Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Experiential Learning dalam Proses Pembelajaran Anak Lukman Lukman; Astiti Tenriawaru Ahmad; A. Dian Afifah Khair; St Arika Fatri; Syarifah Al Makkiyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84962

Abstract

Experiential learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung sebagai sumber utama dalam memperoleh pengetahuan pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan metode experiential learning dalam layanan pendidikan nonformal yang mencakup bimbingan belajar, les privat, serta pendampingan oleh shadow teacher guna meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan motivasi belajar anak. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan anak dalam pembelajaran berbasis aktivitas seperti permainan edukatif, simulasi, dan refleksi pengalaman. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak menjadi lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam proses pembelajaran pada berbagai setting layanan. Selain itu, anak juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta keterampilan pemecahan masalah. Secara keseluruhan, experiential learning terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, adaptif, dan bermakna dalam layanan pendidikan nonformal.
Academic Buoyancy pada Siswa Boarding School: Uji Efektivitas Pelatihan Regulasi Emosi Astiti Tenriawaru Ahmad
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86198

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan academic buoyancy pada siswa boarding school. Academic buoyancy merupakan kemampuan siswa untuk menghadapi tantangan dan hambatan akademik sehari-hari secara adaptif. Siswa boarding school menghadapi tekanan akademik dan sosial yang lebih besar dibandingkan siswa sekolah reguler karena harus beradaptasi dengan lingkungan tinggal yang baru, jauh dari keluarga, serta tuntutan akademik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan 10 subjek siswa boarding school yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pelatihan regulasi emosi yang dilaksanakan selama delapan sesi. Instrumen pengukuran menggunakan skala academic buoyancy yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan paired samples t-test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 13,30; SD = 2,06) dan posttest (M = 18,90; SD = 1,91), dengan t(9) = -6,52, p < 0,001, Cohen's d = -2,06. Disimpulkan bahwa pelatihan regulasi emosi secara signifikan meningkatkan academic buoyancy siswa boarding school dengan ukuran efek besar. Kata Kunci: academic buoyancy; boarding school; pelatihan regulasi emosi; eksperimen
Pengaruh Teacher Support terhadap Student Engagement Dimediasi oleh Basic Need Satisfaction pada Siswa di SMA ‘Y’ : Penelitian Waal Syiath Muawiah; Nur Akmal; Astiti Tenriawaru Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5688

Abstract

Siswa di sekolah diharapkan untuk berpartisipasi aktif pada setiap kegiatan pembelajaran di sekolah, namun pada kenyataannya banyak masalah emosional dan perilaku yang terjadi pada siswa SMA sehingga mengurangi keterlibatannya di sekolah dan kemudian berdampak pada hasil akademik di sekolah. Keterlibatan siswa di sekolah dikenal dengan istilah student engagement. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teacher support terhadap student engagement dengan basic needs satisfaction sebagai mediator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 178 siswa SMA ‘Y’. Pengumpulan data menggunakan skala School Engagement Measure, skala Teacher Support, dan skala Basic Needs Satisfaction at School. Analisis data dilakukan dengan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teacher support berpengaruh terhadap student engagement dimediasi oleh basic needs satisfaction pada siswa SMA ‘Y’ (B=0.038, p=0.048). Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teacher support terhadap student engagement dimediasi basic needs satisfaction di SMA ‘Y’. Studi ini menegaskan peran krusial pemenuhan kebutuhan dasar dalam perspektif Self Determination Theory dan menyarankan agar pendidik serta konselor memprioritaskan dukungan psikologis untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
Peranan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Prososial Pada Siswa Bystander Nurul Resky Pratiwi; Nur Akmal; Astiti Tenriawaru Ahmad
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86665

Abstract

Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan konformitas teman sebaya terhadap perilaku prososial pada siswa yang berperan sebagai bystander dalam situasi bullying. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 349 siswa SMP yang teridentifikasi sebagai bystander yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan screening bullying vignette. Perilaku prososial diukur menggunakan Prosocial Tendencies Measure (PTM), sedangkan konformitas teman sebaya diukur menggunakan Informational and Normative Conformity Scale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner self-report dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial (B = 0,234, p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 4,6% (R² = 0,046). Temuan ini menunjukkan bahwa konformitas dapat menjadi mekanisme sosial yang mendorong munculnya perilaku menolong pada bystander ketika norma kelompok bersifat positif. Oleh karena itu, penguatan empati, penalaran moral, dan iklim sekolah yang suportif disarankan untuk meningkatkan perilaku prososial dalam konteks bullying. Keywords: konformitas teman sebaya; perilaku prososial; bystander; bullying; remaja  
A TOKEN ECONOMY-BASED PARENT–TEACHER COLLABORATIVE INTERVENTION TO ENHANCE THE INDEPENDENCE OF EARLY CHILDHOOD STUDENTS AT SCHOOL: A CASE STUDY Amirah Aminanty Agussalim; Astiti Tenriawaru Ahmad; Nurfajriyanti Rasyid
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 8 No 1 (2026): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v8i1.1838

Abstract

Difficulty separating from parents at school may hinder young children’s participation in learning activities, social interaction, and the development of independence. This study aimed to describe the implementation of a collaborative intervention to improve the independence of Child X, a 4-year-5-month-old boy who experienced difficulty separating from his mother at school. This study employed an individual case-study design with a descriptive approach. Data were collected through interviews with parents and the classroom teacher, school-based behavioral observations, psychological assessment using the Visual Motor Integration (VMI) and the Vineland Social Maturity Scale (VSMS), and documentation. Case formulation was conducted using RAC-S behavioral function analysis (Response, Antecedent, Consequences, Strength). The intervention was implemented for 17 days. It consisted of psychoeducation for parents and teachers, brief counseling for the mother, graduated separation, and a token economy using dinosaur stickers and verbal praise. The findings indicated positive behavioral changes in Child X. Initially, he required his mother to remain inside the classroom throughout the school day; by the end of the intervention, he was able to participate in classroom activities without her direct presence. Child X also showed improved engagement in classroom activities, interaction with teachers and peers, and willingness to seek assistance from the teacher. In conclusion, the combination of graduated separation and token economy, supported by consistent parental and teacher involvement, may serve as a practical intervention for promoting independence among young children who experience separation difficulties at school.