan umur bibit berbeda terhadap kandungan karagenan. Penelitian ini telah dilaksanakan mulai bulan Juni sampai September 2022 diperairan Desa Oenaek, Kecamatan Kupang Barat. Penelitian ini menggunakan metode Uji T yang terdiri dari 2 perlakuan dengan  10 kali ulangan. Data di analisis menggunakan Analisis uji paired sample t test pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak terbaik pada perlakuan B (Seleksi F2 dengan umur 21 hari) sebesar 500 g, perlakuan A (Bibit dari pembudidaya awal (tanpa seleksi)) sebesar 298 g. Hasil uji kandungan karaginan pada perlakuan A sebesar 150,9 %, perlakuan B sebesar 366,9 %,. Hasil uji kandungan K. alvarezii memiliki kandungan air sebesar 14,58 %, kadar abu 35,95 %, kadar lemak 1,51 %, kadar protein 4,22 % dan karbohodrat 17,58 %. Kata kunci : Kappaphycus alvarezii, Pertumbuhan, karagenan, Umur Bibit
Pencegahan Infeksi Bakteri Vibrio alginolyticus Pada Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x lanceolatus) Dengan Menggunakan Kombinasi Madu Dan Air Rebusan Patikan Kerbau (Euphorbia hirta) Bere, Kanisius Ogy Syaputra; Salosso, Yuliana; Pasaribu, Wesly
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7018

Abstract

Kegiatan budidaya ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x lanceolatus)  seringkali terkendala akibat serangan penyakit yang disebabkan  oleh bakteri Vibrio alginolyticus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan kombinasi madu dan patikan kerbau dapat mencegah ikan kerapu cantang dari serangan bakteri V. alginolyticus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yang masing-masing diulangi sebanyak tiga kali yakni 2 : 1, 1,5 : 1,5 dan 1 : 2. Penelitian dilaksanakan selama satu  bulan di  Jalan Fatudela 1 Liliba sedangkan pemeriksaan hematologi dilakukan di UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Parameter yang diamati meliputi jumlah eritrosit, jumlah leukosit, pertumbuhan, kelangsungan hidup, morfologi dan gejala klinis. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kombinasi madu dan patikan kerbau tidak berpengaruh terhadap hematologi dan pertumbuhan ikan kerapu cantang (P>0,05), namun berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan kerapu cantang (P<0,05) dengan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan 1:2. Hasil uji lanjut BNT menunjukkan bahwa perlakuan 1:2 berbeda dengan perlakuan 2 : 1 dan 1,5 : 1,5, begitu pula perlakuan 1,5 : 1,5 juga berbeda dengan perlakuan 2 : 1. Sedangkan hasil gejala klinis menunjukkan bahwa perlakuan 1 : 2 memiliki gejala klinis yang lebih ringan jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci : Kerapu Cantang, Vibrio alginolyticus, Hematologi, Madu, Euphorbia hirta
Pengaruh Pencampuran Madu Kedalam Pakan Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Mali, Sentrisius Gusti; Salosso, Yuliana; Santoso, Priyo
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis madu dalam pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelulusan hidup udang vaname.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan madu dengan dosis yang berbeda pada pakan, diantaranya yaitu, P0 : Pakan tanpa penambahan madu, P1 : Penambahan dosis madu 125 ml/kg pakan, P2 : Penambahan dosis madu 250 ml/kg pakan, P3 : Penambahan dosis madu 375 ml/kg pakan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan pertambahan berat setiap minggu. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan pengaruh (P<0,05) antar setiap perlakuan terhadap pertumbuhan berat mutlak udang vaname. Hasil uji lanjut BNT menujukkan nilai pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada perlakuan P3 tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan P2, sedangkan perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tidak berbeda nyata dengan perlauan P1. Perlakuan yang menghasilkan pertumbuhan berat mutlak terendah terjadi pada perlakuan tanpa penambahan madu (P0) dan berbeda nyata dengan semua perlakuan penambahan madu dalam pakan. Hasil ujiANOVA kelangsungan hidup menujukkan bahwa perlakuan yang dicobakan memberikan perbedaan pengaruh (P<0,05) terhadap kelangsungan hidup udang vaname. Hasil uji BNT menunjukkan perlakuan dosis madu 375 ml/kg pakan (P3) dan dosis 25ml/kg pakan (P2) menghasilkan kelulusan hidup tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan dosis 125ml/kg pakan (P1) serta pakan tanpa penambahan madu (P0). Perlakuan P0 menghasilkan kelangsungan hidup yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1. Berdasarkan hasil uji statitik ini menujukkan bawa perlakuan yang menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi terjadi pada udang vaname yang diberikan pakan dengan dosis 250ml dan 375 ml/kg pakan. Hasil pengukuran kualitas air yang diperoleh selama pemeliharaan,yaknisuhu 28-29°C, salinitas 24-25 ppt dan pH 7,7-8,2.Kata kunci : Madu, pertumbuhan udang vaname, kelangsungan hidup udang vaname
Studi Morfometrik dan Kepadatan Bulubabi Tripneustes gratilla Di Perairan Teluk Kupang, NusaTenggara Timur Tjendanawangi, Agnette; Dahoklory, Nicodemus; Salosso, Yuliana; Tobuku, Ridwan
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7177

