Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Midpro

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. S KEHAMILAN TRIMESTER II DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL Eka Sarofah Ningsih
Jurnal MIDPRO Vol 8, No 2 (2016): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.328 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v8i2.12

Abstract

Kehamilan adalah masa dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Hipertensi pada kehamilan adalah hipertensi yang timbul sebelum usia kehamilan 20 minggu tanpa disertai proteinuria. Hipertensi merupakan komplikasi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti faktor keturunan, emosi dan pola hidup yang tidak seimbang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata tentang teori dan praktik lapangan dalam mengembangkan pola pikir dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan menggunakan manajemen kebidanan.Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan penelitian ini adalah deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif dengan menggunakan studi kasus yaitu perbandingan antara teori dan kasus nyata.Berdasarkan data yang di peroleh dari Dinas Kesehatan Jawa Timur bulan Januari – Juni Tahun 2015 di dapatkan ibu hamil dengan hipertensi 11.056 orang, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan sebanyak 143 orang. Data yang diperoleh dari register kunjungan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Sukodadi bulan Januari – Juli Tahun 2015 terdapat 389 orang ibu hamil, di dapatkan 6 orang (1,5%) dengan hipertensi. di BPS Luluk Pusparini, AMd. Keb, didapatkan 2 orang (7,7%) dengan kehamilan hipertensi.Berdasarkan dari hasil pengkajian maka dapat ditegakkan diagnosa yaitu Asuhan Kebidanan pada Ny. S Trimester II dengan hipertensi gestasional. Dan dari hasil penelitian ini tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus.Diharapkan bagi petugas kesehatan hendaknya dapat mengenali tanda dan gejala hipertensi sehingga dapat melakukan penatalaksanaan dengan baik dan sesuai standart kompetensi.Keywords: Kehamilan, Trimester II, Hipertensi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY C P2002 DENGAN POST HPP KARENA RETENSIO PLASENTADI RSUD dr SOEGIRI LAMONGANTAHUN 2015 Eka Sarofah Ningsih
Jurnal MIDPRO Vol 9, No 1 (2017): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v9i1.17

Abstract

Retensio plasenta merupakan penyulit kala III yang dapat menimbulkan komplikasi perdarahan dan mengakibatkan kematian pada ibu apabila tidak bisa ditangani dengan segera di RSUD dr.Soegiri masih ditemukannya retensio plasenta sebesar (8,3%). Oleh karena itu penyusunan laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan pola pikir dan melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar dengan menggunakan pendokumentasian manajemen kebidanan (SOAP) pada Post HPP di RSUD dr.Soegiri Lamongan.Metode yang dipakai dalam penyusunan laporan tugas akhir ini deskriptif observasi yang di laksanakan dengan pendekatan kohort mulai dari kehamilan sampai kontrasepsi diperoleh melalui wawancara, pengkajian data primer, sekunder, pemeriksaan fisik, penunjang dan dilakukan pendokumentasian standar asuhan kebidanan SOAP yakni Subyektif, Obyektif, Analisa Data dan Penatalaksanaan.Hasil asuhan kebidanan pada Ny C P2002 dengan post HPP karena retensio plasenta terdapat kesenjangan pada data subyektif riwayat kesehatan sekarang. Berdasarkan hasil studi kasus diperoleh data bahwa pada kurangnya antenatal care pada ibu hamil tidak selalu menjadi faktor utama yang menyebabkan retensio plasenta dibuktikan dengan teori bahwa faktor penyebab retensio plasenta meliputi hidramnion, pre eklamsi, eklampsia.Peran petugas kesehatan dalam kesehatan dalam upaya mendukung kesehatan ibu nifas dengan cara dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada nifas dengan manajemen kebidanan SOAPKeywords: Asuhan Kebidanan Komprehensif, Retensio Plasenta, Post HPP
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA MENOPAUSE TENTANG AKTIVITAS SEKSUAL Eka Sarofah Ningsih
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v10i1.55

Abstract

Menopause is problem health reproduction on elderly especially in Indonesia. Many women argue that sexual intercourse can not be done again during menopause. Sexual intercourse remains to be done even in the elderly. But based on the momentary observation in the village of Wanar Kec.Pucuk Kab. Lamongan many women menopause who did not have sexual intercourse (14%). The purpose of this study is to know the description of knowledge of menopausal women about sexual activity in Wanar village, Pucuk sub-district, Lamongan regency.The research design used was descriptive survey with non probility sampling technique in total sampling. Population and sample counted 48 data collected by questioner then analyzed descriptively.Research result shows mostly knowledge of postmenopausal women about adequate sexual activity 52.1%, knowledge of postmenopausal women about good sexual activity 27.1%, and knowledge of menopausal women about sexual acvity less 20.8%.The conclusion of this study is that more than half of menopausal women have sufficient knowledge so as follow-up from health workers should provide education to menopausal women about sexual activity during menopauseKeywords: Knowledge, Menopause, Sexual activity
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 18-36 Bulan Eka Sarofah Ningsih
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 2 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.785 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v10i2.80

