Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effectiveness of Moringa Leaf Powder Capsules (Moringa oleifera Lam.) in Reducing the Severity of Anaemia in Pregnant Women Filda Fairuza; Sandy Rahman; Sukmiyant Sukmiyant
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i1.386

Abstract

Anaemia is an iron deficiency that causes anaemia in pregnant women, which can have a negative impact on foetal or infant growth and development during and after pregnancy. One way to increase haemoglobin levels in pregnant women with anaemia is to consume moringa leaf powder capsules (Moringa oleifera Lam.), which have haematopoietic activity and are beneficial in increasing platelet counts. The purpose of this study was to determine the effect of moringa leaf powder capsules (Moringa oleifera Lam.) on haemoglobin levels in pregnant women with mild to moderate anaemia with haemoglobin levels of 8–11 g/dL at the Reva Medika Clinic, Lebak Regency in 2025. The intervention was carried out for seven consecutive days with a dose of 2 moringa leaf capsules per day. Hemoglobin levels were measured using a digital hemoglobinometer EasyTouch® HB (Taiwan) in accordance with WHO standard procedures to ensure the accuracy of the test results. The sampling technique used was the Ishak and Michel method. The research respondents were pregnant women aged 20–35 years with a gestational age of 20–32 weeks who had mild to moderate anaemia with haemoglobin levels of 8–11 g/dL and no comorbidities. The study was conducted from January to March 2025. The results of the study after administering moringa leaf powder capsules for anaemia in pregnancy showed that the majority of pregnant women experienced mild anaemia (27 people or 84.4%) and severe anaemia (5 people or 15.6%). A significant difference was found between before and after the administration of moringa leaf powder capsules for anaemia in pregnancy. The Wilcoxon Sign Rank test showed a p-value of 0.000  0.05. It can be concluded that the administration of moringa leaf powder capsules had an effect on anaemia in pregnancy at the Reva Medika Clinic, Lebak District, in 2025.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pembuatan Modifikasi Nugget Ayam Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Makanan Lauk Anak dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Stunting Filda Fairuza; Fathiyati Fathiyati; Afifah Nur Shobah; Dinda Haerunisa; Nadilatul Rahma
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pcvgzr03

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Desa Koncang Kecamatan Cipeucang Kabupaten Pandeglang. Rendahnya pengetahuan gizi ibu balita serta kurang optimalnya kapasitas kader Posyandu menyebabkan intervensi pencegahan stunting belum berjalan efektif. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta ibu balita melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan modifikasi nugget ayam daun kelor sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi gizi, pelatihan praktik langsung, demonstrasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi pre-test serta post- test. Hasil menunjukkan meningkatnya pengetahuan peserta dengan selisih skor rata-rata 32 poin pada aspek pengetahuan dan 31 poin pada aspek manajemen. Analisis proksimat menunjukkan Formula 1 (ayam:kelor = 3:1) memiliki kandungan protein tertinggi (13,94 g/100 g), melebihi produk pembanding. Uji hedonik menunjukkan kedua formula disukai panelis, dengan nilai tertinggi 4,2 pada Formula 1. Produk kemudian diproduksi dan dibagikan kepada balita stunting di posyandu, disertai pendampingan kader. Program ini meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan dan menghasilkan inovasi produk pangan lokal bergizi sebagai PMT.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Minuman Sari Kacang Hijau Sebagai Inovasi PMT Berbahan Pangan Lokal untuk Gerakan Sercing (Serang Cegah Stunting) Filda Fairuza; Pratiwi Cahya Skania; Desfi Tri Damayanti; Winda Tri Andini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9mcqap53

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. Kelurahan Curug Manis Kota Serang merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan penguatan peran kader, ibu balita, dan masyarakat dalam penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam membuat minuman sari kacang hijau sebagai inovasi PMT untuk mendukung Gerakan SERCING (Serang Cegah Stunting). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan gizi, demonstrasi, praktik langsung pembuatan sari kacang hijau, pendampingan kader, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas kader posyandu dan ibu balita di Kelurahan Curug Manis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai stunting, gizi seimbang, pemanfaatan kacang hijau, serta pengolahan PMT yang higienis dan ekonomis. Peserta juga mampu mempraktikkan tahapan pembuatan sari kacang hijau mulai dari pemilihan bahan, perebusan, penyaringan, pengemasan, hingga penyajian. Program ini menghasilkan produk minuman bergizi yang mudah dibuat, murah, disukai masyarakat, dan berpotensi menjadi alternatif PMT lokal dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi E- Booklet Beauty -V Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Keputihan (Leukorea) Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 1 Karangtanjung Tahun 2026 Fathiyati Fathiyati; Lilis Zuniawati Setianingsih; Filda Fairuza; Dinda Haerunisa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nsm87147

