Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ISLAMIC COMMUNITY PARTICIPATION IN ENVIRONMENTAL CONSERVATION: A STUDY OF THE GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN (GPL) IN PLASTIC WASTE CONTROL IN COASTAL WEST ACEH, INDONESIA Putra, Bachrum Syah; Taran, Jovial Pally; Sukri, Sukri
Jurnal Al-Ijtimaiyyah Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v12i1.34755

Abstract

This study examines the role of community participation in environmental conservation through the Gerakan Peduli Lingkungan (GPL), a youth-based community movement engaged in plastic waste control in the coastal area of Meureubo Subdistrict, West Aceh Regency, Indonesia. Situated within the framework of Islamic community development, the study analyzes GPL's contributions to coastal environmental management, the level and patterns of community participation, and the barriers encountered in program implementation. A descriptive qualitative approach was employed, with fieldwork conducted in February 2026. Data were collected through in-depth interviews with 11 informants — including GPL administrators, village officials, and local residents — and complemented by direct field observations. The findings reveal that GPL contributes through beach clean-up activities, environmental education and awareness campaigns, social media outreach, and community economic empowerment via the productive utilization of plastic waste. Community participation was found to be relatively strong, though unevenly distributed across different social groups, with the main barriers including limited public awareness, inadequate facilities and infrastructure, and insufficient financial support. The novelty of this study lies in its analysis of a community-based environmental movement in a coastal Muslim-majority setting as an integrated model of social welfare and sustainable development, combining social, educational, communicative, and economic approaches rooted in collective community action. The findings offer practical implications for local governments and community organizations in strengthening participatory waste governance, while enriching theoretical discussions on Islamic community development and grassroots environmental stewardship.
The Concept of Calligraphy Learning In Mushthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) Boarding School Mulyadi Mulyadi; Jovial Pally Taran
Jurnal Recoms Vol 1 No 1 (2024): Recoms: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Januari-Juni)
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/rc.v1i1.139

Abstract

Calligraphy is the art of writing text into a form of painting using a pen, brush, or other writing instrument onto a particular medium. Initially calligraphy was poured onto papyrus paper media, but along with the development of time, calligraphy media were also found in other more varied media such as stones, walls, coins, silk, canvas paper, jewelry, brass plates, glass, ceramics, and others. This research aims to find out the concept of calligraphy learning in Mushthafawiyah Islamic boarding school. The research method used is a qualitative method which includes interviews and data collection from literature sources. Mushthafawiyah Islamic Boarding School Purba Baru Mandailing Natal held its learning process in the classroom and the learning media included a blackboard, khat pen, handam, highlighter and book. The learning material is delivered by means of the teacher providing samples on the blackboard then the santri imitate it.
Hubungan Ilmu Mantiq Dalam Pengembangan Ilmu-Ilmu Islam Laila Rahimah Harahap; Jovial Pally Taran
Jurnal Ekshis Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Ekonomi, Syariah dan Studi Islam (November- April)
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/je.v1i1.19

Abstract

Ilmu Pengetahuan mencapai puncak perkembangan dengan baik pada era kejayaan peradaban Islam, pada saat itu bukan hanya ilmu-ilmu islam yang berkembang tetapi juga ilmu-ilmu dibidang lain. Hal ini disebabkan pengaruh ilmu Mantiq atau Logika sehingga menyebabkan banyaknya Ilmuwan yang muncul dengan segala karyanya yang berkualitas bagus. Penelitian ini menggunakan metode Library Research (studi pustaka), dimana Penulis mengambil referensi dari buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu Mantiq sangat berpengaruh terhadap kajian-kajian ilmu Islam karena hal itu dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kajian ilmu islam dimasa selanjutnya atau dimasa yang akan datang karena Mantiq sendiri merupakan aturan berpikir secara rasio atau logika, meliputi analogi, deduktif, induktif dan silogisme. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan acuan terhadap perkembangan ilmu-ilmu islam terkhusus mengenai kelebihan dan kekurangan pada perkembangannya.  
Masuk dan Berkembangnya Filsafat di Dunia Islam Sayed Muhammad Ichsan; Jovial Pally Taran
Jurnal Ekshis Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Ekonomi, Syariah dan Studi Islam (Mei-Oktober)
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/je.v1i2.50

Abstract

Kemuculan filsafat Islam dalam diskursus ilmu pengetahuan mengundang ragam pandangan, akan kedudukannya. Beberapa pandangan menyebutkan bahwa filsafat Islam tidaklah bersumber dari ajaran Islam, melainkan duplikat filsafat Yunani, sehingga para filosof muslim hanya melanjutkan apa yang telah dirintis oleh para filsuf Yunani, seperti Sokrates, Plato dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode Library Research atau yang dikenal dengan studi pustaka, yaitu peneltian yang bersumber dari khazanah kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah filsafat Islam yang saat ini dipelajari tidak lain merupakan kontribusi dari Bayt al-Hikmah yang didirikan oleh Khalifah al-Ma'mun pada masa Daulah Abbasiyah yang melahirkan banyak filosof dan ilmuwan Islam. Bayt Al-Hikmah didirikan salah satunya adalah sebagai wadah untuk menerjemahkan kembali karya-karya filosof Yunani, sehingga ilmu yang bersumber dari Yunani dapat dijadikan inspirasi untuk peradaban Islam. Tentunya, para filosof Islam berbeda cara pengakajian dengan pra filosof Barat, dimana para filosof Islam tetap meyakini bahwa Allah SWT sebagai kebenaran tertinggi. Kata Kunci: Filsafat Islam, Bayt al-Hikmah, Filsafat Yunani