p-Index From 2021 - 2026
5.997
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Lentera Pustaka JURNAL PUSTAKA BUDAYA AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Ilmu Budaya Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, informasi dan kearsipan VISI PUSTAKA: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Community Empowerment Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah) ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Jurnal J-PEMAS JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Bidik : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Al-Ma'arif: Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA Joong-Ki Joong-Ki Jurnal Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM) Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN PLAGIARISME BAGI GURU DAN SISWA Nining Sudiar; Vita Amelia; Hadira Latiar; Sri Maryanti
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i1.127

Abstract

Plagiarisme merupakan masalah serius dalam penulisan karya ilmiah yang secara tidak langsung dapat menghambat perkembangan intelektual serta etika belajar mengajar di sekolah. Di SMA Negeri 1 Pekanbaru, pemahaman guru dan siswa mengenai plagiarisme, termasuk jenis, dampak, dan cara pencegahannya, masih terbatas. Rendahnya pemahaman ini berpotensi memicu praktek-praktek plagiarisme baik secara sadar maupun tidak. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai plagiarism. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan siswa di SMA Negeri 1 Pekanbaru tentang plagiarism. Metode yang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan plagiarisme dikalangan guru dan siswa dari 61.14% menjadi 85,42% artinya peningkatan pengetahuan naik menjadi 24,28%.  
Hāfizūn and Yaktumūn: Ethical Foundations for the Preservation of and Access to Cultural Heritage in GLAM Institutions Vita Amelia; Abdul Mustaqim
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v10i1.15728

Abstract

GLAM institutions (Galleries, Libraries, Archives, and Museums) face an ethical tension between preserving cultural heritage and providing public access to it. Strict preservation practices may produce restrictive access regimes, while uncontrolled access risks damaging collections. This study aims to formulate an ethical framework to address this tension, constructed from QS. Al-Hijr [15]:9 and QS. Al-Baqarah [2]:159 through interpretation. Using Qualitative library research and thematic interpretation, this article analyzes two key concepts: the custodial mission (Hāfizūn) in QS. Al-Hijr: 9 and the prohibition of concealing knowledge (Yaktumūn) in QS. Al-Baqarah: 159. The analysis shows that QS. Al-Hijr [15]:9 legitimizes preservation ethics, while QS. Al-Baqarah [2]:159 grounds ana ethnics accessibility. The synthesis yields an ethical model that integrates authenticity, integrity, equity, transparency, and controlled access as its core elements. The study offers theological-ethical guidance for GLAM policy and enriches Islamic information ethics, complementing existing secular approaches (Floridi’s information ethics, IFLA/ICA/UNESCO codes) with a theologically grounded perspective relevant to Muslim-majority contexts and to global discourse alike.