Abstract

Leukorea (keputihan) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada kesehatan reproduksinys apabila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai leukorea menyebabkan kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi kelas VIII tentang leukorea melalui media edukasi E-Booklet Beauty-V di SMP Negeri 1 Karangtanjung Tahun 2026. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi penyuluhan kesehatan reproduksi, pembagian media E-Booklet Beauty-V, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 80 siswi kelas VIII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan edukasi dengan rata-rata peningkatan sebesar 34,1 %. Peningkatan terjadi pada aspek pengertian leukorea, jenis leukorea fisiologis dan patologis, penyebab, tanda gejala, serta cara pencegahan keputihan. Media E-Booklet Beauty-V terbukti menarik, mudah dipahami, dan dapat diakses melalui smartphone sehingga efektif dalam meningkatkan pemahaman siswi mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis media digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksinya.
The Effectiveness of a Decotion of Green Betel Leaf (Piper bettle L) in Treating Vaginal Discharge in Women of Childbearing Age (Wus) Filda Fairuza; Rina Octavia
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 7 No 1 (2026): Jurnal teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v7i1.475

Abstract

Vaginal discharge is a common reproductive health issue experienced by women of childbearing age and can cause discomfort and increase the risk of reproductive health problems if not properly managed. One widely used non-pharmacological treatment option is a decoction of green betel leaf (Piper betle L.), as it contains active compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and essential oils that possess antiseptic, antibacterial, and antifungal properties. This study aims to analyse the effectiveness of green betel leaf decoction against vaginal discharge in women of childbearing age at the Kimia Farma BSD Clinic in 2025. The study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study sample comprised 36 women of childbearing age experiencing vaginal discharge, selected using purposive sampling. The intervention involved the use of green betel leaf decoction for 10 days. Data were collected via questionnaires before and after the intervention, then analysed using the Wilcoxon Signed-Rank test with a significance level of 5%. The results of the study showed a reduction in the incidence of vaginal discharge following the intervention, as indicated by an increase in the number of respondents who did not experience vaginal discharge and a decrease in the number of respondents with pathological vaginal discharge. Statistical analysis revealed a significant difference between the pre- and post-intervention conditions (p<0.05). Thus, a decoction of green betel leaves (Piper betle L.) has been proven effective in reducing symptoms of vaginal discharge in women of reproductive age and has the potential to serve as a safe, simple, and easily applicable non-pharmacological therapeutic alternative.
Evaluation of the Nursing Student Performance Assessment Model in Integrated Clinical Practice Hardjito S. Darmojo; M. Adila Rossa; Filda Fairuza; Al-Bahra
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 3 No. 2 (2019): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/3rwzy763

Abstract

Integrated clinical practice is an essential component of nursing education because it serves as the primary means for students to apply theoretical knowledge, clinical skills, and professional attitudes in the context of real-life healthcare. Therefore, a performance assessment model capable of evaluating student competency comprehensively, objectively, and sustainably is needed. This study aims to evaluate the nursing student performance assessment model in integrated clinical practice and analyze the influence of assessment components on student clinical performance. The study used a quantitative, descriptive-analytical design with a survey approach. The study sample consisted of 180 final-year nursing students undergoing integrated clinical practice, selected using a stratified random sampling technique. The research instrument was an integrated clinical performance assessment questionnaire covering the domains of clinical knowledge, psychomotor skills, and professional behavior. Data analysis was performed using descriptive and inferential statistics, including a difference test and multiple linear regression. The results showed that the majority of students had high clinical performance, with the highest scores in the professional behavior domain. The performance assessment model, which included rubric clarity, assessment consistency, and preceptor feedback, had a significant effect on student clinical performance. These findings confirm that structured and integrated clinical assessment serves not only as an evaluation tool but also as a learning strategy that supports the holistic development of student competencies. This study recommends the consistent implementation of an integrated clinical assessment model to improve the quality of nursing education and graduates' readiness for professional practice.
Pengaruh Pemberian Buah Kurma (Phoenix Dactylifera) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Dengan Anemia Filda Fairuza; Elva Febri Ashari; Fathiyati Fathiyati; Intan Noviana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60884

