Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Related to Health Protocol Compliance in Banu Ayu Village During The Covid-19 Pandemic Sherli Apriyanti; Dian Wahyuni; Eka Yulia Fitri
PENA NURSING Vol 1, No 02 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v1i02.2976

Abstract

Coronavirus Disease (Covid-19) is an infectious disease that spreads all over the world. One way to suppress the spread of Covid-19 is to comply with health protocols such as using masks, maintaining distance and washing hands with soap. However, some people do not comply with health protocols. The purpose of this study was determine the factors related to health protocol compliance. Quantitative research was conducted with an analytical research design and cross-sectional approach. The research samples were 200 household heads (aged 20-40 years) selected by using probability sampling method with cluster sampling technique. Data were collected by using a questionnaire. Chi Square test results showed that there was a significant relationship of knowledge (p value=0.000), attitude (p value=0.000), belief (p value=0.000) and availability of health facilities (p value=0.000) towards protocol health compliance. Improving knowledge, attitude, belief and the availability of health facilities could increase community compliance, such as by providing more attractive counseling to the community by involving public health center, village apparatus and all the people in the village.
Intensi Resusitasi Jantung Paru dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Fitri, Eka Yulia; Andhini, Dhona; Effendi, Zulian; Wahyuni, Dian; Pratitis, Izzati Adha
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4843

Abstract

Tindakan resusitasi jantung paru oleh orang yang berada di sekitar korban henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit meningkatkan kemungkinan angka kesempatan hidup korban. Namun, intensi melakukan pertolongan masih rendah pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensi melakukan resusitasi jantung paru pada mahasiswa keperawatan yang mengikuti pembelajaran bantuan hidup dasar melalui web BLS Sriwijaya berdasarkan pendekatan teori perilaku terencana. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional untuk mengetahui intensi melakukan resusitasi jantung paru melalui kuesioner terstruktur yang mengidentifikasi sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan mengenai tindakan resusitasi jantung paru. Sebanyak 51 mahasiswa keperawatan dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia dipilih melalui metode sampel kuota. Hasil penelitian menemukan bahwa 70,6% mahasiswa keperawatan mempunyai intensi untuk melakukan resusitasi jantung paru. Faktor sikap terhadap perilaku (p = 0,015), norma subjektif (p = 0,032), dan kontrol perilaku yang dipersepsikan (p = 0,016) berhubungan secara signifikan dengan intensi melakukan resusitasi jantung paru pada mahasiswa keperawatan yang mengikuti pembelajaran bantuan hidup dasar melalui website BLS Sriwijaya. Sikap terhadap perilaku merupakan faktor yang paling berhubungan dengan intensi melakukan resusitasi jantung paru (p = 0,022, koefisien (B) = 4,877). Mahasiswa keperawatan yang mengikuti pembelajaran melalui web memiliki intensi untuk melakukan resusitasi jantung paru. Teori perilaku terencana dapat menjadi landasan teori yang sesuai dalam memprediksi intensi mahasiswa keperawatan untuk melakukan resusitasi pada korban henti jantung di luar rumah sakit.
Kemauan Bertindak dalam Resusitasi Jantung Paru pada Siswa Sekolah Menengah Atas Eka Yulia Fitri Y; Dhona Andhini; Zulian Effendi; Santri Handayani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5101

