Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Journal of Baja Health Science

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PANCORANMAS (KOTA DEPOK, JAWA BARAT) Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 01 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i01.1168

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditransmisikan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dan tergolong kedalam penyakit menular yang dampaknya akan menimbulkan kematian dalam waktu singkat sehingga mampu menimbulkan wabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok-Jawa Barat tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan besar sampel sebanyak 100 sampel dari 50 kasus demam berdarah dengue dan 50 kontrol dengan metode quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan data kasus DBD memiliki hubungan yang signifikan terhadap variable umur, pengetahuan, pengurasan TPA, dan pemasangan kawat kasa. Dimana umur menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap kasus DBD setelah dikontrol dengan variabel lainnya (3,27; 0,09-5,67) sehingga perlu adanya upaya optimalisasi kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam upaya pengendalian dan penatalaksanaan kejadian DBD.
ANALISIS PAPARAN ALERGEN TUNGAU DEBU DI LINGKUNGAN SEKOLAH TERKAIT DENGAN SENSITISASI ALERGI DI SEKOLAH DASAR DI SERANG TAHUN 2021 Rini Ambarwati; Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1480

Abstract

Tungau debu merupakan salah satu aeroalergen yang paling umum yang memiliki hubungan kuat dengan manifestasi dan sensitisasi alergi. Paparan alergen di sekolah dapat menyebabkan sensitisasi dan memicu penyakit atopik dan manifestasi alergi, sehingga menurunkan prestasi belajar siswa di sekolah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis kualitas udara dalam ruangan sekolah terkait tungau debu dan pengaruhnya terhadap sensitisasi alergi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan tungau debu di sekolah dengan sensitisasi alergi serta mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan sensitisasi alergi. Metode dalam penelitian ini yaitu studi potong lintang dilakukan di SD, Kota Serang. Sebanyak 112 siswa diacak menjadi responden dalam penelitian ini. Paparan tungau debu dinilai dengan menyedot debu yang mengendap di ruang kelas dan kemudian menganalisisnya menggunakan metode flotasi untuk menghitung kepadatan dan mengidentifikasi tungau debu. Sensitisasi siswa dinilai menggunakan tes tusuk kulit sedangkan faktor risiko diidentifikasi dengan mengisi kuesioner ISAAC. Hasil penelitian didapatkan 31 siswa tersensitisasi D.pteronyssinus dan 37 siswa tersensitisasi D.farinae. 1,7 gram debu yang mengendap diambil dari 8 sampel. Tidak ada hubungan bermakna antara paparan tungau debu dengan sensitisasi alergi terhadap D.pteronyssinus dan D farinae (D.pteronyssinus p>0,05; OR 1,211; CI 0,736 – 6,470 dan D.farinae p>0,05; OR 2,182; CI 0,396 – 3,704 ). Kepadatan tungau debu di sekolah adalah 0,58 tungau/gram debu. Ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan hewan peliharaan (kucing atau anjing) dengan sensitisasi D.farinae (p<0,05; OR 2,5; CI 1,192 – 5,525). Ada juga hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan sensitisasi D.pteronyssinus (p<0,05; OR 2,876, CI 1,216 – 6,801), sehingga rendahnya paparan tungau debu di lingkungan sekolah tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan sensitisasi anak.
ANALISIS FAKTOR KEBIJAKAN DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) RUMAH SAKIT ‘X’ KOTA CILEGON, BANTEN linardita ferial; Astri Prianti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1482