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada remaja putri. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah dengan mengonsumsi buah kurma (Phoenix dactylifera) yang mengandung zat besi, vitamin C, asam folat, dan berbagai mineral yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Berdasarkan studi pendahuluan di MTsN 2 Kota Serang, terdapat 31 siswi kelas VII yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia kelas VII di MTsN 2 Kota Serang Banten Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 31 remaja putri yang mengalami anemia dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian buah kurma selama 14 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat EasyTouch GCHB. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari hasil signifikan 5% (p-value = 0,000 < 0,05) setelah pemberian buah kurma selama 14 hari menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Kesimpulan pemberian buah kurma (Phoenix dactylifera) efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia. Buah kurma dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.
Analisis Pengetahuan Dan Tingkat Kecemasan Pada Remaja Putri Dengan Dismenore Di SMAN 4 Pandeglang Pratiwi Cahya Skania; Filda Fairuza; Santi Milawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i2.113

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dismenore pada remaja putri dan pengobatan dismenore di SMAN 4 Pandeglang. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatoan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI di SMK Kesehatan Wonosari. Jumlah sampel 74 siswi dengan metode total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan uji Chi-Square menunjukkan hubungan antara tingkat pengetahuan dan pengobatan dismenore dengan nilai r = 0,838 dan p-value 0,000 (p < 0,05).
Efektivitas Pijat Bayi Menggunakan Coconut Oil Terhadap Kualitas Tidur Bayi di Puskesmas Curug Kecamatan Curug Kota Serang Susilawati Susilawati; Pratiwi Cahya Skania; Filda Fairuza; Resyda Amalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i2.117

Abstract

Pemijatan memakai Virgin Coconut Oil (VCO) dapat memperlancar peredaran darah, hal ini disebabkan pijatan yang diberikan efek vasodilatasi yang akan memperlancar proses pasokan oksigen di pembuluh darah sehingga memacu hormon endorphin yang berfungsi memberikan rasa nyaman. Tujuan: Untuk menhgetahui efektivitas pijat bayi menggunakan coconut oil terhadap kualitas tidur bayi di Puskesmas Curug Kecamatan Curug Kota Serang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pre eksperimental dengan pendekatan pretest posttest one group design. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu sebanyak 33 responden dengan bayi berusia 3-6 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer. Analisis data dengan univariat, bivariate (uji Wilcoxon). Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariant menggunakan uji wilcoxon didapati bahwa pijat bayi menggunakan coconut oil efektifitas secara signifikan mempengaruhi kualitas tidur bayi di Puskesmas Curug Kecamatan Curug Kota Serang, dengan nilai P = 0.018 < 0.05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pijat bayi menggunakan coconut oil dapat meningkatkan kualitas tidur bayi di Puskesmas Curug Kecamatan Curug Kota Serang.
Pengaruh Pemberian Jamu Temulawak Terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja Filda Fairuza; Ade Anwar; Debi Nopianti
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nyeri haid (dismenore) merupakan keluhan yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri haid dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah jamu temulawak, yang mengandung kurkuminoid dengan efek antiinflamasi dan analgesik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu temulawak terhadap penurunan nyeri haid pada remaja di PMB Nining Setianingsih, S.ST., Bdn Kabupaten Pandeglang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 remaja yang mengalami nyeri haid dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian jamu temulawak sebanyak dua kali sehari selama dua hari. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian jamu temulawak. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (64,0%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (68,0%) dan terdapat 4,0% responden yang tidak merasakan nyeri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian jamu temulawak berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri haid pada remaja. Jamu temulawak dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan dalam penanganan nyeri haid pada remaja.