Abstract

This study aims to identify high school students' willingness to provide essential life support to victims of cardiac arrest outside the hospital. The research method used in this study is a descriptive survey. The results showed that more students reported a willingness to perform CPR to friends (89.58%), closest family members (81.25%), and relatives (77.08%) than other victims. The two main reasons respondents did not want to do CPR were fear of endangering the victim (68.75%) and fear of legal problems (43.75%). As many as 89.29% of female respondents and 90% of male respondents want to do CPR. In conclusion, respondents are willing to act in CPR on OHCA and wish to learn about it. The positive attitude shown by respondents can be a driving force for creating education and training strategies that can increase knowledge, skills, and willingness to act on CPR among high school students. Keywords: Cardiac arrest, Willingness to Act, Cardiopulmonary Resuscitation
PENERAPAN TINDAKAN SUCTION PADA PASIEN POST CRANIOTOMY ET CAUSA SPACE OCCUPYING LESION Claudia, Sindy; Fitri, Eka Yulia
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pasien post craniotomy akan mengalami penurunan kesadaran sehingga dibantu dengan ventilator serta Endotracheal Tube (ETT) untuk pernapasannya dan pasien tidak mempunyai reflek batuk yang efektif sehingga terjadi penumpukkan secret mengakibatkan bersihan jalan nafas tidak efektif. Salah satu pelaksanaan non farmakologi yang dapat dilakukan dalam mengatasi hal tersebut yaitu tindakan suction. Tujuan: Menggambarkan pemberian tindakan suction terhadap bersihan jalan napas pasien post op craniotomy. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada tiga pasien post craniotomy ec SOL yang memiliki masalah bersihan jalan nafas tidak efektif di Ruang GICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan diberikan intervensi tindakan suction setiap hari selama 3 hari. Hasil: Setelah diberikan tindakan suction selama 3 hari, bersihan jalan nafas pasien meningkat ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen dan pasien mulai terdapat reflek batuk. Simpulan: Tindakan suction pada pasien post craniotomy ec Space Occupying Lesion (SOL) dengan penurunan kesadaran yang mengalami penumpukkan secret menunjukkah bahwa suction dapat membebaskan jalan napas dan terjadi peningkatan saturasi oksigen pada ketiga pasien kelolaan.Kata kunci: Suction, Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif, Craniotomy
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN HENTI JANTUNG Fitri, Eka Yulia
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuesioner pengetahuan pertolongan pertama korban henti jantung di kalangan masyarakat. Metode: Masyarakat yang menjadi sampel penelitian mengisi kuesioner. Validitas dari 10 butir pertanyaan kuesioner diuji dengan menggunakan pearson product moment dan konsistensi internal kuesioner diukur dengan Cronbach alpha. Hasil: Sebanyak 31 orang masyarakat menyelesaikan pengisian kuesioner dengan usia rata-rata=31,9 (SD=9,81) tahun, sebanyak 64,52% responden adalah perempuan, sebanyak 45,16% responden dengan pendidikan sekolah menengah atas/sederajat, 51,62% belum pernah mendengar tentang pertolongan pertama pada korban henti jantung, 90,32% belum pernah melihat orang yang mengalami henti jantung, dan 100% tidak pernah melakukan pijat jantung luar. Hasil analisis 10 butir pertanyaan mempunyai indeks kesukaran berkisar antara 0,096 hingga 0,677, indeks daya pembeda antara 0,40 hingga 1,00, muatan faktor antara 0,406 hingga 0,743, dan memiliki konsistensi internal yang dapat diterima (Cronbach α=0,785; 95%). Simpulan: Kuesioner pengetahuan pertolongan pertama korban henti jantung yang berisi 10 butir pertanyaan memiliki tingkat kesukaran sedang hingga sukar, daya pembeda yang baik, validitas yang akurat, dan reliabilitas yang konsisten. Kuesioner dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama pada korban dengan henti jantung. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk penerapan kuesioner pada kelompok lain.Kata kunci: henti jantung; kuesioner; masyarakat; pengetahuan; pertolongan pertama.
IMPLEMENTASI RELAKSASI BENSON DALAM MENGATASI NYERI AKUT PADA PASIEN DENGAN ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL Usfidalia, Serly; Fitri, Eka Yulia
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: : Untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan angina pektoris tidak stabil melalui pemberian intervensi terapi relaksasi Benson. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga orang pasien dengan angina pektoris tidak stabil. Hasil: Masalah keperawatan yang ditegakkan pada pasien dengan diagnosa medis angina pektoris tidak stabil adalah pola napas tidak efektif, penurunan curah jantung, ketidakstabilan glukosa dalam darah, nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan risiko ketidakseimbangan cairan. Intervensi yang diberikan untuk mengatasi nyeri akut adalah terapi relaksasi Benson dengan pemberian selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15 30 menit per sesi, 2-3 kali sehari. Rata-rata skala nyeri mengalami penurunan dari nyeri sedang ke nyeri ringan setelah pemberian terapi relaksasi Benson. Simpulan: Terapi relaksasi Benson dapat menurunkan skala nyeri pada ketiga pasien dengan angina pektoris tidak stabil.Kata Kunci: Angina pektoris tidak stabil, Nyeri akut, Relaksasi Benson.
PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA UMON (ULAR TANGGA DAN MONOPOLI) TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI KEBERSIHAN VULVA Triana, Nyanyu Afifa; Adhisty, Karolin; Fitri, Eka Yulia; Rohmah, Ulfa Nur
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media UMON (Ular Tangga dan Monopoli) terhadap pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan vulva. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan metode desain pretest posttest with control group. Pengambilan sampel penelitian menggunakan probability sampling melalui teknik cluster sampling dengan total sebanyak 36 responden yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dengan media permainan UMON sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan. Kelompok intervensi diberikan pendidikan kesehatan melalui media permainan UMON, kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan melalui booklet, sedangkan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired t test, uji independent t test, N-Gain. Hasil: Hasil uji paired t test didapatkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media UMON pada kelompok intervensi dengan nilai sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil uji independent t test didapatkan adanya perbedaan pengetahuan setelah diberikan pedidikan kesehatan dengan media UMON antar kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai sebesar 0,046 (p<0,05). Simpulan: Pemberian pendidikan kesehatan melalui modifikasi permainan ular tangga dan monopoli yang berisi informasi mengenai kebersihan vulva dapat menjadi salah satu upaya bentuk media inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri agar mencegah timbulnya penyakit kelamin.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Permainan, Pengetahuan, Remaja Putri, Kebersihan vulva
PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU-KOMPRESI SAJA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN BYSTANDER DI MASYARAKAT Fitri, Eka Yulia; Andhini, Dhona; Wahyuni, Dian
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v8i2.1383

