p-Index From 2021 - 2026
7.799
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Elemen Edumatsains JPPM (JURNAL PENELITIAN DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA) Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan POLYGLOT MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Journal of Honai Math Jurnal Sinergitas PkM & CSR JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Teorema: Teori dan Riset Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Sukma: Jurnal Pendidikan Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika ALGORITMA : Journal of Mathematics Education JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Jurnal Padegogik Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Range : Jurnal Pendidikan Matematika SUPERMAT (JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA) Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) International Journal of Geometry Research and Inventions in Education Jurnal Pendidikan MIPA Journal on Mathematics Education Sukma: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

From Data to Decision-Making: The Development of Statistical Literacy Among Pre-Service Primary School Teachers Through Contextual Learning Melda Jaya Saragih; Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Robert Harry Soesanto; Tanti Listiani
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 19, No 2 (2026): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 19 Nomor 2 Agustus
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jppm.v19i2.40039

Abstract

Prospective teachers need to have good statistical literacy because they will become a decision-makers in data-based classroom learning. They must be able to determine when to change learning according to students’ progress. Prospective teachers, including Primary Student Teacher Education (PGSD) are not only able to do statistical calculations, but also as the ability to read data, interpret statistical information, and use the analysis data results as a basis for rational and responsible decision-making. This study aims to examine student statistical literacy development through contextual learning. The study used a quantitative approach with a one group pretest–posttest design, involving 72 PGSD students at one of the private universities in Indonesia. The instrument is a statistical literacy essay test. The data was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant increasing in statistical literacy after the implementation of contextual learning. These findings confirm that contextual learning is effective in improving students' statistical literacy and is recommended as a pedagogical approach to strengthen the statistical literacy of prospective teachers.
AI-MEDIATED LEARNING IN ADVANCED MATHEMATICS: HOW PRE-SERVICE TEACHERS DEVELOP EMERGING PEDAGOGICAL THINKING Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Robert Harry Soesanto; Melda Jaya Saragih
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 8 No. 1 (2026): ALGORITMA: Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v8i1.50881

Abstract

Abstract Since the use of artificial intelligence (AI) in education continues to broadly expand, understanding its role in pre-service teacher development has become increasingly important. This study explores how AI used in Advanced Mathematics courses contributes to the development of pedagogical thinking among pre-service mathematics teachers. A qualitative approach was employed involving 51 students. Data were collected through questionnaires and follow-up interviews, then analyzed using thematic analysis. The findings indicate that students use AI to support their understanding of abstract mathematical concepts and solve problems through simplified explanations and structured solution steps. Students’ engagement with AI is characterized by several tensions between efficiency and understanding, assistance and dependency, and ease of use and prompt accuracy. These tensions foster reflection, metacognitive awareness, and more critical use of AI. The findings also reveal the emergence of pedagogical thinking, although it remains limited in addressing learner diversity and the complexity of instructional contexts. Abstrak Seiring dengan semakin meluasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, pemahaman mengenai perannya dalam perkembangan calon guru menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana penggunaan AI dalam mata kuliah matematika lanjut berkontribusi terhadap perkembangan pemikiran pedagogis mahasiswa calon guru matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 51 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara lanjutan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan AI untuk memahami konsep matematika abstrak dan menyelesaikan masalah melalui penjelasan yang lebih sederhana serta langkah-langkah yang terstruktur. Keterlibatan mahasiswa dalam penggunaan AI diwarnai oleh beberapa ketegangan antara efisiensi dan pemahaman, bantuan dan ketergantungan, serta kemudahan penggunaan dan ketepatan prompt. Ketegangan tersebut mendorong refleksi belajar, kesadaran metakognitif, dan penggunaan AI yang lebih kritis. Temuan juga menunjukkan munculnya pemikiran pedagogis, meskipun masih terbatas dalam mempertimbangkan keragaman peserta didik dan kompleksitas situasi pembelajaran.