Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI DESA SEMAMPIR, KRAKSAAN, PROBOLINGGO Debby Adelita Febrianti Purnamasari; Endah Tri Wisudaningsih
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 1 No 2 (2020): VOLUME 1 NUMBER 2 (2020) DESEMBER
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.205 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v1i2.525

Abstract

Good or bad experiences that children get can occur because of the surrounding environment. Agood environment will also provide good experiences for children. Conversely, if theenvironmental conditions around the child are not good, the experience the child gets will beless good. The aim of this study is to first identify the environment around children, namely thehome and preschool environment. The second, to identify the child's social emotionaldevelopment. The third, to identify the role of the environment for children's social emotionaldevelopment. The approach used in this research is qualitative phenomenology. The survey wascarried out on the environment and experiences of the child. The result of this research is thatthe environment around the child, such as the family environment and the school environment,has an important role in the social emotional development of children. A good familyenvironment and a conducive school environment can create children with good socialemotional development. An unfavorable environment and a less conducive school environmentcan create children with poor social emotional development as well.Keywords: Environment, Social Emotional Development
THE INFLUENCE OF STUDENTS’ EDUCATIONAL BACKGROUND AND MOTIVATION IN TAKING RELIGIOUS DEPARTMENT ON THEIR ISLAMIC EDUCATION LEARNING ACHIEVEMENTS Nurul Qomariyah; Endah Tri Wisudaningsih
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 2 No 1 (2021): VOLUME 2 NUMBER 1 (2021) APRIL
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.833 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v2i1.589

Abstract

This study aims to: (1) determine the effect of the educational background of students majoring in religion on the learning achievement of Islamic religious education students of class XI Religion MAN 2 Kota Probolinggo, (2) determine the effect of student motivation in taking religious education. The Department of Islamic Religious Education in class XI Religion MAN 2 Probolinggo City, (3) knows how the influence of educational background and student motivation in taking the Department of Religion on the learning achievement of Islamic Religious Education students of class XI Religion MAN 2 Kota Probolinggo This research uses a descriptive quantitative approach. The population is students of the Department of Religion, MAN 2, Probolinggo City. The method used was purposive sampling. The research sample was 31 students of class XI Religion. Data collection was carried out using questionnaires, interviews, and documentation. To determine the effect of background and motivation to take a major in religion on learning achievement of Islamic Religious Education in class XI of Religion MAN 2 in Probolinggo City, researchers used multiple linear regression analysis. The t test and f test were analyzed using SPSS 21 for Windows software. The results showed that: (1) The educational background of the students had no effect on the learning achievement of Islamic Religious Education in class XI of Religion MAN 2 in Probolinggo City. This is indicated by t arithmetic <t table = 1.873 <2.048 and a significance level of 0.072> 0.05, (2) Student motivation in joining the department has an effect on the learning achievement of Islamic Religious Education. This is indicated by t count> t table = 2.546> 2.048 and a significance level of 0.017 <0.05, (3). Both of these variables simultaneously affect their Islamic education learning achievement. This is indicated by f count> f table = 4.918> 3.33 and a significance level of 0.015 <0.05. Furthermore, the results showed that the influence of the independent variables, student background and motivation to take the department of religion, on the dependent variable, learning achievement in Islamic education, showed a coefficient of determination (R2) of 0.260 or 26.0%. Keywords: Educational Background, Motivation in Taking Religious Department, Islamic Education Learning Achievement.
Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Suko Seneng krucil Raidatul Jannah; Endah Tri Wisudaningsih; Arifia Retna Yunita
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.232 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5592

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Maka kepala madrasah bertugas membimbing dan memberikan pengawasan terhadap guru. Peningkatan profesionalisme guru ini akan lebih berhasil apabila dilakukan oleh guru dengan kemampuan dan usaha-usaha mereka sendiri. Namun sering kali guru masih memerlukan bantuan orang lain karena mereka belum memahami jenis prosedur dan mekanisme memperoleh berbagai sumber yang sangat diperlukan dalam usaha meningkatkan kemampuannya. Disinilah diperlukan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Darul Ulum Suko Seneng Krucil Probolinggo. Dalam artikel ini peniliti memilih penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan melalui display data, reduksi data,verifikasi data,Menetapkan keabsahan data menggunakan credibility yang mencangkup perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, kecukupan refrensial, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Guru-guru MI Darul Ulum telah mengaktualisasikan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial walaupun masih ada guru-guru yang tidak maksimal. Tipe kepala madrasah ialah karismatik dan demokratis. Usaha kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru antara lain: mengikut sertakan guru dalam pelatihan-pelatihan, kedisiplinan, pengawasan, memberikan wawasan baru dan memberikan contoh yang baik. Faktor pendukung anatara lain: adanya fasilitas-fasiltas yang memadai, motivasi dan reward. Faktor penghambat antara lain: ketidak cukupan finansial, guru-guru sendiri yang enggan mengembangkan potensinya menjadi lebih baik dan kurangnya waktu dari kepala madrasah sendiri.
Manajemen Strategi Pembelajaran Blended Learning dalam Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) di MIN 2 Probolinggo Anis Srifa Ambami; Endah Triwisudaningsih; Nanang Qosim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.542 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5886

