Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN DIGITALALISASI ARSIP DAN DOKUMEN DI SMAN 4 PEKANBARU Amelia, Vita; Hakim, Triono Dul; Monika, Winda
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2178

Abstract

Pengelolaan arsip yang baik bagi sebuah institusi tentunya menjadi nilai tambah bagi sebuah institusi, baik negeri maupun swasta. Selain itu, terwujudnya UU No. 43 tahun 2009 tentang kearsipan tentunya merupakan impian sebuah organisasi / institusi karena penting bagi sebuah intitusi atau organisasi memiliki arsip yang terkelola dan terpelihara dengan baik. Pengelolan arsip pada zaman sekarang tentunya sudah mengarah pada penggunaan teknologi digital. SMAN 4 Pekanbaru merupakan salah satu institusi yang belum memiliki manajemen pengelolaan arsip dan dokumen yang baik dalam bentuk digital, sehingga dirasa perlu untuk melakukan pembenahan manajemen arsip dan dokumen sekolah. Mitra pengabdian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 4 yang berlokasi di jalan Adi Sucipto no. 67 Pekanbaru. Tujuan akhir dari pelaksana kegiata ini yakni pustakawan, arsiparis dan tenaga administrasi di SMAN 4 Pekanbaru terlatih kemampuannya tentang bagaimana mengelola arsip dan dokumen sekolah yang baik dan terdigitalisasi. Selain itu luaran lain yang dapat diwujudkan dari kegiatan ini artikel ilmiah dan menjadi bagian dari bahan ajar khususnya pada bagian digitalisasi arsip di mata kuliah Keamanan Arsip. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberi penyuluhan, pelatihan dan praktek. Pemberian materi dan sekaligus pelatihan dilakukan oleh tim pengusul kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Evaluasi kegiatan dilakukan mengacu pada indikator capaian luaran. Target dari luaran pengabdian ini adalah adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan dalam melakukan proses pendigitalisasian dan pengklasifikasian arsip dan dokumen di lingkungan sekolah
The Effectiveness of the Use of Online Journals by Students in the Riau Univeristy Library Putri, Gusla; Sudiar, Nining; Amelia, Vita
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 12 No. 2 (2021): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v12i2.30758

Abstract

Judul penelitian ini yaitu Efektivitas Pemakaian Jurnal Online Oleh Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Riau. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana efektivitas pemakaian jurnal online oleh mahasiswa di Perpustakaan Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Dengan jumlah populasi 5621 dengan sampel 373 skripsi mahasiswa pada tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemakaian jurnal online (Westlaw) sangat tidak efektif yaitu senilai 5,89%, karena rasio efektivitasnya di bawah 40 sesuai acuan Litbang Depdagri. Sedangkan jurnal online (Emerald) sangat-sangat tidak efektif karena tidak ada atau senilai 0% mahasiswa Universitas Riau yang mengutip dari jurnal tersebut pada tahun 2019. Dan untuk jurnal online (ProQuest) tingkat pemakaiannya senilai 6,43% sesuai acuan Litbang Depdagri maka tingkat keterpakaiannya sangat tidak efektif karena rasio efektivitasnya di bawah 40.
Understanding of Social Media Literacy About Malay Cultural Teaching: A Case Study of Students of SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru M, Trie Khairunnisa; Amelia, Vita; Monika, Winda
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v11i1.70978

