Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAKSANAAN NEED-ASSESSMENT Nur Faisah Atirah; Sandi Pratama
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 2, No 01 (2022): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstact: The research used is qualitative research. This study uses a descriptive analysis research method. The type of data used is secondary data. The methods of collecting data in this study are observation, interviews and documentation and the data analysis process carried out in this study uses three steps, namely: data reduction, data display and conclusion drawing. The sophistication of today's technological media such as the internet, CDs, films, videos from you tube, multimedia percentages and so on will make it easier for counselors to present material to their students. As explained above, learning media that have been developed into guidance and counseling media are not only used in the process of providing guidance and counseling services, but can cover all aspects, starting from program planning, implementing guidance and counseling services and even evaluating the results of guidance. and counseling itself Keywords: Media, BK and Need Assessment
Inovasi Cyber Counseling untuk Layanan Bimbingan dan Konseling Islam Sandi Pratama; Syaifullah Nur
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 2, No 02 (2023): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jbkpi.v2i02.11462

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki dan menggambarkan keadaan, kondisi, situasi, peristiwa dan kegiatan. Fungsi dari Cyber Counseling ini sendiri yaitu sebagai upaya alternatif yang dapat dilakukan oleh konselor dalam upaya mencegah, mengurangi, mengembangkan kesadaran akan koreksi diri, meningkatkan dan membantu menyelesaikan masalah klien dengan metode virtual atau internet. Cybercounseling memiliki kelebihan dalam menjangkau secara lebih luas setting layanan konseling . Artinya , dengan cybercounseling dapat menguntungkan konselor dan konseli dari sisi waktu dan finansial , karena proses konseling tidak dibatasi oleh ruang dan waktu , kapan dan dimana saja proses konseling dapat dilaksanakan . Selain kelebihan cybercounseling juga memiliki kelemahan adalah konselor tidak punya cukup perhatian dalam memperhatikan ekspresi wajah , bahasa tubuh konseli dan isyarat verbal , kurangnya dinamika , dan tidak dapat dikontrol secara jelas perilaku - perilaku yang melemahkan dinamika konseling.
Pengaruh Tokoh Pembaharu Terhadap Perkembangan Pendidikan Islam Wahdaniya Wahdaniya; Sumiati Sumiati; Sandi Pratama
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 01 (2023): IQRA: JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengaruh tokoh pembaharu terhadap perkembangan pendidikan Islam di Arab Saudi. Pendidikan Islam di Arab Saudi setelah memerdekakan diri dari kerajaan Turki Usmani sekitar abad ke-20 mengalami kemajuan. Perkembangan pendidikan Islam di Saudi Arabia berkaitan erat dengan gerakan pembaruan di Saudi Arabia yang dipelopori oleh beberapa tokoh di antaranya: Ibnu Taimiyah, Muhammad Ibn Abd Al Wahab dan dilanjutkan oleh Faisal Ibn Abd. Al Azis. Adapun fokus kajian dalam tulisan ini adalah bagaimana perkembangan pendidikan Islam di Arab Saudi setelah jatuhnya Turki Usmani, bagaimana sistem pendidikan Islam di Arab Saudi dan bagaimana pengaruh tokoh pembaharu terhadap pendidikan Islam di Arab Saudi. Studi ini menemukan bahwa perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh negara Arab saudi berkaitan dengan gagasan tiga orang tokoh yang pemikirannya tentang pendidikan dibangun berdasarkan keterangan yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah melalui pemahaman yang mendalam, jernih dan energik. Pemikirannya itu merupakan respons terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Islam pada saat itu yang menuntut pemecahan secara strata melalui jalur pendidikan
Analisis Kinerja Guru Penggerak dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Muhammadiyah Kota Makassar Nasruni; Sandi Pratama; Mamal
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kinerja guru penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, memahami reformasi pendidikan, mengembangkan pembelajaran yang inovatif bagi siswa, dan mengembangkan program strategis pemberdayaan guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan siswa di SMP Muhammadiyah 1 Makassar dan SMP Unismuh Makassar. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan triangulasi. Hasil Penelitian menggambarkan bahwa pengembangan diri guru dapat dicapai melalui program guru penggerak yang dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 1 Makassar dan SMP Unismuh Makassar, keduanya merupakan sekolah Muhammadiyah terkemuka di tingkat Sekolah Menengah Pertama di Makassar. SMP Muhammadiyah 1 Makassar memiliki satu guru penggerak, sementara SMP Unismuh Makassar memiliki tiga guru penggerak. Setiap guru penggerak di sekolah-sekolah ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa Guru penggerak memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam memimpin, menginspirasi, dan membimbing siswa serta sesama guru untuk mencapai keberhasilan baik secara akademis maupun pribadi. Dengan keahlian, komitmen, dan semangat yang tinggi, guru penggerak mampu menciptakan suasana belajar yang inklusif, kreatif, dan fokus pada pencapaian hasil yang baik.
Implementasi Pemberian Layanan Bimbingan Karir dalam Meningkatkan Perencanaan Karir Pada Siswa MA Muallimin Muhammadiyah Makassar Ana Fitriani; Sandi Pratama; Rukiana Novianti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 (2023): DIDAKTIKA Nopember 2023
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.964