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh pada kehidupan manusia tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Agar memutus rantai penularan virus COVID-19 pemerintah memberikan kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, kebijakan itu tidak berlaku keseluruh daerah. Wilayah yang tercantum zona hijau diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) namun secara terbatas dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Salah satu strategi yang dilakukan MIN 2 Pobolinggo yakni dengan menggunakan model pembelajaran blended learning yang mana menggunakan pembelajaran online dan pembelajaran tatap muka (PTM). Pentinganya manajemen pembelajaran blended learning di masa New Normal merupakan satu komponen pendidikan yang sangat penting karena yang menjadi input, proses dan output adalah peserta didik. Dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan strategi pembelajaran blended learning dalam pertemuan tatap muka terbatas di MIN 2 Probolinggo. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh yakni melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahap perencanaan, MIN 2 Probolinggo menyiapkan kurikulum darurat dengan mengunakan kurikulum khusus COVID-19 dan menyiapkan sarana dan prasarana. Pada tahap pelaksanaan MIN 2 Probolinggo membentuk sift belajar dan membagi siswa 50% dari kapasitas ruangan. Dalam pembelajaran tatap muka diadakan 2 jam setiap pertemuan. Dalam pembelajaran online MIN 2 Probolinggo menggunakan aplikasi whattsap dan zoom meeting.
Manajemen Program Tahfidz menggunakan Metode Ummi di MA Plus Al-Mashduqiah Patokan Kraksaan Probolinggo Mukhlis Rahmatullah; Endah Tri Wisudaningsih; M. Fuad Badruddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.556 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5939

Abstract

Penelitian ini mengkaji lebih mendalam tentang manajemen program tahfidz menggunakan Metode Ummi di MA Plus Al-Mashduqiah, dengan mengkaji manajemen tersebut, peserta didik, kita dan para Guru akan mengetahui dan memahami bagaimana perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran tahfidz menggunakan metode ummi yang sudah ada untuk dikembangkan dan untuk menciptakan penelaahan Al-Qur’an yang lebih baik.Mengingat pentingnya mengkaji, maka dalam penelitian ini memunculkan rumusan masalah : 1. Bagaimana perencanaan program tahfidz menerapkan Metode Ummi dengan pengkajian Al-Qur’an di MA Plus Al-Mashduqiah. 2. Bagaimana Implementasi Program Tahfidz Menggunakan Metode UMMI dalam Mempelajari Alquran di MA Plus Al-Mashduqiah, sedangkan metode UMMI juga memiliki 4 fungsi dalam perencanaan dan implementasi, yaitu dengan memilih pembina atau pengajar, untuk mengikuti pelatihan selama penugasan atau pelatihan, serta menyediakan keperluannya selama masa pelatihan dan pembinaan. Dan juga tahapan pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar metode ummi dilaksanakan setelah sholat shubuh, dhuha dan setelah sholat maghrib yang dilaksanakan rutin dan menjadi kegiatan harian. Menurut analisis data yang saya peroleh, peneliti menggunakan pendekatan strategi penelitian kualitatif, penerapan teknik akumulasi data yaitu dengan pengamatan, konsultasi dan pengarsipan. Dalam studi ini, penulis ingin tahu langsung dengan turun langsung ke lokasi untuk memantau dan memperhatikan perencanaan dan implementasi belajar Alquran, khususnya program Tahfidz menggunakan metode UMMI di MA Plus Al-Mashduqiah saya.
Pendidikan Remaja Perspektif Al-Qur’an Studi Analisa Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Tahapan Pendidikan Azkalakum Zakiyullah; Endah Tri Wisudaningsih; Salamah Eka Susanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.182 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6052

