Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Ascertaining Curriculum Relevance through Web-based Tracer Study Wilyanti, Liza Septa; Putra, Yoga Mestika; Wulandari, Sovia; Bansa, Yorina An'guna; Megawaty, Merti
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v25i3.40116

Abstract

This article aims to describe the relevance of alumni's field of work with the curriculum of the Indonesian Literature Study Program, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Jambi. The research object was Indonesian Literature alumni who responded with a total of 86 respondents. The data collection technique was carried out by sharing the questionnaire link via the study program website https://sastraindonesia.unja.ac.id/ to 86 Alumni. The data in this research were analyzed using a descriptive approach. The findings show that graduates have worked with a high level of job suitability (41.9%). It indicates that the relevance of the curriculum to world needs is quite appropriate. The findings also show that most of the respondents worked as private employees. It can be concluded that the Indonesian Literature Study Program needs to equip graduates with recognition of competencies in certain fields for students. A certificate or competency certificate will be an added value for graduates to compete in the workplace.
Kode Semiotika Roland Barthes dalam Cerpen “Man Rabuka” Karya A.A. Navis Putra, Yoga Mestika; Amri, Ulil; Fitriah, Siti; Putri, Aprilia Kartika; Triandana, Anggi
Puitika Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v21i2.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memahami penerapan lima kode semiotika Roland Barthes dalam cerpen A.A. Navis, “Man Rabuka”, yang dipilih karena kekayaannya akan tanda-tanda sosial dan simbol-simbol budaya. Penelitian kualitatif deskriptif ini menerapkan pendekatan objektif dalam menganalisis kata, frasa, dan klausa yang mengandung lima kode Barthes: hermeneutik, konotatif (semes), simbolik, aksian, dan budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kode-kode tersebut beroperasi secara berlapis untuk membongkar makna tersembunyi dan kritik sosial narasi. Kode hermeneutik menciptakan misteri melalui pertanyaan tentang keheningan desa dan stigma pengkhianat. Kode konotatif mengungkapkan kekosongan spiritual karakter Jamain melalui ekspresi penderitaan batin dan atribusi ironis kualitas surgawi pada keburukan duniawi (opium, tuak). Kode simbolik menyajikan oposisi biner yang runtuh antara Pahlawan (sang kakak) dan narator (Aku), yang pada akhirnya ditiadakan oleh kekuatan Kelupaan. Kode aksian memetakan urutan peristiwa penting, terutama penyiksaan sang pahlawan dan tindakan satir Jamain menyuap Malaikat Kubur. Terakhir, Kode budaya diwujudkan melalui istilah agama dan Minangkabau seperti Tuanku, malin, dan frasa judul Man Rabuka. Kesimpulannya, pendekatan semiotika Barthes berhasil mendekonstruksi “Man Rabuka” sebagai sistem tanda yang kompleks, merefleksikan pandangan dunia penulis dan kritik sosial terhadap masyarakat yang terjebak dalam formalisme dan materialisme.