Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perencanaan Pit Limit Penambangan Blok D dengan Optimasi Nilai Net Present Value Pada PT Bumi Indo Power Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Yulanda, Yudi Arista
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bumi Indo Power (BIP) will open a new pit in an area where there is still coal distribution in the mining business permit area, namely in block D of PT Bumi Indo Power, for this reason, planning for determining mining boundaries (pit limits) is needed based on the optimal Stripping Ratio value. The purpose of this study is to determine the most optimal Stripping Ratio value to obtain maximum profits using the discounted cash flow method, so that the optimum mining limit (Ultimate Pit Limit) can be determined. then make a pit plan and mining limits in accordance with the geometry recommendations, namely a tier height of 10 m, a tier width of 5 m, and a single slope of 45°. The optimization process is carried out by compiling data on stripping ratio variations that represent pit boundaries and reserves at each stripping ratio, then combined with economic considerations using a discount rate of 11.76% to obtain the Net Present Value (NPV) value, so that it can be analyzed through an optimization curve. The results of the study show that the optimum stripping ratio value obtained through the optimization curve with the Conventional NPV method in the Spot Price scenario is 8.8 with total reserves reaching 907,717 tons, a mine life of 4 years, and an NPV of IDR 285,254,334,789.00.
PERENCANAAN TEKNIS PENANGANAN LUMPUR DARI SUMP PIT SELATAN MENUJU DISPOSAL DI PT CARITAS ENERGI INDONESIA SITE PT BJL Putra, Tommi Mandala; Yulanda, Yudi Arista; Lagowa, Muhammad Ikrar
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i2.42559

Abstract

Lumpur yang terbentuk di area sump pit tambang terbuka menimbulkan risiko ketidakstabilan operasional dan membutuhkan solusi pengelolaan yang efisien. Penelitian ini dilakukan untuk merencanakan pemindahan lumpur dari sump pit selatan menuju disposal di PT Caritas Energi Indonesia site PT Batubara Jambi Lestari. Dengan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), volume lumpur yang terbentuk diperkirakan mencapai 1789 meter kubik per bulan. Selain itu, dilakukan perancangan teknis sliding pad, tanggul kolam, dan kolam penampungan lumpur (mud cell) untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan efisiensi penanganan lumpur. Desain sliding pad dibuat dengan dimensi yang sesuai untuk mengalirkan lumpur secara gravitasi sehingga aman untuk alat yang bekerja, sedangkan kolam penampungan lumpur (mud cell) memiliki kapasitas 5500 meter kubik. Untuk pemindahan lumpur, kombinasi dua unit excavator Komatsu PC300 dan tujuh unit dump truck Scania 380P sebagai alat hauler, waktu yang dibutuhkan pada kegiatan pemindahan lumpur dari sump ke disposal, disesuaikan dengan alat mekanis yang ada yaitu selama 12,9 jam.
Perancangan Perancangan Dan Penjadwalan Penambangan Tahun 2023 Di Pit 3 PT. Mutiara Fortuna Raya 180 Kabupaten Muaro Jambi: Design And Mining Scheduling In 2023 At Pit 3 PT. Mutiara Fortuna Raya 180 Muaro Jambi District putra, brian khurohmad; Yulanda, Yudi Arista; Prabawa, Aditya Denny
MINERAL Vol 9 No 1 (2024): MINERAL
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/mineral.v9i1.4691

