Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PAUD terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi pemecahannya di Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru-guru PAUD dari berbagai lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Jember yang memiliki latar belakang, usia, dan pengalaman mengajar yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran. Guru menilai teknologi mampu membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan membantu meningkatkan motivasi belajar anak. Namun demikian, terdapat juga persepsi negatif terutama dari guru senior yang merasa kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi dan khawatir anak menjadi terlalu pasif. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana prasarana, variasi kompetensi guru, kurangnya dukungan kelembagaan, serta karakteristik anak usia dini yang membutuhkan pengalaman belajar konkret. Untuk mengatasi hambatan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi pemecahan, antara lain peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan peer teaching, pengadaan sarana prasarana melalui dukungan sekolah maupun pemerintah daerah, penggunaan teknologi secara proporsional sesuai perkembangan anak, serta penguatan kebijakan pendidikan melalui program yang terarah seperti PAUD Digital Jember.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi di PAUD Kabupaten Jember berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara tepat guna. Teknologi sebaiknya ditempatkan sebagai media pendukung, bukan sebagai pusat pembelajaran, agar tetap sejalan dengan karakteristik anak usia dini yang membutuhkan pengalaman bermain, bergerak, dan berinteraksi secara langsung.