Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

“TEKNIK RETORIKA DALAM PENGGUNAAN PATHOS, LOGOS, ETHOS DALAM VIDEO PIDATO JOKO WIDODO DI YOUTUBE” Shafira Zulkarnaini; Mardiningsih; Sugianti
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1114

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa metode retorika yang digunakan Joko Widodo dalam pidato-pidatonya yang diunggah di YouTube. Pentingnya retorika dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi publik, adalah latar belakang penelitian ini. Peneliti ingin mengetahui strategi retorika apa yang digunakan Joko Widodo, yang terkenal dengan gaya pidatonya yang santai dan mudah dipahami. Fokus penelitian ini terdiri dari dua masalah: (1) Bagaimana cara retorika membuat pathos dan logos Joko Widodo dalam pidato YouTube? (2) Bagaimana cara retorika membuat pathos dan logos Joko Widodo dalam pidato YouTube? (3) Bagaimana prinsip Joko Widodo digambarkan dalam pidato YouTubenya?. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana pathos, logos, dan ethos digunakan dalam pidato Joko Widodo dan bagaimana mereka dianalisis, ditafsirkan, dan diambil kesimpulan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan desain penelitian. Sumber data penelitian ini adalah pidato Joko Widodo yang diunggah di YouTube, yang dianalisis menggunakan teori retorika Aristoteles. Instrumen penelitian ini adalah teknik simak, yang mencakup melihat dan menganalisis konten pidato tersebut. Selanjutnya, data yang dikumpulkan dideskripsikan dan dianalisis untuk menentukan teknik retorika yang digunakan oleh Joko Widodo untuk pathos, logos, dan ethos.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN AFIKSASI DI MEDIA SOSIAL KOMENTAR AKUN INSTAGRAM RIA RICIS : KAJIAN MORFOLOGIS. Khoiris Saniyah; Mardiningsih; Sugianti
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1135

Abstract

Afiksasi dalam bahasa Indonesia adalah proses krusial untuk menciptakan kata-kata baru dengan menambahkan afiks pada kata dasar, yang bisa berupa prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Proses ini tidak hanya mengubah makna dan kelas kata, tetapi juga memperkaya penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan afiksasi dan perubahan makna yang timbul dari kesalahan tersebut dalam komentar di akun Instagram @riaricis1795 pada bulan Januari. Fokus penelitian adalah pada kesalahan penggunaan prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks yang dapat memengaruhi makna dan pemahaman pesan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan analisis komentar yang mengandung kesalahan afiksasi melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai kesalahan afiksasi, termasuk penggunaan afiks yang tidak tepat, overafiksasi, penghilangan afiks, dan penggunaan bentuk informal. Kesalahan ini dapat mengganggu pemahaman pesan dan menurunkan kualitas komunikasi, sehingga mengurangi kejelasan dan profesionalisme dalam interaksi di media sosial.
KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR DI AKUN TWITTER PRABOWO SUBIANTO: KAJIAN PRAGMATIK Inez Sarah Dina Putri Shafari; Mardiningsih; Tristan Rokhmawan
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepatuhan dan ketidakpatuhan terhadap prinsip kesantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar di akun twitter Prabowo Subianto. Penelitian ini fokus pada tuturan warganet di kolom komentar akun tersebut, dengan fenomena kurangnya kesantunan yang dapat mempengaruhi persepsi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah pengguna twitter (warganet), sedangkan objeknya adalah komentar-komentar di akun twitter Prabowo Subianto. Data diperoleh dari komentar langsung pada tweet Prabowo Subianto menggunakan teknik dokumentasi dan simak bebas libat cakap, dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kepatuhan dan ketidakpatuhan terhadap prinsip kesantunan berbahasa. Bentuk kepatuhan meliputi maksim kebijaksanaan, pujian, kesepakatan, dan simpati, dengan maksim simpati sebagai data yang paling dominan karena warganet cenderung menunjukkan empati dan kegembiraan kepada Prabowo Subianto. Bentuk ketidakpatuhan ditemukan pada maksim kebijaksanaan, pujian, dan simpati. Peneliti berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjadi referensi dalam pembelajaran kesantunan berbahasa, khususnya dalam mata kuliah pragmatik.
PRINSIP KESANTUNAN BAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @NIKITAMIRZANIMAWARDI_172 Ayu Apriliya; Mardiningsih; Sugianti
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1137

