Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KONSTRUKSI INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU Musaddad Harahap
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 43, No 2 (2019)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v43i2.676

Abstract

Abstrak: Kajian ini berupaya menyingkap bagaimana konstruksi integrasi ilmu di Universitas Islam Riau (UIR). Dengan pendekatan metode grounded teory, kajian ini berupaya untuk menguatkan teori tentang integrasi ilmu dengan objek kajiannya di UIR. Data dalam kajian ini diambil dari studi lapangan dan observasi mendalam. Hasil kajian ini mengungkap bahwa konstruksi integrasi ilmu pengetahuan di UIR sejak berdirinya tahun 1962 merupakan cita-cita para pendirinya yang menghendaki kampus ini berasaskan Islam. Secara eksplisit, tema integrasi ilmu pengetahuan dapat dilihat dari rumusan tujuan UIR, yang turunannya telah melahirkan berbagai kebijakan seperti kurikulum pendidikan Islam, Lembaga Dakwah Islam Kampus, pembinaan ke-Islaman dosen dan pengawai, green campus, pembinaan baca tulis al-Qur’an untuk mahasiswa, kajian Islam rutin melalui pemberdayaan masjid, organisasi Islami mahasiswa di setiap fakultas, dan penanaman karakter kampus dengan konsep Cerdas, Empati, Religius, Ikhlas, dan Amanah (CERIA).Abstract: The Construction of Science Integration in Islamic University of Riau. This study seeks to strengthen the theory of the integration of science with the object of study at Universita Islam Riau. The data was collected from field studies and in-depth observations. This study found that the construction of science integration at UIR since its establishment in 1962 was the ideals of its founders, so it was decided to be based on Islam. Explicitly the theme of science integration can be seen from the formulation of UIR objectives, that has given birth to various policies such as Islamic education curriculum, Campus Islamic Propagation Board, Islamic guidance for lecturers and employees, green campus, fostering reading and writing of the Koran for students, routine Islamic study circles, mosque empowerment, and internalization of campus character with the concepts of Smart, Empathy, Religiousity, Sincere, and Amanah (CERIA).Kata Kunci: Islam, science, integration, Islamic University of Riau
Rekontekstualisasi Sejarah: Kontribusi Lembaga Pendidikan Islam terhadap Dakwah Rasulullah SAW Musaddad Harahap; Lina Mayasari Siregar
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.067 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2017.5.2.288-308

Abstract

Bahasa Indonesia:Tulisan ini mencoba menyelami kesuksesan Nabi Muhammad SAW dalam merangkai ajaran-ajaran Islam menjadi satu kesatuan yang utuh lewat pendidikan. Selama kurun 23 tahun Islam sudah menjadi ajaran yang mapan penuh dengan rahasia keilmuan, sehingga Islam dijuluki sebagai agama yang rahmatallil’alamin. Dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini memaparkan keberhasilan Nabi SAW dalam menyampaikan risalah kenabian yang sangat didukung oleh tempat-tempat yang representatif dalam mengajarkan pada waktu itu. Tempat-tempat yang dimaksud telah mengalami akulturasi budaya sebelum datangnya isalm dan terus berkembang bersamaan kedatangan Islam itu sendiri. Mengenai tempat yang berakultrasi dengan Islam adalah kuttab dan rumah, sementara yang tumbuh bersama dengan Islam itu sendiri adalah masjid dan suffah. Keempat lembaga pendidikan Islam yang disebutkan menjadi saluran utama yang digunakan Nabi SAW dalam mendidik para sahabatnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Islam adalah agama yang peduli dengan pendidikan dan sangat fleksibel terhadap kondisi dan situasi bagaimana agar proses pendidikan itu dapat berjalan. Kontribusi lembaga pendidikan Islam selain mampu menciptakan perubahan mendasar dalam konteks keagamaan dan kehidupan sosial juga menjadikan Islam sebagai agama yang terbuka (inkulsif) terhadap perubahan sosial selama tidak bertetangan dengan aqidah. English: This paper attempts to examine the success of Prophet Muhmmad PBUH in arranging Islamic teachings into a set through education. Within 23 years, Islam emerged into an established teaching and full of hidden knowledge, making Islam gets predicate of blessing for the universe. Through literary study, this research explains the success of the prophet in delivering prophetic messages with support of representative teaching places at the period. The places acculturated with the coming of Islam and keep growing along with the development of Islam. Kuttab and house has acculturated with Islam and Mosques and Suffah have grown together with Islam. The four kind of places became main channels for the prophet PBUH in educating his companions. Therefore, it can be concluded that Islam is a religion with high education concerns and quite flexible towards condition and situation where the educational process takes place. Islamic educational institution is not only creating fundamental change in religious and social life, but also making Islam as an inclusive religion to social changes as long as the changes are not contradictory to Islamic faith. 
Pengaruh Kebijakan Pembinaan Keislaman Terhadap Kompetensi Profesionalisme Dosen Universitas Islam Riau Musaddad Harahap; Miftah Syarif; Sholeh
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v2i1.530

