Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Padat Tebar terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dalam Sistem Budikdamber Ngefak, Putra Marco; Salosso, Yuliana; Djonu, Asriati
Jurnal Aquatik Vol 8 No 2 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budikdamber has emerged as a practical food-production strategy for urban areas with limited land resources, making it necessary to examine how stocking density influences the growth performance and survival of African catfish (Clarias gariepinus) cultured under this system. This study was conducted from June to August 2024 at the Aquaculture Field Laboratory, Universitas Nusa Cendana. The experiment employed a completely randomized design (CRD) consisting of three treatments with three replicates each: A (20 fish per container), B (30 fish per container), and C (40 fish per container). The evaluated parameters included survival rate, weight gain, and absolute length growth. The statistical analysis indicated that stocking density had a significant effect on survival (P<0.05), with treatment A achieving the highest survival rate of 100%. In contrast, no significant differences were detected for weight and length growth among treatments (P>0,05), although lower densities tended to support slightly better growth. Overall, the budikdamber system maintained stable water quality and supported satisfactory fish performance when stocking density was managed appropriately.
Efektivitas suplementasi ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) Monika Karnini Emba; Agnette Tjendanawangi; Yuliana Salosso
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8480

Abstract

Benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) cukup rentan mengalami kematian karena daya tahan tubuh yang belum kuat dan stabil.Salah satu strategi peningkatan imunitas atau daya tahan tubuh benih ikan bawal bintang adalah melalui penggunaan imunostimulan dari bahan alami, salah satunya bahan alami temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan bawal bintang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL). Hasil uji ANOVA dari penelitian ini, mengindikasikan bahwa penambahan ekstrak temulawak pada pakan komersial bagi benih ikan bawal bintang memiliki nilai terbaik dari perlakuan D (3% ekstrak temulawak), dimana hasil laju pertumbuhan spesifik yang paling besar yaitu 5,82%/hari, pertumbuhan berat mutlak paling besar yaitu 7,2 gram, pertumbuhan panjang mutlak paling besar yaitu 5,73 cm, nilai dari rasio konversi pakan paling rendah yaitu 1,10 dan efisiensi pakan paling besar yaitu 74,3% dengan tingkat kelulushidupan mencapai 100% pada semua perlakuan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak temulawak dalam pakan komersial berpengaruh signifikan dibanding kontrol terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan bawal bintang.
Efektivitas Penambahan Madu Kefa dalam pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Christmas Day Leni Simanjuntak; Ridwan Tobuku; Yuliana Salosso
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan madu kefa ke dalam pakan terhadap laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan (FCR), dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah: pakan 1 kg + 100 ml akuades (tanpa madu) (A), pakan 1 kg + larutan madu (10 ml madu dalam 100 ml akuades)(B), dan pakan 1 kg + larutan madu (15 ml madu dalam 100 ml akuades)(C). Pemeliharaan dilakukan selama 56 hari di Laboratorium Prodi Budidaya, Perairan Universitas Nusa Cendana, Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan madu kefa pada pakan secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan spesifik ikan lele sangkuriang, dengan nilai tertinggi pada perlakuan C (15 ml). Selain itu, penambahan madu kefa juga terbukti nyata meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, dengan perlakuan C mencatat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 91%. Namun, tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap Rasio Konversi Pakan (FCR). Nilai FCR terendah dicapai pada perlakuan C sebesar 1,53. Kondisi kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal (Suhu 25-29°C dan pH 7,5-7,9). Berdasarkan hasil ini, madu kefa berpotensi sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang.Kata kunci : Madu, Pertumbuhan, FCR, kelangsungan hidup, Ikan Lele Sangkuriang
Efektivitas Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui Metode Perendaman Larutan Madu Kefa dengan Dosis Berbeda Regina Firsani Missa; Yulianus Linggi; Yuliana Salosso
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman larva ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam larutan madu Kefa dengan dosis yang berbeda terhadap persentase kelamin jantan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup. Larva berumur 7 hari direndam selama 20 jam dalam empat perlakuan dosis madu: 0 ml/L (kontrol), 5 ml/L, 10 ml/L, dan 15 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (15 ml/L) menghasilkan persentase jantan tertinggi sebesar 73,81%, yang berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan lainnya. Pertumbuhan mutlak tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada kontrol (93,33%), sedangkan perlakuan D menunjukkan kelangsungan hidup terendah (70%) akibat stres osmotik. Disimpulkan bahwa madu efektif sebagai agen maskulinisasi alami dengan dosis optimal 15 ml/L, meskipun berdampak pada penurunan kelangsungan hidup.Kata kunci : Ikan nila; maskulinisasi; madu kefa; kelangsungan hidup; pertumbuhan
Perbandingan Pertumbuhan Dan Kualitas Rumput Laut (Kappaphycus striatum) Dengan Penerapan Metode Budidaya Keramba POD Dan Metode Longline Di Desa Huilelot Pulau Semau Nusa Tenggara Timur Indriyani Kaolang Sindrang; Yuliana Salosso; Welem Linggi Turupadang
