Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KADAR GLIKOGEN HATI SETELAH LATIHAN AEROBIK DAN ANAEROBIK Hadi, Santika Rentika
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 2, No 1 (2013): Edisi Mei 2013
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik  terhadap glikogen hati. Penelitian ini menggunakan “eksperimen laboratorik” dengan rancangan penelitian “Randomised Post Test Only Control Group Design”. Sebagai sampel adalah tikus putih jenis wistar sejumlah 30 ekor. Sampel dibagi dalam 3 kelompok dengan cara random masing-masing kelompok 10 ekor. Kelompok eksperimen 1 diberi perlakukan latihan aerobik dengan renang secara terus menerus selama 13 menit, kelompok eksperimen 2 diberi perlakuan latihan anaerobik berupa renang secara intermiten dengan 4 set dan rasio kerja : istirahat = 1:3, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Latihan dilakukan selama 8 minggu, dengan frekwensi latihan 3 kali per minggu. Glikogen hati diperiksa secara histologis dengan menghitung jumlah sel hati yang mempunyai kandungan glikogen dengan masing-masing skornya. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis varian pada taraf signifikansi 5 %, disimpulkan : (1) Latihan aerobik  dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (2) Latihan anaerobik  dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (3) Pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati dalam penelitian ini tidak berbeda secara bermakna (p > 0,05).
MOTION APPEARANCE OF WOMEN IN THE MENSTRUAL AND ENDOMETRIAL CYCLE Hadi, Santika Rentika
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 3, No 2 (2014): edisi Oktober 2014
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the endometrium and menstrual cycle, occurs several phase. Those are Menstrual Phase, Proliferative Phase, Secretaory Phase and Phase Ischemi. In the these phase occurs change in outpouring of sex hormones (estrogen and progesterone) that are closely related to the psychological condition (stress and emotions). Psychological conditions in these cycles is estimated to affect the appearance of human motion, appearance of motion in motor skills which means the ability to bring maximum results with spends certain minimum energy and time. The aim of this research was to reveal differences in the appearance of motion in the 200-meter run at the menstrual cycle and endometrium phase. Result of the statistical analysis showed that the appearance of motion in the form of 200-meter run in the fourth group of the menstrual phase, proliferative phase, secretory phase, and ischemic phase has no significant difference (P> 0.05). The conclusion of this research there was no differences in the appearance of motion (travel time to run 200 meters) in a woman in a state of menstrual phase, proliferative phase, secretory phase, and ischemic phase.
KADAR GLIKOGEN HATI SETELAH LATIHAN AEROBIK DAN ANAEROBIK hadi, santika rentika
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Adiraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati. Penelitian ini menggunakan “eksperimen laboratorik” dengan rancangan penelitian “Randomised Post Test Only Control Group Design”. Sebagai sampel adalah tikus putih jenis wistar sejumlah 30 ekor. Sampel dibagi dalam 3 kelompok dengan cara random masing-masing kelompok 10 ekor. Kelompok eksperimen 1 diberi perlakukan latihan aerobik dengan renang secara terus menerus selama 13 menit, kelompok eksperimen 2 diberi perlakuan latihan anaerobik berupa renang secara intermiten dengan 4 set dan rasio kerja : istirahat = 1:3, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Latihan dilakukan selama 8 minggu, dengan frekwensi latihan 3 kali per minggu. Glikogen hati diperiksa secara histologis dengan menghitung jumlah sel hati yang mempunyai kandungan glikogen dengan masing-masing skornya. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis varian pada taraf signifikansi 5 %, disimpulkan : (1) Latihan aerobik dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (2) Latihan anaerobik dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (3) Pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati dalam penelitian ini tidak berbeda secara bermakna (p > 0,05). Kata kunci : latihan aerobik dan anaerobik, glikogen hati.
PENINGKATAN KECEPATAN PEMAIN PS UNIPA SURABAYA DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI TURNAMEN ANTAR MAHASISWA PIALA MENPORA DI BANDUNG TAHUN 2018 hadi, santika rentika
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Adiraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui peningkatan kondisi kecepatan pemain sepakbola PS UNIPA Surabaya dalam mempersiapkan Turnamen Antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan ialah one group pretest posttest design. Sampel yang digunakan adalah semua pemain sepakbola PS UNIPA Surabaya (sampel populasi). 18 mahasiswa pemain PS UNIPA Surabaya yang akan dipersiapkan pada Turnamen Sepakbola Piala Menpora di Bandung Tahun 2018 diuji kecepatan sebagai pretest dan kemudian mengikuti program latihan yang diarahkan oleh pelatih. Pada ahir latihan dan pemain siap menghadapi Turnamen dilakukan uji kecepatan sebagai posttest. Data yang diperoleh berupa data kecepatan berlari dengan jarak tempuh 50 meter pada pretest (5,7322±0,43042) dan posttest (5,5933±0,43042) diolah melalui uji t dengan hasil p<0,05 (0,001<0,005). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya peningkatan kecepatan pemain PS UNIPA Surabaya. Kesimpulan penelitian ini adalah ada peningkatan kecepatan pemain sepak bola PS UNIPA dalam mempersiapkan Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018. Kata kunci: Kecepatan, Latihan Olahraga
OLAH TUBUH DAN DIABETES MELITUS Mengelola Kesehatan Melalui Gerak Tubuh Hadi, Santika Rentika
WAHANA Vol 61 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v61i2.1223

