Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN YOGA CHILD POSE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM MENGATASI DISMENORE DI SMA KOTA PALEMBANG Heni Sumastri; Nesi Novita
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i1.1646

Abstract

This Community Service activity aims to utilize yoga child pose to reduce menstrual pain in young women. The benefit of the program is to provide information and education to young women about yoga child pose so that it can be used as an alternative method of reducing menstrual pain besides taking medication. to adopt policies on UKS activities, especially those related to menstrual pain in young women and with movement guidelines (SOP) and in dealing with adolescents who experience menstrual pain. By holding yoga child pose training, young women can do child pose yoga movements independently to deal with menstrual pain they are experiencing. Young women feel relaxed and comfortable with the child pose yoga movement, besides that it is also easy to do independently.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PALEMBANG Heni Sumastri; Nesi Novita; Amaliah Dwi Putri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1679

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif memberikan manfaat yang besar bagi tumbuh kembang bayi. Sayangnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dan pada khususnya kota Palembang masih terbilang rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Kota Palembang. Metode: Desain penelitian yang digunakan analitik korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Accidental Sampling (Non Probability). Sampel penelitian ini berjumlah 33 responden. Pengambilan data dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Palembang dengan menggunakan lembar kuesioner pada bulan Mei 2021. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p value = 0,012), dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p value = 0,315), pekerjaan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p value = 1,000), tingkat pendidikan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p value = 0,196). Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Palembang tahun 2021 yaitu sikap.
Pengaruh Upright Position terhadap Lama Persalinan Kala 1 Fase Aktif Sumastri, Heni; Rahmaninda, Dwiana AS; Vasra, Elita; Hendawati, Hendawati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.1797

Abstract

Background: Prolonged labor in the active phase of first stage increase discomfort on birthing mother, including experience more pain, anxiety, and fatigue. The discomfort during labor can be decreased by doing a birthing position. This study aims to determine the effect of upright position on the length of labor in the active phase of first stage. Methods: The study used a quasi-experimental posttest only design with control group. A total of thirty birthing mothers in the active phase of first stage became the subject of the study. Subjects were grouped into two: the upright position group (n=15) and the control group (n=15). The upright position group regularly performed an upright position, including squatting and standing during the active phase of first stage labor. The control group was not directed to perform the upright position. The length of labor in the active phase of first stage between two groups was compared when the cervical dilatation reached 10 cm (complete cervical dilatation). Results: Upright position significantly affected the length of labor in the active phase of first stage, p-value=0,009 (<0,05). There were twelve subjects (80%) of upright position group experienced the length of labor in the active phase of first stage less than six hours (fast category). Meanwhile, in the control group, there were only three subjects experienced the length of labor in the active phase of first stage in fast category. Conclusion: The upright position performed by birthing mother has a posiive effect, namely accelerate the duration of labor in the active phase of first stage. Keywords : Upright Position, Length of Labor, The Active Phase of First Stage Labor.
Pengembangan Aplikasi Sleepy Melodies terhadap Proses Hypno Sleeping pada Bayi 0-6 Bulan Wahyuni, Sari; Efrila, Efrila; Pratiwi, Meilicha Anggraini; Vista, Nabilah; Wati, Wahida Rahma; Sumastri, Heni
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.2083

