Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI TERMINAL PAKUPATAN (KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN) Linardita Ferial; Endro Susanto; Mawar DS Silalahi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.5 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i1.722

Abstract

Aktivitas di terminal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan antara lain kebisingan. Penelitian dilakukan di Terminal Pakupatan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten menggunakan 7 titik pengamatan, pada hari Senin (mewakili hari kerja), Jum’at (mewakili hari terakhir kerja), Sabtu (mewakili hari libur) dan Minggu (mewakili hari libur). Nilai Leq rata-rata di Terminal Pakupatan sebesar 77,82 dB(A) dan nilai Lsm sebesar 79,03 dB(A). Nilai ini dibandingkan dengan baku mutu menurut KepMen LH No.48/MENLH/11/1996 sesuai dengan peruntukannya, yakni peruntukkan perdagangan dan jasa sebesar 70 dBA. Selanjutnya dilakukan pemetaan tingkat kebisingan di kawasan terminal Pakupatan dengan bantuan software Surfer 11. Koefisien korelasi serta signifikan yang didapat menunjukkan hubungan antara jumlah kendaraan yang masuk dengan kebisingan yang berkorelasi kuat dengan koefisien korelasi R2=0,996 pada titik satu hari Senin yang menandakan adanya hubungan kuat antara tingkat kebisingan dengan jumlah kendaraan yang melintas. Upaya pengelolaan lingkungan untuk mengurangi kebisingan terutama pada daerah penelitian yang memiliki tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu antara lain dengan menanam tanaman berkanopi tebal sebagai barrier rambatan bising di area pintu masuk sebelah utara dan selatan Terminal Pakupatan dan memanajemen lamanya kendaraan berhenti di terminal sehingga tingkat kebisingan di lingkungan sekitar terminal menjadi berkurang dan menciptakan suasana nyaman bagi penumpang. Keywords: Noise. Leq, Lsm, Mapping, Terminal Pakupatan 
Pemeriksaan Puskesmas di Daerah Terpencil terhadap Fasilitas Kesehatan Sri Wahyuni; Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 01 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i01.2487

Abstract

Kemajuan menuju kesehatan untuk semua harus didukung oleh fasilitas kesehatan berkualitas yang tersedia untuk semua orang. Namun, fasilitas kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal, perbatasan, dan pulau-pulau terpencil, atau daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK), menghadapi kendala terkait akses jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kesiapan Puskesmas sebagai penyedia utama pelayanan kesehatan primer yang berlokasi di daerah terpencil. Pengamatan dilakukan di 18 Puskesmas di lokasi yang teridentifikasi sebagai daerah terpencil dan tertinggal, perbatasan, dan pulau terluar di tiga provinsi: Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (Nusa Tenggara Timur), dan Sulawesi Selatan. Temuan mengungkapkan bahwa banyak fasilitas di pusat kesehatan primer masih tidak memadai. Secara khusus, jalan menuju pusat kesehatan primer dalam kondisi fisik yang buruk, jam operasional terlalu pendek, dan dokter serta teknisi laboratorium tidak tersedia. Namun, puskesmas telah berhasil melakukan banyak kegiatan di dalam dan di luar ruangan seperti kelas pendidikan kesehatan dan deteksi penyakit prioritas di masyarakat. Mengenai keuangan pusat kesehatan primer, mereka sangat bergantung pada dana publik untuk mendukung pengeluaran mereka yang meningkat untuk menyediakan layanan kesehatan, membayar gaji pekerja, dan melakukan kegiatan di dalam dan di luar ruangan, sehingga didapatkan beberapa kendala yang dihadapi puskesmas di DTPK antara lain sulitnya akses fasilitas dan tenaga kesehatan sementara. Informasi ini memberikan masukan berharga bagi pembuat kebijakan dalam membangun infrastruktur kesehatan dan SDM kesehatan di DTPK.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Edutourism dalam Peningkatan Masyarakat Pesisir Pulau Tunda, Banten Mirza Abdi Khairusy; Linardita Ferial; Sukarta Atmaja
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.152 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.154