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui peran dan implementasi layanan bimbingan karir dalam memberikan dampak terhadap perencanaan karir siswa di MA Muallimin Muhammadiyah Makassar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru BK, menyampaikan bahwa sebagian besar siswa belum memahami terkait urgensi perencanaan karir. Siswa berpendapat bahwa tugas di sekolah hanya untuk belajar dan belum saatnya untuk menyusun perencanaan karir untuk masa depannya. Namun, hal tersebut nampaknya keliru. Pada dasarnya, siswa XI harus telah mampu menentukan karir untuk masa depannya agar dapat menyusun perencanaan sesuai dengan karir yang dipilihnya. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada model ini, membagi prosedur menjadi dua siklus. Adapun subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif siswa setelah diberikan pemberian layanan dengan menerapkan dua siklus. Dengan meningkatkan kemampuan kognitif tersebut, membuat siswa dapat lebih efektif dalam membantu siswa untuk meningkatkan perencanaan karir siswa.
PENGARUH BUDAYA RELIGIUS DAN SELF REGULATED TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN SISWA Sandi Pratama; Arifuddin Siraj; Muh. Yusuf T
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v8i2.509

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh  budaya religius terhadap perilaku keagamaan siswa di SMP Muhammadiyah 1 Makassar, 2) Untuk mengetahui pengaruh self regulated terhadap perilaku keagamaan  siswa di SMP Muhammadiyah 1 Makassar dan 3)Untuk mengetahui pengaruh interaksi budaya religius dan self regulated terhadap perilaku keagamaan  siswa di SMP Muhammadiyah 1 Makassar.Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif (Field research), sumber peneltian ini adalah Siswa SMP Muhammadiyah 1 Makassar. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Adapun tekhnik dan metode pengolahan data yang digunakan adalah statistik inferensial, uji signifikasi regresi, uji linearitas regresi, pengujian hipotesis, uji t dan uji f dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menujukan bahwa nilai thitung sebesar 13.610, sedangkan nilai ttabel untuk n :76 sebesar 0,3678. Dengan demikian, nilai thitung lebih besar dari ttabel (13.610 > 0,3678), sehingga terdapat pengaruh budaya religius (X1) dan self regulated (X2) terhadap perilaku keagamaan siswa (Y). Dalam penelitian ini budaya religius dan self regulated cocok  untuk mengukur perilaku keagamaan siswa, sehingga budaya religius dan self regulated merupakan predictor utama dalam perilaku keagamaan siswa di SMP Muhammadiyah 1 Makassar. Kedua variabel ini bisa menjadi prediktor untuk perilaku keagamaan siswa karena hasil analisis koefisien determinasi (R Square) menunjukan bahwa kedua variabel ini memiliki pengaruh sebesar 0.272, yang berarti pengaruh variabel bebas yakni budaya religius dan self regulated  mempunyai pengaruh 27,2% terhadap perilaku keagamaan siswa. Sedangkan 72,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Eksplorasi Persepsi Diri dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Ratna Wulandari; Sandi Pratama
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2023): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jbkpi.v3i1.13682

Abstract

Penelitian ini mendalami eksplorasi mengenai persepsi diri mahasiswa dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Melibatkan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa membentuk persepsi diri mereka dalam berbagai dimensi, termasuk penilaian kemampuan akademik, citra tubuh, hubungan sosial, dan pencapaian pribadi. Hasil penelitian menyoroti peran penting lingkungan sosial dan tekanan akademik dalam membentuk persepsi diri mahasiswa. Mahasiswa yang mendapatkan dukungan sosial yang positif cenderung memiliki persepsi diri yang lebih positif, sementara tekanan akademik dapat merangsang berbagai respons yang mempengaruhi cara mahasiswa menilai diri mereka sendiri. Mahasiswa dengan persepsi diri positif cenderung memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Implikasinya, penelitian ini menekankan pentingnya mendukung mahasiswa dalam membentuk persepsi diri yang sehat melalui penguatan dukungan sosial, pendekatan sensitif terhadap tekanan akademik, dan pengembangan strategi koping yang positif.
THE ROLE OF PARENTS IN ENCOURAGING SELF-DIRECTED LEARNING IN PRESCHOOL CHILDREN (A COMPARATIVE STUDY BETWEEN TRADITIONAL FAMILIES AND MODERN FAMILIES) Sandi Pratama; Abdillah S; Nur Faisah Atirah
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 12, No 1 (2024): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v12i1.59967