Abstract

Latar Belakang: Tidur yang berkualitas sangat penting dalam pertumbuhan bayi karena pada saat bayi tertidur, hormone pertumbuhan disekresi tiga kali lebih banyak yakni kurang lebih 75% dibandingkan saat bayi terbangun. Anak mengalami masalah tidur setiap malam dikeluhkan oleh orang tua anak sebanyak 36% dan sebanyak 64% mengatakan, bayi dan anak usia prasekolah mereka mengalami kesulitan tidur seperti terbangun ditengah malam beberapa kali. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tidur bayi yaitu dengan metode menenangkan bayi. Salah satu yang paling popular aplikasi yang digunakan untuk menengankan bayi tidur adalah “White Noise Machine”. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengembangkan aplikasi Sleepy Melodies terhadap Proses Hypno Sleeping Pada Bayi 0-6 Bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan aplikasi Sleppy Melodies berbasis android terhadap Proses Hypno Sleeping Pada Bayi 0-6 Bulan. Metode : Desain penelitian ini menggunakan model Research and Development. Peneliti memilih model ADDIE dikarenakan model pengembangan tersebutefektif, dinamis, dan mendukung kinerja program itu sendiri. Sumber data penelitian ini berasal dari ibu yang memiliki anak usia 0-6 bulan, bidan, ahli materi, dan ahli media. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun September – Desember 2023 di PMB Rabiah Palembang. Hasil : Dari hasil uji kelayakan pada pengembangan aplikasi Sleepy Melodies ini dinyatakan sangat layak oleh ahli media dengan nilai 96%, oleh ahli materi dengan nilai 95%, ibu yang memiliki bayi dengan nilai 89%, dan bidan dengan nilai 97%. Kesimpulan : Dari semua hasil uji kelayakan pada pengembangan aplikasi Sleepy Melodies ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi sleepy melodies sangat layak untuk digunakan dengan nilai 94%
Pemberdayaan Siswa, Tenaga Kebersihan dan Orang Tua dalam Mencegah Penyakit DBD dengan Pemberian Tanaman Pengusir Nyamuk Lavender Edyansyah, Erwin; Hermansyah, Herry; NauE, Dian Adhe Bianggo; Sumastri, Heni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v6i2.2669

Abstract

According to WHO, Indonesia is the 2nd country with the largest number of dengue fever cases in the world and the highest in Southeast Asia. In general, dengue fever attacks children or adolescents under the age of 15 years but can also attack adults. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem in the world, including in Indonesia. The importance of this Community Service activity is the high number of DHF sufferers each year. The purpose of this activity is to provide education to children of SDN 149, Gandus District, Palembang and Parents in Lalang Village, Banyuasin Regency. The participatory method of community empowerment, especially school children, will be given education about DHF. The results of community service activities have very good results by seeing the enthusiasm of school students, cleaners and parents in participating in counseling. There is an ability in students and cleaners and parents to know about mosquitoes that cause DHF in answering every question and answer conducted during the counseling. Keywords: school children, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Abstrak Menurut WHO Indonesia merupakan negara ke-2 dengan kasus DBD terbesar di dunia dan sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara. Pada umumnya DBD menyerang anak-anak atau remaja yang berusia kurang dari 15 tahun namun juga bisa menyerang dewasa. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Pentingnya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah masih tingginya angka penderita DBD dalam tiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pada anak-anak SDN 149 kecamatan Gandus Palembang dan Orang Tua di Desa Lalang Kabupaten Banyuasin. Metode partisipatoris pemberdayaan masyarakat khususnya anak sekolah yang akan diberikan edukasi tentang DBD. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan hasil yang sangat baik dengan melihat antusias siswa sekolah, petugas kebersihan dan orang tua dalam mengikuti penyuluhan. Adanya kemampuan pada siswa dan tenaga kebersihan serta orang tua mengetahui tentang nyamuk penyebab DBD dalam menjawab setiap tanya jawab yang dilakukan pada waktu penyuluhan. Kata kunci: anak sekolah, Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pemberdayaan Kelas Ibu Hamil Mengunakan Metode Pembelajaran Hypnoteaching Asmalinda, Wita; Franciska, Yunetra; Shinta Yuka, Aprilia Ayu; Sumastri, Heni; Novita, Nesi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIKEMAS
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v7i1.2922