Abstract

The incidence of cardiac arrest often occurs in the community but in general, the public does not know what to do if they find a victim of cardiac arrest. Mortality rate due to out of hospital cardiac arrest is still very high, caused by delays in treatment of the victims. The first action to help victim is the cardioplumonary resuscitation. Cardiopulmonary resuscitation training can improve bystander knowledge and skills in performing resuscitation. The aim of this community activity programs at the Athalla Putra Palembang Health Vocational High School is provide training for students in hands only cardiopulmonary resuscitation. The methods used in this activity is lectures and simulations regarding hands only cardiopulmonary resuscitation. The results show that the average pretest score regarding knowledge about cardiopulmonary resuscitation was 5.97 and increased during the posttest with an average score of 7.87. Most participants got a score of 7 at the pretest (24,5%) while at the posttest the most participants got a score of 9 (38,8%). These results show that there is an average difference between the knowledge score before and after education regarding hands only cardioplumonary resuscitation. The participants' skills in the performing cardiopulmonary resuscitation after being given training showed that the majority of participants (55,1%) were able to demonstrate cardiopulmonary resuscitation well. Providing education on cardioplumonary resuscitation to the public should be focused on hands only CPR to make it easier for the public to provide life support to cardiac arrest victims. Keywords: community; hands only CPR; knowledge; skill; student
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER INTENSI ORANG AWAM TERHADAP TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU Fitri, Eka Yulia
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 12 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v12i2.601

Abstract

This study aims to measure the accuracy and reliability of the lay people's intention toward cardiopulmonary resuscitation questionnaire. It consists of 7 questions in case scenario with two answer choices. The validity testing of each question uses Pearson product-moment correlation and the internal consistency of the questionnaire uses Cronbach's alpha. A total of 34 lay people completed the questionnaire. The characteristics of the respondents were female (97,06%), the average knowledge score was 14,2 (±SD 1,47), the average attitude score was 17,9 (± SD 1,79), and 100% never performed cardiopulmonary resuscitation on cardiac arrest victims. The results of the analysis of 7 questions have a correlation coefficient of more than r-table (0,339; CI=95%) and have an internal consistency of α=0,871 (CI=95%). The questionnaire has accurate validity and consistent reliability. Questionnaires is valid and reliable for measuring lay people's intentions toward cardiopulmonary resuscitation.
Pengaruh Senam Kegel terhadap Penyembuhan Luka pada Ibu Post Partum Fitri, Eka Yulia; Aprina, Aprina; Setiawati, Setiawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.875 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v15i2.1844

Abstract

Risiko tinggi/komplikasi adalah keadaan penyimpangan dari normal, yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Tujuan Penelitian : diketahui pengaruh senam kegel terhadap penyembuhan luka pada ibu post partum. Jenis  penelitian kuantitatif, desain penelitian metode quasi eksperimen dengan pendekatan Post test with control group design, objek penelitian adalah pengaruh senam kegel dengan ruptur perineum. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin primi dengan jumlah sampel adalah 60 responden. Analisis data menggunakan uji t independen. Hasil Penelitian: Rata-rata penyembuhan luka pada kelompok eksperimen sebelum senam kegel adalah 10,73 dan setelah senam kegel 4.40. Rata-rata penyembuhan luka pada kelompok kontrol pada pengukuran pertama adalah 10.53 dan pengukuran kedua 5.20. Ada penyembuhan luka pada ibu post partum (p-value 0,015) dengan nilai beda mean 0,800 dan t-test 2,592. Kepada perawat diharapkan selalu mengajarkan senam kegel pada ibu hamil dan terutama pada ibu-ibu primigravida.Â