Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PROFIL LIPID SEBAGAI PREDIKTOR UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN PROLANIS PENDERITA DMT2 DI UPT PUSAT LABKES KOTA PONTIANAK Pratiwi, Tarisya Fitri; Fatayati, Imma; Supriyanto, Supriyanto; Nuswantoro, Ari; Aprillia, Dinasti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.33968

Abstract

Lebih dari 1 miliar orang diperkirakan akan menderita diabetes melitus (DM) pada tahun 2050. Keadaan dislipidemia akibat DM menaikkan risiko inisiasi komplikasi nefropati diabetik. Dislipidemia memiliki dampak tidak langsung terhadap penurunan fungsi ginjal karena dapat menyebabkan aterosklerosis, yang membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah profil lipid berhubungan dengan ureum dan kreatinin sebagai parameter fungsi ginjal pada pasien prolanis penderita DMT 2 yang terdaftar di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak. Penelitian ini berbentuk deskriptif dan berdesain cross-sectional dengan menggunakan data sekunder rekam medis pasien periode Januari 2023 sampai dengan Desember 2023 pasien prolanis penderita DMT 2 yang terdaftar di UPT Pusat Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria yang diberlakukan yaitu pasien prolanis penderita DMT 2 yang melakukan pemeriksaan kolesterol total, trigliserida, HDL, LDL, ureum dan kreatinin dan terdaftar di UPT Pusat Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak sehingga didapatkan 339 responden. Analisis statistik dengan uji Kendall’s Tau-b menunjukkan kadar HDL berhubungan dengan kadar ureum dan kadar kreatinin dengan nilai signifikansi berturut-turut adalah 0,035 (p <0,05) dan 0,001 (p < 0,01). Serta didapatkan nilai koefisien korelasi berturut-turut adalah r = -0,078 dan -0,123 yang artinya semakin rendah kadar HDL maka semakin tinggi kadar ureum dan kadar kreatinin pasien tersebut.
EDUKASI SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP PENURUNAN ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MILITUS DI DESA LINGGA Fatayati, Imma; Suwandi, Edy; Ikhsan, Bagus Muhammad
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 6 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i6.1880

Abstract

Diabetes mellitus can lead to various complications, including peripheral circulation disorders indicated by a decrease in the Ankle Brachial Index (ABI), which may result in amputation. Data from Lingga Public Health Center in 2023 recorded approximately 186 people with diabetes, with an increasing trend each year. Prevention of diabetic foot complications can be achieved through education and simple physical activities such as diabetic foot exercises. This community service aimed to improve diabetic patients’ understanding of ABI reduction through diabetic foot exercises in Lingga Village. The methods included education, exercise training, ABI examination, and evaluation of understanding and implementation. The results showed an 85% increase in participants’ understanding of ABI examination and diabetic foot exercises. In conclusion, there was an improvement in patients’ knowledge, which is expected to serve as a promotive and preventive effort to reduce the risk of diabetic foot complications.
EFEKTIVITAS SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI Fatayati, Imma; Qatrunada, Putri Norfa; Sungkawa, Hendra Budi; Supriyanto, Supriyanto
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1906

Abstract

Mouthwash is an antiseptic liquid known to eliminate bad breath. Rambutan leaves contain antibacterial compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins, which can be used as active ingredients. The purpose of this study was to determine the effect of a mouthwash containing ethanolic extract of rambutan leaves at concentrations of 5%, 10%, and 15% on inhibiting the growth of Streptococcus mutans. The sampling technique used was purposive sampling, using a bacterial culture diffusion method using MHA media for bacterial testing. The were three mouthwash treatments: 5%, 10%, and 15% concentrations, with 10 repetitions, resulting in a total of 30 replication. The average inhibition zone at a concentration of 5% was 9.4 mm (moderate), the concentration of 10% was 11 mm (strong), and the concentration of 15% was 11.4 mm (strong). Based on the result of a simple linear regression statistical test, a significance value (p=0.000) < 0.05 was obtained, indicating that the mouthwash made from rambutan leaf ethanol extract affects the inhibition of Streptococcus mutans bacteria. This study concludes that the mouthwash made from rambutan leaf ethanol extract is effective in inhibiting Streptococcus mutans bacteria, with the highest inhibition zone at a concentration of 15%.
Penguatan Mitra Kesehatan Menuju Implementasi Inovasi Deteksi Filariasis Ihsan, Bagus; Supriyanto, Supriyanto; Fatayati, Imma
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vpfm4b24

Abstract

Filariasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, terutama karena keterbatasan sarana deteksi dini dan rendahnya kapasitas kader dalam mengenali kasus secara cepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader kesehatan melalui pengenalan inovasi teknologi berupa alat otomatisasi pembuatan sediaan darah jari berbasis mikrokontroler sebagai upaya penguatan deteksi dini filariasis di tingkat komunitas. Pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan koordinatif dan partisipatif yang melibatkan pemerintah kecamatan, perangkat desa, tenaga kesehatan puskesmas, laboratorium, dan kader kesehatan. Metode kegiatan meliputi koordinasi lintas sektor, pemaparan konsep alat dan rencana implementasi, serta penguatan kapasitas mitra melalui diskusi terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya jejaring kemitraan yang kuat antara pihak kecamatan, desa, puskesmas, dan kader sebagai fondasi implementasi alat. Sebanyak 12 kader dan 8 tenaga kesehatan berpartisipasi aktif dalam pertemuan koordinasi dan memperoleh pemahaman awal mengenai fungsi serta manfaat inovasi alat. Meskipun alat masih dalam tahap finalisasi prototipe sehingga belum diterapkan langsung di masyarakat, kegiatan berhasil mencapai luaran terukur berupa peningkatan kesiapan mitra, kesepakatan rencana pelatihan, serta komitmen implementasi setelah alat siap digunakan. Pengabdian ini menjadi langkah awal yang strategis menuju peningkatan kapasitas deteksi dini filariasis berbasis inovasi teknologi.