Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Uji Organoleptik Hasil Blending Kopi Robusta(Coffea Canephora) Dan Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Berbagai Komposisi Terhadap Karakteristik Sensori Kopi Aurel Vymanda Vahreza; Anni Nuraisyah; Triono Bambang Irawan; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.95-101

Abstract

Kebiasaan minum kopi sudah menjadi budaya yang tidak lepas bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 4 jenis kelompok kopi yang dikenal di Indonesia. Kopi robusta (Coffea canephora) dikenal dengan cita rasanya yang kuat dan tingkat kafein yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabika (Coffea arabica). Sebaliknya kopi arabika sering dikenal dengan rasa yang lebih lembut dan memiliki beragam aroma yang khas. Keunikan rasa dan karakteristik kopi ini membuat kombinasi keduanya (Blending) dilakukan untuk mendapatkan cita rasa yang cocok di berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi blending kopi Robusta Java Argopuro Jember dan Arabika Hyang Argopuro untuk mendapatkan cita rasa kopi berdasarkan tingkat kesukaan panelis yang dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari 2023 di kedai kopi Jember. Rancangan percobaan yangdigunakan untuk enelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non -Faktorial dengan 4 perlakuan dan 50 ulangan (50 panelis) dengan perlakuan :P1 = 50 % Kopi Robusta : 50 % Kopi Arabika; P2 = 60 % Kopi Robusta : 40 % Kopi Arabika; P3 = 70 % Kopi Robusta : 30 % Kopi Arabika; P4 = 80 % Kopi Robusta : 20 % kopi Arabika. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pencampuran (Blending) berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa.
Pengaruh Fermentasi Ekstrak Keong Mas (Pomacea canaliculate L.) dalam Effective Microorganism 4 (EM4) Terhadap Kadar NPK, Asam Amino dan Fitohormon Rahmawati Rahmawati; Sepdian Luri Asmono; Suharjono Suharjono; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 4 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i4.3376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar NPK, asam amino dan fitohormon pada ekstrak keong mas yang difermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganism 4). Penelitian ini dilakukan dengan cara menambahkan EM4 aktif yang terdiri dari 6 level konsentrasi (0%; 5%; 10%; 15%; 20%; 25%) dan air gula ke dalam reaktor yang berisi ekstrak keong mas. Proses fermentasi dilakukakan selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel pada hari ke 0 dan hari ke 14 untuk dianalisis kandungan hara makro yang terdiri dari N-total, P2O5 dan K2O, kandungan asam amino dan fitohormon dengan metode Kjeldhal dan LCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar N-total dan Kalium berbeda sangat nyata, dimana terjadi penurunan kadar N total dari ekstrak keong mas pada beberapa konsentrasi EM4 aktif selama proses fermentasi, kandungan Nitrogen paling tinggi terdeteksi pada fermentasi tanpa EM4 (0%), yaitu sebesar 1,766 % (v/v). Kadar Nitrogen paling kecil pada fermentasi menggunakan 25% EM4 aktif yaitu sebesar 1,474%. Sedangkan kandungan fosfor tidak mengalami penurunan kadar secara signifikan selama fermentasi 14 hari pada semua perlakuan. Semakin bertambahnya konsentrasi EM4 aktif, terjadi penurunan pada 12 jenis asam amino dari ekstrak keong mas segar. Kandungan Sitokinin dan Giberelin tidak teridentifikasi, sedangkan IAA (Indole asetic acid) terjadi peningkatan selama proses fermentasi 14 hari pada semua perlakuan.
Pengaruh Pupuk Cair Dan Kompos Limbah Kulit Kopi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex Froehner) Fitri Krismiratsih; Nisa Budi Arifiana; Aulia Brilliantina; Prayitno Prayitno; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 02 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v26i02.6803

Abstract

Kopi merupakan komoditas unggulan di Indonesia dengan tren peningkatan luas areal perkebunan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini diikuti oleh kebutuhan bibit kopi bermutu yang semakin besar. Selain itu, limbah kulit kopi dari sentra pengolahan kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan pupuk cair. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak pemberian kompos limbah kulit kopi dan pupuk cair kulit kopi terhadap pertumbuhan pembibitan kopi Robusta. Pelaksanaan penelitian di kebun pembibitan Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember pada November 2022–Maret 2023. Penelitian menggunakan RAK factorial, terdiri dua faktor yaitu faktor pertama komposisi kompos limbah kulit kopi (M) yaitu 30% (M1), 50% (M2), dan 70% (M3); dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair kulit kopi (P) yaitu 100 mL/L (P1), 200  mL/L (P2), dan 300  mL/L (3) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, klorofil daun, jumlah daun dan volume akar. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil  penelitian menunjukkan perlakuan tunggal M3 memberikan perlakuan terbaik terhadap tinggi tanaman bulan ke 2; dan perlakuan tunggal M2 dan M1 menghasilkan nilai klorofil daun tertinggi pada bulan yang sama.  Pemberian kompos limbah kulit kopi dan pupuk cair kulit kopi tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel pengamatan lainnya.
Aplikasi Teknologi PGPR Akar Kopi Untuk Peningkatan Produksi dan Kualitas Kopi Robusta Berkelanjutan di TeFa Pembibitan Politeknik Negeri Jember Rahmawati Rahmawati; Triono Bambang Irawan; Titien Fatimah; Irma Wardati; Anni Nuraisyah; Asep Samsudin; Nisa Budi Arifiana
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v5i1.70

