Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BERESIKO PADA REMAJA (Usia 14-18 Tahun) di DESA KARANGDORO TEGALSARI BANYUWANGI octo zulkarnain; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara pola asuh orang tua dan perilaku beresiko pada remaja (usia 14-18 tahun) di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis statistik menggunakan uji chi-square. Jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 76,7% orang tua di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi menerapkan pola asuh tipe demokratis, dan sebanyak 73,3% remaja menunjukkan perilaku beresiko tingkat sedang. Analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p value=0,023, p value<0,05) antara pola asuh orang tua dengan kecenderungan perilaku beresiko pada remaja di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perilaku beresiko pada remaja di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan agar orang tua memberikan kebebasan kepada anak-anak mereka, namun tetap membatasi sikap dan tindakan mereka guna mengendalikan perilaku beresiko. Kata Kunci: perilaku beresiko, pola asuh orang tua.
Hubungan pola makan tinggi natrium dengan terjadinya hipertensi pada lansia di Kampung Tonjong Malang Desa Kemuning tahun 2023 Rifki Maulana Hakiki; Abdul Karim; Antonia Helena Hamu; Alpian Jayadi; Fance Roynaldo Pandie
Vanchapo Health Science Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Vanchapo Health Science Journal
Publisher : Yayasan Pusat Pendidikan Vanchapo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62747/vhsj.v1i2.14

Abstract

Kualitas hidup adalah suatu keadaan di mana individu tidak hanya terbebas dari penyakit dan kelemahan, namun juga terjadi keseimbangan antara fungsi fisik, mental, dan sosial. Sehingga pengukuran kualitas hidup dapat dilihat dari empat bidang fungsi yaitu fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Tujuan dari peneltian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Pola Makan Tinggi Natrium Dengan Terjadinya Hipertensi Pada Lansia Di Kampung Tonjong Malang Desa Kemuning Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Desain penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan menggunakan desain korelasional untuk mengetahui hubungan pola makan dengan terjadinya hipertensi pada lansia di kampung Tonjong Malang desa Kemuning kecamatan Kresek kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan disebut dengan penelitian sekali waktu antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukan dari 56 responden sebagian besar yang mempunyai kebiasaan pola makan tinggi natrium sebanyak 45 responden (80,4%). Hasil penelitian ini juga menunjukan dari 56 responden sebagian besar yang memiliki hipertensi derajat I sebanyak 41 responden (73,2). Adanya hubungan pola makan tinggi natrium dengan terjadinya hipertensi pada lansi di Desa Kemuning dibuktikan dengan nilai p-value = 0,03 yang berarti lebih kecil dari (p-value >0,05).
HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM BHAKTI HUSADA BANYUWANGI Jayadi, Alpian; Nur Cahyanto, Heri; Titan Gumilang, Dinar
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i1.956

Abstract

Hemodialisa akan mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Karena semakin lama pasuen gagal gignjal kronik melakukan terapi hemodialisis maka kualitas hidup tersebut semakin baik. Tujuan dari penelitian ini guna menganalisis hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSU Bhakti Husada Banyuwangi. Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik sebanyak 50 pasien. Sampel yang digunakan yaitu 44 pasien. Teknik dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan alat ukurnya menggunakan WHOQOL lalu uji statistik yang digunakan yaitu spearman rank. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup baik. Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan nilain p=0,010 <0,05 dan koefiesien korelasi sebesar 0,387 yang artinya semakin lama pasien menjalani terapi hemodialisa maka kualitas hidup mereka juga akan semakin membaik Untuk itu pasien gagal ginjal kronik perlu adanya motivasi agar dapart melakukan terapi hemodialisis dengan rutin sehingga kualitas hidup pasien akan menjadi lebih baik lagi.
Efektifitas Kombinasi Terapi Genggam Jari Dan Benson Therapy Terhadap Tekanan Darah Farida, Denis; Zulkarnain, Octo; Jayadi, Alpian
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i3.961

