Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Rekonsiliasi Rencana Penambangan Bulanan Terhadap Aktual Penambangan pada PT Caritas Energi Indonesia Kabupaten Sarolangun Jambi Anang Murtiyoso; Wahyudi Zahar; Yudi Arista Yulanda
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.21933

Abstract

Penerapan Good Mining Practice mensyaratkan perlunya akurasi penambangan terhadap rencana penambangan. Analisis dapat dilakukan melalui rekonsiliasi antara design terhadap aktual survey progress. Hasil dari rekonsiliasi penambangan menunjukkan area yang sesuai design (In of plan) dan area yang tidak sesuai berupa overcut, over-stripping dan undercut. PT. Caritas Energi Indonesia Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi terdapat ketidaksesuaian produksi rencana dan aktual pada bulan September, ketidaksesuaian produksi tentu juga berdampak pada ketidaksesuain rencana penambangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketidaksesuaian rencana dan aktual yaitu berupa area undercut, overcut, dan overstripping. Volume overcut sebesar 36.542,13 BCM, undercut sebesar 136.686,81 BCM, dan overstripping sebesar 376,21 BCM, Untuk volume overburden yang tertambang pada front 1 sebesar 170.639,76 BCM, pada front 2 sebesar 44.324,47 BCM, pada front 3 sebesar 24.746,03 BCM. Faktor penyebab ketidaksesuaian dipengaruhi oleh ketersedian alat yang tidak terpenuhi yang disebabkan banyak alat yang breakdown unscheduled sehingga dari komposisi 7 fleet hanya terealisasi 4 fleet. Selain itu, terdapat juga faktor pengawasan dan pengaruh cuaca yang mempengaruhi movement alat yang berdampak pada posisi penempatan dan penggalian fleet yang tidak sesuai. Dampak yang ditimbulkan adalah perlunya penyusunan rencana ulang berupa redesign rencana tambang dan penyesuaian ketersediaan alat di bulan berikutnya agar dapat mengejar lokasi-lokasi yang tertinggal pada bulan sebelumnya.
Perancangan sequence penambangan pada kuartal I Tahun 2024 di PT Bintang Sukses Energi Alfadiansyah Alfadiansyah; Yudi Arista Yulanda; Wahyudi Zahar
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.27684

Abstract

PT Bintang Sukses Energi merupakan perusahaan kontraktor jasa pertambangan yang dipercaya oleh pihak (owner) yakni PT Bara Sentosa Lestari untuk menjalankan project pengupasan overburden. Untuk penambangan pada kuartal I Tahun 2024 PT Bintang Sukses Energi sudah memiliki target expose batubara dan pit limit penambangan, namun belum memiliki rancangan sequence penambangan per bulan. Sequence penambangan ini diperlukan untuk mempermudah proses penambangan terkait dimana posisi expose batubara paling efisien dan pembuatan akses mobilitas alat tambang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rencana produksi overburden dan membuat rancangan sequence penambangan batubara pada kuartal I tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui target produksi overburden pada Bulan Januari 579.300 BCM dan coal expose 94.967 MT, Bulan Februari overburden 648.700 BCM dan coal expose 111.844 MT, Bulan Maret overburden 655.800 BCM dan coal expose 119.236 MT. Untuk sequence penambangan Bulan Januari berada di bagian pit Pinang Selatan dengan kapasitas overburden 635.427 BCM dan coal expose 105.479 MT, Bulan Februari dengan kapasitas overburden 666.539 BCM dan coal expose 117.568 MT. Dan Bulan Maret dengan kapasitas overburden 688.987 BCM dan coal expose 127.597 MT.
Geotechnical zonation and bearing capacity assessment for risk-informed foundation design in the heterogeneous soils of Girsang Sipangan Bolon, Indonesia Nata, Refky Adi; Ren, Gaofeng; Andas, Jukepsa; Yulanda, Yudi Arista; Rahmi, Hisni; Syahmer, Verra
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9567

