Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERENCANAAN TEKNIS SEKUENS PENGUPASAN OVERBURDEN PADA TAHUN 2023 DI PT TATA BARA UTAMA JOBSITE BBE-MAL KABUPATEN MUSI BANYUASIN Prayoga, A.; Yulanda, Y. A.; Prabawa, A. D.; Megasukma, Y.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2214

Abstract

PT Tata Bara Utama (TBU) merupakan kontraktor yang bergerak pada bidang pertambangan yang berdomisili di Sumatera Selatan dengan lingkup kerja pengupasan lapisan tanah penutup (overburden). Target produksi overburden tahun 2023 telah disepakati 4.000.000 BCM dengan target coal expose 850.000 ton. Untuk mencapai target tersebut perlu dilakukan perencanaan kapasitas alat dan sekuen penambangan. Perencanaan sekuen penambangan pada TBU hanya dilandaskan pada keadaan normal dengan mengacu pada jam hujan rata-rata. Sementara faktor curah hujan merupakan faktor yang susah untuk diprediksi namun berpengaruh besar terhadap ketercapaian produksi yang dapat berakibat terhadap pencapaian coal expose. Penelitian tentang perbandingan dua skenario jam hujan berbeda yang terdiri dari jam hujan rata-rata (pendekatan moderat) dan jam hujan tertinggi (pendekatan pesimis) belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan normal scenario (NSC) dengan worst scenario (WSC) pada jam hujan tertinggi sehingga dapat memberikan alternatif sekuen pencapaian target coal expose pada kemungkinan kondisi terburuk. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan mengintegrasikan teori dan data lapangan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak pertambangan untuk membantu pembuatan skenario penambangan. Hasil dari pengolahan data menghasilkan rancangan desain pit dan disposal tahun 2023 yang dibagi menjadi 4 kuartal dengan dua skenario berbeda. Skenario NSC menghasilkan total overburden 4.073.351 BCM dengan jumlah coal expose 879.966 ton sedangkan skenario WSC menghasilkan total overburden 3.648.841 BCM dengan jumlah coal expose 877.933 ton. Pada skenario WSC target expose batubara masih tetap bisa tercapai namun tidak menyisakan working bench untuk tahun selanjutnya.
ANALISIS KORELASI GEOSPASIAL DATA TITIK BOR BERDASARKAN METODE GEOSTATISTIK VARIOGRAM Yulanda, Y. A.; Arafat, R.; Rahmi, H.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2826

Abstract

Ketidakpastian kondisi bawah permukaan merupakan tantangan dalam bidang pertambangan. Ketidakpastian ini muncul karena kompleksitas tatanan geologi, yang membuat lapisan bawah permukaan bervariasi antara lokasi. Dengan demikian, pemodelan geologi yang akurat sangat diperlukan untuk estimasi sumber daya yang efisien. Namun, jarak antar lubang bor yang tidak tepat dapat meningkatkan biaya eksplorasi dan risiko kesalahan estimasi. Estimasi sumber daya dengan menggunakan metode geostatistik mempunyai keunggulan dibanding metode lain karena mampu memperhitungkan variabilitas spasial data secara kuantitatif, sehingga menghasilkan estimasi yang lebih akurat. Parameter yang mempengaruhi adalah nilai variogramnya, dimana analisis variogram yang baik akan mempengaruhi model endapan yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi geospasial data titik bor berdasarkan metode geostatistik variogram. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan geostatistik meliputi pemahaman anisotropi, penentuan arah utama, perhitungan variogram eksperimental, dan pemodelan variogram. Studi ini dilakukan pada data titik bor dengan parameter kualitas kalori, kandungan ash, dan sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variogram omnidirectional memberikan gambaran umum distribusi spasial, sementara variogram directional mengungkap adanya anisotropi, terutama pada arah strike endapan dengan range terjauh 230 meter dan 150 meter pada arah dip. Jarak pengeboran optimal berdasarkan variogram ini meningkatkan akurasi estimasi sumber daya. Korelasi spasial yang lebih kuat ditemukan pada jarak pengeboran yang lebih pendek, yang penting untuk mengurangi kesalahan estimasi. Studi ini memberikan panduan penting untuk menentukan jarak pengeboran optimal dalam eksplorasi, meningkatkan efisiensi biaya sambil mempertahankan kepercayaan tinggi dalam estimasi geologi.
KAJIAN PETROLOGI, GEOKIMIA, DAN POTENSI MINERAL STRATEGIS PADA FORMASI GRANIT TANTAN, GEOPARK MERANGIN, JAMBI Yulanda, Y. A.; Wiratama, J.; Hakim, M. E.; Seprizal, M. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3205