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure is a condition when blood pressure is consistently above normal values, namely systolic pressure ≥140 mmHg and/or diastolic ≥90 mmHg based on two different measurements. Hypertension can cause various serious complications if not treated properly. Non-pharmacological therapies such as finger grip therapy and Benson are relaxation techniques that are believed to help lower blood pressure naturally. Aim: To determine the effectiveness of the combination of Handheld Jadi and Benson therapy on blood pressure. Method: This study used a Quasi Experiment with a two-group pretest-posttest design. The sample of this study consisted of 46 elderly people who were divided into two treatment groups who received finger grip therapy and Benson therapy, and a control group who did not receive any therapy but received leaflets. Blood pressure was measured before and after treatment using a Sphygmomanometer. Data were analyzed using the Spearman Rho test. Results: The results of the Pearson correlation test with an error rate (α) = 0.05, obtained a p value = 0.000. This means that the combination of finger grip with Benson therapy is effective in lowering blood pressure. Conclusion: The combination of finger grip therapy and Benson therapy has been proven to be effective in lowering blood pressure in the elderly. This therapy can be an alternative to non-pharmacological interventions in the management of hypertension in the elderly. Keywords: Hypertension, Finger Grip Therapy, Benson Therapy, Blood Pressure
PENGARUH IMMUN-CARE TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV-AIDS Jayadi, Alpian; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1004

Abstract

Latar Belakang: Penderita HIV/AIDS menghadapi berbagai tantangan fisik, psikologis, dan sosial yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Intervensi berbasis edukasi dan dukungan psikososial menjadi penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan aspek kualitas hidup secara keseluruhan. IMMUN-CARE merupakan intervensi keperawatan yang dirancang untuk mendukung sistem imun dan memberikan edukasi terstruktur bagi penderita HIV/AIDS. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh program IMMUN-CARE terhadap kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-posttest with control group. Sampel terdiri dari 60 penderita HIV/AIDS yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30), yang diambil secara purposive sampling dari dua klinik VCT di Jawa Timur. Program IMMUN-CARE diberikan selama 4 minggu dalam bentuk edukasi, konseling psikososial, dan latihan relaksasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup adalah WHOQOL-HIV BREF versi Indonesia. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan dalam skor kualitas hidup pada kelompok intervensi setelah diberikan IMMUN-CARE (p<0,001). Perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol juga menunjukkan signifikansi statistik (p<0,005) pada domain fisik, psikologis, dan hubungan sosial. Kesimpulan: IMMUN-CARE terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup penderita HIV/AIDS melalui pendekatan holistik. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai model keperawatan komunitas dalam manajemen pasien HIV/AIDS yang berkelanjutan. Kata Kunci : IMMUN-CARE, kualitas hidup, HIV/AIDS, intervensi keperawatan, WHOQOL-HIV
PENGARUH SUPLEMEN IMUNOMODULATOR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN HIV/AIDS Jayadi, Alpian
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1074