Abstract

Subsurface?failures, often caused by poor site investigation, are a serious issue in geotechnical engineering. This research focused on unpredictable soil response at a geologically complex site in Girsang Sipangan Bolon District, Indonesia, where very high significant variation in subsoil conditions led to foundation failure. The subsurface profile was studied, and the ultimate bearing capacity (UBC) was first characterized in this research for safe foundation design. The site investigation utilized 11 boreholes, including Standard Penetration Tests (SPTs) and undisturbed sampling. They processed the readings using Meyerhof's theory and determined the UBC for strip, pad, and circular foundations. The findings showed extremely high subsurface heterogeneity (with SPT-N values between very soft top layers and ultra-dense rock-coral). Therefore, there?is a large variation in the predicted UBC. Based on statistical analysis of the data, clear geotechnical zones were defined, with some boreholes showing high, consistent capacity and others showing locally weak strata. Fill and ring foundations also had greater theoretical bearing?capacities than rectangular footings. The main conclusion is that?sufficiently pronounced subsurface heterogeneity requires site-specific geotechnical investigations to minimize the risk of differential settlement. Therefore, foundation design cannot be uniform throughout the site; deep foundations, such as end-bearing piles, are suggested in highly variable zones to transfer loads to competent strata and ensure long-term structural safety.
Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode Kriging di PT. Inti Bara Perdana, Taba Penanjung Qurratul A’yun; Hisni Rahmi; Yudi Arista Yulanda
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.8164

Abstract

This study aims to estimate coal resources using the kriging method at PT. Inti Bara Perdana, Taba Penanjung, Bengkulu. Geostatistical analysis was applied to evaluate spatial variability of coal quality parameters, including total moisture (TM), inherent moisture (IM), ash content (ASH), volatile matter (VM), fixed carbon (FC), and calorific value (CV). The research utilized drilling data with an average spacing of 80 meters. Variogram modeling was conducted using SGeMS software, employing spherical models to determine nugget, sill, and range parameters. The results show a low nugget effect (0%) indicating strong spatial continuity. The obtained ranges vary between 180–1296 meters depending on the parameter. Blo./ck kriging estimation was performed using block dimensions of 25 × 25 × 8 meters and a coal density of 1.3 ton/m³. The total estimated coal resource up to an elevation of 230 m is 253,500 tons. These findings demonstrate that kriging provides reliable resource estimation and supports mine planning optimization. This research contributes to improving coal resource evaluation accuracy and operational decision-making in open-pit mining.
Pemodelan Endapan dan Estimasi Sumberdaya Batubara dengan Block Model di PT Batubara Jambi Lestari Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi Yulian Aliffano; Yudi Arista Yulanda; Muhammad El Hakim
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 7 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v7i2.p67-74

Abstract

Jambi Province holds significant potential in energy and mineral resources, particularly coal, part of which has been exploited while others are still under exploration. PT Batubara Jambi Lestari plans to develop an open-pit mine in the northern block of its IUP-OP area, necessitating deposit modelling and coal resource estimation as the basis for mine planning. Thus far, coal modelling has generally relied on stratigraphic models for geological interpretation, whereas the application of block models to coal deposits remains limited. This study seeks to address this gap by examining the use of block models in coal deposit modelling. Resource estimation was conducted using the Nearest Neighbour Point (NNP) method, selected due to its suitability for relatively homogeneous coal deposits, computational efficiency, and minimal bias against local variability. The research focused on the northern block of the Muara Enim Formation, the main coal-bearing formation, with modelling carried out through correlation between drill holes. The resulting model illustrates a deposit shaped like a horse back, characterized by coal seams and sediments arching upward due to compressional forces, with an average dip of 12°. The application of the block model required manual adjustments through a trial-and-error approach to ensure consistency with the geological database, but it successfully represented the geological conditions. The estimation results indicate a measured coal resource of 2,013,750 tons, which provides an important reference for mine planning at PT Batubara Jambi Lestari.
Kajian Teknis Penimbunan Batubara di ROM Stockpile pada PT Caritas Energi Indonesia Provinsi Jambi Rhivand Noprayedi; Juventa; Yudi Arista Yulanda
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.38