Abstract

Communication in social media is one form of someone's concern for others, but it can also be hateCommunication in social media is one form of someone's concern for others,but it can also be hate speech among them. In this study, the researcherwill explain the form of analysis of compliance and deviation of the principle of politeness of language on Instagram social media. This study was conducted to analyze and describe the form of compliance and deviation and violations that occur in the principle of politeness of language in the comment column of Instagram @nikitamirzanimawardi_172. The purpose of conducting research withthis approach is to collect information in more depth and real. This method is considered by the researcher to be very suitable forhis research which indeed aims to describe and analyze compliance with the principle and deviation of the principle of politeness of language in the comment column of the Instagram account @nikitamirzanimawardi_172. So in this case, the researcher will record the speech in the Instagram column on the account with posting deadlines between January 2, 9, 11, 16 and 26 2024. Researchers found 32 sentences of speech that showed compliance with the principles of linguistic politeness. The factors that cause compliance with the principles of politeness include intonation, the speaker's emotions and the choice of appropriate words and sentences. Apart from that, researchers also found 16 forms of speech that showed deviations from the principles of language politeness. Keywords : Compliance; Deviation; Principles of linguistic politeness; Instagram social media comments
PSIKOLOGI HUMANISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “BU, TIDAK ADA TEMAN MENANGIS MALAM INI” TEORI ABRAHAM MASLOW Nurchasanah; Mardiningsih; Ilmiyatur Rosyidah
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui psikologi humanistik terkait hirarki kebutuhan yang dialami tokoh utama dalam novel yang berjudul “Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini” karya Boy Candra. Sebuah novel yang menceritakan seorang anak yang kehilangan sosok ibunya. Tokoh Utama yang diceritakan dengan karakter sederhana yang disajikan oleh Boy Candra, dengan diksi yang meromantisasi sebuah kehilangan. Penilitian ini ditulis berdasarkan kajian teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode kualitatif yang digunakan yaitu jenis deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah novel yang berjudul “Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini” karya Boy Candra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah membaca dan mengamati novel, menginventarisasi data, mengklasifikasi data, membuat tabel data. Analisis data dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh penulis, psikologi humanistik terkait hirarki kebutuhan yang dialami tokoh utama dalam Novel “Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini” karya Boy Candra berdasakan kajian Teori Abraham Maslow terdapat 5 indikator.  Ada kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri. Tokoh utama belum sepenuhnya dapat memenuhi hirarki kebutuhan dalam hidupnya. Namun, pada akhirnya tokoh Anak Muda mampu mencapai kebutuhan aktualisasi dirinya walaupun dengan cara yang tidak mudah.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM BERTUTUR DIKOLOM KOMENTAR YOUTUBE “LAPOR PAK!” Stevanus Gelael Kumentas; Mardiningsih; Ilmiyatur Rosidah
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1156

Abstract

Kesantunan berbahasa ini sebagai lawan bicara dengan lawan tuturan berinteraksi sesama manusia dengan lawan bicaranya melalui komunikasi terhadap percakapan tersebut. Pendekatan pengetahuan bahasa dapat mengetahui dan mempelajari tentang lawan tutur yang dibicarakan oleh semua orang yang telah belajar berbicara hingga lancar berkomunikasi didepan semua orang atau didepan satu orang saja sebagai latihan berbicara. Kajian difokuskan dalam enam maksim sebagai rumusan masalah yang akan diteliti. Permasalahan penelitian adalah bentuk kesantunan berbahasa enam maksim (maksim kebijaksanaan,kemurahan,penerimaan,kerendahaan hati,kesepakatan, dan simpati). tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa enam maksim warganet dalam kolom komentar YouTube “lapor pak!”.Dalam penelitian ini menggunakaan penelitian kualitatif deskriptif merupakaan bagian dari analisis yang bisa digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini tujuan utamanya adalah penutur dan lawan bicara melalui bicara kesopanan santun dengan bahasa yang dipakai sesuai dengan ucapan bahasa yang diucapkan yang ada dikolom komentar. Sumber data adalah video YouTube “Lapor Pak!”. Dalam sumber data ini yang akan menuliskan kata-kata dan ucapan yang diucapkannya yang berjudul”briefing full tawa”. Instrumen pada penelitian ini yang akan dianalisis dengan mengumpulkan data yang merupakan menganalisis data yang berbasis tuturan dalam acara lapor pak sesuai tuturan dalam acara lapor pak sesuai tuturan bicaranya dengan baik-baik. Berdasarkan kesimpulan ini adalah kesantunan berbahasa dalam sisi penutur baik maupun lawan tutur yang dihadapi secara umum dipakai untuk melawan bicara dengan berkomunikasi dalam perilaku sosial. Maksim kesantunan berbahasa terhadap gaya kesopanan santun membuat semua orang tentang tuturannya berupa kesantunan relevan bagi masyarakat. Pragmatik dapat termasuk dalam cabang gaya ilmu bahasa yang dibuat sederhana dapat belajar berbahasa sesuai dengan arahannya.
MERAJUT HATI (HARAPAN YANG PASTI) MELALUI PENULISAN ANTOLOGI BERSAMA IBU PKK KELURAHAN BAKALAN KOTA PASURUAN Mardiningsih; Ayu Maya Damayanti; Dies Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i3.68236

