Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Rekayasa Budidaya Melon Hidroponik dalam Greenhouse untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Purwojati Murdiantoro, Randi Adzin; Nur, Ivan Akmal; Isnawati, Anggun Fitrian; Afandi, Mas Aly; Rumestri, Agatha Dinarah Sri; Purwanti, Eri Nanda Dewi; Nurmeilinda, Kharisma; Anjani, Mia; Saputra, Sahrul; Arsiandro, Fadzly Haris; Nurkholis, Rizki; Prasetio, Angga Ari; Utari, Tria; Fadillah, Siti; Sutarmin, Sutarmin
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 4 No. 6 (2024): November - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v4i6.2237

Abstract

Agriculture is still the main sector in rural economy in Indonesia, including in Purwojati Village. This village is one of the extreme poor areas in Purwojati Subdistrict, Kabupaten Banyumas, where most of the area is dry land. Banyumas whose area is mostly dry land. Based on this condition, it is necessary to modify the technology on commodities in the based on these conditions, it is necessary to modify the existing commodities in the area, namely hydroponic melon cultivation engineering in greenhouses. The purpose of this activity is to increase cultivation productivity to increase community income. The results of the use of greenhouses in the use of greenhouses in golden melon cultivation in Purwojati Village increases productivity up to 4-5 times per year for 1 unit of greenhouse. harvest per year for 1 greenhouse unit, better fruit quality, and increased community knowledge in the field of hydroponic melon cultivation. better fruit quality, and increased community knowledge in the field of business management and modern agriculture. This has the potential to increase community income significantly, thus supporting economic empowerment and income significantly, thus supporting economic empowerment and improving welfare of farmers in the area.
Adaptasi Pengguna Ponsel Cerdas Wilayah Pedesaan pada Implementasi Program Desa Broadband Terpadu Rumestri, Agatha Dinarah Sri; Atmono, Yohanes Firananta Setyo; Cempoko, Detyo
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 2, No 1 (2023): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.063 KB) | DOI: 10.36262/dpj.v2i1.724

Abstract

Kebijakan pemerintah Indonesia terkait pengadaan Program Desa Broadband Terpadu, bertujuan untuk mengakomodir aktivitas masyarakat di pedesaan dengan optimalisasi teknologi digital. Proses digitalisasi yang terjadi pada masyarakat pedesaan dipercepat pula oleh terjadinya Pandemi Covid-19, yang nyaris melumpuhkan setiap sendi kehidupan banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Pembatasan interakasi sosial memunculkan kebiasaan baru untuk terkoneksi dengan internet dan perangkat cerdas. Hal ini memunculkan permasalahan desain perangkat dan aplikasi bergerak yang tepat guna bagi masyarakat pedesaan. Dalam hal ini karakteristik pengguna turut mempengaruhi terjadinya sebuah pengalaman, sehingga membentuk persepsi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan ponsel cerdas, dengan mengukur persepsi yang didasarkan pada perbedaan tingkat pemahaman terhadap produk interaktif. Penelitian ini menggunakan metode survei kuesioner Attrakdiff 2 dan UEQ terhadap 62 pengguna ponsel cerdas tingkat pemula di wilayah pedesaan di Indonesia. Hasil investigasi menunjukkan bahwa perbedaan tingkat pemahaman pengguna berpengaruh pada persepsi terkait aspek fungsionalitas produk dan psikologis pengguna saat berinteraksi dengan ponsel cerdas. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar rekomendasi bagi pelaksanaan Program Desa Broadband Terpadu, maupun bagi pelaku industri dalam mengembangkan perangkat maupun layanan berbasis teknologi digital, yang sesuai bagi karakter masyarakat pedesaan. 
Akselerasi Kreativitas Berbasis Desain bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Purwokerto sebagai Pendukung Rintisan Creativepreneur Sri Rumestri, Agatha Dinarah; Agus Putra, Affriza B. R. P; Haryanto, Laurensius W. O
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3033