Abstract

PT Mutiara Fortuna Raya's mining operations are currently guided by an annual mining design without detailed mining scheduling. However, variations in mining direction and sequence can lead to discrepancies in coal expose achievement, ultimately impacting coal production outcomes. High SR locations demand a more overburden volume and time. This research aims to evaluate various mining direction options to determine the most optimal approach. The research methodology uses a quantitative approach, comparing three mining scheduling scenarios: panel scenario, strip scenario, and block scenario. These scenarios are based on the 2023 reserve design results of 180,518 tons coal and 385,390 BCM of overburden. The outcomes of these three scenarios reveal varying stripping ratios across each period. Stripping ratio for the panel scenario: Quarter I SR 10.84, Quarter II SR 4.77, Quarter III SR 1.64, and Quarter IV SR 0.20. Stripping ratio for the strip scenario: Quarter I SR 5.11, Quarter II SR 2.40, Quarter III SR 1.67, and Quarter IV SR 0.53. Stripping ratio for the block scenario: Quarter I SR 8.93, Quarter II SR 3.10, Quarter III SR 1.74, and Quarter IV SR 0.21. Analysis of three scenarios indicates that block scenario presents the most favorable schedulling for implementation.
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Zahar , Wahyudi; Tampubolon, Gindo; Nurdiansyah, Fuad; Yulanda, Yudi Arista
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).
Optimalisasi Potensi Air Tanah Sebagai Sumber Daya Berkelanjutan Untuk Mendukung Kegiatan Sosial-Ekonomi Masyarakat Di Desa Tantan Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi Arista Yulanda, Yudi; Sucitra Amin, Sarwo; Heltria, Septy; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Abel Azzahra; Meta Dinda Pangaribuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/962kyw27

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, namun ketersediaannya masih menjadi permasalahan serius di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini belum mendapatkan layanan PDAM dan masyarakat masih bergantung pada sumur gali yang kerap mengalami kekeringan serta kualitas air yang kurang layak.egiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kedalaman air tanah menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survei awal dan koordinasi dengan mitra), pelaksanaan (pengambilan data geolistrik serta diskusi dengan masyarakat), dan tindak lanjut (sosialisasi hasil, pendampingan, dan penyusunan peta potensi air tanah). Efektivitas sosialisasi diukur menggunakan analisis N-gain melalui pretest dan posttest terhadap peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pemahaman masyarakat meningkat dari kategori rendah menjadi sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,517 (kategori sedang). kegiatan menghasilkan peta kedalaman air tanah sebagai dasar pembangunan sumur bor produktif, dan juga memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya air untuk mendukung kebutuhan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kata Kunci: air bersih, metode geolistrik, akuifer, N-gain, Desa Tantan
Rekonsiliasi Rencana Penambangan Bulanan Terhadap Aktual Penambangan pada PT Caritas Energi Indonesia Kabupaten Sarolangun Jambi Anang Murtiyoso; Wahyudi Zahar; Yudi Arista Yulanda
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.21933

Abstract

Penerapan Good Mining Practice mensyaratkan perlunya akurasi penambangan terhadap rencana penambangan. Analisis dapat dilakukan melalui rekonsiliasi antara design terhadap aktual survey progress. Hasil dari rekonsiliasi penambangan menunjukkan area yang sesuai design (In of plan) dan area yang tidak sesuai berupa overcut, over-stripping dan undercut. PT. Caritas Energi Indonesia Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi terdapat ketidaksesuaian produksi rencana dan aktual pada bulan September, ketidaksesuaian produksi tentu juga berdampak pada ketidaksesuain rencana penambangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketidaksesuaian rencana dan aktual yaitu berupa area undercut, overcut, dan overstripping. Volume overcut sebesar 36.542,13 BCM, undercut sebesar 136.686,81 BCM, dan overstripping sebesar 376,21 BCM, Untuk volume overburden yang tertambang pada front 1 sebesar 170.639,76 BCM, pada front 2 sebesar 44.324,47 BCM, pada front 3 sebesar 24.746,03 BCM. Faktor penyebab ketidaksesuaian dipengaruhi oleh ketersedian alat yang tidak terpenuhi yang disebabkan banyak alat yang breakdown unscheduled sehingga dari komposisi 7 fleet hanya terealisasi 4 fleet. Selain itu, terdapat juga faktor pengawasan dan pengaruh cuaca yang mempengaruhi movement alat yang berdampak pada posisi penempatan dan penggalian fleet yang tidak sesuai. Dampak yang ditimbulkan adalah perlunya penyusunan rencana ulang berupa redesign rencana tambang dan penyesuaian ketersediaan alat di bulan berikutnya agar dapat mengejar lokasi-lokasi yang tertinggal pada bulan sebelumnya.
Perancangan sequence penambangan pada kuartal I Tahun 2024 di PT Bintang Sukses Energi Alfadiansyah Alfadiansyah; Yudi Arista Yulanda; Wahyudi Zahar
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.27684

