Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBUATAN CRUMB RUBBER DARI LIMBAH KARET BAN-DALAM MENGGUNAKAN KEROSIN DAN MESIN GILING Saputra, Andri; Windiastuti, Septiyana; Agustian, Mertza Fitra; Saputra, Danang Cahya Eka; Oktavianto, Putra; Nury, Dennis Farina; Herlambang, Aldillah
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1121

Abstract

Jumlah produksi ban di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah limbah ban-dalam. Pemanfaatan limbah ban-dalam sangat sulit dilakukan karena tidak dapat terurai secara alami bahkan setelah jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode kombinasi kimia dan mekanik dalam produksi crumb rubber dari limbah ban-dalam, guna menghasilkan alternatif daur ulang yang efisien dan dapat diterapkan pada skala industri kecil. Limbah ban-dalam dipotong menjadi spesimen uji, kemudian direndam dalam kerosin pada berbagai variasi waktu dan dikeringkan hingga berat konstan. Sifat mekanis (kekuatan tarik dan perpanjangan putus) diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian diketahui bahwa semakin lama perendaman menggunakan kerosin maka semakin menurunkan sifat mekanis spesimen karet uji. Perendaman dalam larutan kerosin selama 96 jam menurunkan kekuatan tarik (93,7%) dan perpanjangan putus (91%) spesimen karet uji secara maksimal. Crumb rubber yang diperoleh dari penelitian ini berukuran berkisar 0,3-0,5 cm. Analisis spektra FTIR mengonfirmasi bahwa produk crumb rubber yang dihasilkan bebas dari kerosin.
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE PENENTUAN RESIDU PELARUT DALAM BAHAN FARMASI AKTIF LAMIVUDIN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS Safitri, Ayu Nadila; Abshar, Irham Fauzi; Herlambang, Aldillah
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelarut kimia yang digunakan dalam sintesis bahan farmasi aktif dapat tertinggal sebagai residu pelarut yang berdampak negatif bagi kesehatan. Bahan farmasi aktif lamivudin beresiko mengandung residu pelarut berupa etanol, isopropil asetat, metanol dan trietilamina. Sedangkan metode penentuan residu pelarut dalam bahan farmasi aktif lamivudin sulit untuk diimplementasikan dan membutuhkan biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi metode penentuan residu pelarut dalam bahan farmasi aktif lamivudin yang sederhana, tepat, dan akurat dengan menggunakan kromatografi gas. Percobaan dilakukan dengan sistem kromatografi gas (Sistem GC Shimadzu) yang dilengkapi dengan detektor ionisasi nyala. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan batas yang ditentukan dari pedoman standar USP. Parameter validasi dilakukan dengan mengevaluasi spesifisitas, linearitas, presisi, akurasi, batas deteksi, batas kuantifikasi, kestabilan larutan dan ketahanan. Tidak adanya interferensi puncak menunjukkan metode tersebut spesifik. Hubungan linear dievaluasi pada rentang 1-150% dan diperoleh koefisien regresi R’ untuk residu pelarut ≥0,9974. Nilai batas deteksi dan kuantifikasi memenuhi syarat dengan penentuan signal-to-noise (S/N). Nilai presisi pada enam kali pengulangan dan akurasi pada level konsentrasi 80%, 100% dan 120% menghasilkan nilai sesuai persyaratan. Pengujian ketahanan dengan modifikasi parameter tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Semua larutan standar dan sampel menunjukkan kestabilan hingga 12 jam. Metode kromatografi gas yang sederhana, spesifik, akurat, presisi dan tangguh berhasil dikembangkan dan divalidasi.
STUDI KELAYAKAN DAN PERBANDINGAN BIAYA TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SEDERHANA DAN MODERN UNTUK MENDUKUNG MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA DI KAWASAN RAWAN BANJIR DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN MUARO JAMBI Shafira, Rizka; Galih Prabasari, Ira; Amalia, Rahma; Widyastuti, Nita; Mundarti, Sri; Herlambang, Aldillah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1904-1911

