Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENYAKIT PADA TANAMAN PISANG DAN DISTRIBUSINYA DI WILAYAH KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS Ajeng Mirayanti Kusuma; Rostaman Rostaman; Marsandi K
Agro Wiralodra Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v3i1.36

Abstract

Pisang termasuk komoditas hortikultura yang penting di Indonesia. Pisang selain mudah didapat karena musim panennya berlangsung sepanjang tahun juga sangat digemari oleh masyarakat dunia tanpa pandang usia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui jenis-jenis penyakit yang menyerang tanaman pisang, 2) menentukan tingkat serangan penyakit, 3) mengungkapkan pola penyebaran penyakit tanaman pisang di Kecamatan Sumbang, kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sumbang pada Desember 2014 sampai dengan Maret 2015. Penelitan ini menggunakan metode survei, yaitu suatu pengamatan atau penyelidikan yang teliti dan seksama untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan baik di daerah tertentu. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu dengan pola pengambilan sampel pada daerah pertanaman pisang yang memiliki minimal 20 rumpun di seluruh desa di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Identifikasi penyakit dilakukan di Laboraturium Mikroba Simbiotik Tanaman (MST) Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong. Penelitian menunjukkan bahwa penyakit pada tanaman pisang adalah penyakit Layu Fusarium dan Sigatoka. Penyakit Layu Fusarium tersebar luas di seluruh desa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, sedangkan penyakit Sigatoka tingkat serangan penyakitnya bervariasi dari rendah (0-30%), sedang (31-70%), hingga tinggi (>70%). Intensitas penyakit Sigatoka tertinggi terdapat di Desa Sikapat.
KEEFEKTIFAN BAKTERI Serratia ENDOSIMBION WBC TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) DI LABORATORIUM ENTOMOLOGI BBPOPT JATISARI KARAWANG Fina Dwimartina; Rostaman Rostaman; Loekas Soesanto
Agro Wiralodra Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri Serratia Endosimbion WBC terhadap mortalitas serangga S. litura; 2) Mengetahui pengaruh pemberian bakteri tersebut terhadap daya konsumsi larva S. litura; 3) Mengetahui pengaruh bakteri tersebut terhadap perkembangan serangga. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi BBPOPT Jatisari Karawang, pada bulan Maret sampai Juli 2014. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, menggunakan rancangan acak terpisah yang terdiri dari 10 perlakuan dan 2 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah mortalitas (%), tingkat konsumsi larva, dan perkembangan larva. Hasil penelitian menunjukkan bakteri Serratia tidak menimbulkan kematian pada serangga uji (mortalitas 0%), tidak berbeda nyata pada daya konsumsi larva, dan tidak berpengaruh nyata terhadap persentasi larva yang menjadi pupa. Bakteri Serratia berpengaruh nyata terhadap berat pupa dan persentasi pupa menjadi imago.
KEEFEKTIFAN BAKTERI Serratia ENDOSIMBION WBC TERHADAP LALAT BUAH MELON (Bactrocera cucurbitae) Maya Astriani; Rostaman; Ismangil
Agro Wiralodra Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v3i2.50

Abstract

Lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan salah satu hama penting pada tanaman buah-buahan dan sayuran di Indonesia. Hama ini bersifat polifag, menyerang berbagai jenis tanaman demi kelangsungan hidupnya. Di alam, bakteri Serratia mengakibatkan kematian wereng batang coklat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui keefektifan bakteri Serratia Endosimbion WBC berdasarkan mortalitas lalat buah Bactrocera cucurbitae, 2) memastikan penularan bakteri tersebut secara transovarial, 3) mengetahui abnormalitas imago keturunan pertama (G1) akibat perlakuan bakteri tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2014 di BBPOPT Jatisari, Karawang dengan rancangan percobaan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut antara lain: 1) Kontrol atau tanpa Bakteri Serratia (B0), 2) B1 : 3,09 x 1046 sel/mL bakteri Serratia, 3) B2 : 2,16 x 1052 sel/mL bakteri Serratia, 4) B3 : 1,73 x 1061 sel/mL bakteri Serratia, 5) B4 : 4,5 x 1066 sel/mL bakteri Serratia. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian mengungkapkan mortalitas imago sangat rendah yaitu 4 %, bakteri bersifat transovarial, tidak mengakibatkan abnormalitas imago keturunan pertama. Bakteri ini belum dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati lalat buah yang potensial.
Evaluasi Produktivitas Kutu Lak, Laccifer lacca Kerr. (Hemiptera: Kerridae) pada Tiga Jenis Tanaman Inang Rostaman Rostaman; Bambang Sugeng Suryatna
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 6 No 2 (2009): September
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.806 KB) | DOI: 10.5994/jei.6.2.70

