Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERENCANAAN PULANG MODEL LIMA Eka Yulia Fitri; Herliawati; Dian Wahyuni
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v3i2.84

Abstract

Discharge planning is a routine activity in the health care system. However, the implementation of discharge planning has not been done optimally. Generally, implementation of discharge planning in the hospital only as patient’s resume records and lack of information about the patient’s control schedule, medications, and diet after the patient is discharge from the hospital. Effective implementation of discharge planning is expected to reduce the negative impact of health conditions that require continuous care and can increase patient and family satisfaction with health care delivery system. The aims of this study was to determine the effect of the development of LIMA discharge planning model on the implementation of discharge planning carried out by nurses.The study design was a quasi-experiment which aims to develop and test effectivenesss of the LIMA discharge planning model. The sample in this study were 24 nurses at Hospital X in Palembang. The instrument used in this study was developed based on literatures and journal review. Data were analyzed using paired t-test to assess the knowledge of nurses and Wilcoxon test to assess the implementation of discharge planning conducted by nurses with a level of significance of 95% (alpha = 0.05).There was a significant effect on the LIMA discharge planning model on the implementation of discharge planning carried out by nurses at Hospital X Palembang. The LIMA discharge planning model can help nurses in making plan of discharges for patients and families so that the implementation of discharge planning can be conducted in accordance with the standards and can ensure continuity of care for patients after being discharge.
DUKUNGAN KELUARGA PRA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN INDRALAYA MULYA Rike Angshera; Fuji Rahmawati; Eka Yulia Fitri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang mematikan di dunia yang dapat menyerang siapa saja dan meningkat seiring bertambahnya usia. Secara keseluruhan penyakit hipertensi mencapai 40% pada usia 25 tahun ke atas. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kepatuhan pasien dalam menjalankan proses perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan keluarga pada pra lansia yang menderita hipertensi di Kelurahan Indralaya Mulya. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 32 orang pra lansia hipertensi yang telah memenuhi kriteria inklusi di Kelurahan Indralaya Mulya dan diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil uji statistik univariat pada aplikasi komputer menunjukkan bahwa dukungan keluarga pra lansia yang menderita hipertensi di Kelurahan Indralaya Mulya sudah baik (62,5%). Dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh pra lansia yang menderita penyakit hipertensi karena keluarga merupakan support system utama sebagai orang yang paling dekat dengan pra lansia. Perawat dapat memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya memberikan dukungan kepada pra lansia yang menderita hipertensi agar kualitas hidup pra lansia dapat meningkat. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Pra Lansia, Hipertensi
WEBSITE www.yokpeduli.xyz MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN MENGENAI NYERI KANKER DI UPT KLINIK KESEHATAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Dian Wahyuni; Hikayati Hikayati; Dhona Andhini; Khoirul Latifin; Karolin Adhisty; Eka Yulia Fitri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian penyakit kanker, jumlahnya cenderung mengalami peningkatan. Keluhan nyeri merupakan keluhan dominan yang disampaikan oleh penderita kanker, terutama pada stadium terminal. Oleh karena itu diperlukan pemahaman tentang nyeri kanker bagi masyarakat khususnya tenaga kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan program paliatif kanker dan mengimplementasikan website www.yokpeduli.xyz mengenai manajemen nyeri kanker. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi dan pengembangan yang berupa peningkatan kualitas pelayanan perawatan paliatif di UPT Klinik Kesehatan Universitas Sriwijaya pada pasien dan keluarga dengan keluhan nyeri kanker. Hasil dari kegiatan ini berupa kehadiran peserta kegiatan sebanyak 45 orang, perubahan tingkat pengetahuan peserta tentang nyeri kanker menggunakan paired t-test menunjukan ada perbedaan signifikan antara pretest pengetahuan sebelum diberikan website (mean=1,06; SD=0,250) dan pengetahuan sesudah diberikan website (mean=6; SD=0,001; p<0,001. Simpulan, telah dilakukan kegiatan sosialisasi program paliatif kanker dan implementasi website www.yok.peduli.xyz meningkatkan pengetahuan tenaga Kesehatan mengenai nyeri kanker di UPT. Klinik Kesehatan Universitas Sriwijaya.Kata kunci: nyeri kanker, perawatan paliatif, sosialisasi, pengetahuan.
UJI BEDA KADAR ASAM URAT SETELAH DILAKUKAN TERAPI KOMPLEMENTER SENAM YOGA DAN RENDAM AIR JAHE HANGAT PADA PENDERITA GOUT DI LUBUK BAKUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKJO PALEMBANG Heliawati Herliawati; Eka Yulia Fitri; Martha Mozarta
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.912 KB)