Abstract

Rumah Sakit merupakan salah satu tempat kerja, yang wajib melaksanakan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang bermanfaat baik bagi SDM Rumah Sakit, pasien, pengunjung/pengantar pasien, maupun bagi masyarakat di lingkungan sekitar Rumah Sakit. Di awal pelaksanaannya permasalahan yang dijumpai di IGD RS ‘ X’ Kota Cilegon, Banten diantaranya menunjukkan adanya kejadian yang beresiko penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja seperti, masih ada perawat yang tidak memakai alat pelindung diri berupa sarung tangan dan masker saat melakukan tindakan perawatan di instalasi gawat darurat, pencahayaan yang kurang di ruang administrasi instalasi gawat darurat, ruang tunggu untuk pasien tidak nyaman,ruang triage yang tidak berfungsi dengan baik, dan tidak dibedakannya pintu masuk dengan pintu keluar Intalasi Gawat Darurat sehingga dapat menyebabkan terjadinya benturan antara pasien yang masuk dan keluar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor kebijakan Implementasi Program K3RS di IGD RS ‘X’ Kota Cilegon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan informan utama petugas kesehatan di IGD dan informan triangulasi Kepala Instalasi K3, Kepala Ruang IGD, dan Kepala Seksi Pelayanan Medik. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor implementasi dari segi isi dan tujuan program K3RS, komunikasi, dan komitmen masih kurang penerapannya dikarenakan sosialisasi dan pengawasan yang kurang. Sedangkan untuk sumber daya, lingkungan kerja, dan SOP sudah baik. Disarankan pihak rumah mengadakan sosialisasi secara rutin, dan perlu adanya sanksi atau teguran bagi petugas kesehatan yang tidak menerapkan program K3RS sesuai dengan SOP yang ada.
MUTU PELAYANAN KESEHATAN MENINGKAT DENGAN MENERAPKAN KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS Linardita Ferial; Nova Wahyuni
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1895

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan. Meskipun data insiden keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama belum akurat di Indonesia, namun keselamatan pasien menjadi isu penting dalam peningkatan kualitas pelayanan. Puskesmas “X” Kota Serang adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang menerapkan upaya keselamatan pasien sebagai salah satu bentuk upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi penerapan upaya keselamatan pasien di Puskesmas “X” Kota Serang untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi literatur. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas “X” Kota Serang pada bulan April-Mei 2021. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan upaya keselamatan pasien Puskesmas “X” Kota Serang disesuaikan dengan standar penilaian akreditasi Puskesmas. Namun, dalam realisasinya masih terdapat hambatan dan kekurangan dalam pemenuhan standar upaya keselamatan pasien di Puskesmas “X” Kota Serang sehingga perlu optimalisasi penerapan upaya keselamatan pasien dari seluruh pihak yang terlibat sehingga puskesmas harus menyediakan pelayanan yang aman dan bermutu untuk mewujudkan kecamatan sehat. Puskesmas perlu untuk meningkatkan keselamatan pasien sesuai dengan Permenkes Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009.
Pemeriksaan Puskesmas di Daerah Terpencil terhadap Fasilitas Kesehatan Sri Wahyuni; Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 01 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i01.2487

Abstract

Kemajuan menuju kesehatan untuk semua harus didukung oleh fasilitas kesehatan berkualitas yang tersedia untuk semua orang. Namun, fasilitas kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal, perbatasan, dan pulau-pulau terpencil, atau daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK), menghadapi kendala terkait akses jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kesiapan Puskesmas sebagai penyedia utama pelayanan kesehatan primer yang berlokasi di daerah terpencil. Pengamatan dilakukan di 18 Puskesmas di lokasi yang teridentifikasi sebagai daerah terpencil dan tertinggal, perbatasan, dan pulau terluar di tiga provinsi: Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (Nusa Tenggara Timur), dan Sulawesi Selatan. Temuan mengungkapkan bahwa banyak fasilitas di pusat kesehatan primer masih tidak memadai. Secara khusus, jalan menuju pusat kesehatan primer dalam kondisi fisik yang buruk, jam operasional terlalu pendek, dan dokter serta teknisi laboratorium tidak tersedia. Namun, puskesmas telah berhasil melakukan banyak kegiatan di dalam dan di luar ruangan seperti kelas pendidikan kesehatan dan deteksi penyakit prioritas di masyarakat. Mengenai keuangan pusat kesehatan primer, mereka sangat bergantung pada dana publik untuk mendukung pengeluaran mereka yang meningkat untuk menyediakan layanan kesehatan, membayar gaji pekerja, dan melakukan kegiatan di dalam dan di luar ruangan, sehingga didapatkan beberapa kendala yang dihadapi puskesmas di DTPK antara lain sulitnya akses fasilitas dan tenaga kesehatan sementara. Informasi ini memberikan masukan berharga bagi pembuat kebijakan dalam membangun infrastruktur kesehatan dan SDM kesehatan di DTPK.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN SERANG Fauzul Hayat; Nia Kurniatillah; Linardita Ferial; Fida Asfia; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2755

