Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SYSTEMIC INFLAMMATORY RESPONSE SYNDROME PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI ICU Eka Yulia Fitri Y; Putri Widita Muharyani; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya SIRS pada pasien yang dirawat di ICU dengan cepat dan penatalaksanaan dini yang sesuai pada pasien yang berisiko atau pasien yang berada dalam kondisi kritis dapat membantu mencegah perburukan lebih lanjut dan memaksimalkan kesempatan untuk sembuh.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengansystemic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ruang ICU.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal daridata rekam medis pasien yang dirawat di ICU periode tahun 2016 pada RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan RS Bhayangkara Palembang, berjumlah 31 sampel.Hasil: Hasil penelitian menunjukkansecara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,011), jenis kelamin (p value = 0,009), kasus bedah (p value = 0,029), kasus trauma (p value = 0,033), dan terapi ventilator mekanik (p value = 0,029) dengan kejadian SIRS. Sedangkan faktor skor GCS dan kadar glukosa darah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian SIRS pada pasien yang dirawat di ICU. Simpulan:Pengkajian terhadap usia, jenis kelamin, kasus bedah dan trauma, serta pemantauan terhadap terapi ventilator mekanik sangat perlu dilakukan agar dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami SIRS.
Faktor yang berhubungan dengan systematic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ICU Eka Yulia Fitri Y; Putri Widita Muharyani; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 2 (2017): Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya SIRS pada pasien yang dirawat di ICU dengan cepat dan penatalaksanaan dini yang sesuai pada pasien yang berisiko atau pasien yang berada dalam kondisi kritis dapat membantu mencegah perburukan lebih lanjut dan memaksimalkan kesempatan untuk sembuh.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengan systemic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ruang ICU.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data rekam medis pasien yang dirawat di ICU periode tahun 2016 pada RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan RS Bhayangkara Palembang, berjumlah 31 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,011), jenis kelamin (p value = 0,009), kasus bedah (p value = 0,029), kasus trauma (p value = 0,033), dan terapi ventilator mekanik (p value = 0,029) dengan kejadian SIRS. Sedangkan faktor skor GCS dan kadar glukosa darah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian SIRS pada pasien yang dirawat di ICU. Simpulan: Pengkajian terhadap usia, jenis kelamin, kasus bedah dan trauma, serta pemantauan terhadap terapi ventilator mekanik sangat perlu dilakukan agar dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami SIRS
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG Hafiza Khoradiyah; Jum Natosba; Eka Yulia Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan suatu gangguan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seks (baik melalui vagina, oral maupun anus) dengan berganti-ganti pasangan. Penelitiaan ini dalah pendidikan kesehatan salah satunya dengan metode peer education untuk meminimalisir penyebaran dan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer education terhadap pengetahuan tentang infeksi menuar seksual pada wanita pekerja seks tidak langsung.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre dan post tests one groups. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seks tidak langsung di panti pijat kota Palembang yang berjumlah 44 orang.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji t-paired menunjukkan bahwa peer education berpengaruh terhadap pengetahuan WPS tidak langsung dengan p value = 0,001 baik pada peer educator maupun pada anggota.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa peer education dapat dijadikan sebagai salah satu metode mempengaruhi pengetahuan WPS tidak langsung terhadap penyakit IMS dan diharapkan penerapan peer education dapat lebih sering diterapkan dan menjadi salah satu program pelayanan kesehatan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk mencegah penyebaran dan komplikasi penyakit IMS.
HUBUNGAN ANTARA KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN SYSTEMIC INFLAMMATORY RESPONSE SYNDROME PADA PASIEN POST KRANIOTOMI Eka Yulia Fitri; Tri Wahyu Murni; Ai Mardiyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15246