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah pentingnya eksistensi dosen di perguruan tinggi. Banyak faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan di perguruan tinggi, salah satunya adalah dosen yang profesional. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana pengaruh kebijakan pembinaan keislaman terhadap profesionalisme dosen Universitas Islam Riau. Asumsi awal sebelum dilakukan penelitian adalah terdapat pengaruh pembinaan keislaman terhadap terhadap profesionalisme dosen di Universitas Islam Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, instrument pengumpulan datanya adalah angket. Untuk analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Setelah dilakukan riset maka ditemukan nilai signifikansi 0.02 < probabilitas 0.05, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kebijakan pembinaan keislaman terhadap profesionalisme dosen di Universitas Islam Riau. Pengaruh kebijakan pembinaan keislaman terhadap profesionalisme dosen di Univeristas Islam memiliki pengaruh positif berdasarkan nilai b = angka koefisien 0.555. Besaran pengaruh antara kebijakan pembinaan keislaman terhadap profesionalisme dosen adalah 17.1%, sisanya sebesar 82.9% diprediksi dipengaruhi faktor-faktor lain. Sementara jika dilihat hubungan antara kedua variabel penelitian ini volumenya hanya pada level cukup kuat. Hal ini ditentukan berdasarkan nilai R sebesar 0.413, angka ini terletak pada rentang 0.40 – 0.599. Dengan demikian untuk meningkatkan profesionalisme dosen perlu sekali pimpinan untuk selalu mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan sehingga kesadaran keagamaan dosen tumbuh. Tumbuhnya kesadaran keagamaan dosen, secara teori akan dapat meningkatkan kinerja akademik mereka.
Dinamika Pondok Pesantren Dalam Membina Keberagamaan Santri Kabupaten Padang Lawas Musaddad Harahap; Lina Mayasari Siregar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.94 KB) | DOI: 10.55583/jkip.v1i1.66

Abstract

Sejauh ini, sejarah mencatat bahwa pondok pesantren merupakan lembaga tertua di daerah Padang Lawas dibandingkan dengan lembaga-lembaga pendidikan formal lainnya. Semenjak zaman penjajahan disinyalir daerah ini sudah memiliki beberapa ulama sekaliber ulama-ulama yang lain di Nusantara dengan mendirikan pondok pesantren. Hanya saja karena jauh dari pusat pemerintahan, para ulama-ulama ini tidak begitu diekspos dalam sejarah Indonesia, padahal tidaklah kalah pentingnya peran mereka dalam membina keberagamaan dengan membangun lembaga pendidikan untuk anak-anak muslim di daerahnya. Lembaga pendidikan pondok pesantren tertua yang ada di kabupaten Padang Lawas sampai saat ini masih mampu berdiri kokoh dan tetap eksis membina anak-anak muslim walaupun perkembangannya tidak begitu melejit layaknya pondok pesantren Tebuireng, Gontor, Mustafawiyah dan sebagainya. Dengan pendekatan pustaka ditemukan bahwa seiring berkembangnya zaman, daerah Padang Lawas mengalami modernisasi yang ditandai dengan mekarnya daerah ini pada tahun 2007 dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemekaran ini dilakukan atas amanah undang-undang otonomi daerah dan juga oleh sebuah kesadaran pounding father bahwa daerah Padang Lawas harus mampu bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah yang lain di Indonesia. Perajalanan waktu panjang kehidupan masyarakat Padang Lawas yang mayoritas muslim ini kemudian banyak melahirkan pesantren sebagai wahana untuk membina keberagamaan santri sebagai bentuk upaya melestarikan ajaran Nabi Muhammad SAW. Kata Kunci : Dinamika, Pondok Pesantren, Keberagamaan
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENURUT PSIKOLOGI ISLAMI Bahril Hidayat; Ary Antony Putra; Musaddad Harahap
Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.762 KB) | DOI: 10.25299/ge.2018.vol1(1).2254