Abstract

Anak adalah sebagai cerminan orang tua, bila anak tersebut sukses dan berakhlaqul karimah, maka di situlah peran seorang tua sukses mendidik anaknya dalam beretika / berakhlaqul karimah. Disebut manusia yang layak karena manusia tersebut berakhlak, dan akhlak merupakan pondasi dasar sebuah pembentukan karakter, sehingga di masyarakat seseorang yang didahulukan adalah akhlaknya. Seseorang meskipun nilai akademiknya tinggi dan titel perguruannya tinggi, tidak ada gunaya jika tidak berakhlakul karimah, semua tidak bernilai jika tanpa adanya Akhlak. Masa yang memeiliki egisentris yang tinggi adalah masa yang mana selalu berkeinginan untuk menjadi diri sendiri. Inilah yang menjadikan dirinya terjerumus kepada hal positif dan negatif. Terdapat pilihan atau jalan hidup masing-masing, yang merasa dirinya bisa mengatur jalan hidupnya sendiri. Dalam pendidikan terdapat beberapa fase-fase yang perlu dilaksanakan. Dan yang di jelaskan secara terperinci sesuai tahapan Al-Qur’an. Yang pertama konsep pendidikan adalah tentang keimanan atau ketauhidan, berbakti kepada orang tua, akhlaqul karimah.
Analisis Implementasi Rescheduling Nasabah Wanprestasi Pada Pembiayaan Murabahah Di Lkm Syariah Usaha Mulia Probolinggo Chairul Hermawan; Endah Tri Wisudaningsih; Nuntufa Nuntufa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.078 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6081

Abstract

Rescheduling adalah penjadwalan kembali yang meyangkut jadwal pembayaran dan jangka waktu angsuran, baik dalam perubahan besarnya angsuran maupun tidak. Didalam PBI No. 13/9/PBI/2011 tentang perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 10/18/PBI/2008 tentang Restrukturisasi Pembiayaan Bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, penjadwalan kembali (rescheduling) yaitu perubahan jadwal pembayaran kewajiban nasabah atau jangka waktunya. Sedangkan pembiayaan diartikan sebagai pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri atau lembaga. Dengan kata lain, pembiayaan adalah pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan. Pembiayaan juga merupakan tagihan berupa uang atau tagihan lainnya yang diukur dengan nilai uang berdasarkan kesepakatan antara bank (kreditur) dengan nasabah penerima kredit (debitur) dengan kelebihan pengembalian sebagai imbalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa saja faktor-faktor terjadinya nasabah wanprestasi pada pembiayaan murabahah di LKM Syariah Usaha Mulia ? (2) Bagaimana implementasi Rescheduling terhadap nasabah wanprestasi pada pembiayaan murabahah di LKM Syariah Usaha Mulia ?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Faktor-faktor terjadinya nasabah wanprestasi pada pembiayaan murabahah di LKM Syariah Usaha Mulia dikarenakan dua faktor yaitu faktor intermal dan faktor eksternal. Dalam pelaksanaan rescheduling pihak LKM akan melakukan servei ulang kepada nasabah yang telah mengajukan permohonan reshceduling, mencari tahu penyebab nasabah melakukan wanprestasi. Kata Kunci: analisis, implementasi, rescheduling, nasabah wanprestasi, pembiayaan murabahah
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER KEMANDIRIAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG Mohammad Fadil Muktasim Billah; Endah Tri Wisudaningsih; Roby Firmandil Diharjo
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i2.9961

Abstract

Abstrak: Lembaga pendidikan merupakan sebuah prasarana yang menjadi pendukung untuk menciptakan budi pekerti yang baik. Pendidikan karakter salah satu usaha untuk meningkatkan perilaku, etika, tanggung jawab dan sifat peduli sosial dengan melaksanakan nilai-nilai kemanusia. Sistem pendidikan di Indonesia salah satunya pendidikan karakter. Karena pendidikan ini sudah berdiri sejak lama dan menjadi bagian penting dalam visi misi dan tujuan pendidikan nasional. Dalam era modern ini urgensi pendidikan karakter mulai membuming atas berbagai masalah/problematika yang terjadi di Indonesia saat ini seperti masalah, kekerasan, tawuran, korupsi dan pergaulan bebas. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif, di mana penelitian ini memperlukan pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan pendidikan karakter kemandirian dan kepedulian sosial yaitu dalam bentuk kegiatan seperti pengajian kitab, membersihkan halaman, dan sekolah madrasah diniyah di pondok pesantren zainul hasan genggong. Santri diwajibkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pondok agar santri bisa mengamalkan dan mempraktikan kegiatan-kegiatan yang sudah diterapkan di pondok pesantren. Tujuan adanya kegiatan-kegiatan di pondok agar santri mampu menerapkan pendidikan karakter kemandirian dan kepedulian sosial di pondok terutama ketika terjun ke masyarakat.Abstract: Educational institutions are an infrastructure that supports to create good character. Character education is one of the efforts to improve behavior, ethics, responsibility and social care by implementing human values. One of the education systems in Indonesia is character education. Because this education has been established for a long time and is an important part of the vision, mission and national education. In this modern era, the urgency of character education begins to boom over various problems/problems that occur in Indonesia today such as problems, violence, brawls, corruption and promiscuity. In this study the researchers used qualitative research, where this study requires data collection such as observations, interviews and documentation. The results of this study are the application of self-reliance character education and social care in the form of activities such as recitation of books, cleaning the yard, and madrasah diniyah schools at the Zainul Hasan Genggong Islamic Boarding School. Santri are required to take part in boarding activities so that students can practice and practice the activities implemented in Islamic boarding schools. The purpose of the activities in the boarding school is so that students are able to apply independence education and social awareness in the cottage, especially when entering the community.
An Analysis of Students’ Error in Writing Recount Text (A Case Study in The Second Grade Students of MA Sunan Ampel Kamal Kuning-Krejengan) Ummi Azizah; Endah Tri Wisudaningsih; Beny Hamdani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.423 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2553

