p-Index From 2021 - 2026
7.091
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Mengembangkan Keterampilan Kolaborasi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus pada Pembelajaran Matematika Inklusif Jesica, Alvalerina; Bou, Natasya Inggriani Rosarinda; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i2.4252

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan bagian penting dari kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan oleh semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (SBK) yang mengalami hambatan dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan kolaborasi SBK, khususnya yang memiliki kecenderungan antisosial, melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran matematika pada topik Aritmetika Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilakukan di sebuah sekolah inklusi jenjang SMP di Tangerang Selatan selama periode Januari hingga Maret 2025. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VII dengan diagnosis kesulitan dalam interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL mampu mendorong perkembangan positif pada keterampilan kolaborasi siswa berkebutuhan khusus, ditunjukkan dengan adanya peningkatan partisipasi dalam diskusi kelompok, kemauan untuk mendengarkan pendapat teman, serta keberanian dalam membantu menyelesaikan tugas bersama. Meskipun perubahan yang terjadi masih bersifat awal dan bertahap, strategi pembelajaran berbasis CTL terbukti relevan dan efektif untuk menciptakan suasana belajar yang suportif dan inklusif. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi CTL relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran inklusif, serta memiliki potensi untuk dikembangkan dalam jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan CTL secara konsisten dan menyarankan perluasan konteks serta durasi studi pada penelitian selanjutnya guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Mathematical Literacy of Prospective Teachers: A Systematic Review of Factors, Readiness, and Teacher Education Preparation Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari; Kusumah, Yaya Sukjaya; Jupri, Al; Melissa, Margaretha Madha
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i3.pp1355-1376

Abstract

Mathematical literacy is a crucial competency for 21st-century teachers to foster critical thinking and problem-solving skills in various educational contexts. However, several pieces of evidence suggest that many prospective teachers struggle to develop mathematical literacy, which may hinder the effectiveness of mathematics learning. This study aims to provide a comprehensive overview of the mathematical literacy of prospective teachers through a systematic literature review of previous research. The study used the PRISMA protocol by searching articles from five reputable databases (ERIC, ProQuest, Taylor & Francis, Emerald Insight, and Scopus) using predefined inclusion and exclusion criteria. Of the initial search results of 8659 articles, only 13 articles were eligible for further review after the screening and duplication removal process. The analysis was focused on six research questions which included: (1) the geographical distribution of the research, (2) the academic background of the research subject, (3) the research topic, (4) factors that affect mathematical literacy, (5) the readiness of prospective teachers, and (6) the form of debriefing by the teacher education program. The results showed that the mathematical literacy of prospective teachers was influenced by both internal factors, such as conceptual comprehension, self-efficacy, and anxiety, as well as external factors, including pedagogical training and sociocultural contexts. However, most teacher education programs have not optimally emphasized the development of contextual and applicative mathematical literacy. This study highlights the importance of strengthening the teacher education curriculum through a contextual, activity-based, and culturally responsive approach, enabling prospective teachers to develop and effectively implement mathematical literacy in diverse learning contexts.     Keywords: mathematical literacy, prospective teacher, systematic review, teacher education, pedagogical preparation.
Correction to: Constructing mathematical bitterness scale related to teacher factor Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari; Soesanto, Robert Harry; Yanti
Jurnal Elemen Vol 11 No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v11i3.32120

Abstract

Correction to: Jurnal Elemen, Vol. 10 No. 2, May 2024, p. 395-409 https:/doi.org/10.29408/jel.v10i2.25508 The original version of this article unfortunately contained a mistake. The article contains a duplication of table numbers, specifically Table 2, resulting in a disruption of the sequential order of tables. Additionally, several citations are absent from the reference list, including Lima et al. (2019); McGee & Spencer (2021); Elliot & Bachman (2018); Durksen et al. (2017); Jais et al. (2019); Mammana & Pennisi (2011); Sierpinska et al. (2008); Heyder et al. (2019); and Carmichael et al. (2017). The original article has been corrected. The original article can be found online at https://doi.org/10.29408/jel.v10i2.25508
GURU SEBAGAI TELADAN DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI MURID DI KELAS Ayu, Philia Candra Sekar; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.01.5