Abstract

Granitoid merupakan salah satu batuan yang berpotensi membawa mineral strategis, seperti tembaga, timah dan aluminium, yang perannya semakin krusial sebagai komponen kunci dalam pengembangan teknologi modern di era transisi energi dan digitalisasi global. Formasi Granit Tantan (Batuan Granitoid) yang tersingkap di kawasan Geopark Merangin menjadi bukti adanya proses magmatisme dan potensi mineralisasi hidrotermal. Meskipun demikian, penelitian karakteristik granit Tantan berdasarkan petrografi dan geokimia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter petrologi, geokimia, serta potensi mineralisasi logam dasar pada Formasi Granit Tantan melalui analisis petrografi, mineragrafi, XRF, dan XRD terhadap tiga sampel batuan yang diambil dari Situs Air Batu (AB), Teluk Tilan (TL), dan Jeram Ladeh (JL) menggunakan metode grab dan chip sampling. Hasil analisis petrografi menunjukkan komposisi Kuarsa 41–51%, Plagioklas 24–43%, dan mineral mafik 8–35%, dengan klorit sebagai mineral indikator alterasi propilitik. Analisis mineragrafi mengidentifikasi keterdapatan kalkopirit (0,1%), covelit (<0.1%), pirit (1,1%), magnetit (2,9%), dan hematit (1,2%) yang menunjukkan bukti adanya sistem mineralisasi hidrotermal. Hasil XRF menunjukkan rasio A/CNK (0,99–1,28), dua sampel (AB dan JL) diklasifikasikan sebagai granit tipe-I (metaluminous), sedangkan satu sampel (TL) tergolong granit tipe-S (peraluminous). Anomali keterdapatan mineralisasi Cu pada granit tipe-S diinterpretasikan sebagai hasil kontaminasi magma atau aktivitas hidrotermal pascaintrusi. Kombinasi granit tipe-I, bukti langsung Kalkopirit, adanya supergen enrichment dan penanda alterasi Klorit menegaskan indikasi kuat terhadap potensi mineralisasi logam strategis Tembaga (Cu). Formasi Granit Tantan penting dalam memahami evolusi magmatisme dan memiliki nilai strategis di kawasan Geopark Merangin.
Analisis Komparatif Estimasi Cadangan Batubara antara Metode Penampang Melintang dan Perangkat Lunak Perencanaan Tambang Muhammad Faisal Seprizal; Yudi Arista Yulanda; Yosa Megasukma; Lydia Kartika Basaria Sitompul
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.9827

Abstract

Abstrak. Batubara merupakan komoditas energi vital yang memerlukan estimasi cadangan akurat sebagai fondasi perencanaan tambang dan penentu risiko investasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan hasil estimasi cadangan batubara antara metode penampang melintang dan perangkat lunak perencanaan tambang. Secara teoritis, metode penampang melintang menggunakan asumsi perubahan bertahap, sedangkan perangkat lunak menerapkan pemodelan komputer yang mengintegrasikan data topografi dan geologi secara menyeluruh. Metodologi penelitian kuantitatif terapan ini menggunakan data 36 titik bor pada Pit X1 dan X2, dengan pembuatan 19 sayatan berjarak 150 meter pada metode manual serta penggunaan fitur reserve-sample-polygon dengan faktor perolehan 95% pada perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan total cadangan batubara sebesar 1.927.397 ton melalui metode manual dan 1.774.464 ton melalui perangkat lunak. Terdapat selisih tonase 9% lebih tinggi pada metode manual karena tidak mempertimbangkan kehilangan penambangan, sementara volume overburden pada perangkat lunak 11% lebih besar karena kemampuan pemodelan elevasi 3D yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan pentingnya pemilihan parameter teknis untuk meningkatkan akurasi perencanaan pembukaan tambang yang efektif secara ekonomi. Abstract. Coal is a vital energy commodity requiring accurate reserve estimation as a foundation for mine planning and investment risk assessment. This research aims to evaluate the differences in coal reserve estimation between the cross-section method and mine planning software. Theoretically, the cross-section method relies on the rule of gradual change, while software applies computer modeling to integrate topography and geological structures comprehensively. This quantitative applied research methodology utilizes data from 36 drill holes in Pit X1 and X2, employing 19 manual slices at 150-meter intervals and the reserve-sample-polygon feature with a 95% recovery factor in the software. Results show total coal reserves of 1,927,397 tons via the manual method and 1,774,464 tons via software. There is a 9% higher tonnage discrepancy in the manual method due to the exclusion of mining losses, while software recorded 11% more overburden volume due to its complex 3D elevation modeling capabilities. These findings emphasize the importance of selecting technical parameters to improve the accuracy of economically effective mine opening plans
EVALUASI RENCANA PENAMBANGAN TAHUNAN 2022 UNTUK OPTIMALISASI TARGET PRODUKSI DI PT JAMBI PRIMA COAL DESA PAMUSIRAN Senja Dyafrika Ginting; Yudi Arista Yulanda; Wahyudi Zahar
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/r4n0rn04