Abstract

Penyakit GOUT/asam urat dapat menimbulkan rasa nyeri terutama pada bagian tubuh ekstremitas atas ataupun bawah sehingga mengakibatkan gangguan untuk berkativitas sehari - hari hal ini dapat menimbulkan angka ketergantungan penderita GOUT/asam urat dalam melakukan kegiatan hidup sehari-hari.atujuan penelitian ini adalah membandingkan dan menganalisa perbedaan kadar asam urat penderita GOUT setelah perlakuan terapi senam yoga dan rendam air jahe hangat. Uji statistikyang digunakan adalah t-test berpasangan dengan nilai kemaknaan P-Value < 0,05 yang berarti ada perbedaan kadar asam urat dan apabila P-Value (P>0,05). dan uji statistik Man Whitney dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian di dapatkan perbedaan penurunan kadar asam urat responden antara perlakuan senam yoga dan rendam kaki air jahe hangat adalah 0,27. Pelaksanaan terapi komplementer senam yoga dan rendam kaki air jahe hangat dapat dilakukan secara kontinyu terus menerus untuk mencegah komplikasi dari penyakit GOUT dan menurunkan kadar asam urat melalui program promosi kesehatan di instansi kesehatan dan menerapkan dalam praktek sehari hari.Kata kunci : GOUT, rendam kaki air jahe hangat, senam yoga
PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION MELALUI MEDIA BUKU PINTAR TERHADAP KOMITMEN PERAWATAN DIRI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Nelia Sari; Eka Yulia Fitri; Dian Wahyuni
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan akan tetapi bisa dikontrol agar tidak terjadi komplikasi. Diperlukan komitmen bagi penderita diabetes melitus untuk bisa mengontrol dan juga melakukan perawatan diri yang baik terhadap diabetes melitus yang dialaminya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan dalam memengaruhi komitmen penderita diabetes melitus yaitu melalui edukasi. Salah satu bentuk edukasi yang dapat diberikan pada klien dengan DM tipe II adalah diabetes self management education (DSME) melalui media buku pintar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diabetes self management education melalui media buku pintar terhadap komitmen perawatan diri penderita diabetes melitus tipe II. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain penelitian pre test-post test with control group. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel yang dilaksanakan pada Juli-Agustus 2020. Hasil uji analisis menggunakan paired ttest dengan tingkat signifikansi α=0,05, didapatkan bahwa p value = 0,000 yang artinya terdapat pengaruh diabetes self management education melalui buku pintar terhadap komitmen perawatan diri penderita diabetes melitus tipe II. Intervensi DSME melalui buku pintar dapat meningkatkan komitmen peawatan diri pada penderita diabetes melitus tipe II, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai metode edukasi penderita diabetes melitus tipe II serta perlu penggunaan media yang lebih kreatif dan menarik menggunakan media berbentuk visual dikombinasikan dengan audio yang dibentuk dalam sebuah buku.Kata kunci: Komitmen, Diabetes Self Management Education, buku pintar, diabetes melitus
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PERAWATAN PALIATIF PERAWAT Eka Yulia Fitri Y; Jum Natosba; Dhona Andhini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.284 KB)