Abstract

Lac insects (Laccifer lacca Kerr) live parasitically on “kosambi” plants, and produce resins that are called lac. Lac are used for electronics, printing, textile, clothing, cosmetics, and food industry. The insects also live on various plants. The goal of this research was to evaluate the population quality of Lac insect that live on three host plants. The best parameter for population quality was biomass or lac production. Three host plants were inoculated by broods. The result showed that “kosambi” was the best host plant for the insect due to higher biomass (i.e lac production) than “kabesak putih” and “kabesak hitam” plants.
Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Asam Giberelat (Ga3) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Desa Datar Kecamatan Sumbang pada Musim Hujan Ignatius Drajat Krisna Jati; Rostaman Rostaman; Eny Rokhminarsi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.482

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect and the best concentration of GA3 growth regulator on the growth and yield of shallots. The research was carried out in the rice fields of Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, from February to April 2022. This study was a non-factorial field experiment using a randomized block design with 5 treatments and 5 replications. The treatment was the concentration of GA3 with 5 levells, namely 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm and 1000 ppm. The conclusion of this study is the application of GA3growth regulator affected increasing the number of tillers leaf area, bulb number/clump, fresh bulb weight/clump, dry bulb with dry leaves weight/clump, absolute dry bulb weight/clump, yield/plots and yield/hectare. Application of 500 ppm GA3growth regulator showed the best growth and yield of shallot. It was indicated by the number of tillers, leaf area and yield/hectare of 11.54 plants, 1162.18 cm2 and 16.54 ton, respectively
Tabel Hidup Lalat Jamur Tiram, Bradysia ocellaris Rostaman Rostaman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p18

Abstract

Mushroom fly, Bradysia ocellaris Comstock, is a new pest species on oyster mushroom cultivation in Bandung and other districts in West Java. Based on information, the insect widely distributes over countries.The aim of this research was to investigate life table parameters of the insect.Insects were reared in the laboratory using oyster mushroom media as their foods. The result showed that intrinsic rate of population growth () was 0.157, net reproductive rate () 23 individu/generation, and mean generation time (T) 20,5 days. This informartion is important in reproductivity of insect pest in three weeks.
Raw Secondary Metabolites of Trichoderma harzianum T10 in Tapioca Flour Towards Cucumber Damping-off Loekas Soesanto; Hidayatul Ilahiyyah; Endang Mugiastuti; Abdul Manan; Rostaman Rostaman
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 12, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v12i2.24567

Abstract

Trichoderma harzianum is effective for controlling soil-borne pathogenic fungi and producing secondary metabolites. When applied in the field, the raw secondary metabolites are quickly decreased directly by sunlight. One strategy to avoid degradation is the use of tapioca fluor liquid formula for biological control agents. This research aimed to obtain the most effective concentration of tapioca flour in development of raw secondary metabolites of Trichoderma harzianum T10, its effect on damping-off and growth of cucumber. This research was carried out at the screen house and the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2017 up to January 2018. The study was conducted in two stages, i.e., in vitro and in planta. The in vitro stage used completely randomized design with five repetitions and five treatments consisted of T. harzianum T10 in Potato Dextrose Broth, and in 0.5; 1; 1.5; and 2% of tapioca flour media. In in planta, randomized block design was used with five repetitions and six treatments consisted of control, T. harzianum T10 in PDB, and in 0.5; 1; 1.5, and 2% of tapioca flour media. Variables observed were density of conidia, disease incubation period, disease incidence, AUDPC, maximum growth potential, germination ability, plant height, canopy fresh weight, root length, and fresh root weight. Result of the research showed that the highest conidial density (1.23 x 107 conidia mL-1) of T. harzianum T10 was found in 2% tapioca flour with an increase of 63.28% compared to the PDB. The tapioca flour of 1 and 2%, and PDB could suppress the disease incidence by 81.82%. The lowest AUDPC was at 2% tapioca flour. The raw secondary metabolites could not delay the incubation period significantly and increase cucumber plant growth. The novelty is the use of antagonistic fungi in terms of raw secondary metabolites and the discovery of tapioca flour with the right concentration to produce high conidia density and high raw secondary metabolites. The benefits are to find other cheaper ingredients in promoting antagonistic fungal growth and the use of antagonistic fungal bioactive compounds to control plant pathogen
Pelatihan Budidaya Maggot Dalam Meningkatkan Keterampilan Santri Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas Wulansari, Nur Kholida; Prihatiningsih, Nur; Nurchasanah, Siti; Mutala’liah, Mutala’liah; Bayyinah, Lafi Na’imatul; Rostaman, Rostaman; Wiyantono, Wiyantono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.967