Abstract

Abstract An analysis on the students’ error in writing recount text. The purpose of this research is to identify and classify the types of errors, and the factors that cause errors. There are two objectives of this study; 1. To find out the types of errors made by students in writing recount texts. 2. To detect the causes of errors made by students. The method used in this research is descriptive qualitative with case study research design. Researchers used data collection procedures through observation, interviews, and documentation. The subjects in this research were the second grade students at MA Sunan Ampel Kamalkuning-Krejengan, which consisted of 32 students in one class. The results of this research indicate that the most frequent errors when making recount texts are grammatical errors, especially in the use of tenses, in recount texts using the simple past tense and they make a lot of errors and are fooled when using verb-2 such as the word “go” which should change to “went”, “visit” to “visited”, “stay” to “stayed”, “meet” to “met” because of the past tense. Some students also made errors in the structure of the recount text series, namely orientation, events, and re-orientation in that section, and students also make errors in writing or producing vocabulary, for example “Friend” becomes “frend”, “Last” becomes “lass”, “Week” becomes “wiik/weak/wit”, “Then” becomes “dhen”. In addition, there are several factors that cause errors made by students, namely carelessness or carelessness, first language disorders, and translation. Keywords: Errors Analysis, Recount Text Writing
Pembentukan Akhlakul Karimah Melalui Metode Uswah Hasanah Di Madrasah Tsanawiyah Muhammad Shodiq Desa Sumberduren Nisan Nisan; Endah Tri Wisudaningsih; Nur Fatimah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7227

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Muhammad Shodiq Desa Sumberdurenini yang dilatar belakangi oleh pentingnya sikap siswa yang masih labil dan rentan dengan pengaruh luar, yang mengharuskan guru untuk memberikan contoh yang baik seperti tawadhu’, kasih sayang, tolong menolong. Dengan harapan, siswa mampu memunculkan uswah hasanah melalui apa yang dicontohkan oleh guru. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana pembentukan akhlak tawadhu’ melalui metode uswah hasanah di Madrasah Tsanawiyah Muhammad Shodiq Desa Sumberduren 2) Bagaimana pembentukan akhlak tolong menolong melalui metode uswah hasanah di Madrasah Tsanawiyah Muhammad Shodiq Desa Sumberduren 3) Apa faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam pembentukan akhlakul karimah pada siswa di MTs Muhammad Shodiq Sumberduren. Penelitian ini menggunakan kualitatifdeskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, , wawancara, dokumentasi. Analisis data peneliti menggunakan beberapa langkah seperti mreduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mengecek keabsahandata menggunakan perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi, triangulasi, dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil dari penelitian ini diantaranya, 1) guru mencontohkan tawadhu’ melalui kebiasaan apabila bertemu dengan guru lain atau atasan, guru mencontohkan tawadhu’ dengan selalu menghargai pendapat orang lain agar merasa bukan yang terbaik, guru juga mencontohkan melalui spiritual dengan mengajak untuk sholat berjamaah. 2) Penerapan metode uswah hasanah dalam membentuk sikap tolong menolong, guru melakukan kunjungan atau menjenguk siswa yang sakit dan terkena musibah, guru melaksanakan tugas dan taat dengan peraturan sekolah maupun agama untuk mencontohkan rasa tanggung jawab kepada siswa. Dan diantara faktor pendukungnya adalah: 1) Adanya kesadaran dalam diri siswa, 2) Teladan dalam diri guru, 3) Kerja sama dan dukungan orang tua, 4)Sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambatnya adalah, 1) Penyalah gunaan gadget, 2) Lingkungan siswa, 3) Latar belakang yang berbeda, 4) Terbatasnya pengawasan pihak sekolah.