Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Pengelolaan Obat dan Strategi Perbaikan dengan Metode Hanlon di Instalasi Farmasi Rumah Sakit TK. II R.W. Mongisidi Manado Rumangkang, Jonathan C.; Lolo, Widya Astuty; Jayanto, Imam
Jurnal Lentera Farma Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/yq9tvm82

Abstract

Pengelolaan obat merupakan bagian dari siklus manajemen obat yang meliputi empat tahap yaitu seleksi, pengadaan, distribusi dan penggunaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi manajemen pengelolaan obat di insatalasi farmasi rumah sakit Tk. II R.W Mongisidi dan dilakukan strategi perbaikan mengunakan metode Hanlon. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif untuk data tahun 2022 yang bersifat retrospektif. Data dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif dari pengamatan dokumen serta wawancara dengan responden yang ada. Seluruh tahapan pengelolaan obat di diukur tingkat efisiensi menggunakan indikator Permenkes dan WHO. Hasil penelitian didapatkan sistem pengelolaan obat yang sesuai standar sebagai berikut: alokasi dana untuk instalasi farmasi (30%), frekuensi tertundanya pembayaran sebanyak 1 sampai 2 kali, tingkat ketersediaan obat (13 bulan) dan jumlah item obat tiap resep (2 item obat tiap resep). Tahapan pengelolaan obat yang belum sesuai standar yaitu : kesesuaian item obat berdasarkan Formularium Nasional (85,23%).
Pengukuran Kepuasan Pasien terhadap Mutu Layanan Kefarmasian di Puskesmas Minanga Kota Manado Iroth, Natalia F.; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald E.
Jurnal Lentera Farma Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/899xjt77

Abstract

Kepuasan pasien merupakan outcome dari layanan kesehatan yang baik, dan menjadi salah satu tujuan dari peningkatan mutu layanan Kesehatan, semakin baik pelayanan yang di terima kepuasan pasien akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap mutu layanan kefarmasian di apotek Puskesmas Minanga Kota Manado. Metode yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 280 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan lima dimensi kualitas layanan (servqual). Hasil penelitian diperoleh total rata-rata dari keseluruhan dimensi sebesar -0.046. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian di Puskesmas Minanga Kota Manado berada pada rentang negatif yang dapat diartikan pasien tidak puas dengan layanan kefarmasian yang ada di Puskesmas Minanga Kota Manado.
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Marketing Mix di Apotek Al-Kautsar Kotamobagu Sante, Nur Eka Putri; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald E.
Jurnal Lentera Farma Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/edkdb334

Abstract

Banyaknya Apotek di Kotamobagu membuat tingkat persaingan yang terjadi semakin ketat, hal ini merupakan permasalahan yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap Marketing Mix di Apotek Al-Kautsar Kotamobagu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari – Februari 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode purposive sampling. Tingkat kepuasan pelanggan diukur dengan Customer Satisfaction Index (CSI) terhadap 7 aspek Marketing Mix. Kepuasan pelanggan dari ke-7 aspek Marketing Mix menunjukkan bahwa nilai CSI sebesar 91% pelanggan merasa sangat puas. Dari hasil analisis GAP diperoleh nilai negatif yang mengindikasikan bahwa kinerja yang diberikan pihak Apotek masih kurang.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Penandaan Obat pada Kemasan Obat di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Rambi, Shekinaglory; Lolo, Widya Astuty; Jayanto, Imam
Jurnal Lentera Farma Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/302w3n90

Abstract

Penandaan obat pada kemasan obat dapat memberikan keterangan yang lengkap mengenai khasiat, keamanan, efek samping, cara penggunaan, serta informasi lain yang dicantumkan pada obat. Keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang obat dan penggunaannya dapat menyebabkan masyarakat kurang memahami informasi obat, sehingga memungkinkan terjadinya pengobatan yang tidak rasional jika tidak diimbangi dengan pemberian informasi yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang penandaan pada kemasan obat. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis survei dan menggunakan instrumen berupa daftar pertanyaan (kuesioner), dengan desain survei cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Pasan sebanyak 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang baik dan 100% responden memiliki sikap positif. Sehingga disimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Kecamatan Pasan memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik dan sikap yang positif tentang penandaan obat pada kemasan obat.
ANALISIS TENAGA KEFARMASIAN BERDASARKAN METODE WORKLOAD INDICATORS STAFFING NEED (WISN) DI INSTALASI FARMASI RSUD DATOE BINANGKANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Wuisan, Andi Kifli; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31146