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan kualitas rumput laut Kappaphycus striatum yang dibudidayakan menggunakan dua metode berbeda, yaitu keramba Portable Offshore Device (POD) dan longline, di perairan Batuhopon, Desa Huilelot, Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Perbedaan metode budidaya diduga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan biomassa, insidensi penyakit ice–ice, serta kondisi kualitas lingkungan selama pemeliharaan. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 30 titik sampel, masing-masing metode terdiri atas 15 titik dengan berat bibit awal 100 gram. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan rata-rata, laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan berat mutlak, insidensi penyakit ice–ice, serta kualitas air (suhu, salinitas, pH, kedalaman, kecerahan, dan kecepatan arus). Analisis data dilakukan menggunakan uji t independen untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode longline memberikan pertumbuhan biomassa yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan keramba POD. Nilai pertumbuhan rata-rata harian dan pertumbuhan mutlak pada longline meningkat konsisten hingga akhir pengamatan, sedangkan pada metode POD mengalami penurunan tajam mulai minggu ke-5. SGR pada longline juga lebih tinggi dan stabil, sementara metode POD menunjukkan penurunan hingga bernilai negatif pada minggu akhir. Selain itu, insidensi penyakit ice–ice pada metode POD jauh lebih tinggi dibandingkan longline, terutama pada minggu ke-6. Kondisi ini terkait dengan sirkulasi air yang kurang optimal, shading antar thallus, dan fluktuasi kualitas air yang lebih besar pada keramba POD. Secara keseluruhan, metode longline terbukti lebih efektif untuk budidaya K. striatum karena mampu menghasilkan pertumbuhan yang optimal, menekan risiko penyakit, serta memberikan kondisi lingkungan yang lebih mendukung. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan budidaya rumput laut yang lebih efisien dan berkelanjutan.Kata kunci : K. striatum, keramba POD dan longline, pertumbuhan spesifik (SGR), berat mutlak, insidensi ice–ice, kualitas air.
PELATIHAN PENGGUNAAN BAHAN ALAM PATIKAN KERBAU DAN MADU DALAM PENGENDALIAN Aeromonas hydrophila PADA BUDIDAYA IKAN LELE DI DESA BLEPANAWA Yuliana Salosso; Bagus Ansani Takwin; Gabriella Augustine Suleman; Tania Nilakandhi; Anggita Noer Laily; Asriati Djonu
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.3897

Abstract

Bacterial disease caused by Aeromonas hydrophila is one of the major constraints in catfish aquaculture in Blepanawa Village, East Nusa Tenggara, as it can lead to lesions, reduced survival rates, and fish mortality. The widespread use of antibiotics by farmers poses risks of bacterial resistance and negative environmental impacts; therefore, safer and more sustainable control alternatives are required. This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills in utilizing patikan kerbau (Euphorbia hirta) and honey as natural antibacterial agents. The program was implemented through socialization, training, formulation demonstration, and participatory discussion involving 30 catfish farmers. The results indicated an increase in farmers’ understanding and skills, as reflected by their ability to re-explain the material, prepare the formulation, and independently apply the technique. Farmers also showed positive responses toward the use of natural materials as an alternative disease control strategy. The utilization of patikan kerbau and honey has the potential to support safer, environmentally friendly, and sustainable fish health management through the use of local resources.
Penggunaan Fermentasi Daun Pepaya (Carica Papaya), Kunyit (Curcuma Domestica Val.), dan Garam (Nacl) dalam Menunjang Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele pada Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) Maria Menciana Moniz; Yuliana Salosso; Ridwan Tobuku
Jurnal Aquatik Vol 9 No 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bucket Fish Farming System (Budikdamber) has emerged as a practical and environmentally sustainable aquaculture method for small-scale fish production. Nevertheless, its productivity largely depends on efficient feed utilization and maintaining fish health. Fermented mixtures prepared from papaya leaves, turmeric, and salt have attracted attention as natural feed supplements that may enhance fish growth performance. This study evaluated the effects of fermented papaya leaves, turmeric, and salt on the growth performance, feed utilization efficiency, survival rate, and water quality of African catfish (Clarias gariepinus) cultured in a Budikdamber system. A one-month experiment was conducted using a Completely Randomized Design consisting of three treatments with three replicates: a control without fermented supplementation, supplementation with 4 mL of fermented solution, and supplementation with 40 mL of fermented solution. Growth performance was assessed through absolute length gain and absolute weight gain, while feed conversion ratio, survival rate, and water quality were also evaluated. The results demonstrated that fermented supplementation significantly improved fish growth and feed utilization. The application of 40 mL fermentation produced the highest absolute length gain (11.53 ± 0.31 cm) and absolute weight gain (127.35 ± 4.49 g), together with the lowest feed conversion ratio (1.30 ± 0.49), indicating superior feed efficiency. Survival remained consistently high across all treatments (98.33–100%), and the measured water quality parameters stayed within the acceptable range for African catfish culture. These findings suggest that supplementation with 40 mL of fermented papaya leaves, turmeric, and salt is an effective approach to improving growth performance and feed utilization efficiency in African catfish reared under the Budikdamber culture system. Keywords: African catfish, Budikdamber, feed conversion ratio, fermented papaya leaves, growth performance, turmeric.