Abstract

Pregnant women class (KIH) is an adult learning process (Andragogy), which is a learning activity based on learning needs. Effective learning in KIH requires class managers who are able to condition communicative and educational classes, so that KIH participants are able to follow the class well. Hypnotic conditions by exploring the subconscious are a hypnoteaching learning method. The purpose of this community partnership program is to empower pregnant women's classes using the hypnoteaching learning method. This community service activity uses training and mentoring methods with the main targets being KIH managers and KIH participants. The first training was held on September 6, 2021 and continued with mentoring activities for KIH managers on October 21, 2021. The training was held in the pregnant women's class at the Pakjo Palembang Health Center. The number of participants who took part in the activity was 30 people consisting of 10 KIh managers and 20 KIH participants. It was concluded that training and mentoring using the hypnoteaching method was able to improve the skills of pregnant women's class managers and the learning interests of pregnant women's class participants.
Optimalisasi Kontribusi Kader Posyandu dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Sumastri, Heni; Novita, Nesi; Safitri, Putri Eka; Alesia, Clara; Saputri, Tutut Surya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i2.2081

Abstract

Abstract Data shows that the Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still relatively high, namely 305 per 100,000, in South Sumatra itself, the latest data for 2021 is still increasing, namely 131 people (with an MMR of 85 people per 100,000 live births). According to a report by the Central Statistics Agency (BPS), IMR in Indonesia is reported to be 16 per 1,000 live births (KH). The problems faced are related to the still high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) due to a lack of public education and understanding regarding the importance of pregnant women. There is still a lack of knowledge regarding the importance of maintaining health and visiting for pregnancy check-ups. The solution carried out in community service activities is in the form of providing education related to efforts to improve maternal and child health. This community service activity aims to accelerate efforts to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR), Infant Mortality Rate (IMR) and improve the health status of mothers, children and community nutrition. Apart from that, this activity provides education to cadres so that later cadres can continue to provide educational activities in an effort to prevent maternal and child health problems. The benefit of carrying out this activity is that residents, especially mothers and children, know the importance of maintaining health to prevent maternal and child health problems, so that they can improve the health status of mothers, children and community nutrition. Keywords: Maternal Mortality Rate (MMR), Infant Mortality Rate (IMR), Health Status Abstrak Data-data menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 305 per 100.000, untuk di sumatera selatan sendiri data terakhir 2021 masih terus meningkat yaitu sebanyak 131 orang (dengan AKI sebanyak 85 orang per 100.000 kelahiran hidup). Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), dilaporkan AKB di Indonesia yaitu 16 per 1.000 kelahiran hidup (KH). Permasalahan yang dihadapi terkait masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) karena masih kurangnya edukasi dan pemahaman masyakat tentang pentingnya Masih kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan kunjungan untuk pemeriksaan kehamilannya. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa memberikan edukasi terkait upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan meningkatkan status kesehatan Ibu, Anak dan Gizi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memberikan edukasi kepada kader agar nantinya kader dapat melanjutkan kegiatan pemberian edukasi dalam upaya pencegahan masalah kesehatan ibu dan anak. Manfaat dilakukan kegiatan ini adalah agar warga terutama ibu dan anak mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan untuk mencegah terjadinya masalah terhadap kesehatan ibu dan anak, sehingga dapat meningkatkan status kesehatan Ibu, Anak dan Gizi masyarakat. Kata kunci : Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Status Kesehatan
Implementasi Keperawatan Silent Treatment Pada Pasien Skizofrenia Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Pastari, Marta; Martini, Sri; Sumastri, Heni; Athiutama, Ari; Febriani, Indra; Aguscik, Aguscik; Prasetyo, Bagas
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v5i2.3518