Abstract

Perawatan paliatif adalah bentuk pelayanan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga dari penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan dengan cara identifikasi dini, penilaian yang tertib, penanganan nyeri dan masalah-masalah lain yaitu fisik, psikososial dan spiritual. Perawatan paliatif tidak hanya diberikan ketika pasien berada di rumah, tetapi dapat dilakukan di rumah sakit dimulai ketika pasien terdiagnosa penyakit terminal sampai perawatan menjelang ajal dan berduka bagi keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan perawatan paliatif yang dilakukan oleh perawat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang perawat di RS Bhayangkara Palembang. Hasil penelitian menunjukkan 62% perawat mempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan paliatif, 58% perawat mempunyai sikap yang baik terhadap perawatan paliatif, dan 66% perawat melakukan perawatan paliatif kepada pasien dan keluarga. Pendidikan dan pelatihan tentang perawatan paliatif sangat diperlukan bagi perawat dalam memahami dan menjadi dasar praktik pemberian asuhan keperawatan paliatif kepada pasien dan keluarga.
PENGARUH METODE PURSED LIP BREATHING TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK Azizah Mukromah; Dhona Andhini; Eka Yulia Fitri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.743 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pursed lip breathing tehadap nilaiarus puncak ekspirasi pada pasien PPOK di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Desainpenelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental tanpa menggunakan kelompok kontrol denganrancangan one group pre test-post test. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metodepurposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden yang menjalani rawat jalan diPoliklinik Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan uji tdependen dengan tingkat kemaknaan α=0,05 didapatkan hasil p= 0,001. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa ada pengaruh metode pursed lip breathing terhadap nilai arus puncak ekspirasi pada pasien PPOKdi Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Pemberian pursed lip breathing dapatmeningkatkan nilai arus puncak ekspirasi pada pasien PPOK.Kata Kunci: PPOK, Pursed Lip Breathing, Nilai Arus Puncak Ekspirasi.AbstractThe aim of this study was to know the effect of pursed lip breathing on peak expiratory flow rate of clientswith chronic obstructive pulmonary disease. The study used pre-experimental design without using acontrol group with a one group pre test-post test. Sample method was chosen by using purposivesampling with 18 respondents were participated in the Polyclinic of Lung Hospital South Sumatera. Thisstudy use dependent t-test with the significance level of α= 0,05, it showed that p =0,001. The resultshowed that there was a significant influence method pursed lip breathing to peak flow rate of clients withchronic obstructive pulmonary disease.Key Words: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Pursed Lip Breathing, Peak Expiratory Flow Rate.
EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS (EDS) PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS Dhona Andhini; Eka Yulia Fitri Y; Sigit Purwanto
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.573 KB)

Abstract

Penyakit kronis adalah suatu penyakit menahun yang dapat berlangsung lama dan fatal, penyakit ini diasosiasikan dengan kerusakan atau penurunan fungsi fisik dan mental yang berkepanjangan dan jarang sembuh. Penyakit kronis akan menyebabkan berbagai masalah seperti masalah medis, sosial dan psikologis. Keluhan tentang gangguan tidur dan excessive daytime sleepiness adalah hal yang sering dialami dikalangan pasien dengan penyakit kronis dengan prevalensi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian excessive daytime sleepiness (EDS) pada pasien dengan penyakit kronis. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan besar sampel 76 pasien dengan penyakit kronis. Sebanyak 31.6% pasien dengan penyakit kronis mengalami excessive daytime sleepiness (EDS). Angka kejadian excessive daytime sleepiness pada pasien dengan penyakit kronis tergolong cukup tinggi yaitu sebesar 31.6%.
GAMBARAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING OLEH PERAWAT PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL (RSSN) BUKITTINGGI Mutia Dwi Sagita; Eka Yulia Fitri; Arie Kusumaningrum
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.202 KB)

