Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal MAIYAH

Pola Pertumbuhan Ikan Teri (Stolephorus sp.) Di Perairan Tegal Pada Musim Peralihan II Hendrayana, Hendrayana; Wulan, Arista Cahya; Winanto, Tjahjo
MAIYAH Vol 2 No 1 (2023): Maiyah : Vol.2 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.306 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.1.8311

Abstract

Pertumbuhan Ikan Teri (Stolephorus sp.) di Perairan Tegal dipengaruhi oleh fluktuasi kualitas air yang diakibatkan perubahan musim, salah satunya pada saat musim peralihan II. Tujuan penelitian untuk mengetahui sebaran ukuran, pertumbuhan, hubungan panjang-berat dan pola pertumbuhan Ikan Teri (Stolephorus sp.) serta faktor lingkungan di Perairan Tegal. Metode yang digunakan metode observasi yang dilakukan pada bulan September, Oktober dan Desember tahun 2021. Sebaran ukuran Ikan Teri (Stolephorus sp.) memiliki panjang 46,2 – 83 mm dan berat 0,6683 – 3,6049 g. Pertumbuhan Von Bertalanffy Lt = 74,4(1-e^1,59(t-0,3499) dan hubungan antara panjang dan berat ikan (n = 940; r = 92,97%). Analisis pola pertumbuhan menunjukan allometrik negatif, dan faktor kondisi Ikan Teri (Stolephorus sp.) di Perairan Tegal 1,006.
Konsentrasi Limbah Pencemar MBAS (Methylen Blue Active Substance) pada Perairan Muara Kali Ijo, Kabupaten Kebumen Dhani, Putri Rizki Rahma; Hendrayana, Hendrayana; Hidayati, Nuning Vita; Haryati, Ani
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9695

Abstract

Muara Kali Ijo is the place where rivers flow in Kebumen Regency, which carry a lot of domestic wastes resulting from sanitation activities, namely detergent. The study aims to determine the quality of Muara Kali Ijo Waters based on MBAS concentration (Methylen Blue Active Substances). MBAS is a standard method for determining the concentration of anionic surfactants in detergents. This study uses descriptive methods with purposive random sampling techniques. Sampling was carried out on March 11, 2023 with a total of five stations. The results of the analysis of the MBAS concentration in the BBSPJPPI laboratory ranged from 0.031 – 0.064 mg/L and the measurement of water quality parameters was still relatively good, below the quality standard threshold. PCA results show that there is a negative correlation between MBAS concentration and water quality parameters. Productive anthropogenic activities around the area have a potential to contribute detergent waste from washing activities and increase MBAS concentrations. Keywords: antropogenic, muara kali ijo, MBAS, PCA, waters quality
Estimasi Logam Berat Kadmium (Cd) dan Tembaga (Cu) Perairan Muara Kali Ijo, Pantai Ayah, Kebumen Ibrahim, Wahyu Satriarman; Hendrayana, Hendrayana; Hidayati, Nuning Vita; Kurniawati, Any; Prihatiningsih, Isnaini; Raharjo, Purwo; Mulyani, Sri
MAIYAH Vol 3 No 2 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.2.12179

Abstract

Keberadaan Muara Kali Ijo, Kebumen dapat dikatakan sebagai penampungan terakhir yang berasal dari industri, pertanian, perikanan, dan rumah tangga karena perairan pesisir merupakan tempat bermuaranya sungai dan akan menjadi tempat berkumpulnya zat-zat pencemar serta sumber kontaminan berbahaya, termasuk kontaminasi oleh logam berat jenis kadmium (Cd) dan tembaga (Cu) yang diduga dapat menimbulkan pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Cu perairan serta tingkat pencemaran berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 4 stasiun, berada di area outlet sungai, mangrove kawasan ekosistem esensial (KEE), dan muara sungai. Hasil analisis data secara deskriptif menunjukkan bahwa kandungan Cd perairan memiliki nilai rata-rata 0,014 mg/L, sedangkan kandungan Cu memiliki nilai rata-rata 0,013 mg/L. Kandungan logam berat Cd dan Cu perairan telah melebihi baku mutu menurut PP No. 21 Tahun 2021 tentang baku mutu biota laut, sehingga sudah tidak baik bagi organisme akuatik. Tingkat pencemaran perairan di Muara Kali Ijo sudah terkontaminasi berat berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN). Kata Kunci: Logam Berat, Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Nemerow Pollution Index (PN), Muara Kali Ijo
Analisis Vegetasi Mangrove Berdasarkan Karakteristik Sedimen di Muara Kali Ijo, Kebumen Syaukani, Hildatul Fajariah; Hendrayana, Hendrayana; Kurniawati, Any
MAIYAH Vol 3 No 3 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 3 September 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.3.13257