IDENTIFIKASI JENIS BAKTERI PADA RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii YANG TERSERANG ICE-ICE Rosalia Adedelcy Fernandez; Yuliana Salosso; Immaria Fransira
Jurnal Aquatik Vol 9 No 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ice-ice disease is one of the main obstacles in the cultivation of Eucheuma cottonii seaweed which can reduce the growth, quality, and carrageenan content. This study aims to identify the types of bacteria found in E. cottonii seaweed infected with ice-ice disease and determine its effect on carrageenan levels. The study was conducted in August–October 2025 with samples taken at Pasir Panjang Beach, Kupang City. Bacterial identification was carried out at the Fish and Environmental Health Laboratory UPT using the API 20 E method, while carrageenan analysis was carried out using the alkali extraction method. Water quality parameters measured included temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen (DO). The results showed that the bacteria identified in the seaweed samples were Vibrio alginolyticus, while no pathogenic bacteria were found in the water samples. Healthy seaweed produced carrageenan yields of 28.0% and 32.0%, while seaweed infected with ice-ice only produced yields of 17.0% and 12.0%. Water quality measurements showed a temperature of 32.8°C, a salinity of 30 ppt, a pH of 8.1, and a DO of 7.50 ppm. The results showed that the presence of Vibrio alginolyticus is associated with ice-ice disease in E. cottonii and results in decreased carrageenan levels. Environmental conditions, particularly relatively high temperatures, are thought to increase the seaweed's susceptibility to bacterial infection. Key words: Eucheuma cottonii, ice-ice disease, Vibrio alginolyticus, carrageenan, water quality.
Co-Authors Abdulazis Makruf Ade Yulita Hesti Lukas Agnette Tjendanawangi Alfentus Bene Dawo Andi Taufika Rahma Angelina Jean Bupu Anggita Noer Laily Antonius Klau Aprilia M. Paremme Aris Ndena Senjata Asriati Djonu Asriati Djonu Bagus Ansani Takwin Beatrix Neuman Belo, Jitro Michdonia Mina Bere, Kanisius Ogy Syaputra Berek, Yanuaria Seuk Bili, Yosua Randy Carolina A Deru Christmas Day Leni Simanjuntak Cresca Benmar Eoh Dahoklory, Nicodemus Deliana Natalia Terin Demoor, Yustina Putri Tiara Djonu, Asriati Djurumbaha, Javandra DN Felix Rebhung Foes, Yenni Welhelmina Franchy Christian Liufeto Fransiska Seran Gabriella Augustine Suleman Godeliva Dawan Hidayat Un Immaria Fransira Immaria Fransira Indriyani Kaolang Sindrang Jasmanindar, Yudiana Jasmanindar, Yudiana Jumina, Maksima Kana, Arifin GD Karel K Duka Kristiana, Ela Mali, Maria Claudia Mali, Sentrisius Gusti Mama, Maria Loise Ina Amun Maria Hildegardis Seuk maria menciana moniz Marianus Ada Lein Mautuka, Adeleida Mbuilima, Megi Rosmiati Monika Karnini Emba Natonis, Olga Fransina Nenti S Ollin Ngefak, Putra Marco Nicodemus Dahoklory Odilia Beto Tukan Oedjoe, Marcelien Dj. Ratoe Oedjoe, Marcelien Djublina Ratoe Oktovianus Bistolen Olga Mardiansa Pingga Olga Olga Pasaribu, Wesley Pingga, Olga Mardiansa Priyo Santoso Priyo Santoso Rahma, Andi Taufika Rebhung, Felix Regina Firsani Missa Ressie, Jeny Dorotea Ridwan Tobuku Ridwan Tobuku Rosalia Adedelcy Fernandez Senjata, Aris Ndena Seo, Angli Y. Y. Siti Aisiah Sogen, Katharina Desembrianty Prianka Sunadji Sunadji, Sunadji Tania Nilakandhi Tjendanawangi, Agnette Tobuku, Ridwan Tukan, Odilia Beto Turupadang, Welem L Welem Linggi Turupadang Wesly Pasaribu Winda Nome Yolanda Veronika Yuventa da Cunha Yulianus Linggi Yulianus Seran Yulita Hoar