Abstract

Background: This research, titled "Understanding of Social Media Literacy Regarding Malay Cultural Teachings: A Case Study of SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru Students," aims to investigate the level of social media literacy among students regarding Malay cultural teachings. Social media literacy is crucial in preserving Malay culture in the digital era. An individual's ability to search for, evaluate, and utilize relevant information on social media is essential to understanding and appreciating their own culture.Objective: This study aims to determine the understanding of social media literacy regarding Malay cultural teachings among SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru students by using the Big Six model of information literacy, which integrates information search and use skills with the use of technology in a systematic process to locate, use, evaluate, and communicate information for specific purposes and tasks.Methods: This research employed a quantitative descriptive design. Data was collected using questionnaires and observations. The population of this study was 12th-grade students of SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru, totaling 104 students. Purposive sampling was used to select a sample of 103 students. Data analysis was conducted using a calculation based on relative frequency distribution. The sampling technique used in this study was purposive sampling. This technique involves selecting research samples based on certain considerations, aiming for the data obtained to be more representative. The sample for this study consisted of 103 12th-grade students from SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru who met specific criteria. The criteria for selecting the research sample were: (1) Students of SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru who had already taken the Riau Malay Culture subject, specifically the material on Tunjung Ajar Melayu: "Bercapak bersetinah, berunding berestabik; Be open-minded, open-handed; Know how to listen, be good at interpreting; Win in losing; Know how to live, know how to die inherit" (Speaking with wisdom, discussing with respect; Open-minded, generous; Able to listen, good at concluding; Winning in defeat; Knowing how to leave behind a legacy in life, knowing how to die in death). (2) Students who have an Instagram account.Results: Based on the research findings and data analysis, the understanding of social media literacy regarding Malay cultural teachings in a case study of SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru students was 68.34% in the high category, with the following breakdown: (1) Problem formulation was 82.4%, falling into the very high category. (2) Information search strategy was 74.67%, categorized as high. (3) Location and access was 74.16%, categorized as high. (4) Using information was 56.65%, categorized as moderate. (5) Synthesis was 49.95%, categorized as moderate. (6) Evaluation was 77.25%, categorized as high.Conclusion: This study concludes that the overall understanding of social media literacy regarding Malay cultural teachings among SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru students is in the high category, with a score of 68.34%. The highest competence lies in the "problem formulation" aspect (82.4%), while the lowest is found in the "synthesis" aspect (49.95%). These findings indicate that while students are proficient in identifying and searching for information, they need further development in processing and re-presenting the information, particularly in synthesizing cultural values from social media content. This underscores the importance of targeted educational interventions to strengthen students' abilities to interpret and communicate cultural knowledge effectively in the digital age.
The Implementation of Picture and Picture to Enhance Elementary School Students Writing Skills Amelia, Vita; Adiwijaya, Satria Nugraha
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2025): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol6no2hlm78-86

Abstract

Writing skills are an integral part of measuring learning. Moreover, the meaning of writing is centered on readability indicators that allow problems in language to be encountered. This happens because of the gap in imagination and the rules of the main idea of writing that is mastered. This study aims to determine the application of Picture and Picture learning model in improving students' writing skills conducted in Class IV of Insan Mulia Integrated Islamic Elementary School Kotagajah. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). The data collection techniques used were observation, interview, and test. Based on the results of the analysis, it is known that after applying the Picture And Picture learning model for 2 cycles. The results of the action can be seen that there is an increase in learning activities by 16% in cycle I of 73% and cycle II of 84%. The results of students' writing skills in writing simple essays can be seen from the posttest results in cycle I with a completeness of 52% and the posttest results in cycle II amounted to 81%. This description reinforces the fact that picture and picture can be a solution to improve students' writing skills.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KREATIVITAS PEMUDA KAMPUNG SIALANG SAKTI MELALUI PELATIHAN DESAIN GRAFIS Amelia, Vita; Hakim, Triono Dul; Monika, Winda
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1744

Abstract

Pemuda Desa merupakan asset bagi desa/kampung di mana mereka tinggal untuk memajukan perekonomian kampung pada umumnya dan kemandirian finansial secara pribadi khususnya. Kemandirian finansial di desa didukung oleh perangkat desa beserta organisasi yang ada di dalamnya termasuk perpustakaan desa. Mitra pengabdian ini adalah Perpustakaan Desa Bina Ilmu bertempat di Desa Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Siak Sri Indrapura. Permasalahan mitra adalah kurangnya tenaga ahli dalam membuat disain pada usaha penyablonan yang dijalankan oleh Perpustakaan Desa Bina Ilmu yang bekerja sama dengan pemuda Kampung Sialang Sakti. Usaha penyablonan merupakan bagian dari program kegiatan Perpustakaan Inklusi yang dijalankan oleh Perpustakaan Bina Ilmu. Perpustakaan Bina Ilmu dituntut untuk giat menjalankan Perpustakaan Inklusi karena telah menjadi salah satu perpustakaan desa percontohan di Siak Sri Indrapura. Perpustakaan desa diharapkan mampu memberikan edukasi, literasi serta pendampingan kepada masyarakat dalam mewujudkan perpustakaan inklusi itu sendiri serta kemandirian finansial bagi warga desanya. Urgensi pengabdian mengacu road map penelitian Fakultas Ilmu Budaya terkait literasi. Metode pelaksanaan pengabdian dengan observasi lapangan dan identifikasi permasalahan. Selanjutnya dilakukan perancangan solusi bersama mitra. Implementasi solusi dilakukan dalam bentuk pelatihan luring, dan pendampingan. Sedangkan evaluasi pelaksanaan pengabdian mengacu pada indikator capaian luaran. Seluruh kegiatan dilakukan tim pengabdian bersama mitra, perangkat desa dan masyarakat. Adapun target luaran adalah ada peningkatan pemahaman, keterampilan, dan ketentraman masyarakat. Pengabdian ini mendukung dan memperkaya bahan ajar perpustakaan khusus yakni perpustakaan desa serta penguatan gerakan literasi masyarakat untuk kemandiran finansial dengan disain grafis untuk penyablonan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DOKUMEN SEKUNDER MENGGUNAKAN TOOLBOX Sudiar, Nining; Amelia, Vita; Triono Dul Hakim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.25806