Abstract

Kawasan pesisir Pulau Tunda memiliki daya tarik yang luar biasa bagi pengembangan pariwisata di Provinsi Banten. Tujuannya untuk mengembangkan potensi masyarakat sekitar dalam menciptakan pemandu wisata lokal sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di pesisir Pulau Tunda, Banten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Pesisir Pulau Tunda Provinsi Banten pada Agustus 2021 dengan menggunakan metode Training of Trainer (ToT) dan Focus Group Discussion (FGD). Pelaksanaan Training of Trainer (ToT) dilakukan dengan metode pentahelix dengan kerjasama dari pemerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat dan media elektronik. Hasil pelatihan yang diperoleh adalah sebanyak 87% peserta memahami isi pelatihan eduwisata dan berminat menjadi pemandu wisata lokal sehingga perlu adanya perencanaan anggaran pengembangan kawasan pesisir yang dirancang setiap tahun yang menjadi penentu skala pengembangan potensi wisata di Pulau Tunda. The coastal area of ​​Tunda Island has an extraordinary attraction for tourism development in Banten Province. The aim is to develop the potential of the surrounding community in creating local tourist guides as an effort to improve the economy of the community on the coast of Tunda Island, Banten. Community service activities carried out on the Coast of Tunda Island, Banten Province, in August 2021 using the Training of Trainer (ToT) and Focus Group Discussion (FGD) methods. The implementation of the Training of Trainers (ToT) is carried out using the pentahelix method with collaboration from the government, academics, private parties, the community and electronic media. The results of the training obtained were as many as 87% of participants who understood the content of the edutourism training and were interested in becoming a local tour guide so that there was a need for budget planning for the development of coastal areas which was designed every year which made it a determinant of the scale of tourism potential development on Tunda Island.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN SERANG Fauzul Hayat; Nia Kurniatillah; Linardita Ferial; Fida Asfia; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2755

Abstract

Kematian neonatal sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sistem pelayanan kesehatan yang baik akan menjamin derajat kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan karena sebagian besar penyebab kematian neonatal dapat dicegah. Beberapa faktor seperti faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan ditentukan sebagai prediktor kematian neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kematian neonatal di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari-April 2021. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kematian neonatal di wilayah Kabupaten Serang. Sampel yang diambil merupakan total populasi sebanyak 215 kematian neonatal.Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia berdasarkan temuan/laporan seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian neonatal di Kabupaten Serang sebanyak 215 kasus. Proporsi kematian neonatal tertinggi yaitu Kecamatan Baros (8,8%), Jawilan (6,9%), Kramatwatu (6,9%), Cikande (6,5%), Padarincang (5,6%), Kragilan (5,6%). Proporsi kasus berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 60,5% dan perempuan sebesar 39,5%. Penyebab kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh BBLR (46%), asfiksia (27,9%), kelainan bawaan (11,6%), penyebab lainnya (11,6%), tetanus neonatorium (1,4%), dan sepsis (1,4%). Cakupan pelayanan kesehatan (K4) sebesar 92%, cakupan pertolongan persalinan (99,4%), cakupan persalinan di pelayanan kesehatan (89,3%), cakupan kunjungan neonatal lengkap (99,6%), cakupan Inisiasi Menyusui Dini (77,5%). Tingginya kasus kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan dalam upaya menekan angka kematian neonatal.
Literatur Review: Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit yunita, salsa; Syamiyah, Najah; ferial, linardita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 01 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i01.2778