Abstract

AbstrakStroke merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya tertinggi di dunia. Pasien pasca strokememerlukan perhatian khusus karena masa pemulihannya akan berlangsung lama dan mengalami gejalasisa. Perawat memiliki peranan dalam pemberian asuhan keperawatan yang salah satunya adalahpemberian discharge planning. Discharge planning merupakan indikator penentu keberhasilan pelayanandi rumah sakit. Oleh karena itu discharge planning harus diberikan sejak pasien dirawat untukmeningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga, sehingga mempercepat proses penyembuhan danmengurangi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dischargeplanning oleh perawat pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi. Penelitianini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalampenelitian ini sebanyak 142 perawat pelaksana di RSSN Bukittinggi dengan jumlah sampel 65 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan discharge planning oleh perawat pada tahappengkajian sebesar 63,1% dengan kategori baik dan hasil observasi sebesar 50,8% dengan kategori baik,tahap diagnosa oleh perawat sebesar 66,2% dengan kategori baik, hasil observasi sebesar 98,5% dengankategori baik, tahap perencanaan oleh perawat sebesar 61,5% dengan kategori baik dan hasil observasisebesar 100% dengan kategori baik, tahap implementasi oleh perawat sebesar 58,5% dengan kategori baikdan hasil observasi sebesar 86,2% dengan kategori baik, tahap evaluasi oleh perawat sebesar 73,8%dengan kategori baik dan hasil observasi sebesar 93,8% dengan kategori baik, tahap dokumentasi olehperawat sebesar 95,4% dengan kategori baik dan hasil observasi sebesar 100% dengan kategori baik.Pelaksanaan discharge planning oleh perawat dan tim medis khususnya pada pasien stroke diharapkandapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kualitas hidup pasien stroke.Kata kunci: Discharge plannning, stroke, perawat, rumah sakitAbstractStroke is one of the most prevalent disease in the world. Post Stroke patients need special attentionbecause the recovery period will last long and leaving residual symptoms. Nurses have a role inprovision of Nursing Care, one of which is the provision of discharge planning. Discharge planning is acritical indicator of Hospital service success. Therefore discharge planning should be given sincepatients are treated to improve patient and family knowledge, thereby speeding up the healing processand reducing recurrence. This research aims to knowing the description of discharge planningimplementation by Nurses in Bukittinggi Stroke National Hospital (RSSN). This research usingdescriptive research design with cross sectional design. The population in research as many as 142Associate Nurses in RSSN with the number of samples as 65 respondents. The results of research showedthat the implementation of discharge planning by Nurses at the assessment stage of 63.1% with goodcategory and the observation of 50.8% with good category, the diagnosis by the Nurse of 66.2% withgood category, the observation of 98, 5% with good category, planning stage by Nurse equal to 61,5%with good category and observation result 100% with good category, implementation phase by Nurse58,5% with good category and observation result 86,2% with good category, evaluation phase by Nurseequal to 73,8% with good category and result of observation equal to 93,8% with good category,documentation stage by Nurse equal to 95,4% with good category and observation result 100% with goodcategory. Discharge planning implementation by Nurses medical teams especially to stroke patients toimprove the quality of Nursing care and the quality of life of stroke patients.Keywords: Discharge planning, stroke, nurse, hospital
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Fuji Rahmawati; Angeline Hosana Zefany Tarigan; Eka Yulia Fitri; Indra Prapto Nugroho
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.016 KB)

Abstract

AbstrakGejala sekunder yang biasa dirasakan oleh penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah gangguantidur. Sleep hygiene merupakan suatu latihan atau kebiasaan yang dapat mempengaruhi tidur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Sleep Hygiene terhadap kualitas tidur penderitaDiabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan rancangan korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 29 responden dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Alat ukur menggunakan kuesioner sleephygiene index (SHI) untuk mengukur skor sleep hygiene dan kuesioner Pittsburgh sleep quality index(PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson ProductMoment. Hasil penelitian didapatkan skor rata-rata sleep hygiene adalah 15,79 dan skor rata-rata kualitastidur adalah 9,31. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sleephygiene dengan kualitas tidur penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya (p value =0,017). Diharapkan pada perawat komunitas yang ada di Puskesmas Indralaya yang salah satu perannyasebagai edukator, memasukkan teknik sleep hygiene dalam pendidikan kesehatan yang harus diberikanpada penderita DM tipe 2.Kata Kunci: Sleep hygiene, kualitas tidur, Diabetes Mellitus tipe 2AbstractA secondary symptom that is commonly felt by people with Diabetes Mellitus (DM) type 2 is sleepdisturbance. Sleep hygiene is an exercise or habit that can affect sleep. This study aims to determine thecorrelation between Sleep Hygiene and sleep quality of people with DM type 2 in the working area ofIndralaya Health Center. This study is a quantitative study with a correlational design through a crosssectional approach. The sample in this study amounted to 29 respondents and selected based on inclusioncriteria. Measuring instruments used the sleep hygiene index (SHI) questionnaire to measure sleephygiene scores and the Pittsburgh sleep quality index (PSQI) questionnaire to measure sleep quality.Data were then analyzed using the Pearson Product Moment test. The results showed an average score ofsleep hygiene was 15.79 and the average score of sleep quality was 9.31. The results of the bivariateanalysis showed that there was a significant relationship between sleep hygiene and the sleep quality ofpatients with Type 2 DM in the working area of Indralaya Health Center (p value = 0.017). It isimportant to the community health nurses at Indralaya Health Center, which one of the roles as aneducator, to include sleep hygiene techniques into health education that must be given to the people withtype 2 DM.Keywords: Sleep hygiene, sleep quality, Diabetes Mellitus type 2