Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) silvana apriliani; Husain, Indriati; Silviana Arsyad; Hasna Dama
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53717

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan sebagai bumbu dasar masakan, sehingga penelitian peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan mengetahui dosis yang terbaik dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan dilahan milik petani Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Percobaan dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat taraf setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan didapatkan 12 satuan percobaan, adapun taraf perlakuan yang digunakan yaitu P0: 0 ml L-1 , P1: 50 ml L-1 , P2: 100 ml L-1, P3: 150 ml L-1 . variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, jumlah umbi, Panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, dan jumlah akar. Tetapi dapat memengaruhi variabel jumlah umbi dan Panjang akar. Dosis 100 mL L-1 menghasilkan jumlah umbi tertinggi, sedangkan perlakuan dosis 50 ml L-1 menghasilkan parameter panjang akar lebih tinggi.
APLIKASI PUPUK TUNGGAL SP-36 PADA FASE VEGETATIF DAN GENERATIF TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Apriliani, Silvana
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 01 (2023): Jurnal of agritech science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i01.1185

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah dengan pemberian pupuk P pada tanaman, sehingga dapat diketahui dosis terbaik pemberian pupuk P yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali digunakan dalam penelitian ini, dimana P0 = Tanpa pupuk (kontrol), P1 = Dosis pupuk SP-36 50 kg/ha, P2 = Dosis pupuk SP-36 100 kg/ha, P3 = Dosis pupuk SP-36 150 kg/ha, P4 = Dosis pupuk SP-36 200 kg/ha. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian dan dosis pupuk SP36 memiliki pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, serta umlah polong. Adapun untuk perlakuan terbaik yang berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi kacang tanah terdapat pada dosis pupuk P 200 kg/ha. Kata Kunci: Pupuk Tunggal; Vegetatif; Kacang Tanah; ABSTRACT This study aims to determine the growth and production of peanut plants through the application of P fertilizer. To determine the best dose of P fertilizer that affects the growth and production of peanuts. This study used a randomized block design method with five treatments which were repeated three times. P0 = No fertilizer (control), P1 = Dosage of SP-36 fertilizer 50 kg/ha, P2 = Dose of SP-36 fertilizer 100 kg/ha, P3 = Dose of SP-36 fertilizer 150 kg/ha, P4 = Dose of SP-36 fertilizer 36,200 kg/ha. The results showed that SP36 fertilizer had a significant effect on plant height, number of leaves, Age of flowering, Number of pods. The best P fertilizer treatment that affected the growth and production of peanuts was at a dose of P fertilizer of 200 kg/ha. Kata kunci: Single Fertilizer; Vegetative; Peanut Plants
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Ayam dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Bari, Arisma; Zakaria, Fauzan; Apriliani, Silvana
Jurnal Lahan Pertanian Tropis (JLPT) Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56722/jlpt.v4i1.31782

Abstract

Tanaman Pakcoy yang dikonsumsi sebagai sayuran dapat ditingkatkan produksinya dengan pemupukan kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) serta untuk mengetahui perlakuan terbaik antara kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dan di Laboratorium Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yang terdiri dari 7 taraf yaitu, P0 = kontrol, P1 = 25 ton/ha pupuk kandang ayam, P2 = 20 ton/ha pupuk kandang ayam + NPK 150 kg/ha, P3 = 15 ton/ha pupuk kandang ayam + NPK 300 kg/ha, P4 = 10 ton/ha pupuk kandang ayam + NPK 450 kg/ha, P5 = 5 ton/ha pupuk kandang ayam + NPK 600 kg/ha, P6 = NPK 750 kg/ha. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan tanaman, laju asimilasi bersih, dan berat segar tanaman. Data hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan tanaman, laju asimilasi bersih, dan berat segar tanaman. Kombinasi pupuk kandang ayam 10 ton/ha + NPK 450 kg/ha memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy.Kata Kunci : Pakcoy, Pupuk Kandang Ayam , NPK , Kombinasi
PENERAPAN KAWASAN PANGAN LESTARI BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN DI KAWASAN PESISIR TELUK TOMINI Solihin, Angry Pratama; Azis, Mohamad Arief; Apriliani, Silvana
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2219