Abstract

Perusahaan PT Caritas Energi Indonesia site Batubara Jambi Lestari merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang penambangan batubara. Pada setiap perusahaan pertambangan batubara terdapat area penampungan batubara (stockpile) yang berfungsi sebagai penumpukan sementara antara pengiriman. Sistem penerapan penumpukan batubara menggunakan sistem First In First Out (FIFO), yang dimana harus disediakan jarak antara tumpukan dan tidak boleh melebihi kapasitas maksimum area penumpukan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu pertama mengetahui kondisi teknis secara aktual, menganalisis teknis pola dan sistem pada area stockpile, serta merekomendasikan desain timbunan, pola dan sistem FIFO pada area stockpile. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil yang dilakukan, kondisi dari stockpile belum dikelola secara optimal dan tidak terdapat Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk mengimplementasikan manajemen stockpile. Dari pengukuran di lapangan, ditemukan tinggi stockpile mencapai 7 meter dengan sudut kemiringan lebih dari 35o. Beberapa masalah juga ditemukan di area stockpile, termasuk kurangnya desain penimbunan dan lantai penimbunan yang tidak diperhitungkan. Sistem penimbunan yang sesuai dengan manajemen stockpile berdasarkan KEPMEN ESDM Nomor 1827.K/30/MEM/2018 mengakibatkan pengeluaran batubara tidak selaras dengan hasil coal getting sehingga batubara tertimbun terlalu lama pada area stockpile.Adapun upaya penanganan perbaikan sistem manajemen pada PT Caritas Energi Indonesia site Batubara Jambi Lestari dengan merekomendasikan penerapan sistem FIFO dimana batubara yang terdahulu masuk, harus dikeluarkan terlebih dahulu, perbaikan sistem penimbunan perlu dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan terjadinya efek potensial yang dapat terjadi pada penimbunan batubara yang terlalu lama.
Karakterisasi Pasir Silika Sebagai Bahan Baku dalam Pembutan Panel Surya Berdasarkan Analisis Geokimia di Desa Teluk Rendah, Jambi Muhammad El Hakim; Wahyudi Zahar; Yudi Arista Yulanda; Jarot Wiratama
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1638

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis menjadikannya sebagai negara yang mendapatkan penyinaran matahari yang lama dan konsisten setiap harinya. Oleh sebab itu potensi pemanfaatan panel surya di Indonesia juga cukup besar, di samping bahan bakunya juga tersedia di Indonesia. Pasir silika memiliki sumberdaya yang berlimpah, stabil digunakan sebagai penyimpan panas, dan memerlukan biaya yang rendah sebagai penyimpan panas dengan temperatur hingga 1.2000C. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif, yaitu dengan cara melakukan pengujian dan pengukuran secara geokimia pada sampel pasir silika yang ada di Desa Teluk Rendah, Jambi. Sampel diuji menggunakan motede Atomic Absorption Spectrometry (AAS) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) untuk mengetahui dan melakukan analisis terhadap karakterisasi sampel pasir silika yang telah diambil. Kualitas pasir silika sebagai bahan baku panel surya sebaiknya mengandung kadar unsur Silicon Dioxide lebih dari 99,7%, Iron Oxide kurang dari 85 ppm, Titanium Dioxide kurang dari 140 ppm, Aluminium Oxide kurang dari 500 ppm. Dari hasil pengujian AAS didapatkan karakteristik pasir silika di daerah penelitian tidak memenuhi syarat dengan kadar Silicon Dioxide sebesar 95,78%, Iron Oxide 17.200 ppm, Titanium Dioxide 13.700ppm, dan Aluminium Oxide 8.900ppm. Namun jika dilihat dari kandungan silika yang cukup tinggi pada sampel, maka kemungkinan pemanfaatan pasir silika pada daerah penelitian perlu dikaji lebih lanjut. Dari hasil uji SEM-EDS didapatkan unsur yang paling banyak terdeteksi berupa Carbon dengan massa konsentrasi 40,86%, Oksigen dengan massa konsentrasi 30% dan Silikon 25,22%. Kehadiran Silikon (Si) dan Oksigen (O) dalam jumlah yang banyak mengindikasikan mineral yang paling banyak pada daerah ini adalah mineral Silikat (SiO2) dengan total massa konsentrasi 53,97%.
Potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) pada Parting Batubara dan Estimasi Sumberdaya Hipotetik di PT Kuansing Inti Makmur: Potential of Rare Earth Elements in Coal Parting and Hypothetical Resource Estimation at PT Kuansing Inti Makmur Putri Abby Larassati; Muhammad Ikrar Lagowa; Yudi Arista Yulanda
MINERAL Vol 11 No 1 (2026): MINERAL
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/rxeqva45