Abstract

Santri merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan masa depan di berbagai sektor. Limbah makanan yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai media pakan maggot yang nantinya dapat menambah keterampilan santri dalam mengolah limbah dan mengasah jiwa Entrepreneur. Hasil dari budidaya maggot dapat dijual sebagai pakan ternak dan pakan ikan yang mengandung nilai gizi yang tinggi. Penyuluhan Kegiatan ini dilakukan di awal kegiatan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh terkait kegiatan yang akan dilaksanakan dan memberikan pengetahuan tentang teknologi mengolah limbah berbasis budidaya maggot. Kegiatan ini melibatkan seluruh santri putra dan santri putri, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhsan, penyuluh lapang Desa Beji. Kegiatan dilakukan di pondok pesantren Al-Ikhsan. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner yang dilakukan sebelum kegiatan penyuluhan diketahui bahwa 99% santri tidak mengetahui pengetahuan budidaya maggot dalam pengolahan limbah organik rumah tangga yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi. 1% santri mengetahui akan tetapi pengetahuan tersebut sebatan jenis serangga yang dapat mengolah sampah organik, belum mengetahui cara budidaya yang tepat. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan 100% santri dapat memahami cara budidaya maggot secara tepat. Peningkatan keterampilan santri nampak pada keberhasilan telur maggot menetas dan pembesaran maggot.Kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dengan baik, diikuti oleh santri putra dan santri putri. Tujuan kegiatan untuk mengembangkan jiwa wirausaha santri sehingga dapat menambah skill dan kemampuan santri bisa dikatakan berhasil karena keterlibatan para santri terjadi sejak awal proses budidaya hingga pemanenan.
Serangan Hama Siput Darat (Bradybaena similaris) pada Pertanaman Kubis (Brassica oleracea var. capitata) di Wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga Butarbutar, Margaretha; Rostaman, R.
Jurnal Pro-Life Vol. 11 No. 3 (2024): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/pro-life.v11i3.5668

Abstract

Cabbage (Brassica oleracea capitata) is an important commodity in the Karangreja area of Purbalingga District. The crop is attacked by land snails. The objectives of this study were to: 1) identify the land snail species that attack cabbage crops; 2) ascertain the snail attack symptoms; 3) ascertain the snail population and attack intensity; and 4) show where snails are found in cabbage fields. The Purbalingga Regency's Karangreja Sub-district served as the site of the survey investigation. The Indonesian Institute of Sciences' Research Center of Biology, Laboratory of Zoology, identified land snails. The study was from February until April 2017. The findings indicated that Bradybaena similaris was a species of land snail. The snail attack was characterized by circular holes in the center of the leaves. The snail population ranged from 8.21 to 44.90 individuals, with varying assault intensities of low (21-40%) and medium (41-60%). The snail is distributed in a clumped pattern. We concluded that Bradybaena similaris snails are an important pest of cabbage plants.
Ketahanan 10 Genotipe Jagung Manis Introduksi terhadap Serangan Penyakit Bulai Indriani, Resti Dwi; Pribadi, Teguh; Shofiyani, Anis; Budi, Gayuh Prasetyo; Rostaman; Syaukany, Rizza Faris
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1470

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah produk hortikultura yang potensial dikembangkan di Indonesia. Selam ini kebutuhan jagung manis Indonesia dipenuhi melalui aktivitas impor. Tantangan utama pengembangan jagung manis adalah varietas dan serangan penyakit. Penyakit Bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung manis. Upaya mengatasi serangan penyakit bulai salah satunya adalah penanaman varietas jagung manis unggul. Saat ini hampir tidak ada varietas jagung manis yang tahan terhadap serangan penyakit bulai. Oleh karena itu introduksi varietas unggul menjadi salah satu solusi sebagai sumber perakitan varietas jagung manis yang tahan serangan bulai. Namun, informasi varietas introduksi yang resinten terhadap serangan penyakit bulai belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan sepuluh varietas introduksi terhadap serangan penyakit bulai. Sepuluh genotipe jagung manis introduksi dan dua varietas pembanding (Varietas Bonanza dan Eksotik) ditanam pada agro ekosistem endemik penyakit bulai di Banyumas. Masing-masing petak percobaan yang terdiri dari 52 tanaman jagung diambil 6 tanaman secara acak dan di ukur insidensi penyakit dan keparahan penyakit. Pengamatan dilakukan setiap dua pekan sekali sampai 56 hari setelah tanam (HST). Penelitian ini menunjukan pada genotipe introduksi lebih rendah dibandingkan dengan varietas pembanding. Genotipe PACS211, 71, dan menunjukan insidensi penyakit paling rendah dibandingkan dengan genotipe atau varietas yang lain. Di samping itu varietas SVSN0425, PACS212, dan PACS211 menunjukan ketahanan terhadap serangan penyakit bulai, dimana varietas ini memiliki keparahan penyakit yang paling rendah. Genotipe PACS 211 dapat dikembangkan sebagai varietas baru di Indonesia yang tahan terhadap serangan penyakit bulai.