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan esensial bagi seluruh penduduk dunia. Belakangan ini, badan pangan dunia (FAO) memperingatkan pemimpin dunia akan terjadinya krisis pangan di berbagai wilayah di dunia. Salah satu upaya untuk mengantisipasi krisis pangan adalah menerapkan kawasan pangan lestari yang berbasis sumber daya lokal di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang penerapan kawasan pangan Lestari berbasis sumber daya lokal dilaksanakan di Kawasan pesisir teluk tomini, desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango pada bulan Mei hingga Juli 2023. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi rintisan kawasan pangan lestari pada lahan tidur, pembagian bibit tanaman pangan dan tanaman obat keluarga kepada masyarakat dan edukasi pertanian berkelanjutan kepada para siswa-siswi MI di Desa Biluango. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan respon baik dari masyarakat dan mampu memotivasi Masyarakat desa Biluango dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal
Diversifikasi Produk Pertanian untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango Lihawa, Mohamad; Apriliani, Silvana; Pulogu, Siska Irhamnawati; Zakaria, Fauzan
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6937

Abstract

The challenges facing the people of Butu Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, include low added value of agricultural products and limited diversification of local food products. This situation leads to dependence on the sale of raw crops and a limited variety of nutritious food consumption. This program provides training and mentoring solutions for diversifying agricultural products, with a focus on processing. The objective of this activity is to enhance the skills of the Butu Village community in processing agricultural products, particularly corn, into value-added products and to strengthen village food security by providing a variety of nutritious and sustainable local food products. The results of this community service activity show an increase in participants' knowledge and skills in processing corn-based agricultural products, as well as growing community motivation to develop local food-based businesses. Thus, this activity makes a significant contribution to supporting community economic independence and food security, leveraging the village's potential. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango adalah rendahnya nilai tambah hasil pertanian dan terbatasnya diversifikasi produk pangan lokal. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah, dan terbatasnya variasi konsumsi pangan bergizi. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk pertanian, khususnya pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Butu dalam mengolah hasil pertanian, khususnya jagung dan komoditas lainnya, menjadi produk olahan bernilai tambah dan menguatkan ketahanan pangan desa melalui penyediaan produk pangan lokal yang variatif, bergizi dan berkelanjutan. hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses produksi, serta tumbuhnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan berbasis potensi desa.
Analyzing the Impact of Land Resource Dimension on Konjac (Amorphophallus onchophyllus) Yield and Land Suitability Criteria Using PLS-SEM and Boundary Line Methods In Gorontalo, Indonesia Nurdin, Nurdin; Pembengo, Wawan; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Rahman, Rival; Suparwata, Dewa Oka; Angelia, Ika Okhtora; Azis, Muhammad Arief; Arsyad, Silviana; Dude, Suyono; Zakaria, Fauzan; Bagu, Fitria S.; Apriliani, Silvana; Mokoginta, Meity M.; Pade, Satriawati; Rajib, Md. Mijanur Rahman; Hakiman, Mansor
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.4861