Abstract

PT Bintang Sukses Energi merupakan perusahaan kontraktor jasa pertambangan yang dipercaya oleh pihak (owner) yakni PT Bara Sentosa Lestari untuk menjalankan project pengupasan overburden. Untuk penambangan pada kuartal I Tahun 2024 PT Bintang Sukses Energi sudah memiliki target expose batubara dan pit limit penambangan, namun belum memiliki rancangan sequence penambangan per bulan. Sequence penambangan ini diperlukan untuk mempermudah proses penambangan terkait dimana posisi expose batubara paling efisien dan pembuatan akses mobilitas alat tambang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rencana produksi overburden dan membuat rancangan sequence penambangan batubara pada kuartal I tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui target produksi overburden pada Bulan Januari 579.300 BCM dan coal expose 94.967 MT, Bulan Februari overburden 648.700 BCM dan coal expose 111.844 MT, Bulan Maret overburden 655.800 BCM dan coal expose 119.236 MT. Untuk sequence penambangan Bulan Januari berada di bagian pit Pinang Selatan dengan kapasitas overburden 635.427 BCM dan coal expose 105.479 MT, Bulan Februari dengan kapasitas overburden 666.539 BCM dan coal expose 117.568 MT. Dan Bulan Maret dengan kapasitas overburden 688.987 BCM dan coal expose 127.597 MT.
Geotechnical zonation and bearing capacity assessment for risk-informed foundation design in the heterogeneous soils of Girsang Sipangan Bolon, Indonesia Nata, Refky Adi; Ren, Gaofeng; Andas, Jukepsa; Yulanda, Yudi Arista; Rahmi, Hisni; Syahmer, Verra
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9567

Abstract

Subsurface?failures, often caused by poor site investigation, are a serious issue in geotechnical engineering. This research focused on unpredictable soil response at a geologically complex site in Girsang Sipangan Bolon District, Indonesia, where very high significant variation in subsoil conditions led to foundation failure. The subsurface profile was studied, and the ultimate bearing capacity (UBC) was first characterized in this research for safe foundation design. The site investigation utilized 11 boreholes, including Standard Penetration Tests (SPTs) and undisturbed sampling. They processed the readings using Meyerhof's theory and determined the UBC for strip, pad, and circular foundations. The findings showed extremely high subsurface heterogeneity (with SPT-N values between very soft top layers and ultra-dense rock-coral). Therefore, there?is a large variation in the predicted UBC. Based on statistical analysis of the data, clear geotechnical zones were defined, with some boreholes showing high, consistent capacity and others showing locally weak strata. Fill and ring foundations also had greater theoretical bearing?capacities than rectangular footings. The main conclusion is that?sufficiently pronounced subsurface heterogeneity requires site-specific geotechnical investigations to minimize the risk of differential settlement. Therefore, foundation design cannot be uniform throughout the site; deep foundations, such as end-bearing piles, are suggested in highly variable zones to transfer loads to competent strata and ensure long-term structural safety.
Tin Mineralization in Tanjung Genting Sandstone, Terap Village, Bangka Belitung Islands Province Sihombing, Esra Deliana; Utama, Hari Wiki; Yulanda, Yudi Arista
EKSPLORIUM Vol. 46 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2025.11421

Abstract

The research area is located in Terap Village, Tukak Sadai District, South Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. The research was conducted at PT Timah Tbk. The purpose of this study was to understand the geology of the study area and the mineralization present, as well as the rocks that serve as the source of mineralization in the study area. The methodology used in this study was direct geological mapping and laboratory analysis in the form of petrography, XRF, XRD, and mineragraphy. The stratigraphy obtained included the Tanjung Genting sandstone unit, the Klabat granite intrusion, and alluvial sediment units. The petrographic analysis revealed quartz wacke and lithic wacke. Portable XRF analysis revealed a tin content of 2183 ppm. The XRD analysis revealed clay minerals in the form of goethite, quartz, kaolinite, muscovite, and illite. The mineragraphy analysis revealed cassiterite and hematite mineralization. The research concludes that this mineralization can be grouped into the greisenized deposit type, with the Cassiterite + Hematite mineral group only found in the mineralization zone with the highest Sn element content obtained in the research area of 2183 ppm.
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Wahyudi Zahar; Gindo Tampubolon; Fuad Nurdiansyah; Yudi Arista Yulanda
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).