Abstract

PT. Jambi Prima Coal adalah perusahaan dengan bisnis proses pada bidang pertambangan batubara yang terletak di Desa Pamusiran Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Metode penambangan yang dilakukan ialah metode strip mine. Permasalahan yang dialami oleh PT Jambi Prima Coal pada semester pertama bulan Januari sampai Juli adalah ketidaktercpaian produksi dimana Target produksi semester pertama (Januari sampai dengan Juli) untuk kegiatan overburden 2.848.280 bcm dan coal getting 803.225 ton sementara produksi actual untuk overburden 1.401.227 bcm (ketercapaian 56%) dan coal getting 260.868 ton (ketercapaian 32%). Adanya ketidaksesuaian jumlah fleet actual terhadap rencana awal merupakan faktor utama rendahnya ketercapaian produksi. Rencana awal jumlah fleet ada 9,7 diantaranya untuk kegiatan overburden dan 2 untuk kegiatan coal getting. Aktualnya jumlah fleet yang tersedia 5 fleet, 4 untuk kegiatan overburden dan 1 untuk kegiatan coal getting. Kondisi ketidaktercapaian yang cukup jauh dari target selama satu semester jika terus dibiarkan maka akan berakibat pada rendahnya pencapaian target tahun 2022. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian rencana penambangan untuk semester dua (Agustus sampai Desember) menyesuaikan ketersediaan fleet yang ada di lapangan agar kegiatan penambangan lebih optimal mengejar ketertinggalan produksi pada semester pertama. Adanya penurunan produksi juga mengakibatkan rencana area kerja tidak relevan lagi sehinga area kerja penambangan juga perlu di redesign untuk mengoptimalkan expose batubara dengan produksi yang terbatas. Hasil dari rencana produksi untuk mengoptimalisasi target produksi berdasarkan fleet yang ada di PT Jambi Prima Coal dengan target produksi batubara semester dua (bulan Agustus sampai Desember) 2022 penambangan batubara 281.276 ton dan 1.145.682.89 bcm overburden dengan stripping rasio 1:4. Rencana design pit bulan Agustus- Desember 2022 untuk elevasi terendah pada elevasi 20 dari sebelumnya -10 dan luas wilayah 15,64 Ha dari sebelumnya 32,15 Ha dengan ketinggian tiap bench 10 meter dan lebar tiap bench berbeda. Luas penambangan lebih kecil menunjukkan adanya optimalisasi area kerja.
EVALUASI RENCANA PENAMBANGAN TAHUNAN 2022 UNTUK OPTIMALISASI TARGET PRODUKSI DI PT JAMBI PRIMA COAL DESA PAMUSIRAN Senja Dyafrika Ginting; Yudi Arista Yulanda; Wahyudi Zahar
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/r4n0rn04

Abstract

PT. Jambi Prima Coal adalah perusahaan dengan bisnis proses pada bidang pertambangan batubara yang terletak di Desa Pamusiran Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Metode penambangan yang dilakukan ialah metode strip mine. Permasalahan yang dialami oleh PT Jambi Prima Coal pada semester pertama bulan Januari sampai Juli adalah ketidaktercpaian produksi dimana Target produksi semester pertama (Januari sampai dengan Juli) untuk kegiatan overburden 2.848.280 bcm dan coal getting 803.225 ton sementara produksi actual untuk overburden 1.401.227 bcm (ketercapaian 56%) dan coal getting 260.868 ton (ketercapaian 32%). Adanya ketidaksesuaian jumlah fleet actual terhadap rencana awal merupakan faktor utama rendahnya ketercapaian produksi. Rencana awal jumlah fleet ada 9,7 diantaranya untuk kegiatan overburden dan 2 untuk kegiatan coal getting. Aktualnya jumlah fleet yang tersedia 5 fleet, 4 untuk kegiatan overburden dan 1 untuk kegiatan coal getting. Kondisi ketidaktercapaian yang cukup jauh dari target selama satu semester jika terus dibiarkan maka akan berakibat pada rendahnya pencapaian target tahun 2022. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian rencana penambangan untuk semester dua (Agustus sampai Desember) menyesuaikan ketersediaan fleet yang ada di lapangan agar kegiatan penambangan lebih optimal mengejar ketertinggalan produksi pada semester pertama. Adanya penurunan produksi juga mengakibatkan rencana area kerja tidak relevan lagi sehinga area kerja penambangan juga perlu di redesign untuk mengoptimalkan expose batubara dengan produksi yang terbatas. Hasil dari rencana produksi untuk mengoptimalisasi target produksi berdasarkan fleet yang ada di PT Jambi Prima Coal dengan target produksi batubara semester dua (bulan Agustus sampai Desember) 2022 penambangan batubara 281.276 ton dan 1.145.682.89 bcm overburden dengan stripping rasio 1:4. Rencana design pit bulan Agustus- Desember 2022 untuk elevasi terendah pada elevasi 20 dari sebelumnya -10 dan luas wilayah 15,64 Ha dari sebelumnya 32,15 Ha dengan ketinggian tiap bench 10 meter dan lebar tiap bench berbeda. Luas penambangan lebih kecil menunjukkan adanya optimalisasi area kerja.
PERENCANAAN SISTEM PENIRISAN TAMBANG PADA PIT S2.2 DI PT SINAR ANUGERAH SUKSES, KABUPATEN SAROLANGUN, PROVINSI JAMBI Yudi Arista Yulanda; Titin Novriana; Anggi Deliana Siregar
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v7i1.41200