Abstract

Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Muara Kali Ijo merupakan kawasan ekosistem mangrove hasil rehabilitasi yang terletak di Desa Ayah, Kabupaten Kebumen. Komposisi jenis dan kerapatan mangrove berbeda-beda berdasarkan kondisi tekstur sedimen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kerapatan, jenis fraksi sedimen, dan kerapatan mangrove berdasarkan karakteristik fraksi sedimen. Penelitian ini dilakukan di mangrove Muara Kali Ijo, Desa Ayah, Kabupaten Kebumen pada bulan Desember 2023. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerapatan mangrove di Muara Kali Ijo termasuk kedalam kategori sedang hingga sangat baik (zona depan), kategori baik hingga sangat baik (zona tengah) dan kategori sedang hingga sangat baik (zona belakang). Kerapatan jenis mangrove tertinggi didapat pada jenis mangrove Rhizophora mucronata (2.546 ind/ha) yang dapat ditemukan disetiap zona dan terendah pada jenis Rhizophora stylosa (60 ind/ha). Jenis fraksi sedimen mangrove yang ditemukan meliputi pasir kasar, pasir sangat halus, debu kasar, debu halus, liat kasar, dan liat halus. Jenis fraksi zona depan yaitu liat berdebu dengan kriteria kerapatan mangrove sedang hingga sangat baik, fraksi zona tengah liat berpasir dengan kriteria kerapatan mangrove baik hingga sangat baik, dan fraksi zona belakang liat bededu dengan kriteria kerapatan mangrove sedang hingga baik.
Kajian Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Gelodok (Mudskipper) dalam Hubungan dengan Kerapatan Mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Muara Kali Ijo Armaity, Nut Spenta; Wisudyanti, Dewi; Hendrayana, Hendrayana; Pelamonia, Alamanda
MAIYAH Vol 4 No 1 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.1.15745

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi dan berperan penting sebagai penyedia makanan bagi berbagai organisme, termasuk ikan glodok (mudskipper). Ikan glodok hidup di area muara hingga pesisir dan sangat bergantung pada hutan mangrove sebagai habitat mencari makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan mangrove, bioekologi ikan glodok yang meliputi pola pertumbuhan dan faktor kondisi, serta hubungan antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan ikan glodok di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Muara Kali Ijo, Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah purposive sampling, dengan analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil menunjukkan bahwa kerapatan mangrove tergolong sangat padat, berkisar antara 1800–3800 pohon per hektar. Pola pertumbuhan ikan glodok bersifat allometrik negatif dengan nilai b antara 2,33–2,8. Faktor kondisi ikan berkisar antara 1,00–1,02, yang menunjukkan kondisi tubuh ikan cenderung kurus. Uji regresi menghasilkan nilai r sebesar 0,75591, menunjukkan hubungan yang kuat antara kerapatan mangrove dan kelimpahan ikan glodok. Namun, hubungan tersebut bersifat negatif, yang berarti semakin tinggi kerapatan mangrove, kelimpahan ikan glodok justru menurun.
Pendugaan Kesehatan Mangrove Rizhophora sp. Berdasarkan Analisis Kerapatan dan Morfometri Daun Di KEE Muara Kali Ijo, Kebumen Hendrayana, Hendrayana; Putri, Ovalina Mardika; Raharjo, Purwo; Hartanti, Ninik Umi; Kusnandar, Kusnandar; Darmaji, Aji
MAIYAH Vol 4 No 3 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 3 September 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.3.16601

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mangrove menggambarkan kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi secara optimal dan mampu mendukung berbagai bentuk kehidupan di dalamnya. Namun, kondisi ini kerap terancam oleh aktivitas manusia serta perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesehatan mangrove Rhizophora sp. melalui analisis keramatan dan morfometri daun. Penelitian dilakukan pada November 2024 di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Muara Kali Ijo, Kebumen, Jawa Tengah. Fokus utama penelitian ini meliputi pengukuran kerapatan mangrove dan analisis Morfometri daunnya. Metode yang digunakan mencakup transek kuadran untuk mengetahui kerapatan serta penghitungan luas penampang daun Rhizophora sp. guna mengevaluasi kondisi Morfometrinya. Hasil menunjukkan bahwa stasiun 2 memiliki kerapatan tertinggi dengan nilai sebesar 4.500 ind/ha, sedangkan stasiun 3 paling rendah sebesar 3.200 ind/ha. Hasil analisis morfometri daun menunjukkan stasiun 1 memiliki persentase kerusakan daun rendah yang menggambarkan kondisi kesehatan mangrove terbaik, dan stasiun 3 memiliki persentase kerusakan tertinggi yang menunjukkan tingkat kesehatan terendah. Data ini menunjukkan bahwa kerapatan mangrove dan persentase kerusakan daun dapat digunakan sebagai data pendukung dalam penilaian kesehatan mangrove di suatu ekosistem. Kata Kunci: Kebumen, Kesehatan, Kerapatan, Mangrove, Morfometri