Abstract

Olah raga merupakan salah satu komponen dari 3 cara yang tepat dalam penangan penyakitDiabetes Melitus (DM), yaitu diet, obat-obatan, dan olah raga. Langkah pencegahan, olahraga dilakukan sesuai denga kebutuhan individu, seorang sedentary perlu memulai danmeningkatkan secara bertahap, bagi seorang olah ragawan (atlet) penurunan programmenyesuaikan kondisi usia, secara pelan dan bertahap. Penghentian latihan (detraining)secara total dengan pola kebiasaan hidup yang buruk, sangat berisiko berpenyakit diabetesmellitus. Diabetisi tipe 1, olah raga tidak banyak berpengaruh terhadap glicemic control,tapi olah raga dapat bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung, gangguanpembuluh darah perifer, dan syaraf. Pada diabetisi tipe 2, pada saat berolah raga resistensiinsulin berkurang, sedangkan sensitivitas insulin meningkat, kondisi ini akan menyebabkankebutuhan insulin berkurang. Respon ini hanya terjadi pada saat berolah raga, bukanmerupakan efek yang menetap atau berlangsung lama, oleh karena itu olah raga harusdilakukan secara terus menerus dan teratur.
DETRAINING PADA PEMAIN SEPAK BOLA PASCA TURNAMEN Santika Rentika Hadi; Yandika Fefrian Rosmi; Riga Mardhika
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecepatan lari pemain Sepak Bola selama latihan menghadapi turnamen Piala Menpora tahun 2019 dan melihat kondisi setelah periode detraining pasca turnamen. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, menggunakan pendekatan Observational methods. Subjek penelitian adalah pemain PS UNIPA Surabaya yang tergabung dalam team inti untuk mengikuti turnamen Piala Menpora yang berjumlah 18 pemain. Data yang diperoleh diolah melalui analisis data kuantitatif dengan bantuan program spss, dan analisis persentasi dari hasil observasi pemain sepak bola. Data yang diperoleh berupa data kecepatan berlari dengan jarak tempuh 50 meter pada pretest (5,7322±0,43042) dan posttest (5,5933±0,43042) diolah melalui uji t dengan hasil p<0,05 (0,001<0,005). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata-rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya peningkatan kecepatan pemain PS UNIPA Surabaya. Data berikutnya adalah data posttest setelah periode detraining (5,6906±0,42926). Bila dibandingkan dengan posttest setelah periode latihan dengan diolah melalui uji t diperoleh hasil p<0,05 (0,005<0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata-rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya penurunan kembali kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Ada peningkatan kecepatan pemain sepak bola dalam mempersiapkan Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora Tahun 2018 di Bandung; 2) Terjadi penurunan kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining pasca Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora Tahun 2018 di Bandung; 3). Penurunan performa dan kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining pasca Turnamen Antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018-2019 tidak sampai kembali pada kondisi awal sebelum latihan persiapan.
KADAR GLIKOGEN HATI SETELAH LATIHAN AEROBIK DAN ANAEROBIK santika rentika hadi
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Adiraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati. Penelitian ini menggunakan “eksperimen laboratorik” dengan rancangan penelitian “Randomised Post Test Only Control Group Design”. Sebagai sampel adalah tikus putih jenis wistar sejumlah 30 ekor. Sampel dibagi dalam 3 kelompok dengan cara random masing-masing kelompok 10 ekor. Kelompok eksperimen 1 diberi perlakukan latihan aerobik dengan renang secara terus menerus selama 13 menit, kelompok eksperimen 2 diberi perlakuan latihan anaerobik berupa renang secara intermiten dengan 4 set dan rasio kerja : istirahat = 1:3, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Latihan dilakukan selama 8 minggu, dengan frekwensi latihan 3 kali per minggu. Glikogen hati diperiksa secara histologis dengan menghitung jumlah sel hati yang mempunyai kandungan glikogen dengan masing-masing skornya. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis varian pada taraf signifikansi 5 %, disimpulkan : (1) Latihan aerobik dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (2) Latihan anaerobik dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (3) Pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati dalam penelitian ini tidak berbeda secara bermakna (p > 0,05). Kata kunci : latihan aerobik dan anaerobik, glikogen hati.
PENINGKATAN KECEPATAN PEMAIN PS UNIPA SURABAYA DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI TURNAMEN ANTAR MAHASISWA PIALA MENPORA DI BANDUNG TAHUN 2018 santika rentika hadi
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Adiraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui peningkatan kondisi kecepatan pemain sepakbola PS UNIPA Surabaya dalam mempersiapkan Turnamen Antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan ialah one group pretest posttest design. Sampel yang digunakan adalah semua pemain sepakbola PS UNIPA Surabaya (sampel populasi). 18 mahasiswa pemain PS UNIPA Surabaya yang akan dipersiapkan pada Turnamen Sepakbola Piala Menpora di Bandung Tahun 2018 diuji kecepatan sebagai pretest dan kemudian mengikuti program latihan yang diarahkan oleh pelatih. Pada ahir latihan dan pemain siap menghadapi Turnamen dilakukan uji kecepatan sebagai posttest. Data yang diperoleh berupa data kecepatan berlari dengan jarak tempuh 50 meter pada pretest (5,7322±0,43042) dan posttest (5,5933±0,43042) diolah melalui uji t dengan hasil p<0,05 (0,001<0,005). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya peningkatan kecepatan pemain PS UNIPA Surabaya. Kesimpulan penelitian ini adalah ada peningkatan kecepatan pemain sepak bola PS UNIPA dalam mempersiapkan Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018. Kata kunci: Kecepatan, Latihan Olahraga
OLAH TUBUH DAN DIABETES MELITUS Mengelola Kesehatan Melalui Gerak Tubuh Santika Rentika Hadi
WAHANA Vol 61 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.115 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v61i2.1223