Abstract

Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil atau buang air besar. Ibu yang tidak menerapkan toilet training sejak dini akan membuat orang tua semakin sulit untuk mengajarkan pada anak ketika anak bertambah usianya, anak tidak mandiri dan masih membawa kebiasaan mengompol hingga besar.Penilitian ini ingin membuktikan apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan toilet training pada anak usia 18-36 bulan di Desa Tanjung Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan menggunakan observasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 responden dengan menggunakan teknik total populasi. Variabel yang diukur adalah pola asuh orang tua sebagai variabel independen, sedangkan variabel dependenya keberhasilan toilet training pada anak usia 18-36 bulan.Hasil yang didapatkan dari penelitian ini sebagian besar orang tua menggunakan pola asuh demokratis, sedangkan tingkat keberhasilan toilet training sebagian besar anak sudah bisa melakukan toilet training dengan baik. Uji Statistik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Non Parametrik Uji Chi Square didapatkan X2 hitung = 19,04 dan p value = 0.000 dimana p < 0,05 maka H0 ditolak sehingga H1 diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan toilet training pada anak usia 18-36 bulan. Diharapkan ibu selalu melatih anaknya dalam toilet training dan menggunakan pola asuh yang tepat agar tingkat keberhasilan toilet training dapat tercapai.Kata Kunci : Pola Asuh, Toilet Training, anak usia 18-36 bulan
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KETERATURAN KUNJUNGAN ANC Eka Sarofah Ningsih
Jurnal MIDPRO Vol 9, No 2 (2017): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.397 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v9i2.19

Abstract

Pendidikan ibu hamil sangat penting dalam merespon perubahan setiap individu pada masa kehamilan. Didapatkan masih rendahnya cakupan K4 di BPS Dwenti. Bila semakin tinggi pendidikan seseorang, maka makin banyak pengetahuan yang dimiliki sehingga perlu menganalisa hubungan tingkat pendidikan ibu hamil trimester III dengan perilaku keteraturan kunjungan ANC. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan Soekidjo.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosectional.Jumlah sampel dalam penelitian ini 32 ibu hamil, sebagai sampel 30 responden. Dengan tehnik randem sampling. Variabel independen ini merupakan tingkat pendidikan ibu hamil Trimester III, dan variabel dependennya keteraturan kunjungan ANC Trimester III. Analisa penelitian dengan uji Coefisien kontigensi, instrumen penelitian ini dengan cheklist. Dengan tingkat kemagnaan P < 0,05.Hasil penelitian didapatkan menurut tingkat pendidikan diperoleh hasil tertinggi berpendidikan dasar sebanyak (60%), dan menurut keteraturan ANC tertinggi tidak teratur ANC sebanyak (66,67%), hubungan pendidikan dengan keteraturan ANC tertinggi berpendidikan dasar sebanyak (85,0%). Hasil di uji dengan koefisien kontigensi dengan tingkat kemagnaan 0,000 dengan klasifikasi p < 0,05, artinya H0 ditolak.Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil trimester III dengan keteraturan kunjungan ANC. Semakin tinggi pendidikan seseorang akan mempengaruhi perilaku seseorang untuk melakukan kunjungan maka pendidikan harus ditingkatkan pada seluruh masyarakat khusus ibu hamil.Keywords: Tingkat pendidikan, keteraturan kunjungan, ibu hamil
Effect of Characteristics on Adolescent Smoking Knowledge Ningsih, Eka Sarofah
Jurnal Midpro Vol. 11 No. 2 (2019): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v11i2.116

Abstract

ABSTRAK Masa remaja  bisa jadi masa dimana individu mengkonsumsi rokok, bahwa usia pertama merokok umumnya berkisar antara 11-13 tahun dan mereka pada umumnya merokok sebelum usia 18 tahun. Usia tersebut dikategorikan termasuk dalam rentangan masa remaja.Remaja menjadi salah satu pengguna rokok dengan prevelensi yang terus meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang juga berkaitan dengan kepribadian dan lingkungan remaja. Perilaku merokok remaja yang dijadikan sebagai identitas dalam interaksi sosial remaja. Baik itu sebagai simbol kejantanan maupun pengakuan. Perilaku merokok yang pada awalnya hanya dilakukan oleh laki-laki dewasa, saat ini menjadi kewajaran bagi kaum remaja.Namun kebiasaan merokok tetap banyak dilakukan oleh remaja, bahkan sudah merambah ke anak-anak dan banyak perokok menyadari resikonya dan termotivasi untuk berhenti merokok, namun mengalami kesulitan untuk berhenti merokok.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi. Data yang didapat kemudian digolongkan menjadi dua, yaitu data sekunder dan primer yang kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif sehingga menggambarkan tentang penelitian secara utuh. Kata kunci : Karakteristik, Pengetahuan, Merokok  ABSTRACT                         Adolescence can be a period where individuals consume cigarettes, that the first age of smoking generally ranges from 11-13 years and they generally smoke before the age of 18 years. This age is categorized as including the range of adolescence.Teenagers become one of the cigarette users with increasing prevalence. This is influenced by many factors that are also related to the personality and environment of adolescents. Adolescent smoking behavior is used as an identity in adolescent social interactions. Whether it is a symbol of virility or recognition. Smoking behavior which was initially only carried out by adult men, is now a reason for adolescents.However, many smoking habits are still carried out by adolescents, even reaching children and many smokers realize the risk and are motivated to quit smoking, but have difficulty stopping smoking.This study uses a qualitative approach with data collection techniques, namely by interview and observation. The data obtained is then classified into two, namely secondary and primary data which are then processed and presented in descriptive form so as to describe the research as a whole. Keywords: characteristics, knowledge, smoking