Abstract

Tanaman Kopi Robusta di TeFa (Teaching Factory) Pembibitan Politeknik Negeri Jember (Polije) terdiri dari berbagai varietas klon antara lain: BP 42, BP 358, BP409, BP 543, BP 936, SA 237, BGN 471, BP 308. Selain dimanfaatkan untuk pengenalan, klon kopi juga dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum mahasiswa di Jurusan Produksi Pertanian Polije. Produksi kopi per pohon di TeFa Pembibitan sangat rendah (rata rata 250 gram/pohon). Rendahnya produksi kopi disebabkan rendahnya karbon organik tanah (< 2 %), rendahnya populasi bakteri tanah, belum diterapkannya GAP manajemen cabang produksi, dosis pupuk yang diberikan rendah karena harga pupuk kimia non subsidi sangat mahal, kualitas biji kopi rendah, mitra belum mengenal pemanfaatan bakteri dekomposer dan bakteri akar kopi, belum dikenalkannya rorak kopi sebagai kolam nutrisi tanaman. Tahapan pelaksanaan pengabdian diawali dengan koordinasi dan persiapan, pembuatan rorak di tajuk tanaman kopi, bimtek pembuatan bakteri dekomposer, bakteri akar kopi, perbanyakan bakteri dekomposer dan bakteri akar kopi, selanjutnya aplikasi dekomposer dalam rorak tanaman kopi, aplikasi bakteri akar kopi, penerapan GAP manajemen cabang produksi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian antara lain: Mitra memperoleh tambahan pengetahuan dan kegunaan aplikasi teknologi PGPR di lahan budidaya kopi untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi kopi, Mitra dapat melakukan pembuatan rorak yang berisi seresah bercampur dekomposer yang berguna sebagai kolam nutrisi tanaman kopi serta pemupukan hayati melalui aplikasi bakteri akar kopi, mitra juga dapat menerapkan GAP manajemen cabang produksi agar jumlah cabang produksi meningkat, jumlah dompolan meningkat, menurunnya biji kopi berkeping satu dan produksi biji kopi (green bean) meningkat.
Pengaruh Pemberian Konsentrasi Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cenning Alessandro Sefiando; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/3cs6b192

Abstract

Pendahuluan. Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan dibidang perkebunan yang diutamakan untuk kebutuhan konsumsi yaitu berupa gula pasir. Namun luas lahan dan produktivitasnya selalu mengalami fluktasi dan kebutuhan ekspor gula selalu meningkat. Maka dari itu perlu adanya perhatian terhadap komoditas tebu terutama pada penyediaan bibit yang unggul dan berkualitas. Pemberian asam amino merupakan salah satu usaha untuk memaksimalkan kualitas bibit di pembibitan tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik dalam pemberian asam amino terhadap pertumbuhan bibit tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cenning. Metode Pengumpulan Data. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 4 taraf perlakuan konsentrasi asam amino yaitu P0 = 0ml/L, P1 = 5ml/L, P2 = 10ml/L, P3 = 15ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan sehingga memperoleh 24 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika dari hasil analisa sidik ragam menunjukan  perlakuan berbeda nyata (signifikan) maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf signifikan 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian asam amino dengan konsentrasi 10 ml/L memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan jumlah daun (40,17 helai), jumlah anakan (6,83), dan berat kering tajuk (26,13 gram). Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh Pemberian Konsentrasi Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cenning dapat disimpulkan bahwa pemberian asam amino dapat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tebu.
Pengaruh Ekstrak Lidah Buaya dan Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Setek Kopi Robusta (Coffea robusta Pierre) Aulia Formatika Sari; Nisa Budi Arifiana; Titien Fatimah; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/drtakt51