Abstract

The relationship among early childhood education is related to the Islamic Education and Islamic Psychology perspective. Discussion of this article forms of theoretical review and expected to generate scientific reference to formulate explanation and development of science about Islamic Early Childhood Education according to Islamic Psychology. Islamic Education into early childhood as students, not only based on the principles of western Educational Psychology and Psychology of Learning (Psychology Learning and Teaching) from the Western scientist theory, but must be based on Islamic values and concept too. By applying the concept, the internalization of Islamic Education into the psychophysiological of early childhood will be achieved. According to the integration of principles of science and Islam through 5 Strategic Development of Islamic Education for Early Childhood Based on Islamic Psychology Principles, namely, 1) awakening learners' self-awareness about Islam, 2) involves the educational environment in to the learning activities, 3) understanding the child's age development by the method of playing, 4) using techniques that appeal to early childhood, 5) directing the child to develop their unique potential.
Menyingkap Makna Objek Pendidikan dalam Istilah al-Ahl, al-‘Asyirah, dan al-Aqrab Musaddad Harahap; Munzir Hitami; Abu Anwar
DAYAH: Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2022): DAYAH: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jie.v5i2.11939

Abstract

The problem in this study is the importance of understanding the nature of the object of education from the perspective of Islamic education. In general, the object of education is often understood as just a human who needs learning. But in Islamic education, the object of education is not just individual humans, but more than that. Humans as objects of education have very broad dimensions. Islamic education has indicated this in its main source, namely the Qur'an and the Sunnah of the Prophet Muhammad. To answer this research problem, the approach used is library research. The results of this study are the object of education in Islam refers to several words. First, the word ahl means family, wife, relatives, or people who live in the same place. the word ahl can also refer to various groups that are formed and formed in the reality of human life. Second, the word 'asyirah has varied meanings. The emphasis on the meaning of the most dominant is the family in a larger scope when compared to the family in terms of ahl. So that the term 'asyirah is not only limited to a relationship because of kinship, but also a relationship because of similarities both geographically or in terms of place of residence, ethnicity, tribe, or because of the intense interactive communication between existing community groups. Third, the term al-qurbu refers more to a family bound by brotherhood, perhaps the brotherhood is the result of a lineage or brotherhood which is only limited to common perception. Thus, in Islamic education, education does not only focus on how to teach humans as individuals, but humans in various communities also receive serious attention in order to realize the goals of Islamic education, namely the actualization of faith and piety to Allah SWT in human’s soul.
Menyingkap Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Program Islam Wasathiyah Lina Mayasari Siregar; Musaddad Harahap; Irwan Saleh Dalimunthe
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.555

Abstract

Pada dasarnya kajian ini dilandasi oleh kegelisahan akademis terkait dengan diskursus program Islam washatiyah dan relevansinya dalam kurikulum pendidikan Islam. Untuk itu dipandang penting untuk mengurai bagaimana sebetulnya esensi dari kurikulum pendidikan Islam yang berbasis Islam wasathiyah tersebut. Bila ditelaah secara sederhana kurikulum itu sendiri disebut sebagai aktivitas pembelajaran yang didasarkan atas rencana-rencana matang dan tersusun secara progremik serta diimplementasikan dalam pengawasan satuan pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Posisi kurikulum sangat vital dalam pendidikan. Dalam Islam mesikpun kurikulum pendidikan telah disusun dengan baik, tapi kalau hanya mementingkan hal-hal yang bersifat kognitif, tentu tidak akan sampai kepada tujuan hakiki pendidikan Islam sendiri. Untuk itu penting ada penyelarasan kurikulum dengan upaya menginternalisasikan nilai-nilai di dalamnya, salah satu nilai tersebut adalah nilai-niliai moderasi beragama (Islam wasathiyah). Adapun Islam washatiyah merupakan sebuah karakter yang diperoleh seorang muslim sebagai buah dari komitmennya terhadap ajaran agama Islam itu sendiri. Mengimplementasikan nilai-nilai program Islam wasathiyah dalam kurikulum atau pembelajaran bukan hanya formalitas saja, tetapi harus sampai kepada perilaku aktual. Perilaku aktual yang berbais Islam wasathiyah inilah kemudian yang mampu menciptakan stabilitas kehidupan antar sesama, walaupun terdapat perbedaan, tetapi persamaan tetap menjadi dasar yang paling utama. Di antara perilaku Islam wasathiyah itu adalah tawassuth (mengambil jalan tengah), tawazun (berkeseimbangan), i'tidal (lurus dan tegas), tasamuh (toleransi), musawah (Egaliter), dan syura (musyawarah).
Relevansi Konsep Ceria Terhadap Kejujuran Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Siti Zubaidah; Musaddad Harahap; Hamzah Hamzah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v3i1.266