Abstract

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi pada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP. SDM Kesehatan merupakan faktor penting untuk menjamin pelayanan yang tepat dan menempati posisi pekerjaan yang sesuai. Ketidaksesuaian dapat disebabkan distribusi staf yang masih belum mengacu pada kebutuhan nyata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan yang tepat terhadap tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan metode penelitian yaitu WISN (Workload Indicators Staffing Need) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja. Hasil penelitian diperoleh jumlah total kebutuhan SDM sebesar 1,641 atau = 2. Jumlah kebutuhan yang tepat yaitu sebanyak 2 orang tenaga kefarmasian, sedangkan tenaga yang ada sebanyak 11 orang tenaga kefarmasian maka terdapat kelebihan tenaga yaitu sebanyak 9 orang tenaga kefarmasian dan diperoleh rasio WISN sebesar 5,5 (1) artinya jumlah tenaga berlebih atau overstaffing.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI OBAT DI PUSKESMAS TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Sundalangi, Chania Feronika; Lolo, Widya Astuty; Jayanto, Imam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31974

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan tujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Komunikasi informasi dan edukasi (KIE) Obat merupakan salah satu pelayanan kefarmasian yang dilakukan di puskesmas. Pelayanan komunikasi informasi dan edukasi obat merupakan pelayanan komunikasi yang berupa interaksi dengan pasien yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dan mengedukasi pasien seputar penggunaan obat untuk mencegah penggunaan obat yang salah. Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi obat yang bermutu dapat mempengaruhi kelancaran proses penggunaan obat oleh pasien sehingga pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi informasi dan edukasi dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dari pelayanan komunikasi informasi dan edukasi obat di Puskesmas. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi informasi dan edukasi obat di Puskesmas Tatelu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dan data pada penelitian ini dikumpulkan dari 92 responden dengan menggunakan kuesioner yang berisi 14 pernyataan terkait komunikasi informasi dan edukasi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi Obat menunjukan persentase 85,8%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan KIE obat di Puskesmas Tatelu berada dalam kategori sangat puas.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN MAXIMUM MINIMUM STOCK LEVEL (MMSL) DI RUMAH SAKIT TINGKAT II ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Kainde, Michelle Angela; Lolo, Widya Astuty; Jayanto, Imam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31975

Abstract

Kejadian stagnant dan stockout merupakan masalah yang sering terjadi di Rumah Sakit. Hal ini dapat mempengaruhi mutu pelayanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit jika tidak dilakukan pengendalian persediaan yang tepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengendalian persediaan di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Maximum Minimum Stock Level (MMSL) berdasarkan kategorinya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jumlah antibiotik dengan metode EOQ yang termasuk kategori stagnant yaitu 18 (37,5%) jenis, jumlah antibiotik stockout yaitu 23 (47,92%) jenis, dan jumlah antibiotik stok normal yaitu sebanyak 7 (14,58%) jenis. Sedangkan dengan metode pengendalian MMSL, jumlah antibiotik pada kategori stagnant memiliki presentase lebih tinggi menjadi 10 (20,83%) jenis, pada kategori antibiotik stockout yaitu 36 (75%) jenis, dan untuk antibiotik stok normal sebanyak 2 (4,17%) jenis . Hal ini menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan hasil yang lebih baik dalam kategori stockout sedangkan metode MMSL memberikan hasil yang lebih baik dalam kategori stagnant.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT TINGKAT II ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Tambahani, Anggita Ekawanti Juvenisti; Lolo, Widya Astuty; Jayanto, Imam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31976