Abstract

Kematian neonatal sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sistem pelayanan kesehatan yang baik akan menjamin derajat kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan karena sebagian besar penyebab kematian neonatal dapat dicegah. Beberapa faktor seperti faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan ditentukan sebagai prediktor kematian neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kematian neonatal di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari-April 2021. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kematian neonatal di wilayah Kabupaten Serang. Sampel yang diambil merupakan total populasi sebanyak 215 kematian neonatal.Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia berdasarkan temuan/laporan seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian neonatal di Kabupaten Serang sebanyak 215 kasus. Proporsi kematian neonatal tertinggi yaitu Kecamatan Baros (8,8%), Jawilan (6,9%), Kramatwatu (6,9%), Cikande (6,5%), Padarincang (5,6%), Kragilan (5,6%). Proporsi kasus berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 60,5% dan perempuan sebesar 39,5%. Penyebab kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh BBLR (46%), asfiksia (27,9%), kelainan bawaan (11,6%), penyebab lainnya (11,6%), tetanus neonatorium (1,4%), dan sepsis (1,4%). Cakupan pelayanan kesehatan (K4) sebesar 92%, cakupan pertolongan persalinan (99,4%), cakupan persalinan di pelayanan kesehatan (89,3%), cakupan kunjungan neonatal lengkap (99,6%), cakupan Inisiasi Menyusui Dini (77,5%). Tingginya kasus kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan dalam upaya menekan angka kematian neonatal.
Literatur Review: Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit yunita, salsa; Syamiyah, Najah; ferial, linardita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 01 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i01.2778

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pihak Rumah Sakit sebagai perusahaan di bidang jasa. Kepuasan pasien dapat menggambarkan sebaik mana kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit tersebut. Jika pasien merasa kurang puas berarti pelayanan yang diberikan/diterima belum berjalan optimal. Untuk itu Rumah Sakit harus selalu bisa menciptakan dan meningkatkan kualitas jasa/pelayanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Sehingga pasien merasa puas akan pelayanan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan explanatory. Populasi penelitian adalah orang yang pernah melakukan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Total responden berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan rumus uji hipotesis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Persentase kepuasan pasien rawat inap, responden yang merasa puas sebanyak 54 orang (57,4%) dan responden yang tidak puas sebanyak 40 orang (42,6%). Didapatkan nilai p-value kualitas pelayanan dimensi kehandalan 0,000 < 0,05, dimensi daya tanggap 0,000 < 0,05, dimensi jaminan 0,005 < 0,05, dimensi empati 0,000 < 0,05 dan dimensi bukti fisik 0,000 < 0,05.. Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pihak Rumah Sakit sebagai perusahaan di bidang jasa. Kepuasan pasien dapat menggambarkan sebaik mana kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit tersebut. Jika pasien merasa kurang puas berarti pelayanan yang diberikan/diterima belum berjalan optimal. Untuk itu Rumah Sakit harus selalu bisa menciptakan dan meningkatkan kualitas jasa/pelayanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Sehingga pasien merasa puas akan pelayanan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan explanatory. Populasi penelitian adalah orang yang pernah melakukan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Total responden berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan rumus uji hipotesis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Persentase kepuasan pasien rawat inap, responden yang merasa puas sebanyak 54 orang (57,4%) dan responden yang tidak puas sebanyak 40 orang (42,6%). Didapatkan nilai p-value kualitas pelayanan dimensi kehandalan 0,000 < 0,05, dimensi daya tanggap 0,000 < 0,05, dimensi jaminan 0,005 < 0,05, dimensi empati 0,000 < 0,05 dan dimensi bukti fisik 0,000 < 0,05.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Panimbang di Kabupaten Pandeglang Tahun 2023 Kurniatillah, Nia; ferial, linardita; Hayat, Fauzul; Nurjaman, Nurjaman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 01 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i01.3226