Abstract

Latar Belakang: Pasien dengan HIV/AIDS seringkali menghadapi penurunan kualitas hidup akibat tantangan fisik, psikologis, dan sosial yang kompleks. Penurunan fungsi imun menjadi aspek sentral yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas, serta berdampak pada kesejahteraan pasien. Intervensi suportif seperti pemberian suplemen imunomodulator menjadi relevan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas hidup. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh pemberian suplemen imunomodulator terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-posttest with control group. Sampel berjumlah 60 pasien HIV/AIDS yang terbagi menjadi kelompok intervensi (n = 30) yang menerima suplemen imunomodulator selama 12 minggu, dan kelompok kontrol (n = 30) yang hanya mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) standar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di klinik VCT Jawa Timur. Instrumen penelitian menggunakan WHOQOL-HIV BREF versi Indonesia. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada skor kualitas hidup kelompok intervensi setelah pemberian suplemen imunomodulator (p < 0,001) pada domain fisik, psikologis, dan sosial. Perbedaan signifikan juga ditemukan antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,005) pada domain-domain tersebut. Kesimpulan: Suplemen imunomodulator terbukti efektif meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS, sehingga berpotensi menjadi terapi ajuvan dalam manajemen HIV/AIDS berkelanjutan. Kata Kunci: Suplemen imunomodulator, kualitas hidup, HIV/AIDS, terapi ajuvan, WHOQOL-HIV
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perawat terhadap Motivasi Kinerja Perawat Rosmalia, Hanna; Farida, Denis; Setu, Yohana Teodosia; Jayadi, Alpian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi saat ini, setiap orang dapat berkontribusi secara positif terhadap pencapaian tujuan hidup yang mereka pilih dengan menjalani gaya hidup sehat. Komponen penting dalam perawatan kesehatan adalah kinerja perawat, yang merupakan jenis layanan profesional. Di sisi lain, kepuasan kerja adalah atribut pribadi yang ditentukan dengan membandingkan harapan seseorang dengan kinerja pekerjaan yang sebenarnya. Untuk dapat membimbing timnya, seorang pemimpin perlu memiliki gaya kepemimpinan tertentu. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bekerja sama dengan gaya kepemimpinan lain yang ada untuk menghasilkan model yang baik. Efek moderasi dari organisasi terhadap hubungan antara kinerja perawat dan gaya kepemimpinan patut diperhatikan. Manfaat dari gaya kepemimpinan transformasional dapat diperkuat dengan saluran komunikasi yang terbuka, struktur kompensasi yang adil, dan budaya organisasi yang mendukung. Dampak dari gaya pemimpin terhadap motivasi perawat untuk bekerja dalam situasi tertentu sangat signifikan, menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh para pemimpin dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak potensial dari gaya kepemimpinan perawat terhadap motivasi dan kinerja kerja mereka. Metode: Dengan menggunakan basis data internet, khususnya Google Scholar, peneliti mencari literatur tentang dampak gaya kepemimpinan perawat. Studi penelitian ini mengungkapkan adanya korelasi yang kuat antara gaya kepemimpinan seorang pemimpin dengan dorongan dan efektivitas tim keperawatan mereka.
PERAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENERAPKAN TEORI LINGKUNGAN FLORENCE NIGHTINGALE PADA SISWA-SISWI SMK GAPURA PERTIWI Tanesib, Hendra; Farida, Denis; Sambriong, Maria; Jayadi, Alpian; Hamu, Antonia Helena; Vanchapo, Antonius Rino
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29652

Abstract

Didalam proses pengetahuan tentang ilmu keperawatan juga ada sebagian teori yang dapat mengemukakan tentang kesehatan terkhususnya bagi dunia keperawatan, Diantara teori-teori tersebut salah satu teori yang terkemuka adalah Florence Nightingale. Sebelum kegiatan berlangsung diberikan sebuah kuesioner pre-test sebagai salah satu tolak ukur untuk dapat mengetahui konsentrasi dan pengetahuan siswa-siswi tersebut dengan waktu yang diberikan dalam pengisian soal pre-test sebanyak lima menit. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyampaian materi yang berjalan lancar. Setelah penyampaian materi, ada soal pos-test untuk mengukur dan mengevaluasi pemahaman siswa-siswi dari awal penyampaian materi hingga berakhir. Tujuan kegiatan ini mencakup dua poin penting yaitu mempublikasikan tokoh keperawatan dan mendeskripsikan teori-teori yang dikemukakannya. Harapan dari kegiatan ini agar para siswa-siswi lebih diri mengenal diri dan merawat diri melalui tokoh keperawatan dan teori keperawatan yang dikemukakannya. Tujuan lainnya agar dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan antara siswa-siswi dan seluruh tim penyuluhan.
EVALUASI DAMPAK PARIWISATA TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PENGELOLAAN RISIKO Butarbutar, Augustinus Robin; Dewi, Rd. D. Lokita Pramesti; Farida, Denis; Jayadi, Alpian; Sitopu, Joni Wilson; Uhai, Sabalius; Mutmainnah, Inayatul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27511

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di berbagai negara, namun pertumbuhannya seringkali diiringi dengan dampak negatif terhadap kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pariwisata terhadap kesehatan lingkungan dan upaya pengelolaan risiko yang telah dilakukan. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen terkait lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pariwisata memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan, seperti degradasi habitat alami, peningkatan polusi, dan kerusakan ekosistem. Untuk mengelola risiko tersebut, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembentukan kebijakan lingkungan, program pendidikan dan kesadaran, serta penerapan teknologi hijau. Namun, tantangan dalam implementasi kebijakan dan kurangnya partisipasi masyarakat menjadi hambatan dalam mencapai pariwisata yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas upaya pengelolaan risiko dan mempromosikan pariwisata yang ramah lingkungan di masa depan.