Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KETERLIBATAN KOMUNITAS INTI PADA PELESTARIAN KAMPUNG KETANDAN YOGYAKARTA Safitri, Ristya Arinta; Winandari, MI Ririk; Wijayanto, Punto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.010

Abstract

Pusaka bukan hanya dimaknai sebagai benda dan tak benda tetapi meluas pada kehidupan manusia didalamnya, terutama pada kawasan pusaka yang merupakan kawasan hunian yang dihuni secara turun temurun. Gerakan pelestarian berbasis masyarakat/komunitas menjadikan komunitas sebagai inti dari pelestarian berdampingan dengan site pusaka. Kampung Ketandan Yogyakarta merupakan salah satu kawasan pusaka di tengah kota Yogyakarta yang memiliki kekayaan asset benda, tak benda dan kehidupan. Kampung ketandan dikenal sebagai kampung Tionghoa pertama di Yogyakarta yang masih memiliki komunitas inti dan tinggal dalam kawasan secara turun temurun. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi keterlibatan komunitas inti pada pelestarian Kampung Ketandan. Pengumpulan data dilakukan melalui eksplorasi lapangan melalui observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil data kemudian dianalisis berdasar 8 tangga tingkatan keterlibatan komunitas dalam pelestarian pusaka berdasarkan teori Arnstein (1969). Dari analisis yang dilakukan didapati bahwa peran komunitas inti masih pada tingkatan tokenisme sehingga masih perlu peningkatan untuk mencapai pelestarian yang berkelanjutan.
PELESTARIAN CAGAR BUDAYA MELALUI KEMITRAAN PEMERINTAH DAN DUNIA USAHA: Studi Kasus: Adaptasi Gedung OLVEH oleh JOTRC Wijayanto, Punto; Basuki, Angeline; Walaretina, Rita; Winandari, Maria Immaculata Ririk; Safitri, Ristya Arinta
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v23i2.18637

Abstract

Pelestarian bangunan cagar budaya di Kawasan Cagar Budaya memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bagaimana keterlibatan pihak dunia usaha dalam upaya pemerintah untuk mewujudkan pelestarian bangunan cagar budaya melalui kasus adaptasi Gedung OLVEH di Kota Tua Jakarta olehJakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC). Metode yang digunakan meliputi analisis dokumen pelestarian serta publikasi terkait JOTRC dan pelestarian Gedung OLVEH, gedung bersejarah di Kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung ini sebelumnya merupakan kantor perusahaan asuransi dan dialihfungsikan menjadi ruang publik multifungsi dengan tetap mempertahankan elemen arsitektural asli dan elemen struktural utamanya. Temuan penelitian memperlihatkan keberhasilan pelestarian Gedung OLVEH dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni keberadaan kerjasama formal antara pemerintah dan dunia usaha, kejelasan panduan pemugaran, dan pemilihan model pemanfaatan yang selaras dengan nilai dan kapasitas Bangunan Cagar Budaya.
Ecological Resilience Through Green Infrastructure: Analyzing the Role of Private Green Open Spaces in Tropical Megacities Saskia, Cut Sannas; Winandari, Maria Immaculata Ririk; Wijayanto, Punto; Inavonna, Inavonna; Fatmawati, Teungku Nelly; Aziiz, Akhlish Diinal; Ischak, Mohammad; Tjiook, Wiwi
INFOMATEK Vol 27 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i2.34331

Abstract

Green open space is decreasing along with urban development. Development in urban areas has an impact on reducing green land which is important for urban resilience. In Jakarta, the reduction in water-absorbing surfaces has exacerbated environmental problems such as flooding, rising temperatures and decreasing biodiversity. This study aims to evaluate the ecological performance of green open spaces, especially in private homes in the Menteng area, Jakarta, which is recognized as the first garden city in Indonesia, as a representation for understanding the role of green open spaces in advancing urban sustainability and climate resilience. The focus is on the extent of private green open space that still exists in the city area, especially Menteng. Using mixed-method spatial analysis with GIS-based mapping and field surveys of more than 85 residential lots, this study applies the Basic Green Coefficient to measure green space coverage. The results show an average coefficient of 44%, indicating substantial integration of green spaces in the built environment. These private green areas increase rainwater infiltration, reduce flooding, reduce the heat island effect, regulate microclimate, and support air purification, carbon sequestration and biodiversity. Despite developmental pressures, Menteng’s environmentally friendly infrastructure continues to provide ecological functions that are in line with sustainability goals. This study aims to offer insights into improving urban ecology through green infrastructure, specifically green open spaces, and its role in strengthening urban sustainability, livability, and public health.