Abstract

Dokumen skunder merupakan dokumen yang berisikan informasi dari dokumen primer. Dalam dunia perpustakaan dan informasi dokumen ini berfungsi sebagai salah satu bentuk dari sistem temu balik informasi dokumen primer, sehingga memudahkan penelusuran informasi, menghimpun sekaligus sebagai intreprestasi dari keseluran koleksi yang dimilki oleh sebuah perpustakaan terutama informasi-informasi yang digunakan sebagai referensi dalam penelitian. Perpustakaan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera merupakan perpustakaan khusus yang rutin melanggan jurnal dan majalah ilmiah, yang terus bertambah dan menumpuk sehingga menyulitkan pemustaka terutama peneliti untuk mencari informasi yang diinginkan. Solusi yang bisa dilakukan agar informasi tersebut bisa ditemukan dengan cepat dan tepat maka pustakawan perlu membuat dokumen skunder. Penyusunan dokumen skunder yang dimaksud yaitu dengan menggunakan menggunakan aplikasi khusus yang dinamai Toolbox. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama adalah desksipri tentang bibliografi jenis dokumen yang akan dibuat menjadi dokumen skunder. Tahap kedua adalah gambaran umum pembuatan, tahap ketiga adalah deskripsi dan instalasi toolbox. Tahap keempat adalah penggunaan toolbox dalam pembuatan bahan rujukan umum. Tahap terakhir adalah evaluasi dan motivasi. Dari kegiatan ini dapat dismpulkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dan meningkatkan pengetahuan bagi mitra PkM yaitu Perpustakaan khusus Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera yang yang ada di lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup. Setiap peserta memahami bagaimana cara mengaplikasi toolbox dan penggunaanya, namun secara teori terkait dokumen skunder, peserta belum dapat memahaminya dengan baik
Comparative Analysis of Wilson, Ellis, and Kuhlthau's Information Search Models in The Digital Age Damayanti, Nilam; Fayyaza, Najwa; Melani, Sinta Tri; Amelia, Vita
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.92-100

Abstract

Background of the study: Understanding information-seeking behavior has become increasingly essential n the digital age, characterized by cognitive information overload.Purpose: This study aims to describe and analyze information-seeking models developed by T.D. Wilson, David Ellis, and Carol Kuhlthau, and to evaluate their relevance in addressing current information needs.Method: A qualitative descriptive approach was used through a narrative literature review of eleven scholarly articles discussing the three models.Findings: The findings reveal that Kuhlthau’s model is predominantly applied in educational contexts, as it accommodates users' affective and cognitive experiences. Ellis’s model is commonly used in academic and professional settings to capture technical strategies in information seeking, while Wilson’s model is relevant for understanding the influence of social, psychological, and environmental factors in everyday information behavior. Although the models are complementary, none of the reviewed studies has explicitly integrated all three into a unified conceptual framework.Conclusion: Thus, this study recommends the development of an integrative model to provide a more comprehensive and contextual understanding of information-seeking behavior in the digital era.Keywords: Information-seeking models, Information behavior, Wilson, Ellis, Kuhlthau, Narrative literature review -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Analisis Komparatif Model Pencarian Informasi Wilson, Ellis, Dan Kuhlthau Dalam Era Digital   Latar belakang: Pemahaman terhadap perilaku pencarian informasi menjadi semakin penting di era digital yang ditandai oleh banjir informasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model-model pencarian informasi yang dikembangkan oleh T.D. Wilson, David Ellis, dan Carol Kuhlthau, serta mengevaluasi relevansinya dalam menjelaskan kebutuhan informasi pengguna saat ini.Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui metode narrative literature review terhadap sebelas artikel ilmiah yang membahas penerapan ketiga model tersebut.Temuan: Hasil kajian menunjukkan bahwa model Kuhlthau paling banyak digunakan dalam konteks pendidikan karena mengakomodasi aspek afektif dan kognitif pengguna. Model Ellis banyak diterapkan dalam lingkungan akademik dan profesional untuk menggambarkan strategi teknis pencarian informasi, sementara model Wilson relevan untuk menjelaskan pengaruh faktor sosial, psikologis, dan lingkungan dalam perilaku pencarian informasi sehari-hari. Temuan juga menunjukkan bahwa meskipun ketiga model saling melengkapi, belum ada pendekatan yang secara eksplisit mengintegrasikan ketiganya dalam satu kerangka konseptual terpadu.Kesimpulan: Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan model integratif untuk memahami perilaku pencarian informasi secara lebih komprehensif dan kontekstual di era digital.Kata Kunci: Model pencarian informasi, Perilaku informasi, Wilson, Ellis, Kuhlthau, Narrative literature review  
Analisis Co-Word Pada Tesis Magister Di Perpustakaan Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Yusmita Belinda Pardede; Nining Sudiar; Vita Amelia
Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/zagkh914

