Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga Pada Usaha Rengginang Mentari Di Desa Kapongan Abdullah Muhlis; Sasmita Sari; Muhammad Misbahul Hasan; Siti Miftahul Jannah; Adisty Widia Utami
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i3.666

Abstract

The Indonesian government implements and develops several standards and certifications which must be completed by business actors as an effort to improve the quality and competitiveness of MSME products. One of them is the Home Industry Food Production Certificate (SPP-IRT). Kapongan village is one of the well-known rengginang producing areas. However, many rengginang products produced by IRT do not yet have a PIRT permit. This PKM activity aims to increase knowledge and understanding of Rengginang Mentari business actors about the importance of PIRT for a food product. There are four stages in this community service method: preparation, implementation, evaluation and follow-up plans. The socialization was carried out on June 10 2023 with the following materials: 1) Definition of IRT, SPP-IRT and No PIRT, 2) Procedure for submitting SPP-IRT to the Situbondo District Health Office, 3) Procedures for Inspecting Household Industry Food Production Facilities, and 4) Benefits of having SPP-IRT.
Review Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 Tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu Supriono, Agus; Zahrosa, Dimas Bastara; Rosyadi, Mohammad Ghufron; Soetriono, Soetriono; Sari, Sasmita; Muhlis, Abdullah; Amam, Amam
JURNAL PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v32i3.679

Abstract

Upaya pemerintah untuk swasembada gula salah satunya ialah menganjurkan petani tebu untuk melakukan sistem budi daya tebu secara intensif, ironisnya sistem budi daya tebu secara intensif yang dilakukan oleh petani tebu terkendala biaya operasional budi daya dan regulasi kebijakan, khususnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mereviu Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012. Metode pengambilan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan responden petani tebu dan pihak manajemen pabrik gula. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik. Hasil penelitian didapatkan bahwa: 1) munculnya potensi konflik sebagai akibat dari ketidaktransparanan Pabrik Gula (PG) terhadap nilai rendemen tebu, 2) permasalahan sistem kemitraan bagi hasil antara petani tebu dengan PG, di mana pihak pemilik modal atau perusahaan sudah semestinya membiayai operasional budi daya tebu, sedangkan pihak petani sebagai pelaksana usaha tani atau pembudidaya yang hanya mempersiapkan lahan dan tenaga kerja; 3) secara umum petani tebu dan Pabrik Gula (PG) belum mengetahui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012 dengan alasan tidak ada sosialisasi perihal peraturan daerah tersebut, dan 4) pergeseran atau perubahan sistem agribisnis gula dari monopsoni-monopoli ke arah oligopsoni-oligopoli (lebih liberal), ditinjau dari sudut pandang konten (isi) kebijakan, pada kenyataannya telah menyebabkan tidak tercapainya dan/atau tidak terlaksananya amanat dari peraturan daerah tersebut. Kesimpulan kajian penelitian ini ialah merekomendasikan pergantian atau perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA BERKARYA MELALUI STUDI ETNOBOTANI DAN PENGEMBANGAN HASIL PANEN TANAMAN PISANG DI DESA PESANGGRAHAN KABUPATEN SITUBONDO Ikbal, Mohammad; Muhlis, Abdullah; Akbar, Saiful; Santoso, Santoso; Kurniawan, Arif; Aisa, Siti; Musthofa, Moch. Imam Vickry
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6617

Abstract

Potensi lokal desa mencakup seluruh sumber daya alam, kebudayaan, serta sumber daya manusia yang terdapat di suatu desa, yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan warga desa. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok pemuda desa dalam mengidentifikasi pemanfaatan pisang secara tradisional, serta inovasi pengembangkan produk olahan pisang yang bernilai jual tinggi. Metode yang digunakan dibagi menjadi dua tahap yaitu koordinasi dan sosialisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian materi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah identifikasi permasalahan, penentuan lokasi, serta penyusunan rencana kegiatan pengabdian. Pada tahap inovasi berbasis potensi lokal Inovasi produk dengan bahan baku pisang dikembangkan dengan berbagai variasi bentuk dan rasa yang menarik, sehingga memiliki peluang besar untuk bersaing di sektor industri makanan olahan. Pada tahap identifikasi pemanfaatan pisang secara tradisional yaitu dalam pemanfaatan bidang pangan dijadikan bentuk olahan, pisang sering diubah menjadi beragam makanan tradisional. Dalam bidang budaya buah pisang maupun bagian lain dari tanaman ini, seperti batang dan daun, kerap dijadikan bagian dari sesajen atau persembahan dalam konteks keagamaan. Adapun pemanfaatan dalam bidang pertanian Budidaya pisang juga berkontribusi dalam konservasi lahan pertanian karena sistem perakarannya mampu mencegah erosi tanah. Pada tahap mengembangkan produk olahan pisang yang bernilai jual tinggi adalah pembuatan aneka produk olahan baru dari buah pisang yang dapat dikembangkan antara lain keripik pisang, sale pisang, bolen pisang, bolu pisang, dll.
TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP KEBUTUHAN RUMAH TANGGA PETANI SORGUM DI KABUPATEN SITUBONDO Astutik, Rani Yulia; Muhlis, Abdullah
PRIMA EKSAKTA Vol 2 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v2i2.6747

Abstract

Faktanya harga jual sorgum di Kabupaten Situbondo memang lebih rendah dibandingkan dengan harga jual komoditas tanaman pangan lainnya yang tentunya akan menyebabkan rendahnya pendapatan petani sorgum sehingga mempengaruhi tingkat kecukupan gizi petani sorgum di Kabupaten Situbondo. Penentuan sampel menggunakan metode Total Sampling yaitu seluruh petani sorgum di Kabupaten Situbondo yang berjumlah 19 petani. Tingkat Kecukupan Gizi diperoleh dari jumlah Tingkat Kecukupan Energi dan Tingkat Kecukupan Protein dibagi dua dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi energi yang dimakan yaitu sebesar 927 kkal/kapita/hari masih kurang dari nilai kecukupan gizi yang dianjurkan yaitu sebesar 2150 kkal/kapita/hari dari total responden sedangkan untuk rata-rata konsumsi protein yang dikonsumsi sebesar 64 gr/kapita/hari telah melebihi dari Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan yaitu sebesar 57 gr/kapita/hari. Tingkat Kecukupan Gizi, rata-rata diperoleh nilai 77% sehingga dapat disimpulkan rata-rata rumah tangga petani sorgum dikategorikan defisit tingkat sedang.