Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EVALUASI IDENTIFIKASI BAHAYA DAN ANALISIS RISIKO PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI UNTUK MENENTUKAN LEVEL RISIKO DAN PENGENDALIANNYA DI PT. NINDYA KARYA DALAM PROYEK PEMBANGUNAN RSAU DR. M. MUNIR LANUD ABDULRAHMAN SALEH KAB. MALANG Syawaluddina, Hafshah Nur; Revantoro , Nemesius Bambang; Ramadhani , Viola Malta
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i6.2024.5

Abstract

Abstrak: Simpang Jalan MT. Haryono – Jalan Mayjen Panjaitan – Jalan Soekarno Hatta Lowokwaru, Kota Malang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi terutama pada jam puncak, hal ini terlihat dari panjang antrian. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja simpang kondisi eksisting dan 5 (lima) tahun mendatang, serta memberikan rekomendasi perbaikan peningkatan kinerja simpang lima tahun yang akan datang. Metode perhitungan analisis yang digunakan adalah metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Data primer pada penelitian ini adalah volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, kondisi lingkungan simpang, dan waktu siklus. Sedangkan data sekunder pada penelitian ini adalah data jumlah penduduk dan data pertumbuhan kendaraan. pengambilan data dilakukan dua hari kerja dan dua hari libur. Hasil analisis kinerja menunjukan bahwa nilai tundaan (T) tertinggi eksisting (tahun 2023) pada hari kerja adalah 217 det/skr dengan tingkat pelayanan (LOS) F dan pada hari libur 182 det/skr dengan LOS F. untuk kinerja lalu lintas lima tahun mendatang (tahun 2028) nilai T tertinggi pada hari kerja adalah 241 det/skr dengan LOS F dan hari libur 209 det/skr dengan LOS F. Untuk meningkatkan kinerja lalu lintas pada simpang dilakukan alternatif perbaikan yaitu pelebaran geometrik dan perubahan fase sinyal yang menghasilkan T tertinggi lima tahun mendatang pada hari kerja 23 det/skr dengan LOS C dan hari libur 26 det/skr dengan LOS D.
VALUE ENGINEERING ANALYSIS OF BUILDING UPPER  STRUCTURE FOR COST EFFICIENCY Nemesius Bambang Revantoro, Ardhian Alamsyah Prasetya Putra
BANGUNAN Vol 26, No 2.1 (2021): BANGUNAN EDISI OKTOBER SPESIAL
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i2.12022p%p

Abstract

Abstract: Value engineering is the process of identifying alternatives that can provide the same functionality at the same or better level as the original plan while reducing costs and increasing benefits. The research was conducted at the Phase 3 development project of the Islamic University of Islam Malang) because there was a difference between the initial contract fee of Rp. 28,102,142,530 and the change order contract of Rp 20,875,433,588 in upper structure. The aims of the research are: (1) to describe the Development Project of the Islamic University of Malang Islamic Hospital Phase 3; (2) Identifying work items on the upper structure at the information stage; (3) Proposing alternative work items for the upper structure to be analysed by value engineering at the creative stage; (4) Analysing alternative work on the upper structure at the analysis stage; (5) Recommend alternative top structure work items through simulation at the recommendation stage; (6) Describe the level of differences in the structure budget plan for the project and the structure budget plan for value engineering. The research design uses descriptive research design and comparative methods using primary primers such as working drawings, work plans and requirements, and budget plans. The results of the research are: (1) The Islamic University of Malang Islamic Hospital Development Project Stage has a structured budget plan of Rp. 20,875,433,588.49; (2) Alternative work items are given, namely 40/70 for main beams, 30/50 for joists, and floor slabs; (3) The alternative proposed is main beam 35/70 diameter of 19 reinforcement, main beam 40/70 diameter of 16 reinforcement, joist beam 25/50 diameter of 19 reinforcement, joist beam 30/50 diameter of 16 reinforcement, HCS floor plate, flat floor plate palace; (4) Analysis of work alternatives shows that the cost of a 35/70 beam with 19 reinforcement diameter is IDR 3,580,322,171, while a 40/70 beam with 16 reinforcement diameter is IDR 3,410,727,402. Beam 25/50 diameter of reinforcement 19 is Rp. 3,505,187,178, while beam 30/50 diameter of reinforcement 16 is Rp. 3,403,995,232. The HCS precast plate is Rp. 4,647,951,520, while the non-palace plate is Rp. 5,431,891,666; (5) The selected alternative and recommended to the owner are main beam 40/70 diameter of reinforcement 16 with a saving of 16.4%, joist beams of 30/50 diameter of reinforcement 16 with a saving of 12%, and HCS precast plate with a saving of 3%; (6) There is no significant difference between the project budget plan and the value engineering budget plan.Keywords:  Upper structure, Value Engineering, Beams, Slabs
PEMODELAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR TEMPAT IBADAH (Studi Kasus: Masjid di Sekitar Kampus Kota Malang) Adi Saputra, Fuad; Pranoto, Pranoto; Bambang Revantoro, Nemesius
BANGUNAN Vol 29, No 2 (2024): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p131-142