Abstract

Pelatihan menulis pentigraf (cerpen tiga paragraf) dan puisi bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Bakalan, Kota Pasuruan, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis, literasi, serta kepercayaan diri peserta, dengan memberikan kontribusi pada pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga. Program ini mengatasi keterbatasan akses pendidikan dan rendahnya rasa percaya diri peserta melalui pendekatan sederhana dengan genre pentigraf dan puisi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis, didukung dengan metode yang melibatkan teori, praktik, dan diskusi terstruktur, yang memfasilitasi pengembangan kreativitas dan ekspresi diri. Evaluasi dengan rubrik penilaian dan kuesioner mengonfirmasi efektivitas pendekatan Participatory Action Research (PRA), yang mengedepankan keterlibatan aktif peserta di setiap tahap pelatihan. Pencapaian penting program ini adalah penerbitan antologi karya peserta, yang membuka peluang ekonomi melalui komersialisasi antologi. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pemberdayaan perempuan dan pengembangan literasi lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi keluarga peserta. Secara keseluruhan, pelatihan ini menawarkan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain, memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan program pengabdian yang berdampak luas.
Perubahan Sastra Digital: Eksplorasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Novel Dilan 1991 ke dalam Film Dilan 1991 Karya Pidi Baiq Iin Indayani; Mardiningsih Mardiningsih; Sugianti Sugianti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3311

Abstract

Perkembangan budaya digital mendorong karya sastra melampaui medium cetak menuju bentuk audiovisual yang dikonsumsi luas daring. Salah satu contoh signifikan di Indonesia adalah adaptasi novel Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 (Pidi Baiq) ke film Dilan 1991 (Fajar Bustomi). Penelitian ini menganalisis transformasi unsur pembangun sastra tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, gaya Bahasa ke medium film digital serta pengaruhnya bagi pengalaman audiens. Pendekatan kualitatif deskriptif; data primer: teks novel (2015), film Dilan 1991 (2019), komentar audiens YouTube terpilih. Teknik: pembacaan intensif, koding transformasi (reduksi, penambahan, perubahan), analisis tematik resepsi (gaya bahasa, emosi tokoh, latar nostalgia, evaluasi moral). Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka unsur intrinsik (Nurgiyantoro), analisis formalis, dan sastra digital. Hasil: kerangka naratif utama—kisah cinta remaja Dilan–Milea di Bandung 1990-an dipertahankan namun mengalami transformasi: narasi batin terpangkas; tokoh minor berkurang; adegan sinematik baru (deklarasi pacaran); konflik bergeser dari refleksi verbal ke aksi visual; klimaks lebih performatif; resolusi verbal terganti montage + musik nostalgia. Resepsi audiens digital menunjukkan apresiasi dialog ikonik, keterlibatan emosional, dan nostalgia era 1990-an.
Relasi Kekuasaan dan Representasi Perempuan dalam Film Ipar adalah Maut Menggunakan Kajian Semiotika Roland Barthes Indana Zulfia; Badriyah Wulandari; Mardiningsih Mardiningsih
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3343

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dan relasi kekuasaan dalam film Ipar adalah Maut menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Pendekatan ini memandang tanda sebagai kesatuan penanda (signifier) dan petanda (signified) yang membentuk makna pada tiga tingkatan: denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan data berupa adegan visual, dialog, gestur, dan unsur sinematik yang dianalisis pada ketiga tingkatan makna tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film menampilkan relasi rumah tangga yang tampak harmonis, namun secara simbolik mereproduksi ideologi patriarki. Perempuan digambarkan sebagai sosok sabar, tunduk, dan bergantung pada persetujuan laki-laki dalam pengambilan keputusan domestik. Relasi kekuasaan laki-laki dihadirkan secara halus melalui perhatian, dukungan, dan kepemimpinan simbolik. Sistem tanda visual seperti ruang domestik dan gestur, serta tanda verbal berupa dialog, memperkuat mitos sosial tentang perempuan sebagai penjaga ketenteraman rumah tangga. Film menjadi media yang meneguhkan struktur kekuasaan patriarki melalui representasi keseharian yang tampak egaliter namun sarat makna ideologis.
STRUKTURALISME GENETIK PADA KARYA SASTRA KONTEMPORER : STUDI PADA NOVEL JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH KARYA RENITA APRIL Aisyatur Rohmah; Mardiningsih; Badriyah Wulandari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Jangan Salahkan Aku Selingkuh karya Renita April dengan menggunakan perspektif strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Kajian ini menelusuri fakta kemanusiaan, baik individu maupun sosial, subjek kolektif yang direpresentasikan melalui kelas sosial, serta pandangan dunia pengarang yang terefleksi melalui nilai humanisme dan eksistensialisme. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, sedangkan data diperoleh dari kutipan naratif dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya mengisahkan konflik rumah tangga dan perselingkuhan, tetapi juga merefleksikan realitas sosial masyarakat Indonesia, seperti degradasi moral, stratifikasi sosial, serta perjuangan individu dalam mencari makna hidup. Pandangan dunia pengarang menekankan pentingnya nilai kesetiaan, kejujuran, empati, kebebasan, dan tanggung jawab yang relevan dengan konteks sosial masyarakat kontemporer. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra berfungsi sebagai cermin realitas sosial sekaligus sarana kritik dan penyampaian nilai-nilai kemanusiaan.