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan upaya seluruh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Panimbang di Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember tahun 2023. Hasil penelitian dari 119 siswa menunjukkan bahwa kebiasaan cuci tangan yang baik sebesar (68.9%), ketersediaan dan pemanfaatan kantin sehat yang tidak baik sebesar (60.5%), ketersediaan dan pemanfaatan jamban sehat yang baik sebesar (87.4%), Kebiasaan olahraga yang baik sebesar (89.9%), pemberantasan jentik nyamuk yang tidak baik sebesar (52.1%), lingkungan bebas rokok yang baik sebesar (100%), mengukur dan menimbang berat badan yang baik sebesar (85.7%), dan kebiasaan membuang sampah yang baik sebesar (53.8%) Dibutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh warga sekolah dalam berperilaku hidup bersih dan sehat
ANALISIS PERILAKU PERSONAL HYGINE PADA SISWA SMP RIYADUL ULUM DI KOTA SERANG TAHUN 2024 Asfia, Fida; Ferial, Linardita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i02.3526

Abstract

Infeksi Saluran Reproduksi merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan karena perilaku personal hygiene yang kurang baik, dimana angka ISR disumbang sebesar 35-42% dari kategori usia remaja (Auliani1 et al., 2021). Penelitian ini berlokasi di SMP Riyadul Ulum Kota Serang pada periode penelitian Bulan Mei-Juni 2024. Teknik sampling adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis univariat dan bivariat dengan desain cross sectional dan uji Chi Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas variabel pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku personal hygiene (pv= 0.013 dan pv=0.031). Pengetahuan yang kurang akan berisiko 6 kali lipat memiiki perilaku personal hygiene yang kurang baik, sedangkan variabel sikap yang negative akan memiliki kecenderungan 3 kali lipat berperilaku personal hygiene yang kurang baik. Pada variabel usia, jenis kelamin dan Tingkat pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan personal hygiene.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN POLA MENSTRUASI DI UNIVERSITAS BANTEN JAYA TAHUN 2024 Wahyuni, Sri; Asfia, Fida; Ferial, Linardita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3519

Abstract

Siklus menstruasi menjadi indikator klinis fungsi reproduksi pada wanita. Panjang siklus menstruasi telah dikenal sebagai prediktor kesehatan, seperti risiko kanker payudara dan faktor risiko kardiovaskular, ketidakteraturan menstruasi adalah masalah yang paling umum dialami oleh remaha berusia 15 hingga 19 tahun. Jika masalah ini tidak ditangani segera, hal ini akan berdampak pada kesehatan reproduksi remaja tersebut saat tumbuh menjadi wanita usia subur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Pola Menstruasi. Penelitian dilakukan di Universitas Banten Jaya, dengan desai penelitian Cross- Sectional. Jumlah sampel yang diambil adalah 159 orang dengan rumus uji hipotesis beda dua proporsi. Teknik analaisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi Square. Analisis regresi berganda digunakan untuk mnegetahui interaksi variabel confounding pada Indeks Massa Tubuh. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas responden memiliki pola menstruasi tidak normal (95,6%) dengan IMT tidak beresiko (62,9%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa mayoritas IMT beresiko mengalami menstruasi tidak normal (91,5%) dengan nilai p-value sebesar 0,102 dimana hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan IMT dengan pola menstruasi pada mahasiswi di Universitas Banten Jaya (pv =0,102 > 0,05). Analsis regresi berganda menunjukkan bahwa Interaksi confounding tidak ditemukan pada penelitian ini, artinya variabel Usia, Tingkat Pendapatan dan Pengetahuan tidak menajadi variabel perancu dari hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan pola menstruasi.