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pihak Rumah Sakit sebagai perusahaan di bidang jasa. Kepuasan pasien dapat menggambarkan sebaik mana kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit tersebut. Jika pasien merasa kurang puas berarti pelayanan yang diberikan/diterima belum berjalan optimal. Untuk itu Rumah Sakit harus selalu bisa menciptakan dan meningkatkan kualitas jasa/pelayanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Sehingga pasien merasa puas akan pelayanan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan explanatory. Populasi penelitian adalah orang yang pernah melakukan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Total responden berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan rumus uji hipotesis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Persentase kepuasan pasien rawat inap, responden yang merasa puas sebanyak 54 orang (57,4%) dan responden yang tidak puas sebanyak 40 orang (42,6%). Didapatkan nilai p-value kualitas pelayanan dimensi kehandalan 0,000 < 0,05, dimensi daya tanggap 0,000 < 0,05, dimensi jaminan 0,005 < 0,05, dimensi empati 0,000 < 0,05 dan dimensi bukti fisik 0,000 < 0,05.. Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pihak Rumah Sakit sebagai perusahaan di bidang jasa. Kepuasan pasien dapat menggambarkan sebaik mana kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit tersebut. Jika pasien merasa kurang puas berarti pelayanan yang diberikan/diterima belum berjalan optimal. Untuk itu Rumah Sakit harus selalu bisa menciptakan dan meningkatkan kualitas jasa/pelayanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Sehingga pasien merasa puas akan pelayanan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan explanatory. Populasi penelitian adalah orang yang pernah melakukan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Total responden berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan rumus uji hipotesis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Persentase kepuasan pasien rawat inap, responden yang merasa puas sebanyak 54 orang (57,4%) dan responden yang tidak puas sebanyak 40 orang (42,6%). Didapatkan nilai p-value kualitas pelayanan dimensi kehandalan 0,000 < 0,05, dimensi daya tanggap 0,000 < 0,05, dimensi jaminan 0,005 < 0,05, dimensi empati 0,000 < 0,05 dan dimensi bukti fisik 0,000 < 0,05.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Panimbang di Kabupaten Pandeglang Tahun 2023 Kurniatillah, Nia; ferial, linardita; Hayat, Fauzul; Nurjaman, Nurjaman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 01 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i01.3226

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan upaya seluruh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Panimbang di Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember tahun 2023. Hasil penelitian dari 119 siswa menunjukkan bahwa kebiasaan cuci tangan yang baik sebesar (68.9%), ketersediaan dan pemanfaatan kantin sehat yang tidak baik sebesar (60.5%), ketersediaan dan pemanfaatan jamban sehat yang baik sebesar (87.4%), Kebiasaan olahraga yang baik sebesar (89.9%), pemberantasan jentik nyamuk yang tidak baik sebesar (52.1%), lingkungan bebas rokok yang baik sebesar (100%), mengukur dan menimbang berat badan yang baik sebesar (85.7%), dan kebiasaan membuang sampah yang baik sebesar (53.8%) Dibutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh warga sekolah dalam berperilaku hidup bersih dan sehat
ANALISIS PERILAKU PERSONAL HYGINE PADA SISWA SMP RIYADUL ULUM DI KOTA SERANG TAHUN 2024 Asfia, Fida; Ferial, Linardita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i02.3526

Abstract

Infeksi Saluran Reproduksi merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan karena perilaku personal hygiene yang kurang baik, dimana angka ISR disumbang sebesar 35-42% dari kategori usia remaja (Auliani1 et al., 2021). Penelitian ini berlokasi di SMP Riyadul Ulum Kota Serang pada periode penelitian Bulan Mei-Juni 2024. Teknik sampling adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis univariat dan bivariat dengan desain cross sectional dan uji Chi Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas variabel pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku personal hygiene (pv= 0.013 dan pv=0.031). Pengetahuan yang kurang akan berisiko 6 kali lipat memiiki perilaku personal hygiene yang kurang baik, sedangkan variabel sikap yang negative akan memiliki kecenderungan 3 kali lipat berperilaku personal hygiene yang kurang baik. Pada variabel usia, jenis kelamin dan Tingkat pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan personal hygiene.
Analysis of Risky Sexual Behaviors among Students Asfia, Fida; Ferial, Linardita
Faletehan Health Journal Vol 10 No 02 (2023): Faletehan Health Journal, July 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i02.581

