Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Ekspedisi Sungai Singkil sebagai Model Pengabdian Masyarakat dalam Pelestarian Warisan Budaya Lokal Ramli, Ramli; Taran, Jovial Pally; Nasir, Ahmad
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i2.6295

Abstract

Sungai Singkil merupakan ruang hidup sekaligus jalur peradaban yang membentuk identitas sosial, budaya, dan religius masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam sejak masa lampau. Namun, arus modernisasi, perubahan tata ruang, serta degradasi lingkungan berpotensi melemahkan kesadaran kolektif terhadap nilai historis dan kultural sungai tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Ekspedisi Sungai Singkil yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I pada 12–15 November 2025. Metode pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan lintas disiplin, melibatkan akademisi, peneliti, jurnalis, budayawan, serta komunitas lokal. Bentuk kegiatan meliputi penelusuran jalur sungai dan pesisir, observasi langsung aktivitas budaya masyarakat, dokumentasi tradisi lisan dan kesenian lokal, diskusi publik, serta seminar kebudayaan. Ekspedisi ini juga mengunjungi situs-situs bersejarah penting seperti makam Hamzah Fansuri, kompleks makam Kerajaan Kuta Baharu, serta empat pulau terdepan Singkil Utara. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan peserta terhadap Sungai Singkil sebagai ruang peradaban, sumber pengetahuan lokal, dan modal sosial bagi pemajuan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumentasi budaya dan rekomendasi awal bagi pengembangan pendidikan sejarah lokal dan pariwisata budaya berbasis sungai. Program pengabdian ini diharapkan berkontribusi pada upaya pelestarian warisan budaya, penguatan identitas kultural masyarakat Singkil, serta pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
OPTIMALISASI PERAN DOSEN DAN MAHASISWA PROGRAM KPM DI GAMPONG KUTA ACEH KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA Hendra SH; Sumardi Efendi; Jovial Pally Taran; Nur Okta Trisiyah; Aris Nandar; Desil Afriani; Nopi Gunawan; Weldas Devita Sari; Fitriani Fitriani; Raihani Wardah; Riza Asma
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2024): Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v1i1.7250

Abstract

Penelitian ini mendokumentasikan Optimalisasi Peran Dosen dan Mahasiswa dalam Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKPM) di Gampong Kuta, Aceh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. Fokus utama penelitian adalah menggali bagaimana keterlibatan dosen dan mahasiswa mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat setempat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), identifikasi masalah bersama dilakukan, memungkinkan perencanaan dan implementasi program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dosen sebagai pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam setiap tahap PKPM menghasilkan dampak positif yang signifikan. Relevansi program terbukti dari solusi konkret yang dihasilkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan dan melaksanakan kegiatan pengabdian. Proses pengembangan kapasitas lokal menjadi sorotan, dengan dosen dan mahasiswa berperan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, menciptakan keberlanjutan dalam pemecahan masalah. Hasil keseluruhan penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana optimalisasi peran dosen dan mahasiswa dalam PKPM dapat menciptakan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Implikasinya mencakup formulasi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan dapat diadopsi di wilayah-wilayah dengan konteks serupa.
Implementasi Program Kelas Pengayaan Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Santri Tahfidz di SMA Ma’had Assyakhsiah Tahfiz Sains Penang, Malaysia Jovial Pally Taran; Rahmat Saputra; Wirda Rahmi; Yudia Anhar; Wahyudi Wahyudi; Zulpina Zulpina; Nida Yusra Nurzakiya; Putri Anisa; Maisarah Maisarah
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v5i1.6362

Abstract

Program pengayaan bahasa Arab merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kebahasaan santri tahfidz yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kosakata, kemampuan komunikasi yang rendah, serta perbedaan tingkat penguasaan bahasa di antara santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab santri tahfidz melalui program kelas pengayaan yang dilaksanakan di SMA Ma’had Assyakhsiah Tahfiz Sains Penang, Malaysia. Metode pengabdian yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan santri, perencanaan program pembelajaran, pelaksanaan kelas pengayaan, serta evaluasi kegiatan. Program dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan 20 santri sebagai peserta. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pendekatan komunikatif dengan metode diskusi kelompok, latihan percakapan, permainan peran, serta penerapan sistem peer mentoring, di mana santri yang memiliki kemampuan lebih baik membantu teman yang masih mengalami kesulitan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kelas pengayaan bahasa Arab mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap kosakata dan struktur bahasa Arab, menumbuhkan motivasi belajar, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Selain memberikan manfaat bagi santri, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik ke dalam praktik pendampingan pendidikan di lingkungan pesantren. Dengan demikian, program kelas pengayaan bahasa Arab dapat menjadi salah satu model pendampingan pembelajaran yang efektif untuk mendukung peningkatan kompetensi bahasa Arab santri tahfidz.