Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PRODUKTIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KAPAL POLE AND LINE TERHADAP SUMBERDAYA IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) DI KOTA KUPANG NTT Edizul A. Sadir; Mukhlis Ali; Agustinus A.H. Ratung; Charlens Polin; I Made Aryana; Sakti Pandopotan Nababan; Ahmad Hanifah
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.6514

Abstract

The skipjack tuna fishery in NTT plays a vital role in the regional economy, therefore, a study of fishing productivity is necessary to understand the relationship between fishing effort, yield, and stock condition. This study aims to analyze skipjack tuna fishing productivity, assess the energy efficiency of local fishermen, and formulate a sustainable management strategy. The methods used were surveys and field observations, with analysis using CPUE, energy efficiency, and productivity per vessel/fisherman. Management strategies were developed using a SWOT matrix and QSPM. The results showed the highest CPUE in October–November (272.3 kg/trip), vessel productivity 6.9 kg/trip, and fisher productivity 25 kg/person/trip. The highest fuel efficiency was recorded in January (2.1 L/kg of fish). Management strategies include improving catch quality, developing business capital assistance, and renewing the Pole and line skipjack tuna fleet.
PENGARUH PENGGUNAAN UMPAN IKAN LAYANG (Decapterus spp ) DAN IKAN TEMBANG (Sardinella spp) PADA ALAT TANGKAP LONGLINE KM. PEREMATA 318 TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA DI PERAIRAN WPP 573 Agustinus A H Ratung; Jey Ratu Amah; Mukhlis Ali; Edizul A Sadir
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.6568

Abstract

This study aims to determine the effect of differences in the use of scad (Decapterus spp.) and scad (Sardinella spp.) bait on tuna catches using longline gear in Fisheries Management Area (WPP) 573. The research method used was a field experiment with a quantitative approach. The study was conducted over 16 fishing operations. The results showed that the use of scad bait resulted in higher tuna catches than scad bait. The average catch using scad was 1,206 kg per fishing operation, while the average catch using scad was 618 kg per fishing operation. Statistical analysis using the t-test showed a significance value of p <0.05, indicating a significant difference between the two types of bait on catches. The conclusion of this study is that scad bait is more effective in increasing tuna catches using longlines in the waters of WPP 573.
Pendugaan Kelompok Umur Ikan Baronang di Perairan Desa Tesabela dalam Menunjang Perikanan Berkelanjutan Rasdam Rasdam; Resky Amalia Rajab; Muhamad Ali Ulat; Jhon Septin M. Siregar; Yesaya Mau; Edizul Adiwijaya Sadir
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i2.18933

Abstract

Ikan Baronang yang tertangkap di perairan Desa Tesabela rata-rata menggunakan jaring insang millenium. Penangkapan ikan Baronang yang dianggap sebagai hama bagi rumput laut perlu diperhatikan ukuran layak tangkapnya guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran frekuensi panjang tiap bulan dan pendugaan kelompok umur ikan Baronang (Siganus canaliculatus) sebagai acuan dalam upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis Kohort berdasarkan data panjang ikan. Hasil analisis kohort diperoleh dua kelompok umur relatif ikan Baronang yaitu: (1) kelompok umur pada kisaran panjang 5,0 – 15,4 cm sebanyak 290 ekor dengan panjang rata-rata 11,91 cm, (2) kelompok umur pada kisaran panjang 15,5 – 23,8 cm sebanyak 47 ekor dengan panjang rata-rata 22,58 cm.
TEKNIK PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP LONG LINE DAN TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN PADA KM PERMATA 318 DI WPPNRI 573 SELATAN PULAU TIMOR Charlens Polin; Edizul Adiwijaya Sadir; Resky Amalia Rajab; Agustinus A.H. Ratung; Kusmedy B; Mukhlis Ali
Hexagon Vol 7 No 2 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i2.7566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian long line serta menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap tersebut pada KM Permata 318 yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573 Selatan Pulau Timor. Penelitian dilaksanakan melalui metode observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK), serta dokumentasi selama kegiatan penangkapan ikan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengacu pada indikator alat tangkap ramah lingkungan menurut FAO (Food and Agriculture Organization). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian long line pada KM Permata 318 terdiri terbagi beberapa tahapan, yaitu persiapan operasi, setting, soaking, hauling, penanganan hasil tangkapan, dan penyimpanan hasil tangkapan. Long line memiliki komponen utama berupa tali utama, tali cabang, mata pancing, pelampung, pemberat, dan radio buoy. Daerah penangkapan di WPPNRI 573 Selatan Pulau Timor dengan target utama ikan tuna, khususnya tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dan tuna mata besar (big eye tuna). Berdasarkan analisis tingkat keramahan lingkungan menggunakan kriteria FAO, long line pada KM. Permata 318 termasuk dalam kategori ramah lingkungan karena memiliki selektivitas tinggi, tidak merusak habitat dasar perairan, hasil tangkapan berkualitas baik, dan dampak terhadap biodiversitas relatif rendah. Namun demikian, masih diperlukan mitigasi hasil tangkapan sampingan (bycatch) untuk mengurangi penangkapan tidak disengaja terhadap spesies yang dilindungi seperti hiu dan penyu.