Abstract

Perilaku seksual memiliki dampak terhadap kesehatan, diantaranya adalah penyakit menular seksual seperti HIV, meningkatnya aborsi di kalangan remaja dan terjadinya kehamilan di usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, paparan pornografi, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Banten. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 80 mahasiswa yang diambil dengan metode simple random sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus pengujian beda dua proporsi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku seksual berisiko (51,25%). Terdapat hubungan antara variabel jenis kelamin (pv = 0,001), paparan pornografi (pv = 0,000) dan sikap (pv = 0,026) dengan perilaku seksual berisiko. Responden yang terpapar pornografi memiliki risiko 31 kali memiliki perilaku seksual berisiko dibanding dengan responden yang tidak terpapar pornografi. Responden dengan sikap negatif memiliki risiko 2 kali berperilaku seksual berisiko dibanding responden dengan sikap positif. Sementara itu, variabel usia (pv = 0,949) dan pengetahuan (pv = 0.814) tidak memiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko. Berdasarkan pemaparan diatas yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perilaku seksual berisiko adalah pembentukan konsep diri positif pada remaja.
PENINGKATAN DIGITALISASI UMKM DESA SUKARATU BERBASIS INKLUSI DIGITAL Fandiga, Irfan; ferial, linardita; Khunaefi, Rafli; Hayatunnufus, Hayatunnufus
ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 02 (2023): SettingsVol 5 No 2 (2023): ABDIKARYA
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/abdikarya.v5i02.2858

Abstract

Literasi keuangan berbasis digital ini berpengaruh pada perkembangan dunia teknologi khususnya pada digitalisasi pemasaran, dimana pengaksesan pada sumber daya digital menjadi peranan yang cukup meyakinkan bagi partisipasi sosial dan ekonomi khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tujuan dilaksanakan pengabdian ini yaitu untuk mengedukasi para produsen. Kegiatan sosialisasi kepada pelaku UMKM dilakukan di Desa Sukaratu. Kabupaten Serang-Provinsi Banten. Metode yang digunakan diantaranya adalah observasi dan sosialisasi dengan bantuan pedoman wawancara. Hasil yang didapatkan bahwa tantangan yang hadapi produsen menjadi pelajaran yang didapat ke dalam inisiatif inklusi digital, yang memungkinkan untuk mengatasi hambatan dan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman yang mendalam tentang masyarakat yang dilayani adalah kunci untuk mengembangkan strategi yang efektif yang mendorong akses yang adil, literasi digital, dan peluang untuk inklusi digital sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta dapat mengembangkan inovasi, kreatifitas maupun kualitas usaha yang dimilikinya yang dapat memberikan nilai jual dan nilai saing untuk meningkatkan usahanya. Demikian pelaku UMKM diharapkan dapat mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan usaha melalui media digital, salah satunya adalah media social sehingga UMKM yang ada di desa Sukaratu Kecamatan Cikeusal dapat ditingkatkan dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat desa.
Pemberdayaan Pokdarwis Macan Ketawa dalam Pengembangan Wellness Tourism di Desa Wisata Padarincang Umam, Chotibul; Yuslistyari, Eka Indah; Asfia, Fida; Ferial, Linardita; Syamiyah, Najah; Larasati, Cipta Restu; Aeni, Vina Nurul
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1224

Abstract

Perkembangan wellness tourism di Indonesia menunjukkan tren yang positif dan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan kebutuhan akan liburan yang tidak hanya memberikan relaksasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan daya tarik wellness tourism di Desa Padarincang. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) yang berlokasi di Desa Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Hasil pelatihan terkait pengembangan potensi-potensi yang bisa dikembangkan melalui pembuatan paket wisata wellness tourism, dimana keberlanjutan program paket wisata wellness tourism di desa wisata sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan wisatawan, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Keberhasilan Program Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) di Desa Wisata Padarincang menunjukkan bahwa mitra Pokdarwis Macan Ketawa telah berhasil dalam menciptakan produk paket wisata wellness tourism dan mempromosikan produk wisata mereka melalui media digital. The development of wellness tourism in Indonesia has shown a positive trend and has continued to increase in recent years with increasing public awareness of the importance of a healthy lifestyle and the need for a vacation that not only provides relaxation, but also improves physical and mental well-being. The activity aims to develop the appeal of wellness tourism in Padarincang village. The community service method applied is Community-Based Participatory Research (CBPR) which is located in Padarincang Village, Serang Regency-Banten Province. The results of the training related to the development of potentials that can be developed through the creation of wellness tourism tour packages, where the sustainability of the wellness tourism tour package program in tourist villages is very important to maintain a balance between tourist needs, environmental conservation, and the welfare of local communities. The success of the Community Service Activity Program (PkM) in Padarincang Tourism Village shows that Pokdarwis Macan Ketawa partners have succeeded in creating wellness tourism tour package products and promoting their tourism products through digital media.