Abstract

Kemajemukan dalam kelas seharusnya dapat dipandang sebagai potensi untuk murid belajar saling melengkapi. Akan tetapi pada kenyataannya, belum semua murid kelas VII yang terdapat pada salah satu Sekolah di Lampung Tengah mampu menyikapi perbedaan dengan baik. Kesenjangan inilah yang menjadi topik permasalahan dalam penelitian ini, di mana data diperoleh dari hasil observasi, disertai angket wawancara dan kuesioner. Partisipan terdiri dari wali kelas, guru konselor dan 21 murid kelas VII. Penelitian ini dibuat dengan tujuan meninjau pentingnya guru sebagai teladan dalam menumbuhkan sikap toleransi murid di kelas, serta menjelaskan upaya apa saja yang dilakukan guru dalam menumbuhkan sikap toleransi murid. Hasil kajian menunjukkan bahwa sangat penting bagi guru untuk memiliki keteladanan. Sebab keteladanan merupakan respon syukur seorang percaya kepada Tuhan, karena telah dimampukan untuk hidup dalam kasih kepada sesama. Kemudian dijelaskan juga upaya yang dilakukan guru untuk menumbuhkan sikap toleransi murid, yaitu: menunjukkan teladan, memberikankan penguatan dan penjelasan mengenai sikap toleransi dalam pembelajaran, serta melatih murid untuk hidup dalam kesatuan komunitas. Adapun saran yang dituliskan untuk penelitian selanjutnya yaitu penambahan waktu pelaksanaan observasi untuk melihat signifikansi perkembangan murid, adanya keterlibatan peneliti yang lebih aktif di kelas, serta lebih berhati-hati dalam melakukan pendekatan dengan murid.
Application of GeoGebra-Assisted Problem-Based Learning Model to Strengthen the Learning Interest of Eighth Grade Junior High School Students Sihombing, Willy Ruben; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari; Bonyah, Ebenezer
International Journal of Geometry Research and Inventions in Education Vol. 2 No. 02 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/gradient.v2i02.1742

Abstract

Learning interest is a psychological drive that allows students to learn something consciously, calmly, and with discipline. A lack of learning interest was observed in one school in West Jakarta. This is a significant issue as learning interest directly impacts the quality of education. Therefore, the purpose of this study is to investigate the application of a GeoGebra-assisted problem-based learning (PBL) model to enhance the learning interest of eighth-grade junior high school students. Additionally, the paper will discuss the application of this GeoGebra-assisted PBL model from a Christian perspective. This research utilizes a descriptive qualitative method, with data collected through observation sheets, lesson plans, and teacher reflection sheets. The analysis of the research data demonstrates the positive effect of the GeoGebra-assisted PBL model on learning interest. This is evidenced by observed changes in student behavior that align with the indicators of learning interest. Thus, it can be concluded that the application of the GeoGebra-assisted PBL model can foster and strengthen students' learning interest. The PBL model offers a platform for student exploration, with GeoGebra acting as a supportive tool. The diverse features of GeoGebra facilitate the learning process, thereby fostering a sense of enjoyment and interest. However, due to certain limitations in its application, educators must guide students in its use.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Bimbingan Belajar Daring di Tenjo Rahmadi, Pitaya; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari; Listiani, Tanti; Nababan, Ernie Bertha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4212

Abstract

Pembelajaran yang berjalan secara daring sejak pandemi menjadikan siswa harus gigih dalam mengembangkan pengetahuannya dengan menambah jam belajar mandiri. Hal ini sebagai salah satu dampak dari pembelajaran yang dibatasi dari segi durasi belajar di sekolah. Anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 7, 8, 9, 10, dan 11 berada di tahap remaja yang membutuhkan perhatian sehingga mereka bisa fokus dalam pembelajaran. Salah satu yang bisa dilakukan untuk memberikan perhatian yang nyata adalah mendampingi mereka belajar di luar jam sekolah. Bimbingan belajar Tenjo bekerja sama dengan GKI Gading Serpong hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Bimbingan Belajar Tenjo membuka kesempatan bagi siswa SMP dan SMA/SMK yang mengalami kesulitan dan membutuhkan bimbingan, khususnya pada mata pelajaran matematika. Tujuannya adalah menghadirkan pelayanan yang langsung berdampak bagi kebutuhan siswa SMP dan SMA/SMK. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak usia sekolah dalam memahami materi pelajaran matematika yang disampaikan guru di sekolah. Setelah terlaksana selama hampir 1 semester, kegiatan bimbingan belajar daring di Tenjo memberikan dampak positif bagi berbagai pihak yang terlibat, yaitu tutee, orang tua tutee, dan juga tutor. Hal ini nampak dari kuesioner yang dibagikan pada para tutee dan orang tua tutee, juga dari hasil wawancara dengan tutor. Harapannya bimbingan belajar daring di Tenjo dapat terus dilaksanakan.
Factor Analysis in Constructing Mathematical Disposition Instrument: Affective Domain Soesanto, Robert Harry; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.747