Abstract

Pelatihan desain produk berbasis limbah tebu bagi warga binaan Lapas Narkotika Purwokerto bertujuan meningkatan kapasistas literasi daur ulang dan mendorong potensi kewirausahaan kreatif. Permasalahn utama yang dihadapi warga binaan adalah rendahnya pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah serta keterbatasan dalam keterampilan desain. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan pre-test dan post-test, workshop pembuatan biokomposit dan pelatihan desain produk. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan tertinggi pada indikator sikap terhadap pemanfaatan limbah sebesar 17,5%, sedangkan peningkatan terendah pada indikator ketertarikan desain berkelanjutan sebesar 5,0%. Hasil ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam pengetahuan, pemahaman dan sikap warga binaan terhadap pengelolaan limbah tebu secara kreatif. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan narapidana melalui pendektan desain sebagai bekal untuk merintis usaha kreatif pasca pembebasan.
Innovative Packaging, Digital Marketing dan Sistem Layanan Terpadu Desa Kasegeran Banyumas Zen, Bita Parga; Amrustian, Muhammad Afrizal; Rumestri, Agatha Dinarah Sri; Fitriana, Gita Fadila
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Riset Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v4i2.4224

Abstract

Desa Kesegaran terletak di kabupaten Banyumas memiliki beberapa umkm di bidang kuliner yang menjadi mata pencaharian penduduk desa kesegaran. terdapat permasalahan yang sedang dihadapai mitra saat ini adalah minimnya pengetahuan mitra untuk memasarkan hasil umkm Desa Kasegaran secara digital serta kekurangan akan inovasi dalam packaging produk. Selain itu, desa Kesegaran belum memiliki layanan desa dalam bentuk digital. Berdasarkan permasalahan tersebut maka pengusul memberi solusi untuk memfasilitasi desa untuk melakukan pemasaran digital terhadap hasil umkm desa serta packaging yang inovatif. dengan tujuan dapat melaksanakan kegiatan dengan baik melalui pemasaran secara digital dapat membuka peluang untuk memperluas pasar produk, sedangkan packaging akan membantu visualisasi dalam pembuatan konten digital. dari pengabdian yang dilakukan dengan kombinasi antara packaging yang inovatif, konten, serta pemasaran digital yang tepat akan meningkatkan profit pelaku usaha dan layanan desa dalam bentuk digital akan mengefesiensi waktu pemohon layanan, dari kegiatan pengabdian Inovasi Kemasan 70% peserta merasa sangat puas, Pemasaran Digital 65% peserta merasa sangat puas, Sistem Layanan Terpadu 60% peserta merasa sangat puas
Implementasi IoT Untuk Monitoring Pertumbuhan Tanaman Cabai Dengan Sistem Penyiraman Otomatis Di Desa Kembaran Wetan Abednego Dwi Septiadi; Yudha Islami Sulistya; Maie Istighosah; Maryona Septiara; Diovianto Putra Rakhmadani; Agatha Dinarah Sri Rumestri
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i2.6901

Abstract

Kembaran Wetan Village is one of the agricultural areas with chili plants as its main commodity. The main problem faced by farmers is the suboptimal irrigation system, which is still done manually and not based on the actual condition of the land. This community service activity aims to design and implement an Internet of Things (IoT) system to monitor chili plant growth and regulate irrigation automatically. The system consists of five soil moisture sensors, one air temperature and humidity sensor, one rain sensor, and a main controller using an ESP32 connected to a web-based platform. The system is equipped with a dashboard displaying real-time data on soil moisture, temperature, and device status, and can be accessed via a smartphone. The activity also involved training for farmers and ongoing support during the implementation phase. The results of the activity demonstrated that the system can accurately measure soil conditions and regulate irrigation according to plant needs. Farmers also showed interest and readiness to operate the equipment independently. This success indicates that the application of appropriate technologies like IoT has significant potential to enhance efficiency and productivity in rural agriculture in a sustainable manner.
BISAKAH AKU PAKAI INI KE HANGOUT? KETIKA SEPATU BASKET MELANGKAH KE DUNIA KASUAL Muhamad Amar Ma’ruf; Agatha Dinarah Sri Rumestri; Laurensius Windy Octanio Haryanto
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High cut basketball shoes are known for their superiority in providingoptimal stability for the user's feet. However, this safety feature often sacrificesflexibility of movement, which is a challenge for athletes. This problem is increasinglyrelevant with the finding that teenage male basketball athletes use basketball shoesnot only for sports needs, but also as a means of expressing themselves in the socialsphere known as athleisure. This phenomenon gives rise to the concept of "beauty ispain" in the male version, where they are willing to sacrifice comfort for appearance.To answer this need, high cut basketball shoes using design thinking method withadjustable collars were developed as a solution with a styling approach using brandarchetypes, namely The Ruler and outlaw archetypes, which then gave birth to theProject Monarch series and the Project Exile series. Keywords: athleisure, high cut, The Ruler, The Outlaw, brand archetype
Peningkatan Keterampilan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Fotografi, Desain Grafis, dan Editing Video di Rumah Kreatif Wadas Kelir, Kabupaten Banyumas M.Lukman Leksono; Robert Hendra Yudianto; Agatha Dinarah Sri Rumestri; Shintia Dwi Alika
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2970