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasaalahan kejujuran akademik Mahasiswa sekitar 5%-10% dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Cerdas Empati Religius Ikhlas dan Amanah (CERIA) terhadap kejujuran akademik Mahasiswa angkatan 2018/2019 di Prodi PAI Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa angkatan 2018/2019 di Prodi PAI. Populasi penelitian ini Mahasiswa angkatan 2018/2019 di Prodi PAI yang berjumlah 262 orang dan 158 populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 22, maka diperoleh nilai probabilitas Sig. lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000 maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Sehingga terdapat pengaruh Cerdas Empati Religius Ikhlas dan Amanah (CERIA) terhadap kejujuran akademik Mahasiswa angkatan 2018/2019 di Prodi PAI Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau. Dengan besar tingkat pengaruhnya adalah 0,356 atau 35,6% yang berada direntang 0,20 – 0,399 yang artinya lemah. Artinya terdapat pengaruh Cerdas Empati Religius Ikhlas dan Amanah (CERIA) terhadap kejujuran akademik Mahasiswa angkatan 2018/2019 di Prodi PAI Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau dengan tingkat hubungan lemah.
Pendampingan Membaca Al-Qur’an Secara Tartil (Ilmu Tajwid) Berbasis Macro Media Flash untuk Anak-Anak Desa Sungai Petai Kabupaten Kampar Musaddad Harahap; Firdaus Firdaus; Ary Antony Putra; Alfitri Alfitri; Romaito Rambe
Jurnal Anugerah Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v5i2.5209

Abstract

Permasalahan kegiatan PkM ini adalah ditemukannya fakta rendahnya kemampuan dan motivasi belajar ilmu tajwid anak-anak muslim. Idealnya sebagai seorang muslim harus mengerti bahwa ilmu tajwid merupakan ilmu yang wajib dipelajari, karena dengannya seseorang lebih potensial dalam menghayati, memahami, dan menginternalisasikan nilai-nilai agama. Untuk meningkatkan kemampuan ilmu tajwid bisa dengan menggunakan media. Media yang akan digunakan adalah macro flash. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil (ilmu tajwid) bagi anak-anak muslim. Metode PkM ini adalah berbentuk pendampingan membaca Al-Qur’an secara tartil (ilmu tajwid) berbasis macro media flash untuk anak-anak di desa Sungai Petai. Dalam pelaksanannya, materi ilmu tajwid sudah didesain dalam macro media flash (by utilization) dan dipresentasikan. Pengumpulan data menggunakan pre test dan post test. Analisis data menggunakan persentase. Sasaran PkM adalah anak-anak mengaji. Hasil dari PkM ini adalah meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil (ilmu tajwid) anak-anak. Peningkatan itu terlihat dari perbandingan persentase hasil uji post test dengan pre test pada lima soal yang diberikan. Soal pertama, saat pre test jawaban anak-anak yang benar 60%. Pada saat post test mencai 100%. Soal kedua, jawab yang benar 70%, sedangkan pada saat post test 100%. Soal ketiga, 43,33%-96 dan saat post test 66%, Soal keempat, yang benar 56,66%, saat post test 100%. Soal kelima, yang benar 50%, sedangkan pada saat post tes sudah mencapai 100%. Hasil PkM ini sangat penting untuk dijadikan sebagai referensi, terutama jika ingin melakukan kegiatan pendampingan yang sama.
Islamic Professional Madrasa Teachers and Makarim Syari’ah in Teaching: A Phenomenological Approach Syahraini Tambak; Firdaus Firdaus; Musaddad Harahap; Desi Sukenti; Muhammad Zaylani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3475

Abstract

Extensive study has been conducted on professional educators, however, the integration of Islamic principles into their teaching practises has been overlooked. This study aims to determine Islamic professional madrasah teachers based on makarim syari’ah in the teaching profession. This study used a phenomenological research design involving 16 Aliyah madrasa teachers as informants. Data was collected by conducting interviews with madrasa teachers and analyzed using a systematic design. This research shows that professional teachers based on makarim syari’ah as an act that draws closer to the attributes of God, have commendable qualities such as wisdom, kindness, generosity, knowledge and forgiveness. Islamic professional madrasa teacher in the context of makarim syari’ah, anyone who has God's attributes, such as hikma, jud, hilm. 'ilm and 'awf, even though the attributes of Allah SWT. This is far nobler than His qualities that exist in humans. Commendable qualities are the main glue for teachers in carrying out the teaching profession to achieve success in learning. The teaching profession is not only used to teach humans but to bring himself to be a pious human being in the sight of Allah SWT. This is especially relevant for madrasa teachers, as it is a central part of the future madrasa teaching profession to promote their Islamic profession and build a generation of morals and dignity in the future.