Abstract

Keberadaan dari peran disposisi matematis menjadi aspek yang masih dinilai vital ketika siswa berhadapan dengan pembelajaran matematika. Di tengah beragam penelitian terkait hal ini, masih minim studi yang mengkonstruksi instrumen disposisi matematis yang memenuhi kaidah statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi instrumen disposisi matematis yang telah melewati kajian statistik, dan difokuskan pada konstruksi instrumen untuk domain afektif. Penelitian yang melibatkan 185 mahasiswa S1 ini menggunakan instrumen berupa 33 butir pertanyaan 4 skala Likert yang dianalisis menggunakan analisis faktor konfirmatori melalui IBM SPSS 20. Metode ekstraksi menggunakan Maximum Likelihood dan menerapkan rotasi Varimax untuk membedakan antar dimensi dengan lebih maksimal. Uji prasyarat mengindikasikan terpenuhinya kecukupan sampel dan korelasi yang kuat untuk dilanjutkan dalam proses pengelompokkan dimensi. Hasil analisis faktor konfirmatori memberikan 7 dimensi disposisi matematis domain afektif, di mana nilai reliabilitas Cronbach Alpha dari tiap dimensi cukup tinggi, di mana mengindikasikan validitas yang baik. Secara keseluruhan, konstruksi instrumen memuat 33 butir pertanyaan yang valid dan reliabel. Konstruksi instrumen yang telah teruji secara statistik ini dapat digunakan untuk keperluan penelitian lanjutan yang hendak menelaah secara komprehensif terkait disposisi matematis yang menyoroti domain afektif. The existence of the role of mathematical disposition is still vital in dealing with mathematics learning. Among various researches discussing this issue, there are still few studies that deal with constructing mathematical disposition that fulfill adequate statistical review. This study aims to construct mathematical disposition instrument, which is well-tested through statistic review, and focused on affective domain. Methods: This study which involved 185 undergraduate students utilized instrument consisted of 33 four-Likert scale items analyzed using Confirmatory Factor Analysis (CFA) through IBM SPSS 20. The extract method was using Maximum likelihood and applied Varimax rotation to distinguish among dimensions optimally. Findings: The assumption tests indicate the sampling adequacy and strong correlation to be further conducted into the dimensions grouping process. The result of CFA brings 7 dimensions of mathematical disposition in the affective domain, where the value of Cronbach Alpha reliability of each dimension is quite high, which indicates good validity. Overall, the instrument construction provides 33 items which are all valid and reliable. Conclusion: The instrument construction which has been statistically tested, can be used for the purposes of further research seeking to comprehensively examine mathematical dispositions that highlight affective domains.
PENERAPAN METODE THINK-TALK-WRITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X PADA TOPIK LOGARITMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KUPANG [THE APPLICATION OF THE THINK-TALK-WRITE METHOD TO IMPROVE THE MATHEMATICS COMMUNICATION SKILLS OF GRADE 10 STUDENTS ON LOGARITHM TOPICS AT A SENIOR HIGH SCHOOL IN KUPANG] Pantow, Edsel Yubil; Sitinjak, Debora Suryani; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 4 No. 1 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v4i1.982

Abstract

Mathematical communication skills are one of the standard abilities in mathematics learning that students must have. In fact, it was found that the grade 10 students at one of the senior high schools in Kupang were still lacking in communicating both orally and in writing in mathematics learning. They lacked the ability to describe mathematical ideas using written symbols and notations and also lacked the ability to make class presentations using mathematical language. The purpose of this study was to improve students' mathematical communication skills, both written and oral, by applying the Think-Talk-Write method. The method used in this research was classroom action research with the Kemmis and McTaggart model in three cycles. The research instruments used were observation sheets, questionnaires, rubric sheets for oral mathematic communication skills, written mathematical communication skills test sheets, and reflection journals. Based on the results of the analysis, the application of the Think-Talk-Write method can improve mathematical communication ability of grade 10 students at a  senior high school in Kupang. In mathematical communication skills written algebraically or graphically using mathematical terms, the appropriate notation and formula symbols increased by 4.76%. Written communication skill with the arrangement of arguments and generalizations increased by 28.57%. Similarly, the ability to convey mathematical thinking using mathematical language increased by 23.81%. The application of the Think-Talk-Write method can improve students' mathematical communication skills with stages starting from the explanation of the model and learning objectives, the distribution of question worksheets and materials, the think stage, the talk stage, and the write stage.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu standar kemampuan dalam pembelajaran matematika yang harus dimiliki siswa. Pada kenyataannya ditemukan bahwa siswa kelas X pada salah satu sekolah menengah atas Kupang masih kurang dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan dalam pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa baik secara tulisan maupun lisan dengan menerapkan metode Think-Talk-Write. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart dalam tiga siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar angket, lembar rubrik kemampuan komunikasi matematis lisan, lembar tes kemampuan komunikasi matematis tertulis, dan jurnal refleksi. Berdasarkan hasil analisis, kemampuan komunikasi matematis tertulis secara aljabar atau grafik yang menggunakan istilah matematika, simbol notasi dan formula baku yang sesuai mengalami peningkatan sebesar 4,76%. Pada kemampuan komunikasi tertulis dengan susunan argumen dan generalisasi mengalami peningkatan sebesar 28,57%. Begitu juga pada kemampuan menyampaikan pemikiran matematis menggunakan bahasa matematis mengalami peningkatan sebesar 23,81%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Think-Talk-Write dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan tahapan mulai dari penjelasan model dan tujuan pembelajaran, pembagian lembar kerja soal dan materi, tahap Think, tahap Talk, dan tahap Write.
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X IPA BASIC SMA ABC PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA [ON THE RELATIONSHIP BETWEEN CREATIVITY AND COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF GRADE 10 BASIC SCIENCE HIGH SCHOOL STUDENTS IN MATHEMATICS LEARNING] Banjarnahor, Evander; Winardi, Yonathan; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i1.1268