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan masalah yang perlu dipikirkan, terlebih penyediaan air bersih di tingkat komunitas. Desa Pematang Jering yang terletak di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi merupakan desa yang terletak berdekatan dengan sungai serta kebun warga. Berdasarkan curah hujan tahunan beserta lokasi desa, bencana banjir merupakan tantangan besar. Pestisida yang digunakan pada tanaman sawit dapat terbawa air banjir ke pemukiman warga dan menjadi kontaminasi di sumur warga yang digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Penghilangan kontaminasi dari air merupakan hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Studi kelayakan dilakukan untuk mengetahui apakah teknologi penjernih air perlu dibangun dan estimasi biaya rancangan penjernih air telah dilakukan. Berdasarkan evaluasi dan survei lapangan, teknologi penjernih air layak didirikan. Teknologi penjernih air dibangun untuk meningkatkan kualitas air sumur warga dengan mengurangi kontaminasi kimia maupun fisik dengan filter sederhana maupun modern. Biaya pembangunan teknologi penjernih air telah dihitung berdasarkan rancangan. Teknologi penjernih air sederhana memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,036,000. Teknologi penjernih air modern memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,773,000. Perbedaan biaya ini terletak di filter air yang digunakan yakni pasir, kerikil, dan ijuk untuk filter air sederhana serta pasir silika dan karbon aktif untuk filter air modern.
Review Analisis Pemilihan Material Pada Shell and Tube Heat Exchanger berdasarkan Optimasi Desain Menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) Ramadhan, Thomas Riyanto; Manurung, Waldi Parsaoran; Panjaitan, Adelina Fredrika; Herlambang, Aldillah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38213

Abstract

Pemilihan material merupakan hal yang sangat penting dalam perancangan shell and tube heat exchanger karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi, keandalan, dan keselamatan dalam proses industri kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material berdasarkan studi optimasi desain menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD), serta menilai apakah kriteria pemilihan material sudah dipertimbangkan secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, ekonomi, lingkungan, maupun keselamatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal utama dan beberapa referensi ilmiah dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada desain alat dan belum membahas pemilihan material secara mendalam. Melalui re-evaluasi, diketahui bahwa material seperti stainless steel 316L dan titanium alloy memiliki ketahanan korosi dan umur pakai yang lebih baik dibandingkan material konvensional, walaupun biaya yang dibutuhkan lebih tinggi. Selain itu, risiko kegagalan material seperti korosi, kelelahan material, dan perubahan suhu ekstrem dapat berdampak besar terhadap kelangsungan operasi industri. Oleh karena itu, pemilihan material perlu dilakukan secara lebih menyeluruh agar menghasilkan desain heat exchanger yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan tahan lama.
Review Jurnal : Analisis Pemilihan Material yang digunakan dalam Perancangan Alat Industri Kimia: Shell and Tube Heat Exchanger Azzahra, Nadila Putri; Simamora, Syintia Laura; Rahmawati, Dwi; Herlambang, Aldillah; Alfernando, Oki; Shafira, Rizka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38251

Abstract

Shell and tube heat exchanger menjadi salah satu peralatan paling krusial di industri kimia karena fungsinya yang vital dalam memindahkan panas antar fluida proses. Sayangnya, kegagalan dini pada alat ini masih sering terjadi akibat kesalahan dalam memilih material yang tepat untuk kondisi operasi tertentu. Review jurnal ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana proses seleksi material pada perancangan STHE dilakukan oleh para peneliti dari 19 publikasi ilmiah yang berbeda. Fokus utama dari kajian ini meliputi alasan di balik pemilihan material tertentu, kesesuaiannya terhadap standar rekayasa modern seperti ASME dan TEMA, serta perbandingan kelebihan dan kekurangan masing-masing material. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dengan mengekstrak data seperti kekuatan tarik, ketahanan korosi, suhu operasi, konduktivitas termal, biaya, dan kemudahan fabrikasi dari setiap jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa baja karbon masih populer karena murah dan mudah dilas, tetapi sangat tidak cocok untuk lingkungan korosif. Sementara itu, stainless steel 316L dinilai memberikan keseimbangan terbaik antara ketahanan terhadap pitting dan harga yang masih terjangkau untuk skala industri menengah di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa material ini tetap rentan terhadap stress corrosion cracking jika digunakan pada suhu di atas 60°C dengan kandungan klorida yang signifikan. Material canggih seperti titanium, keramik SiC, dan polimer konduktif termal hanya direkomendasikan untuk kondisi ekstrem karena biayanya yang sangat tinggi dan keterbatasan ketersediaan di pasar lokal. Kesimpulan dari review ini menekankan bahwa pemilihan material STHE tidak boleh hanya berpatokan pada harga beli awal, melainkan harus mempertimbangkan biaya siklus hidup dan kepatuhan terhadap standar korosi. Rekomendasi utama yang diajukan adalah agar para insinyur di industri kimia Indonesia mulai menerapkan analisis risiko kegagalan (FMEA) dan life cycle cost analysis sejak tahap desain awal.