Abstract

Tujuan: Setiap tindakan operasi akan mencetuskan terjadinya respon stres. Pada pasien yang menjalani kraniotomi respon stres yang terjadi adalah hipermetabolisme dan katabolisme, perubahan pada sistem endokrin dan metabolik sehingga mendorong terjadinya peningkatan kadar glukosa darah. Hiperglikemia dapat merusak fungsi imunitas tubuh, mengurangi proliferasi limfosit dan menurunkan aktivitas bakterial intraseluler, sehingga merusak respon inflamasi normal dan terjadi inflamasi secara sistemik (SIRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan derajat SIRS pada pasien post kraniotomi yang dirawat di intensive care unit pada rumah sakit X di Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan desain observasional dan pendekatan kohort prospektif. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 20 orang pasien trauma kepala yang menjalani kraniotomi dan memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada September sampai November 2013 dengan menilai kadar glukosa darah dan derajat SIRS pada 24 jam dan 72 jam post kraniotomi. Hasil: 90% responden mengalami peningkatan kadar glukosa baik pada 24 jam dan 72 jam post kraniotomi, 60% responden mengalami SIRS ringan pada 24 jam post kraniotomi dan 55% responden tidak mengalami SIRS pada 72 jam post kraniotomi. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar glukosa darah dengan beratnya derajat SIRS (Rs= -0,112, p= 0,640 dan Rs=0,257, p= 0,274). Tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar glukosa darah dengan beratnya derajat SIRS pada pasien post kraniotomi yang dirawat intensive care unit pada rumah sakit X Palembang. Simpulan: Perawat mempunyai peran dalam mengidentifikasi SIRS dan faktor lain yang mempengaruhi SIRS selain kadar glukosa darah.
PENGARUH APLIKASI G-CARE TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN GASTRITIS PADA MAHASISWA Anya Bunga Fakhriyah; Dian Wahyuni; Eka Yulia Fitri Y
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang dapat menyebabkan kekambuhan berulang. Penerapan perawatan gastritis yang baik dapat dipengaruhi oleh pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi G-Care terhadap pengetahuan tentang perawatan gastritis pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental rancangan one group pretest-posttest dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 mahasiswa yang memiliki riwayat gastritis. Pengetahuan mahasiswa tentang perawatan gastritis diukur menggunakan kuesioner pengetahuan tentang perawatan gastritis. Analisis statistik pada penelitian menggunakan uji marginal homogeneity dan didapatkan p value 0,003 (α ≤ 0.05) yang menunjukkan bahwa media aplikasi android berpengaruh terhadap pengetahuan mahasiswa tentang perawatan gastritis. Aplikasi G-Care efektif untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang perawatan gastritis sehingga media tersebut dapat digunakan sebagai salah satu media untuk pendidikan kesehatan.Kata Kunci: Perawatan gastritis, pendidikan kesehatan, pengetahuan
HUBUNGAN PROGRAM POS BINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS Sindy Claudia; Hikayati Hikayati; Eka Yulia Fitri Y
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program Posbindu PTM terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden yang diambil dengan cara nonprobability sampling menggunakan teknik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data penelitian ini menggunakan uji chi-square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Posbindu PTM dilakukan dengan baik (97,1 %) dengan responden penderita diabetes melitus yang memiliki kualitas hidup sedang-tinggi. Uji bivariat didapatkan p value = 0,000, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara program Posbindu PTM terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus. Pelaksanaan program Posbindu PTM yang rutin dan sesuai dengan peraturan dari Kemenkes RI yang diikuti oleh penderita diabetes melitus dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus.Kata kunci: Diabetes melitus, posbindu PTM, kualitas hidup
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Santri Handayani; Eka Yulia Fitri; Zulian Effendi
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 1 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v5i1.2588

Abstract

Korban henti jantung dapat terjadi di luar rumah sakit dan memerlukan pertolongan segera berupa tindakan bantuan hidup dasar (BHD) dengan melakukan resusitasi jantung paru. Pemberian BHD dapat dilakukan orang awam diantaranya siswa SMA. Namun, kurangnya pengetahuan tentang BHD menjadi salah satu penyebab tidak dilakukan pertolongan. Pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan BHD pada siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 siswa SMA. Hasil uji marginal homogeneity menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan BHD pada siswa SMA dengan p value 0.000 (p0.05). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 49 responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan intervensi. Pengetahuan tentang BHD pada orang awam seperti siswa SMA dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan media audiovisual sebagai saran pendidikan kesehatan.
Penggunaan Terapi Komplementer pada Orang dengan Lupus di Sumatera Selatan Dian Wahyuni; Eddy Mart Salim; Nova Kurniati; Eka Yulia Fitri,; Khoirul Latifin
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v6i1.821