Abstract

Creativity is a very important aspect of learning, including learning mathematics, because creativity helps students in problem solving. This article is an associative quantitative correlational research to determine the relationship between creativity and cognitive learning outcomes of students in grade 10 (basic science track) at a high school in Tangerang. Data collection techniques were carried out by questionnaires and tests. The questionnaire obtained data on the students' creativity and the tests gathered data on the students' cognitive learning outcomes. The results of the study showed that the creativity of the students were categorized as (1) high (14.29%) , (2) quite high at 55.10%, (3) fair (26.53%) and (4) low (4.08 %). For the cognitive learning outcomes, students were categorized as (1) high (44.90%), (2) quite high (28.57%), (3) average (22.45%) and (4) low (4.08%). This study shows that there is a positive and significant association (r = 0.372, p = 0.004) between creativity and cognitive learning outcomes of these grade 10 students presented by the regression equation Y = 9.908 + 0.638 X.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kreativitas merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika, karena kreativitas membantu siswa dalam pemecahan masalah.  Artikel ini merupakan suatu penelitian kuantitatif asosiatif korelasional untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kreativitas dengan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA Basic SMA ABC Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes. Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai kreativitas siswa dan tes untuk memperoleh data mengenai hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreatifitas siswa kelas X IPA Basic SMA ABC Tangerang dapat dikategorikan sebagai (1) tinggi (14,29%), (2) cukup tinggi (55,10%), (3) rata-rata (26,53%) dan (4) rendah (4,08%). Sedangkan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA Basic SMA ABC  Tangerang dapat dikategorikan sebagai (1) tinggi (44,90%), cukup tinggi (28,57%), rata-rata (22,45%) (4) rendah (4,08%). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat asosiasi positif dan signifikan ( r = 0.372, p = 0.004) antara kreativitas dengan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA Basic SMA ABC, yang dinyatakan dengan persamaan regresi.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI PADA TOPIK BANGUN RUANG [ERROR ANALYSIS OF STUDENTS IN THE MATHEMATICS DEPARTMENT IN SOLVING GEOMETRY PROBLEMS ON THE TOPIC OF SOLID FIGURES] Listiani, Tanti; Dirgantoro, Kurnia P. S.; Saragih, Melda J.; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1708

Abstract

Geometry is a branch of science in mathematics and a course taken by students of mathematics education. Based on students' final exam scores, results were not optimal with several types of errors detected. This study aimed at identify student mistakes in solving geometry problems on the topic of solid figures. The subjects of this study were mathematics education students in the even semester of the 2018/2019 academic year at Universitas Pelita Harapan in Tangerang. The type of research was a qualitative descriptive study. The data collection technique used was a test. The results showed that students' errors in solving geometry problems were concept errors, calculation errors, and a lack of accuracy because they were in a hurry.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Geometri merupakan salah satu cabang ilmu dalam matematika dan merupakan matakuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa program studi pendidikan matematika. Berdasarkan nilai ujian akhir semester mahasiswa didapatkan hasilnya masih kurang maksimal, hal ini memungkinkan terdapat beberapa tipe kesalahan jawaban dari mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UAS geometri pada topik bangun ruang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester genap Universitas Pelita Harapan Tangerang tahun akademik 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri adalah kesalahan konsep, kesalahan hitung, dan kurang teliti karena terburu-buru.