Abstract

Rare Earth Elements (REEs) have become critical components in modern technology; however, global reliance on Chinese supply (>80%) and the scarcity of economic deposits necessitate the diversification of REE sources, including utilizing coal ash. This study examines the REE potential in coal parting as the primary source of coal combustion ash materials at PT Kuansing Inti Makmur (PT KIM), Bungo Regency, Jambi Province, which features multi-parting coal characteristics with a high ash content (14.36%). The methodology includes Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) analysis for REE quantification and petrographic analysis for mineralogical characterization. The results reveal that the total REE content in the parting reaches 180.01 ppm, dominated by Cerium (Ce) (65.68 ppm) and Neodymium (Nd) (38.91 ppm). Petrographic analysis identifies the REE-bearing host rock as siliciclastic sediment composed primarily of quartz and feldspar within a clay matrix. Based on a parting volume of 85,000 m3, the hypothetical resource estimation yields a total potential of 32.13 tonnes of REE, including Ce (11.7 tonnes) and Nd (6.9 tonnes). These findings indicate that the high-ash, multi-parting coal parting at PT KIM holds significant potential as an alternative REE source through the utilization of residual coal combustion ash. The presence of REE within the parting enables its accumulation and enrichment during the combustion process.
ANALISIS VARIASI PENAKSIRAN SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING Yulanda, Y. A.; Hakim, M. E.; Arafat, R.; ., Ericson
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1442

Abstract

Penaksiran sumberdaya batubara merupakan tahapan penting dalam kegiatan industri pertambangan batubara. Terdapat dua jenis metode yang lazim digunakan dalam penaksiran sumber daya yaitu Metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Kedua metode tersebut menggunakan sistem grid blok dalam penaksiran. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung hanya memperlihatkan perbedaan selisih pada nilai total hasil penaksiran. Belum ditemukan penelitian yang memperlihatkan nilai variasi pada setiap grid blok estimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi nilai kedua metode tersebut pada setiap grid blok. Adapun data yang menjadi objek penaksiran adalah ketebalan batubara (coal thickness). Di dalam penelitian ini, kedua metode juga akan membandingkan tonase sumber daya batubara guna mengetahui perbedaan hasil perhitungan sumber daya. Data penelitian berupa 60 titik bor eksplorasi yang diolah menggunakan perangkat lunak perhitungan sumber daya batubara. Berdasarkan hasil penaksiran sumber daya batubara menggunakan Metode IDW diperoleh jumlah sumber daya batubara sebesar 49.101.422 Ton. Perolehan sumber daya batubara hasil kalkulasi Metode IDW menunjukkan selisih yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penggunaan Metode Ordinary Kriging yang menunjukkan nilai sebesar 47.521.660 Ton. Variasi nilai estimasi yang dihasilkan kedua metode tersebut rata-rata berkisar 3%.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT ANGKUT MERCY3939K DENGAN SCANIAP380 PADA PENGUPASAN OVERBURDEN Setyaningsih, S.; Zahar, W.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.1765

Abstract

Kegiatan pengupasan overburden merupakan kegiatan yang perlu dilakukan sebelum dilakukan kegiatan coal getting. Penggunaan alat angkut pada biaya pengupasan overburden merupakan komponen biaya terbesar yang akan dikeluarkan oleh perusahaan diakibatkan oleh populasi unit yang paling banyak. Biaya tersebut terdiri dari biaya owning cost dan operating cost. Biaya produksi sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat dimana semakin lama penggunaan alat maka performa alat akan menurun. Pada penelitian ini, umur alat telah digunakan selama lima tahun penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa biaya alat angkut yang menguntungkan, sehingga memberikan keuntungan dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan dan operasional serta biaya produksi dengan mengkorelasikannya dengan produktivitas alat. Berdasarkan penelitian didapatkan produktivitas Mercedes Benz Actross 3939K sebesar 53,12 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 60.512/jam dan biaya operasional Rp 448.598/jam. Sedangkan produktivitas Scania P380 sebesar 37,25 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 63.718/jam dan biaya operasional Rp 420.411/jam. Dengan membagi nilai produktivitas alat didapatkan biaya produksi Mercedes Benz Actross 3939K Rp 9.584/bcm sedangkan Scania P380 Rp 12.996/bcm. Berdasarkan biaya produksi tersebut disimpulkan bahwa walaupun operating cost dump truck Mercedes Benz Actross 3939K lebih besar namun unggul secara performa sehingga Mercedes Benz Actross 3939K lebih ekonomis secara biaya produksi dibandingkan dengan dump truck Scania P380.