Abstract

Pelayanan informasi obat sangat dibutuhkan dalam penanganan terapi terlebih kepada pasien rawat jalan yang membutuhkan informasi yang jelas untuk keberhasilan terapi yang dijalani. Keberhasilan dari pelayanan informasi obat yang diberikan dapat diukur dengan indikator kepuasan. Kepuasan pasien dapat mencerminkan kualitas dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien dengan membandingkan pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kenyataan terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker dan petugas kefarmasian kepada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat II Robert Wolter Mongisidi Manado. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode Accidental Sampling dengan perhitungan menggunakan rumus slovin dan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 97 responden. Analisis data menggunakan analisis gap untuk menghitung skor dari Service Quality. Hasil dari analisis berdasarkan aspek dimensi SERVQUAL yaitu dimensi berwujud (tangible); 0,243, kehandalan (reliability); -0,422, ketanggapan (responsiveness); -0,233, jaminan (assurance); -0,058 dan empati (empathy); -0,123. Secara keseluruhan kepuasan pasien rawat jalan yang diperoleh sebesar –0,118 dimana termasuk dalam rentang negatif sehingga disimpulkan pasien rawat jalan belum puas terhadap pelayanan informasi obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat II Robert Wolter Mongisidi Manado.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KOTA MANADO MENGGUNAKAN PENDEKATAN MYSTERY CUSTOMER Lolo, Widya Astuty; Wiyono, Weny Indayany; Mpila, Deby Afriani; Manawan, Fridly; Tatuh, Heru Andika
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.64900

Abstract

Self-medication is an effort by the community to maintain their own health, which can have both positive and negative effects. This study aims to analyse the quality of self-medication services in Manado City using a mystery customer approach. The study was conducted in 96 pharmacies from March to June 2025 using a cross-sectional design. The subjects of this study consisted of pharmacists, pharmacy vocational workers and pharmacy staff. Based on the results of the study, the highest percentages in the demographic data included pharmacy ownership 73.96% (individual), pharmacy location 30,21% (South Manado), time of visit 60,42% (afternoon or evening), disease cases 16,67% (fever), and service providers 46,88% (pharmacy vocational workers). The highest percentages in patient examination and drug information were for whom the drug was intended (57,29%), rational drug use (68,75%), and instructions for use (59,38%). The lowest percentage related to the information provided was on specific medical conditions, one of which was pregnancy (0%). It can be concluded that the quality of self-medication services at pharmacies in the Manado City area varies, mainly depending on the service provider. Keywords: Self-medication, Mystery customer, Patient assessment, Drug selection, Drug information
Pelatihan Pembuatan Teh Celup Daun Leilem (Clerodendrum Minahassae L.) Sebagai Upaya Pemanfaatan Tanaman Endemik Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Kelurahan Watulambot Kecamatan Tondano Barat Kabupaten Minahasa Lolo, Widya Astuty; Yudistira, Adithya
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jv4bs022

Abstract

Tanaman leilem merupakan tanaman endemik Sulawesi Utara yang mulai banyak dieksplor oleh para peneliti berhubungan dengan khasiatnya dalam bidang kesehatan. Mitra pada kegiatan ini yaitu kolom 19 dan kolom 20 GMIM Pniel Watulambot, Kelurahan Watulambot, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa. Permasalahan yang dijumpai pada mitra yaitu belum mengetahui secara ilmiah khasiat pengobatan dari daun leilem serta bagaimana cara pengolahan dan pengemasan agar menjadi bahan obat herbal yang praktis dan ekonomis untuk disimpan dan digunakan seperti dalam bentuk teh celup. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini antara lain: (1) memberi penyuluhan tentang tanaman leilem serta potensinya sebagai bahan obat yang telah terbukti secara ilmiah; (2) melatih keterampilan membuat teh celup daun leilem; dan (3) melatih cara mengemas teh daun leilem. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap yaitu dimulai dengan penyuluhan dari nara sumber tentang kajian secara ilmiah daun leilem dan khasiatnya dalam pengobatan, serta memberikan pemahaman kepada mitra tentang masa panen dan pengolahan pasca panen. Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cara pembuatan teh celup daun leilem. Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga dilakukan evaluasi untuk menelusuri pengetahuan masyarakat tentang pembuatan teh celup daun leilem melalui pembagian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang daun leilem dan peserta terampil membuat dan mengemas teh daun leilem.