Abstract

Pendahuluan. Kopi sebagai salah satu hasil tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penyumbang devisa negara selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan. Penurunan luasan lahan dan penggunaan bibit hasil perbanyakan generatif yang pertumbuhannya tidak seragam berpengaruh pada produktifitas kopi. Perbanyakan kopi dengan setek merupakan salah satu alternatif. Pemberian ZPT alami digunakan untuk membantu proses perkembangan dan pertumbuhan organ. Lidah buaya dan bawang merah yang mengandung hormon auksin dan giberelin dapat merangsang pertumbuhan sel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan terbaik setek kopi robusta pada pemberian ekstrak lidah buaya, bawang merah, dan kombinasi ekstrak lidah buaya dan bawang merah. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor: Ekstrak Lidah Buaya (0%, 10%, 20%, dan 30%) dan Ekstrak Bawang Merah (0%, 10%, 20%, dan 30%). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 2 ulangan. Parameter yang digunakan yaitu persentase setek jadi, tinggi tunas, jumlah daun, panjang akar, berat basah akar, dan berat kering brangkasan. Hasil dan Diskusi. Ekstrak lidah buaya konsentrasi 20% berpengaruh nyata pada parameter panjang batang 16 MST dan tidak memberikan pengaruh terhadap parameter lainnya. Ekstrak bawang merah memberikan hasil berbeda tidak nyata pada seluruh parameter. Perlakuan interaksi ekstrak lidah buaya 0% dan ekstrak bawang merah 10% memberikan hasil terbaik dengan konsentrasi terkecil pada parameter panjang batang dan berat kering brangkasan. Simpulan. Ekstrak lidah buaya konsentrasi 20% berpengaruh nyata pada parameter tinggi tunas 16 MST.
CHARACTERISTICS OF GOLDEN APPLE SNAIL BIOSTIMULANTS AND AGRONOMIC EFFECTIVENESS TESTS ON THE COFFEE SEEDLINGS Sepdian Luri Asmono; Rahmawati; Nisa Budi Arifiana; Dyah Nuning Erawati; Nurul Sjamsijah; N. Bambang Eko Sulistyono
BIOTROPIA Vol. 33 No. 3 (2026): BIOTROPIA Vol. 33 No. 3 September 2026
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2026.33.3.2466

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- Golden apple snail extract was successfully developed into a biostimulant containing NPK nutrients, 12 amino acids, and indole-3-acetic acid (IAA).- The biostimulant significantly enhanced coffee seedling growth, including plant height, root length, leaf area, chlorophyll content, and biomass.- Golden apple snail biostimulant achieved the highest Relative Agronomic Effectiveness (RAE) of 104%, outperforming conventional NPK fertilization.- Formulation without EM4 retained higher concentrations of macronutrients and amino acids, whereas EM4 supplementation increased IAA production.- Utilizing an invasive golden apple snail as a plant biostimulant provides a sustainable alternative to inorganic fertilizers for coffee nurseries. ABSTRACTThe use of Golden Apple Snail (GAS), an invasive species, as a potential biostimulant source represents an innovation, particularly in sustainable agriculture and waste management. Therefore, this study aimed to determine the biochemical characteristics of GAS and assess its effectiveness on coffee seedling growth. The first test, detecting biochemical characteristics, was conducted using two formulations, i.e., 1) Formulation 1 = 1,000 g of fresh whole GAS extract + 500 g of sugar and 2) Formulation 2 = 750 g of fresh whole GAS extract + 500 g of sugar + 125 mL of EM 4. The results of the 14-day fermentation showed the presence of nutrients N, P, K, 12 amino acids, and phytohormones. Formulation 1 had a total amount of N-Total (1.76%), P2O5 (0.18%) and K2O (0.29%) and a higher amino acid content than those in Formulation 2. In phytohormone detection, IAA was present in both formulations. The results of this test were used for further tests on the growth of Robusta coffee seedlings. The second test of agronomic effectiveness was carried out using a Randomized Block Design, with 6 types of fertilization treatments: 1) Control (Without GAS and NPK Biostimulants); 2) GAS Biostimulant 50 mL/L; 3) GAS Biostimulant 50 mL/L + ½ dose of NPK; 4) 0.5 g Urea + 1 g TSP + 1 g KCL; 5) GAS Biostimulant 50 mL/L + Full NPK Dose; 6) 1 g Urea + 2 g TSP + 2 g KCL. Each treatment was divided into 3 groups having two plants in each group. Observation data at the age of 4 months were tested using ANOVA and showed that there were significant differences in all morphological observation variables, including plant height, root length, number of leaves, chlorophyll content, leaf area, fresh weight, and dry weight or biomass. Based on the dry weight data, a Relative Agronomic Effectiveness (RAE) test was also conducted, which showed that the GAS Biostimulant treatment produced the highest RAE value, namely 104%, compared to the use of NPK fertilizer, showing agronomic effectiveness of GAS Biostimulant as an alternative to inorganic fertilizers in coffee nurseries.