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren topik dalam tesis magister di Perpustakaan Sekolah Universitas Lancang Kuning dengan menggunakan metode Co-word. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Metode Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Populasi dalam penelitian ini adaah seluruh tesis magister tahun 2021 hingga 2024, sebanyak 737 dokumen. Analisis data diakukan menggunkan perangkat lunak VOSviewer untuk menampilkan visualisasi keterkaitan kata. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topik-topik seperti “tanggung jawab”, ”hukum indonesia”, “perlindungan hukum”, “kepemimpinan”, ”kinerja pegawai”, dan “kepuasan kerja” mendominasi penelitian mahasiswa dalam bidang hukum dan manajemen. Simpulan. Temuan ini menunjukkan kecenderungan tema penelitian yang berkembang di kalangan mahasiswa pascasarjana. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting dalam pengembangan koleksi perpustakaan. Selain itu, hasil ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam menentukan arah penelitian yang sesuai dengan tren ilmiah saat ini. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan akademik dan relevansi koleksi perpustakaan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan.
Analisis kebutuhan informasi mahasiswa fakultas hukum di Universitas Lancang Kuning dalam mendukung proses belajar Ramadhan, Riki Dinul; Yendani, Astin; Khusna, Wirdatul; Amelia, Vita
Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 14 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : FPPTI Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66162/lib.v14i2.412

Abstract

This study aims to analyze the information needs of law students in learning processes, focusing on identifying characteristics of information needs, types of required information sources, information seeking behavior patterns, and encountered obstacles. Using qualitative research methods through direct interviews with 20 law faculty students of Lancang Kuning University, semesters 2, 4, and 6, which were conducted in June 2025. The findings reveal that law students have multidimensional information needs encompassing academic aspects for coursework, contextual needs for current legal issues, and practical requirements for extracurricular activities. Students employ a hierarchical search strategy starting from internal campus sources then expanding to external sources, utilizing both traditional and digital media combinations. The research demonstrates that law students' information seeking behavior has adapted to technological developments, yet still faces significant challenges in understanding legal terminology, accessing quality sources, and information validation. The study provides valuable insights for educational institutions to design appropriate library services and information infrastructure, enhances student awareness of information literacy importance, and offers input for educational technology developers to create more user-friendly and comprehensive legal learning platforms. Recommendations include developing integrated information literacy programs in curriculum, improving access to legal databases and electronic journals, and establishing strategic collaborations between institutions, libraries, and technology providers to create optimal information ecosystems supporting academic needs.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PLAGIARISME BAGI GURU DAN SISWA Sudiar, Nining; Amelia, Vita; Latiar, Hadira; Maryanti, Sri
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i1.127

Abstract

Plagiarisme merupakan masalah serius dalam penulisan karya ilmiah yang secara tidak langsung dapat menghambat perkembangan intelektual serta etika belajar mengajar di sekolah. Di SMA Negeri 1 Pekanbaru, pemahaman guru dan siswa mengenai plagiarisme, termasuk jenis, dampak, dan cara pencegahannya, masih terbatas. Rendahnya pemahaman ini berpotensi memicu praktek-praktek plagiarisme baik secara sadar maupun tidak. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai plagiarism. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan siswa di SMA Negeri 1 Pekanbaru tentang plagiarism. Metode yang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan plagiarisme dikalangan guru dan siswa dari 61.14% menjadi 85,42% artinya peningkatan pengetahuan naik menjadi 24,28%.