Abstract

Community service is an implementation of the Tri Dharma of Higher Education aimed at enhancing community capacity and self-reliance. Wadas Kelir Village, Banyumas Regency, has significant potential in culture, arts, and micro, small, and medium enterprises (MSMEs), yet this potential is not optimally supported by adequate digital promotion skills. This program aims to improve photography, graphic design, and video editing skills through training and mentoring activities conducted at Rumah Kreatif Wadas Kelir. The methods applied include a participatory approach, interactive workshops, project-based learning, and continuous mentoring. The results indicate an improvement in participants’ ability to produce visual content for MSME promotion and village branding, as well as the formation of village-based digital creative.
Exploration of Batik QR Code using Atumics Method to Increase the Functional Value of Batik M. Amaruddin Yusuf; Emmareta Fauziah; Agatha Dinarah Sri Rumestri
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 19 No 1 (2026): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimart.v19i1.4365

Abstract

Batik is an Indonesian ancestral heritage in the form of oral and intangible culture that has long been recognized by UNESCO. As time progresses, batik usage has diminished, particularly among the youth who prioritize practical, efficient technology such as QR Codes through the adoption of digitalization and QRIS. On the other side, the limitations of fashion MSMEs in providing information regarding alternative products brought to exhibitions have resulted in buyers not finding products that match their desires, so MSMEs need a product catalog to represent products that cannot be brought to exhibitions. This research attempts to combine batik and QR Codes using the atumics method to create a new product that is relevant to the times. By combining culture and technology, the batik QR Code can be filled with digital information links, one of which can be a digital catalog of fashion MSME products fostered by Rumah BUMN Pekalongan. It is hoped that with this research, batik will have a functional value that is harmonious with its aesthetic value and can provide an additional product alternative for buyers at exhibitions.
Warisan Ragam Hias: Transformasi Motif Makam Sunan Drajat pada Desain Perhiasan Modern Wahyu Pambudi Widodo; Agatha Dinarah Sri Rumestri; Pricilla Tamara
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v18i1.8387

Abstract

Masyarakat Muslim modern memandang perhiasan tidak lagi hanya dianggap sebagai aksesori pelengkap penampilan, melainkan juga sebagai representasi dari nilai-nilai kehidupan, keyakinan, dan identitas religius. Tingginya konsumsi perhiasan emas di Indonesia mencerminkan minat yang tinggi terhadap perhiasan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna simbolik yang kuat serta selaras dengan nilai-nilai budaya dan ajaran Islam. Fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan akan produk yang tidak sekadar mengedepankan estetika, tetapi mampu memadukan keindahan visual dengan identitas spiritual dan kultural yang khas. Sayangnya, sebagian besar desain perhiasan yang beredar di pasaran masih terfokus pada aspek visual semata tanpa mengangkat potensi nilai-nilai budaya lokal maupun dimensi spiritual yang terkandung dalam warisan tradisional, sehingga menimbulkan tantangan dalam memenuhi preferensi konsumen Muslim yang semakin sadar akan makna simbolik dan religius pada produk yang mereka kenakan. Salah satu warisan budaya yang memiliki potensi besar untuk diadaptasi ke dalam desain perhiasan adalah motif ragam hias dari Kompleks Makam Sunan Drajat, yang tidak hanya kaya secara visual tetapi juga mengandung pesan moral dan filosofis yang mendalam, khususnya ajaran Pepali Pitu yang menekankan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Penelitian ini menggunakan metode ATUMICS (Artefact, Technique, Utility, Material, Icon, Concept, Shape), untuk menggabungkan aspek tradisional dan modern secara harmonis. Hasil perancangan berupa set perhiasan kontekstual yang terdiri dari cincin, gelang, liontin, dan bros, yang bernilai syar’i, estetis, serta berkontribusi pada pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan warisan tradisional Indonesia ke pasar fashion Muslim modern. Kata kunci: Komplek Makam, Motif, Perhiasan, Sunan Drajat, Warisan Tradisi