Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Potensi Logam Tanah Jarang pada Fly Ash dan Bottom Ash Endapan Batubara Peringkat Rendah Formasi Muara Enim Zahar, Wahyudi; Yulanda, Yudi Arista; Wiratama, Jarot; El Hakim, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/wffpht91

Abstract

Logam tanah jarang (LTJ) merupakan komoditas strategis saat ini seiring dengan perkembangan teknologi. Penggunaan LTJ banyak diaplikasikan pada industri pertahanan, kesehatan, mobil listrik, turbin, handphone, laptop, dan teknologi maju lainnya. Keterdapatan LTJ pada umumnya berasosiasi sebagai mineral-mineral aksesoris pada batuan berkomposisi granitoids seperti pada monasit, xenotim, allanit, titanit, dan zircon. Akan tetapi berdasarkan beberapa penelitian ditemukan adanya pengkayaan LTJ pada abu sisa pembakaran PLTU FABA (fly ash dan bottom ash). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterdapan LTJ pada kondisi batubara Peringkat Rendah di Formasi Muara Enim pada endapan insitu dan pengkayaan pada FABA. Sampel batubara diambil secara grab sampling pada lokasi tambang sedangkan sampel FABA diambil secara grab sampling di PLTU Mulut Tambang. Pengujian Laboratorium dilakukan melalui Uji XRF untuk melihat kandungan oksida mineral dan Laboratorium BRIN untuk dilakukan analisis ICP OES. Hasil analisis XRF menunjukkan elemen oksida utama penyusun batubara pada endapan batubara insitu terdiri atas Fe2O3, MgO, dan SO3. Hasil analisis ICP-OES memperlihatkan terjadi pengkayaan konsentrasi LTJ pada FABA. Pengkayaan paling besar terjadi pada unsur Cerium (Ce) dimana pada Fly Ash terjadi peningkatan 19 kali menjadi 40,12 Ppm dan pada Bottom Ash 17 kali menjadi 37,15 Ppm. Selanjutnya pada Lantanum (La) terjadi pengkayaan 27 kali pada fly ash menjadi 19,02 Ppm dan 24 kali pada bottom ash menjadi 16,86 Ppm. Secara umum pengkayaan terjadi lebih besar pada fly ash dibandingkan dengan bottom ash.
Karakterisasi Pasir Silika Sebagai Bahan Baku dalam Pembutan Panel Surya Berdasarkan Analisis Geokimia di Desa Teluk Rendah, Jambi Muhammad El Hakim; Wahyudi Zahar; Yudi Arista Yulanda; Jarot Wiratama
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1638

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis menjadikannya sebagai negara yang mendapatkan penyinaran matahari yang lama dan konsisten setiap harinya. Oleh sebab itu potensi pemanfaatan panel surya di Indonesia juga cukup besar, di samping bahan bakunya juga tersedia di Indonesia. Pasir silika memiliki sumberdaya yang berlimpah, stabil digunakan sebagai penyimpan panas, dan memerlukan biaya yang rendah sebagai penyimpan panas dengan temperatur hingga 1.2000C. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif, yaitu dengan cara melakukan pengujian dan pengukuran secara geokimia pada sampel pasir silika yang ada di Desa Teluk Rendah, Jambi. Sampel diuji menggunakan motede Atomic Absorption Spectrometry (AAS) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) untuk mengetahui dan melakukan analisis terhadap karakterisasi sampel pasir silika yang telah diambil. Kualitas pasir silika sebagai bahan baku panel surya sebaiknya mengandung kadar unsur Silicon Dioxide lebih dari 99,7%, Iron Oxide kurang dari 85 ppm, Titanium Dioxide kurang dari 140 ppm, Aluminium Oxide kurang dari 500 ppm. Dari hasil pengujian AAS didapatkan karakteristik pasir silika di daerah penelitian tidak memenuhi syarat dengan kadar Silicon Dioxide sebesar 95,78%, Iron Oxide 17.200 ppm, Titanium Dioxide 13.700ppm, dan Aluminium Oxide 8.900ppm. Namun jika dilihat dari kandungan silika yang cukup tinggi pada sampel, maka kemungkinan pemanfaatan pasir silika pada daerah penelitian perlu dikaji lebih lanjut. Dari hasil uji SEM-EDS didapatkan unsur yang paling banyak terdeteksi berupa Carbon dengan massa konsentrasi 40,86%, Oksigen dengan massa konsentrasi 30% dan Silikon 25,22%. Kehadiran Silikon (Si) dan Oksigen (O) dalam jumlah yang banyak mengindikasikan mineral yang paling banyak pada daerah ini adalah mineral Silikat (SiO2) dengan total massa konsentrasi 53,97%.
Potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) pada Parting Batubara dan Estimasi Sumberdaya Hipotetik di PT Kuansing Inti Makmur: Potential of Rare Earth Elements in Coal Parting and Hypothetical Resource Estimation at PT Kuansing Inti Makmur Putri Abby Larassati; Muhammad Ikrar Lagowa; Yudi Arista Yulanda
MINERAL Vol 11 No 1 (2026): MINERAL
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/rxeqva45

Abstract

Rare Earth Elements (REEs) have become critical components in modern technology; however, global reliance on Chinese supply (>80%) and the scarcity of economic deposits necessitate the diversification of REE sources, including utilizing coal ash. This study examines the REE potential in coal parting as the primary source of coal combustion ash materials at PT Kuansing Inti Makmur (PT KIM), Bungo Regency, Jambi Province, which features multi-parting coal characteristics with a high ash content (14.36%). The methodology includes Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) analysis for REE quantification and petrographic analysis for mineralogical characterization. The results reveal that the total REE content in the parting reaches 180.01 ppm, dominated by Cerium (Ce) (65.68 ppm) and Neodymium (Nd) (38.91 ppm). Petrographic analysis identifies the REE-bearing host rock as siliciclastic sediment composed primarily of quartz and feldspar within a clay matrix. Based on a parting volume of 85,000 m3, the hypothetical resource estimation yields a total potential of 32.13 tonnes of REE, including Ce (11.7 tonnes) and Nd (6.9 tonnes). These findings indicate that the high-ash, multi-parting coal parting at PT KIM holds significant potential as an alternative REE source through the utilization of residual coal combustion ash. The presence of REE within the parting enables its accumulation and enrichment during the combustion process.