Abstract

This research explains the role of parents in implementing the concept of "Merdeka Belajar" for children who have not yet pursued education in Makassar City, focusing on comparing traditional families and modern families. This research analyzes how traditional and modern families support and facilitate preschool children to learn independently. The research method involved surveys, interviews and observations of families representing both groups. The results illustrate significant differences in the approaches and practices of parents from traditional families and modern families towards the concept of "Independent Learning." There is a difference in approach between traditional and modern families supporting independent learning for preschool-age children. Traditional families tend to use more conventional methods, such as reading stories, providing particular time for learning, and showing patience when children have not mastered the material. Meanwhile, modern families utilize more digital media in the learning process. However, traditional and modern families try to stimulate children's curiosity, show appreciation, and create an exciting learning environment. Both face challenges, such as easily bored children with difficulty concentrating. Another difference lies in integrating learning activities with daily activities, which traditional families tend to do, while modern families utilize technology more in the learning process. There are differences in how parents can play a role in encouraging learning independence in preschool children in Makassar city.
INFLUENCE OF IMPLEMENTING INDEPENDENT CURRICULUM ON THE RELIGIOUS DEVELOPMENT OF JUNIOR HIGH SCHOOLS STUDENT IN MAKASSAR CITY Pratama, Sandi; Nurani, Pertiwi
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Faculty of Tarbiyah, University of Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/edupedia.v9i1.4939

Abstract

The implementation of Merdeka Curriculum in Junior High Schools (SMP) in Makassar City not only aims to improve students' academic achievement, but also to strengthen moral and spiritual values. Religious development is one of the important aspects of this curriculum, which is expected to shape students' characters to be better and noble. This research was conducted to find out how the Merdeka Curriculum affects the religious development patterns of junior high school students in Makassar City. This research uses a survey method with a quantitative approach. The quantitative approach aims to test certain theories by examining the relationship between the variables studied. These variables are measured using research instruments, so that the data obtained are numbers which can then be analyzed using statistical procedures. The sample in this study amounted to 30 junior high school teachers in Makassar City who were randomly selected through the random sampling method. Data collection was carried out by distributing questionnaires (questionnaires) to respondents and conducting documentation. The results showed that the significant value obtained was 0.002, which is smaller than alpha 0.05. This indicates that there is a significant influence between Merdeka Curriculum (X) and religious guidance (Y) of students in Makassar City Junior High School. This test is reinforced by the Fcount result of 11.56, while the Ftable value for n: 30 is 2.27. Because the Fcount value is greater than Ftable (11.56> 2.27), it can be concluded that the Merdeka Curriculum has a significant influence on students' religious development.
Penerapan Klinik Gadget Berbasis Islam Sebagai Agen Of Change Dalam Mengatasi Adiksi Gadget Di SMP Muhammadiyah 1 Makassar Pratama, Sandi
JURNAL PENA Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v11i2.14808

Abstract

Dalam penggunaan gadget harus menjadi perhatian bagi berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak dalam penggunaan gadget sebagai media komunikasi dan bermain. Khusunya dari lingkungan keluarga yaitu orang tua sebagai institusi dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Peran orang tua harus selalu dilakukan, dengan cara mengontrol setiap fitur-fitur yang ada didalam gadget. Dengan adanya klinik gadget dapat mengatasi ketergantungan anak kepada gadget sehingga tidak dijadikan ketergantungan setiap hari. Adapun tujuan dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui penerapan klinik gadget berbasis islam di SMP Muhammadiyah 1 Makassar dan untuk mengetahui penerapan klinik gadget berbasis islam dalam mengatasi adiksi gadget di SMP Muhammadiyah 1 makassar. Sasaran penelitian ini adalah siswa(i) SMP Muhammadiyah 1 Makassar yang mayoritas terkontaminasi dengan adiksi gadget. Aspek yang diteliti berkaitan keseharian siswa dalam menggunakan gadget mulai dari kelas VII, VIII dan IX. Klinik gadget adalah tempat atau wadah kesehatan untuk berobat bagi pengguna gadget yang mengalami adiksi atau kecanduan dalam bermain gadget. Klinik gadget bertujuan untuk membantu siswa yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Makassar agar dapat mengontrol diri dalam menggunakan  gadged. Adapun bentuk penerapan klinik gadget di SMP Muhammadiyah 1 Makassar ialah dengan menggunakan ruangan yang telah disiapkan oleh sekolah, dimana ruangan itu telah didekorasi dengan menambahkan beberapa fitur-fitur tentang bahaya atau dampak penggunaan gadget secara berlebihan serta dilengkapi dengan LCD dan Proyektor untuk memutar video-video dampak adiksi gadget. Ketika siswa memasuki klinik gadget, siswa tidak boleh membawa HP dan harus mematuhi aturan-aturan yang ada dalam klinik gadget.