Abstract

Tripneustes gratilla merupakan salah satu jenis bulubabi yang banyak ditemukan di perairan Teluk Kupang dan sering ditangkap oleh masyarakat setempat sehingga diduga dapat berpengaruh pada penurunan morfometrik dan kepadatan bulubabi tersebut di habitatnya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui morfometrik dan kepadatan bulubabi T. gratilla di perairan Teluk Kupang . Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun yaitu perairan Bolok, Tablolong, dan Hansisi Pulau Semau, menggunakan metode transek garis. Parameter yang diukur adalah bobot tubuh, diameter tubuh, dan kepadatan. Hasil pengamatan dan pengukuran menunjukkan morfometrik (bobot dan diameter tubuh) T. gratilla tergolong kecil berkisar 23,33 – 42,99 g dan diameter tubuh berkisar  35 – 40, 66 mm dengan kepadatan tergolong sedang berkisar 1,5 – 3,1 ind/m2. Kata kunci : bulubabi, Tripneustes gratilla, morfometrik, kepadatan
UJI EFEKTIVITAS MINYAK CENGKEH TERHADAP TRANSPORTASI KERING DENGAN KEPADATAN TINGGI PADA BENIH IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Mbuilima, Megi Rosmiati; Salosso, Yuliana; Lukas, Ade Yulita Hesti
Jurnal Aquatik Vol 7 No 2 (2024): Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jaqu.v7i2.18688

Abstract

In an effort to carry out cultivation activities, the obstacle is the availability of seeds is not met, so it is necessary to bring in seeds from other areas. To support cultivation activities, an effective transportation method is needed, one of which is dry system transportation or without water media. By carrying out dry transportation, it can save costs, reduce fish stress, and increase the number of transportation. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, with the test organism being 5-6 cm white snapper seeds. The treatments tested were different densities, namely treatment A density of 10 fish, treatment B density of 15 fish, and treatment C density of 20 fish. Fish transportation was carried out with previous fish anesthesia, using commercial clove oil anesthetic with a dose of 0.10 ml / liter of seawater. Based on observations of transportation for 1 hour of travel, treatment C was the best treatment, namely with an inductive time of 4 minutes, a duration of unconsciousness of 1 hour, and a sedative time of 18 minutes, resulting in a post-transportation survival rate of 78% and a final maintenance survival rate of 76%. The use of clove oil is effective in maintaining the survival rate after dry transportation and after the end of the research on white snapper (Lates calcarifer) seeds. Keywords: Clove oil, density, life, transportation of dry systems, white snapper
Pemanfaatan Kotoran Ternak dan Masa Panen yang Berbada terhadap Tingkat Pertumbuhan dan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp). Belo, Jitro Michdonia Mina; Salosso, Yuliana; Dahoklory, Nicodemus
Jurnal Aquatik Vol 7 No 2 (2024): Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jaqu.v7i2.18693

Abstract

The research was conducted at the Lewa Fish Seed Center (BBI), Lewa District, Lewa Paku Village, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara Province for 30 days. Completely Randomized Design (CRD) as the method used with research variables in the form of differences in harvest time consisting of 3 (three) treatments and replicates. The treatments in this study include Treatment A harvest day 10, Treatment B harvest day 20, Treatment C harvest day 30. Parameters observed in this study were absolute weight, biomass and water quality. The absolute biomass increase of silk worms (Tubifex sp.) from the results of this study was highest in treatment C (30th day harvest time) which was 50.7 g/container, followed by treatment B (20th day harvest time) 30.3 g/container and treatment A (10th day harvest time) 7.0 g/container. The longer the harvest period, the more the results obtained. The length of harvest time that produces silk worms (Tubifex sp.) with optimal protein content from the results of this study is in treatment B (20th day harvest time) which is 49.781%, followed by treatment C (30th day harvest time) 41.611% and treatment A (10th day harvest time) 40.347%. Keywords: Absolute weight, biomassa, silk worm
Pengaruh Jarak Tanam yan Berbeda dari Garis Pantai di Perairan Desa Oenaek, Kabupaten Kupang, NTT terhadap Tingkat Pertumbuhan dan Kandungan Karaginan pada Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Kana, Arifin GD; Salosso, Yuliana; Turupadang, Welem L
Jurnal Aquatik Vol 7 No 2 (2024): Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jaqu.v7i2.18695

Abstract

For forty-five days, the study was carried out in the waterways of Oenaek Village, West Kupang District, Kupang Regency. Using five treatments and three replicates, the Randomized Group Design (RAK) approach was employed to plant seaweed seedlings at five different distances from the shoreline: fifteen, twenty-five, thirty, forty, and fifty meters. Seaweed growth rate, water quality, and carrageenan content were among the test factors. With a value of 3.1 g%/day, treatment B had the highest daily growth rate according to the data. Tests conducted in the laboratory of Undana's Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries revealed that treatment E had the highest carrageenan content, reaching 83.3%, while treatment C had the highest absolute growth, coming in at 142.9 g. In Oenaek Village, Kupang Regency, West Kupang District, the aim of this study was to assess the impact of planting distance from the shoreline on absolute growth and carrageenan content in seaweed (Kappaphycus alvarezii). Keywords: Shoreline, spacing, carrageenan, growth, seaweed