Abstract

Masalah parkir di Kota Malang kini telah tumbuh menjadi isu yang serius, terbatasnya lahan pada pusat kegiatan tempat ibadah menjadi masalah yang secara tidak langsung berdampak pada ketersediaan lahan parkir. Sebagian besar Masjid yang berada di sekitar kampus Kota Malang tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang parkir, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan (on street parking). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pengguna parkir dan karakteristik parkir, serta memodelkan kebutuhan parkir pada Masjid di sekitar Kampus Kota Malang. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk karakteristik pengguna parkir dan karakteristik parkir, kemudian dilakukan analisis regresi untuk pemodelan kebutuhan parkir. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pengguna parkir Masjid di Kota Malang didominasi pada usia 17-25 tahun, jenis kelamin laki-laki, jenis pekerjaan pelajar/mahasiswa, jarak tempat tinggal 1–5 km, dan waktu berkunjung pada pukul 11.01–12.00 WIB dengan berjalan kaki. Karakteristik parkir Masjid di Kota Malang untuk rata-rata volume parkir Masjid adalah 146 kendaraan sepeda motor dan 28 kendaraan mobil, akumulasi parkir tertinggi terjadi pada jam puncak 11.55 - 12.00 WIB dengan jumlah 303 kendaraan sepeda motor dan 64 kendaraan mobil, durasi parkir sepeda motor dan mobil pada rentang waktu 31-45 menit, dan indeks parkir rata-rata motor sebesar 285,83 persen dan mobil sebesar 439 persen atau >100 persen yang artinya bahwa tempat parkir tersebut mengalami masalah. Model kebutuhan parkir untuk sepeda motor variabel berpengaruh jumlah jamaah (X2) menghasilkan persamaan Y = 23,538 + 0,500 X2 - 0,001 X22 dan nilai R Square = 0,973. Untuk model mobil variabel yang berpengaruh jumlah jamaah (X2) menghasilkan persamaan Y = 1,034 X20,813 dan nilai R Square = 0,922.
IDENTIFIKASI POTENSI AKUIFER BERDASARKAN ANALISIS RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOLISTRIK Pabowo , Prabowo; Setiawan, Rudik; Supriyanto, Bambang; Panoto, Pranoto; Revantoro, Nemesius Bambang
Prosidia Widya Saintek Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan sumber daya utama yang tidak bisa digantikan oleh komoditas lain untuk keberlangsungan hidup. Namun, pemompaan berlebihan dan dampak perubahan iklim yang semakin cepat membuat penurunan bertahap cadangan air tanah diperlukan. Untuk menentukan kapasitas dan karakteristik cadangan air tanah di wilayah Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, penelitian ini menggabungkan pengukuran resistivitas geolistrik dengan teknik geologi rekayasa dan pengukuran hidrologi untuk mengidentifikasi kandungan air tanah. Hasil pengukuran mencapai kedalaman lebih dari 90 meter dan menunjukkan perbedaan yang jelas antara empat satuan litologi inti yang berbeda. Satuan pertama, yang terletak pada kedalaman antara 0 dan 7,11 meter, terdiri dari tuf berukuran pasir dengan resistivitas 18,1 Ohm.m. Satuan kedua, breksi tuf, memiliki resistivitas lebih tinggi pada 414 Ohm.m dan terendam antara 7,11 dan 14,9 meter. Satuan ketiga, pasir tuf kerikilan, memiliki resistivitas rata-rata 51,8 Ohm.m dan dapat berfungsi sebagai akuifer sekunder di beberapa tempat. Susunan litologi yang berbeda menunjukkan kompleksitas struktur geologi lokal dan ketersediaan ruang pori yang cukup untuk akumulasi air tanah.
Peningkatan Pemahaman Dan Penerapan K3 Pekerja Konstruksi Di Desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Revantoro, Nemesius Bambang; Djatmika, Boedya; Ramadhani, Viola Malta; Saiful Arifin, Achmad; Wicaksono, Mochammad Hendy; Kurniawan, Eka Yudha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3912