Abstract

Olah raga merupakan salah satu komponen dari 3 cara yang tepat dalam penangan penyakitDiabetes Melitus (DM), yaitu diet, obat-obatan, dan olah raga. Langkah pencegahan, olahraga dilakukan sesuai denga kebutuhan individu, seorang sedentary perlu memulai danmeningkatkan secara bertahap, bagi seorang olah ragawan (atlet) penurunan programmenyesuaikan kondisi usia, secara pelan dan bertahap. Penghentian latihan (detraining)secara total dengan pola kebiasaan hidup yang buruk, sangat berisiko berpenyakit diabetesmellitus. Diabetisi tipe 1, olah raga tidak banyak berpengaruh terhadap glicemic control,tapi olah raga dapat bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung, gangguanpembuluh darah perifer, dan syaraf. Pada diabetisi tipe 2, pada saat berolah raga resistensiinsulin berkurang, sedangkan sensitivitas insulin meningkat, kondisi ini akan menyebabkankebutuhan insulin berkurang. Respon ini hanya terjadi pada saat berolah raga, bukanmerupakan efek yang menetap atau berlangsung lama, oleh karena itu olah raga harusdilakukan secara terus menerus dan teratur.
Pembelajaran Water Rescue sebagai Tanggap Awal Keselamatan Menghadapi Banjir bagi Karang Taruna Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik Yandika Fefrian Rosmi; Riga Mardhika; Santika Rentika Hadi; Ujang Rohman; Sumardi Sumardi; Ahmad Nuryadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202053.540

Abstract

WATER RESCUE LEARNING AS AN INITIAL RESPONSE TO SAFETY AGAINST FLOODS FOR YOUTH ORGANIZATION IN BENJENG DISTRICT, GRESIK REGENCY. Disasters are events that are not expected by many people, need special anticipations in overcoming this. Not only is the SAR team needed as a response team from the start but the community participation is also needed to take part in it. Benjeng District, which is a subscribed area for floods, naturally initiates knowledge and skills regarding disaster response. Based on this, the Physical Education Lecturer team of the University of PGRI Adibuana Surabaya carried out the activity as a lecturer task in the field of Higher Education Tri Dharma, namely Community Service. The purpose of this activity is to increase knowledge and ways to save water by members of the Youth Organization. There were 36 participants in the workshop. The results that can be obtained from the workshop are 1). The high level of enthusiasm of the participants gave a positive impact so that the achievements designed by the team were successfully completed well; 2). The implementation of the workshop activities resulted in a pioneer team of emergency response that would be destroyed at the village level so that it became the vanguard of the rescue team in the event of a flood.