Abstract

The current land suitability criteria for konjac are incomplete and fail to consider land dimensions and quality, which influence optimal yield. This research aims to develop criteria for konjac land suitability based on the dimensions, quality, and characteristics of selected land. In Gorontalo Province, Indonesia, 131 land units were surveyed to obtain data on the quality and characteristics. Selection of land dimensions, quality, and characteristics using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). Meanwhile, the optimum yield and distinguished land suitability criteria for konjac plants using the boundary line method. The results indicated that intrinsic and extrinsic dimensions determined the new land suitability criteria. In the intrinsic dimension, land quality was assessed based on root conditions, oxygen availability, nutrient availability, nutrient retention, and sodicity. For the extrinsic dimension, land quality only comprised temperature, water availability, land preparation, and erosion hazard. Land characteristics in the intrinsic dimension consisted of soil drainage, texture, bulk density, particle density, porosity, pH, organic C, CEC, base saturation, total N, available P, and exchangeable K. For the extrinsic dimension, land characteristics included slope, soil erosion, surface rocks, and rock outcrops. The highest optimum yield of konjac was 9.17 t/ha, and the lowest was 6.69 t/ha, respectively.
PELATIHAN PENENTUAN DOSIS PUPUK OKGANIK SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KELOMPOK TANI MOAWOTA DESA BULOTALANGI KABUPATEN BONE BOLANGO Nurdin, Nurdin,; Rahman, Rival; Adam, Echan; Apriliani, Silvana; Bahi, Iin Veronika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potential for using organic fertilizer as a substitute for inorganic fertilizer is enormous, but many farmers still do not know how to determine site-specific organic fertilizer dosages for horticultural crops. This activity aims to increase farmers' knowledge about determining site-specific organic fertilizer dosages for horticultural crops in the Moawota Farmers Group, Bulotalangi Village, Bone Bolango Regency. The training method used in this activity was with 20 participants who were evaluated before and after the training for their knowledge improvement achievements. The results obtained showed that the training on determining organic fertilizer dosages in general has been able to increase farmers' knowledge by 93% from only 29% before the training. To make the results of this training more effective, it is recommended that intensive mentoring be provided to farmers by both agricultural extension workers and academics until the application of organic fertilizer dosages on horticultural crops and evaluation of their agronomic performance and economic aspects.
Uji Patogenisitas Beauveria bassiana Terhadap Larva Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) Suslara Santika Manopo; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin; Rida Iswati; Silvana Apriliani
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i2.13159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Beauveria bassiana dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda. Penelitian ini dilakukan pada Maret hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu suspensi Beauveria bassiana 107, 109, dan 1011  konidia mL-1 serta kontrol, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Setiap perlakuan diulang lima kali, menghasilkan dua puluh unit percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu masa inkubasi jamur Beauveria bassiana, Perkembangan Beauveria bassiana pada jaringan internal Spodoptera frugiperda, mortalitas larva Spodoptera frugiperda dan Aktivitas Makan larva Spodoptera frugiperda. Data penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA), diikuti oleh Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan berpengaruh nyata dalam mempercepat masa inkubasi terhadap larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol, dengan perlakuan 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 menunjukan waktu yang singkat dibandingkan 107  konidia mL-1. Infeksi Beauveria bassiana pada larva Spodoptera frugiperda bersifat progresif, ditandai dengan tidak terdeteksinya struktur jamur pada 1–4 HSA dan munculnya perubahan jaringan internal pada 5 HSA. Mortalitas larva Spodoptera frugiperda akibat aplikasi Beauveria bassiana mulai terjadi pada 4 HSA, mencapai puncak pada 7 HSA terutama pada perlakuan 109  konidia mL-1, kemudian menurun setelah 8 HSA. Aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan 107  konidia mL-1, 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 secara nyata menurunkan aktivitas makan larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol.
Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Bawang Merah pada Pemberian Pupuk Organik Cair dan Benzyl Amino Purine Silvana Apriliani; Indriati Husain; Rival Rahman
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2785

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting yang pertumbuhan dan produksinya dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara serta keseimbangan fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan BAP terhadap kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman bawang merah serta untuk mengetahui interaksi keduanya dalam meningkatkan efisiensi fotosintesis dan pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan pertama terdiri dari empat dosis POC kulit pisang kepok (0 mL L-1, 50 ml L-1, 100 ml L-1, 150 ml L-1) dan konsentrasi BAP (0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm). Variabel pengamatan meliputi jumlah daun, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a/b, total klorofil, jumlah umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit pisang kepok berpengaruh nyata pada variabel bobot kering umbi, tetapi tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a/b, total klorofil, jumlah umbi dan bobot basah umbi. Adapun konsentrasi BAP berpengaruh nyata pada variabel jumlah umbi. Interaksi antara POC dan BAP berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel pengamatan
Respon Pertumbuhan Trichoderma brevicompectumIndigenus Gorontalo pada Beberapa Media Limbah Pertanian Siska Irhamnawati Pulogu; Rida Iswati; Silvana Apriliani; Delvira Isami; Reska Lamatenggo
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v26i1.4529

Abstract

 Trichoderma brevicompactum indigenous to Gorontalo is a potential biological control agent that plays an important role in plant disease management and agricultural waste utilization. The availability of cost-effective and environmentally friendly growth media is a key factor in supporting the production of fungal inoculum. This study aimed to describe the growth response of Gorontalo indigenous T. brevicompactum on agricultural waste-based media, namely cassava peel extract and coffee peel extract, in comparison with Potato Dextrose Broth (PDB) as a control medium. The study was conducted using a descriptive approach at the Laboratory of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Negeri Gorontalo. The observed parameters included changes in the physical properties of the media (temperature, pH, and color), mycelial biomass, relative growth rate (RGR), absolute growth rate (AGR), and conidial density during the incubation period. The results showed that, descriptively, cassava peel extract exhibited a higher tendency in RGR and AGR values than the control medium and coffee peel extract, particularly during the mid-incubation phase. In contrast, coffee peel extract showed a relatively lower growth response, especially at the later incubation stage. Conidial density increased over time in all media, with the highest values observed in the control medium, followed by cassava peel extract and coffee peel extract. Overall, cassava peel and coffee peel wastes have potential as alternative growth media for T. brevicompactum, with cassava peel extract demonstrating a more favorable growth tendency.