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di kalangan pekerja konstruksi di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan dan implementasi K3, yang secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan kerja di wilayah tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, diselenggarakan pelatihan komprehensif yang menggabungkan teori dan praktik K3. Pelatihan ini menitikberatkan pada identifikasi bahaya, pengendalian risiko, serta penggunaan alat pelindung diri sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Evaluasi pelatihan menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai K3. Temuan menarik dari pelatihan ini adalah sebelum pelatihan dimulai, lebih dari 70% peserta tidak mengetahui alat pelindung diri yang tepat untuk situasi tertentu. Namun, setelah pelatihan, angka tersebut menurun drastis menjadi hanya 10%. Selain itu, terjadi peningkatan sebesar 85% dalam kemampuan peserta untuk mengidentifikasi bahaya potensial di tempat kerja. Tingginya antusiasme peserta dan kemajuan substansial yang tercermin dalam tes post-pelatihan mengindikasikan keberhasilan metode yang diterapkan. Kesimpulannya, program pelatihan K3 ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan K3 di Desa Bandungrejo. Keberhasilan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja di wilayah tersebut dan menjadi model pelatihan K3 bagi komunitas lain yang menghadapi kondisi serupa.
Analysis of the Individual Support Capacity of Pile Foundations Using a Pile Driving Analyzer Test Control Instrument: A Case Study of the SPK CSA Building Tower Plan 3A in Sidoarjo- Surabaya Anugrah, Haza Fitra; Revantoro, Nemesius Bambang
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 10, No 2 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v10i2.6855