Abstract

PT Sinar Anugerah Sukses merupakan perusahaan tambang batubara di Sarolangun, Jambi. Pada Mei 2025 terjadi genangan air di Pit S2.2. Dampak genangan air tersebut mengganggu penambangan dan berpotensi menurunkan kualitas batubara. Penelitian ini bertujuan merencanakan sistem penirisan dengan menganalisis waktu pengeringan genangan, debit air masuk pit, dimensi sump, sistem pompa, dan settling pond. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan data sekunder diperoleh dari curah hujan selama 10 tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan pendekatan hidrologi dan teknik pemompaan. Hasil menunjukkan pompa yang digunakan sebelumnya tidak memadai untuk mengeringkan genangan air. Direkomendasikan pompa Volvo Penta DND150 dengan debit 840 m³/jam, mampu mengeringkan genangan selama 8 hari. Debit limpasan harian Juni mencapai 2.636,5 m³, debit rembesan 131,23 m³, sehingga total debit air 2.767,73 m³ harus dikelola. Sump dirancang menampung air selama tiga hari hujan berturut-turut sebesar 8.430 m³. Settling pond berkapasitas 10.256 m³ terdiri dari empat kompartemen untuk meningkatkan pengendapan lumpur. Rancangan sistem penirisan ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengeringan, mendukung kegiatan produksi, dan menjaga kualitas batubara secara berkelanjutan.
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Wahyudi Zahar; Gindo Tampubolon; Fuad Nurdiansyah; Yudi Arista Yulanda
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).
Potensi Logam Tanah Jarang pada Fly Ash dan Bottom Ash Endapan Batubara Peringkat Rendah Formasi Muara Enim Wahyudi Zahar; Yudi Arista Yulanda; Jarot Wiratama; Muhammad El Hakim
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/wffpht91

Abstract

Logam tanah jarang (LTJ) merupakan komoditas strategis saat ini seiring dengan perkembangan teknologi. Penggunaan LTJ banyak diaplikasikan pada industri pertahanan, kesehatan, mobil listrik, turbin, handphone, laptop, dan teknologi maju lainnya. Keterdapatan LTJ pada umumnya berasosiasi sebagai mineral-mineral aksesoris pada batuan berkomposisi granitoids seperti pada monasit, xenotim, allanit, titanit, dan zircon. Akan tetapi berdasarkan beberapa penelitian ditemukan adanya pengkayaan LTJ pada abu sisa pembakaran PLTU FABA (fly ash dan bottom ash). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterdapan LTJ pada kondisi batubara Peringkat Rendah di Formasi Muara Enim pada endapan insitu dan pengkayaan pada FABA. Sampel batubara diambil secara grab sampling pada lokasi tambang sedangkan sampel FABA diambil secara grab sampling di PLTU Mulut Tambang. Pengujian Laboratorium dilakukan melalui Uji XRF untuk melihat kandungan oksida mineral dan Laboratorium BRIN untuk dilakukan analisis ICP OES. Hasil analisis XRF menunjukkan elemen oksida utama penyusun batubara pada endapan batubara insitu terdiri atas Fe2O3, MgO, dan SO3. Hasil analisis ICP-OES memperlihatkan terjadi pengkayaan konsentrasi LTJ pada FABA. Pengkayaan paling besar terjadi pada unsur Cerium (Ce) dimana pada Fly Ash terjadi peningkatan 19 kali menjadi 40,12 Ppm dan pada Bottom Ash 17 kali menjadi 37,15 Ppm. Selanjutnya pada Lantanum (La) terjadi pengkayaan 27 kali pada fly ash menjadi 19,02 Ppm dan 24 kali pada bottom ash menjadi 16,86 Ppm. Secara umum pengkayaan terjadi lebih besar pada fly ash dibandingkan dengan bottom ash.
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Wahyudi Zahar; Gindo Tampubolon; Fuad Nurdiansyah; Yudi Arista Yulanda
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).