p-Index From 2021 - 2026
5.454
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adalah ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman I-ECONOMICS: A Research Journal on Islamic Economics Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam jurnal niara Ikonomika : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam Li Falah: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ekonomi Islam Distribusi ILTIZAM Journal of Sharia Economic Research Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) YUME : Journal of Management Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis EKONOMI, KEUANGAN, INVESTASI DAN SYARIAH (EKUITAS) Indonesian Journal of Islamic Business and Economics (IJIBE) Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal La Bisecoman ProBisnis : Jurnal Manajemen Salam (Islamic Economics Journal) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Al-Tijary : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Digital Business Tren Bisnis Masa Depan Priviet Social Sciences Journal Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam ISJOUST Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Jurnal Media Akademik (JMA) Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah J-CEKI Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

OVERVIEW THE LAW OF ZAKAT PAYMENT USES FINTECH IN ISLAMIC PERSPECTIVE Ghofur, Ruslan Abdul; Ichwan, Afiful
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current development of technology 4.0 has made many major changes, especially in the transaction model. The presence of Financial Technology (Fintech) has transformed cash transactions into a non-cash transaction model that can be done without having to meet face to face. This gives people the convenience of making transactions. Not only in transactions of economic activity, but also non-cash payment through Fintech have been used in paying zakat. The purpose of this research is to find out how the laws of Fintech are used to pay zakat. In this study, the authors used a literature study research method, namely by searchingfor documents such as national and international journals, books, and websites related to research. The results of the analysis using the nine principles of Islamic law conclude that legal fintech itself is allowed as long as the transaction does not contradict sharia principles and does not contain elements of danger.
ANALYSIS OF SHARIA INNOVATION STRATEGIC AND EFFICIENCY TOWARD SUSTAINABLE ABILITY SHARIAH MANDIRI BANKS IN LAMPUNG Andri, Andri; Suryanto, Tulus; Ghofur, Ruslan Abdul; Anggraeni, Erike
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Journal of Islamic Economics and Business) Vol. 6 No. 1 (2020): JANUARY-JUNE 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jebis.v6i1.18712

Abstract

This study aims to reveal the influence of factors that influence the ability of 'sustainable banks' in facing threats from the internal and external environment, especially financial technology. The novelty of this article lies in the discovery of research results that provide a complex development model in the strategy of Islamic financial institutions in maintaining sustainable capability. Quantitative research methods with Islamic economics approach are chosen to answer the research hypotheses. The 30 sample respondents consisting of Branch Managers and Senior Employees from branch offices and sub-branch offices of the Bank Syariah Mandiri (BSM) Lampung Province are potential primary data used. The results revealed that there was a positive and significant effect of 80.6% between sharia innovation and efficiency on the sustainability of Bank Syariah Mandiri in Lampung Province. While the remaining 18.4% is influenced by other variables not examined in the study. In creating new innovations and efficiencies, BSM Lampung Province must always be in the corridors of Islamic principles as rahmatan lil alamin.Keywords: Bank, Efficiency, Innovation, Sharia, Sustainability
ANALISIS  PENGARUH  REALISASI PENDAPATAN NEGARA, PENGELUARAN PEMERINTAH, DAN  ZAKAT TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA DITINJAU DALAM  PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (2001-2024) Reyhan Aulia; Ruslan Abdul Ghofur; Yulistia Devi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/n0nq8065

Abstract

Kemiskinan telah menjadi permasalahan penting menjadi, yang dapat menyebabkab permasalahan dalam stabilitas ekonomi dan perkembangan sosial. Meskipun pendapatan negara dan pengeluaran pemerintah terus meningkat disetiap tahun, tingkat kemiskinan di Indonesia masi belum memperlihatkan penurunan yang signifikan dari tahun ketahun. Di sisi lain, potensi zakat yang besar belum sepenuhnya bias mengoptimalkan  sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Fenomena ini memberikan pertanyaan penting yang belum banyak diteliti. Sehingga Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apa pengaruh pendapatan negara, pengeluaran pemerintah, dan zakat berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Pengujian dilakukan menggunakan model regresi berganda yaitu uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, normalitas, uji T, uji f, dan uji R2 . Jenis data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil  dari Badan Pusat Statistika (BPS) Indonesia, dan badan amil zakat(BAZNAS). Data meliputi pendapatan negara, pengeluaran pemerintah,  zakat, dan tingkat Kemiskinan di  Indonesia dari tahun 2001-2024. Hasil penelitian memberikan penjelasan bahwa pendapatan negara memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan pengeluaran pemerintah memiliki pengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Zakat   menunjukkan pengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Dalam perspektif ekonomi Islam, menggaris bawahi pentingnya pemberdayaan tingkat kemiskisnan yang bijaksana dan berbasis syariah, yang menghindari terkadinya riba dan memastikan bahwa dapat digunakan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kemiskinan mempertimbangkan faktor makro ekonomi dan kondisi ekonomi yang lebih luas, serta penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam untuk mencapai keberlanjutan dan keadilan
Ontological approach in improving Islamic economic literacy Wiraputra, Jhody; Andriani, Yulia; Pratiwi, Palupi; Safira, Isti; Madnasir, Madnasir; Ghofur, Ruslan Abdul
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i12.1137

Abstract

This study examines the role of the ontology approach in enhancing Islamic economic literacy in Indonesia, a strategic effort given the country's low national Sharia Financial Literacy Index, which stood at 43.42% in 2025. Ontology, as a philosophical study of the nature of existence, became the foundation for defining Islamic economics not only as a social science but also as an integral part of Tawheed, in which all economic activity is seen as a mandate from Allah and aims to achieve Falah. This ontological approach is vital because the nature of Islamic Economics is derived from divine revelation, in contrast to conventional economics, which is derived from human thought. Without a deep understanding of this ontological nature, such as the fundamental difference between usury and profit sharing, people tend to equate Shariah products with conventional ones, differing only in their labels. Using a literature study and philosophical content analysis, the study concludes that ontological understanding serves as an epistemological filter that encourages critical thinking, allowing literate individuals to distinguish between renaming and changing the essence. Therefore, ontological integration transforms literacy from surface normative compliance into an authentic systemic and philosophical understanding, which is essential for constructing a just and sustainable Islamic economic system.
Analisis Kepatuhan Syariah dan Tata Kelola Filantropi Islam dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Umat Ipando, Ogi Marsenal; Leni Riski Hayati; Reska Maulida; Madnasir, Madnasir; Ruslan Abdul Ghofur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13504

Abstract

Filantropi Islam, yang diimplementasikan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), merupakan elemen krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat. Meskipun Indonesia memiliki potensi ZISWAF yang sangat besar, realisasi dana yang terkelola secara formal masih menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait dengan kepercayaan publik dan efektivitas manajemen. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penting kepatuhan syariah (sharia compliance) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam mengoptimalkan pengelolaan dana filantropi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis data sekunder yang relevan. Temuan utama mengindikasikan bahwa ketaatan terhadap prinsip syariah, yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS), adalah prasyarat mutlak untuk membangun dan menjaga kepercayaan donatur. Sementara itu, penerapan prinsip tata kelola yang meliputi transparansi, akuntabilitas, dan responsibilitas, secara langsung meningkatkan efisiensi operasional dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Sinergi yang kuat antara kedua aspek ini akan menciptakan ekosistem filantropi Islam yang profesional dan berkelanjutan, yang berdampak positif dan nyata pada peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Artikel ini merekomendasikan perlunya kerangka regulasi yang lebih kuat dan harmonisasi standar tata kelola syariah untuk memaksimalkan kontribusi sektor filantropi Islam dalam pembangunan ekonomi nasional.