Abstract

Foundations play a crucial role in the stability of structures.  The 8-story CSA Tower SPK Building Plan 3A project uses pile foundations to support the load from the top of the structure to the soil layer beneath the building.  Pile foundations must undergo testing to demonstrate their ability to bear load.  This study analyzes the ultimate bearing capacity through a comparative analytical approach between the dynamic Pile Driving Analyzer Test (PDA) method and advanced analysis using CAPWAP (Case Pile Wave Analysis Program) with a numerical analysis method by evaluating the bearing capacity based on force and velocity wave data from the PDA Test to simulate static load tests and predict load displacement behavior.  The results of the study show that the maximum energy transfer (EMX) for the three different pile foundations, each with a pile number of T-174, is 5.60 tons.m, pile number T-317 of 4.37 ton.m, and pile number GT-31 of 5.60 ton.m, all tested with a Drop Hammer type weighing ±  4.00 tons at a height range of 1.5-2 m.  Further CAPWAP analysis results showed an average bearing capacity of 238.70 tons, which is 5.34% lower than the PDA result of 249.67 tons. The difference is due to more precise mathematical corrections in CAPWAP through signal matching analysis. Based on the maximum settlement standard of 25 mm, the maximum settlement in this study was 15.92 mm, with values below the maximum confirming the reliability of the foundation design. The PDA Test results showed the ultimate bearing capacity of the pile foundation.
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN PERKOTAAN MENGACU PADA PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA (PKJI 2023) Prabowo, Prabowo; Arifin, Achmad Saiful; Pranoto, Pranoto; Revantoro, Nemesius Bambang; Supriyanto, Bambang; Rochman, Salamur
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Gajah Mada di Kota Tarakan merupakan jalan perkotaan yang melayani kawasan pasar dengan tingkat aktivitas tinggi, sehingga menimbulkan hambatan samping yang signifikan, terutama akibat parkir kendaraan di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian dilakukan melalui survei volume lalu lintas, kondisi geometrik jalan, dan hambatan samping. Analisis kinerja dilakukan dengan menentukan kapasitas, derajat kejenuhan (DJ), dan tingkat pelayanan (Level of Service/LoS). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai DJ mencapai 0,81 dengan tingkat pelayanan LoS D, serta pada kondisi tertentu diperoleh nilai DJ sebesar 0,75 dengan tingkat pelayanan LoS C. Tingginya hambatan samping akibat aktivitas pasar dan parkir di badan jalan menjadi faktor utama penurunan kinerja ruas jalan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam upaya peningkatan kinerja lalu lintas di kawasan pasar perkotaan.
PENGARUH KERUSAKAN JALAN YANG TIDAK DITANGANI TERHADAP PENURUNAN DAYA DUKUNG TANAH DASAR prabowo, prabowo.; Revantoro, Nemesius Bambang; Nurahida, Ika Salsabila; Arinya Nugroho, Zulfikar Putra; Sidharta, Rassya Athalla
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1308

Abstract

Abstrak   Prasarana transportasi jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Untuk menjaga fungsinya tetap optimal, perkerasan jalan perlu dirawat secara rutin dan tepat waktu. Namun, banyak ruas jalan di Indonesia mengalami kerusakan yang penanganannya terlambat, menyebabkan kondisi semakin parah dan aktivitas transportasi terganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh keterlambatan perbaikan kerusakan permukaan jalan terhadap penurunan daya dukung tanah dasar. Penilaian kondisi jalan menggunakan metode RCI, sedangkan daya dukung tanah dasar dianalisis menggunakan nilai CBR berdasarkan pengujian DCP. Hasil menunjukkan bahwa semakin parah kerusakan jalan, semakin rendah nilai CBR; jalan kondisi baik memiliki CBR rata-rata 18,45, sedangkan kerusakan berat hanya 2,77. Varians antar pengujian rendah, menunjukkan konsistensi data. Hasil ANOVA menunjukkan F hitung 261,80 lebih besar dari F kritis 4,07 dengan P-value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan berpengaruh signifikan terhadap penurunan daya dukung tanah dasar.   Kata kunci: Pengaruh, Kerusakan Jalan, RCI;Subgrade, CBR, DCP, Anova     Abstract   Road transportation infrastructure plays a critical role in supporting community mobility and the distribution of goods, thereby contributing to economic growth. To maintain optimal functionality, pavement structures require routine and timely maintenance. However, many road segments in Indonesia suffer from damage whose repairs are often delayed, leading to worsening conditions and disruptions to transportation activities. This study aims to determine the effect of delayed repair of pavement surface distress on the reduction of subgrade bearing capacity. Road condition assessment was conducted using the RCI method, while the subgrade bearing capacity was analyzed based on CBR values obtained from DCP testing. The results indicate that the more severe the road damage, the lower the CBR value; roads in good condition had an average CBR of 18.45, whereas severely damaged roads had only 2.77. The low variance among tests demonstrates data consistency. The ANOVA results show an F-value of 261.80, which is greater than the critical F-value of 4.07, with a P-value < 0.05. Therefore, it can be concluded that road surface damage has a significant effect on the reduction of subgrade bearing capacity.   Keywords: Influence, Road Damage, RCI; Subgrade, CBR, DCP, Anova.