Abstract

specific parts and in general, which are called Lupus Erythematosus Systems. Research on the use of complementary therapies in Odapus is still limited. The purpose of this study was to determine the type of complementary therapy used by Odapus in South Sumatra. Descriptive research design, at the South Sumatra Lupus Association, total sampling. The results are as follows for the characteristics of respondents: by 96% of women, 88% of adults, and 68% used Complementary therapies. This study used seven types of complementary therapy, but the most used for Odapus were only three types, namely exercise therapy in the form of walking and cycling, which are physical activities that can improve blood flow and reduce cytokines that can trigger inflammation. Sholat and Do’a, two types of spiritual therapy, provide psychological peace so that the body relaxes, Odapus is not stressed, and does not release corticosteroid hormones to prevent recurrence. The three traditional medical therapies are in the form of using herbs, which must be communicated with health workers because some herbs are immunostimulatory, so Odapus cannot be consumed, and there are herbs that have anti-inflammatory properties. In conclusion, most Odapus in South Sumatra use complementary therapy. The type of complementary therapy that is widely used is exercise therapy in the form of walking and cycling, spiritual therapy with prayer, and traditional healing therapy using herbs.
Pengembangan Prototipe Website “BLS Sriwijaya” sebagai Inovasi Media Pembelajaran Asynchronous Bantuan Hidup Dasar Izzati Adha Pratitis; Eka Yulia Fitri; Firnaliza Rizona
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1183

Abstract

Perawat sering menjadi orang pertama yang hadir dan menolong pasien dalam kondisi darurat di dalam dan di luar rumah sakit, seperti henti napas dan henti jantung. Pengetahuan bantuan hidup dasar yang dimiliki perawat sangat menentukan angka kelangsungan hidup pasien dan tingkat kecacatan yang mungkin dialami pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Teknologi informasi dan komunikasi dapat diterapkan untuk membuat inovasi website media pembelajaran bantuan hidup dasar yang memungkinkan belajar secara asynchronous atau belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe media pembelajaran berbasis website, mengetahui tingkat kelayakan materi dan media, fungsionalitas input dan output, serta tingkat kegunaan prototipe. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan prototipe yang telah dikembangkan memiliki tingkat kelayakan dari segi materi dan media tergolong sangat tinggi, yaitu 90,0% dan 84,0%. Fungsionalitas input dan output berjalan sesuai dengan reaksi sistem, dan tingkat kegunaan prototipe ini secara keseluruhan sudah sangat tinggi (84,1%).
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP TINDAKAN BANTUAN HIDUP DASAR DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA Diani Rista Sari; Eka Yulia Fitri; Karolin Adhisty
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 9, No 1 (2023): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2023
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan dan sikap terhadap bantuan hidup dasar pada mahasiswa Universitas Sriwijaya. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif analitik dan menggunakan teknik purposive sampling dengan kuota sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner secara online yang disebarkan kepada mahasiswa tingkat akhir dari sembilan fakultas di Universitas Sriwijaya. Hasil: Sebanyak 418 mahasiswa yang mengikuti penelitian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa lebih dari setengah responden (59,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik tentang bantuan hidup dasar dan 57,9% memiliki sikap yang cukup terhadap tindakan bantuan hidup dasar. Simpulan: Meskipun tingkat pengetahuan tentang bantuan hidup dasar cukup baik, namun perlu pemberian informasi dan edukasi mengenai bantuan hidup dasar bagi mahasiswa sebagai kelompok awam dalam penanganan korban yang membutuhkan bantuan hidup dasar di komunitas. Pelatihan mengenai bantuan hidup dasar juga diperlukan agar meningkatkan sikap dan keterampilan dalam melakukan tindakan bantuan hidup dasar. Kata kunci: bantuan hidup dasar, mahasiswa, pengetahuan, sikap.