Abstract

Background: Risk Violent behavior is a type of risky behavior directed towards oneself, others, or the environment. Aggressive behavior towards oneself can lead to self-harm actions up to suicide or neglecting oneself in the form of self-neglect. Violence against others is an act of aggression with the intent to cause harm or make others suffer. Objective: To describe the implementation of behavioral therapy in patients with schizophrenia who have issues with violent behavior risk. Method: Method In this study, the author uses a descriptive method where the researcher will describe the implementation of behavioral therapy at Ernaldi Bahar Hospital in South Sumatra Province. Results: The implementation of behavioral therapy on schizophrenia patients with a risk of violent behavior can be carried out well according to the established plan. The researchers evaluated the four patients and found that the implementation of behavioral therapy could help the patients control feelings of annoyance and anger, making them calmer and less prone to quick emotional outbursts, thereby reducing the symptoms of violent behavior risk experienced by the patients. Conclusion: The researcher hopes that the patients can maintain and implement what has been taught to them on how to control the risk of violent behavior through behavioral therapy. The researcher also hopes for the involvement of the patient's family in helping the patient control the risk of violent behavior by reminding or motivating the patient not to stop taking medication.
PENERAPAN MODEL INTERPROFESSIONAL COLLABORATION ONE TEAM ONE FAMILY MENUJU DESA SEHAT Pastari, Marta; Sumastri, Heni; Martini, Sri; Athiutama, Ari; Pebriani, Indra; Aguscik, Aguscik; Mangunsong, Sonlimar
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7308

Abstract

Bentuk peran serta masyarakat dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko PTM secara terpadu dilakukan di Posbindu PTM. Pada tahun 2021, sudah terbentuk 9 Posbindu PTM di wilayah kerja UPTD Tanjung Agung, namun belum pernah lagi dilakukan refreshing kader terutama mengenai PTM. Kemudian di tahun 2021 ini juga dilaporkan, persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sebayak 100%, dengan jumlah penderita sebanyak 1507 penderita dari total penduduk sebanyak 5205 jiwa (DESA TANJUNG AGUNG, 2021). Pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung dilaporkan, jumlah pasien gangguan jiwa (ODGJ) sebanyak 208 pasien. Hasil pendataan menggunakan kuesioner Prokesga di Dusun I-VI Desa Tanjung Agung didapatkan bahwa terdapat 8 orang yang mengalami gangguan jiwa dan salah satunya terlantar, ODGJ tersebut berada di Dusun 3 (DESA TANJUNG AGUNG, 2021). Dari 601 orang remaja Desa Tanjung Agung Dusun 1-6, terdapat 303 (50,4%) remaja yang belum mendapatkan pendidikan seks. Hal ini menyebabkan banyak remaja yang hamil di bawah umur 18 tahun. Sehingga Solusi permasalahan yang ditawarkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa koordinasi rencana kegiatan dengan kepala desa, kader dan tokoh masyarakat yang meliputi persiapan tempat pelaksanaan, waktu serta jumlah peserta yang dapat hadir dalam kegiatan tersebut, penyuluhan kesehatan dan demonstrasi, pendampingan dan refreshing kader kesehatan, monitoring evaluasi; pemantapan keberlanjutan program dengan pendampingan kader kesehatan sehingga tujuan kegiatan akan tercapai (100% pengetahuan masyarakat dan kader meningkat; meningkatnya peran kader kesehatan untuk memantapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan Posyandu Anak dan Balita, Lansia, Jiwa serta Remaja; informasi didapatkan melalui WAG dengan kader kesehatan). Berdasarkan target capaian dan hasil kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa setelah intervensi diberikan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Meningkatnya pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Agung untuk menjadi role model peningkatan pengetahuan keluarga mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM); Hipertensi, Pendidikan Seks Pada Remaja dan Bahayanya Pernikahan Dini, Pentingnya Peran Keluarga sebagai Caregiver ODGJ di Dusun I-VI Desa Tanjung Agung; 2) Meningkatnya pengetahuan kader dalam menerapkan pendidikan kesehatan untuk menurunkan kejadian hipertensi, pernikahan dini dan penelantaran ODGJ di Dusun I-VI Desa Tanjung Agung; 3) Meningkatnya peran kader kesehatan untuk memantapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan Posyandu Anak dan Balita, Lansia, Jiwa serta Remaja melalui kegiatan refreshing kader dan monitoring evaluasi
The Impact of Modifying Lema (Lego and Maze) Game on Stimming Behaviors in Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) Marta Pastari; Meilina Meilina; Sri Martini; Sri Endriyani; Heni Sumastri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4898

Abstract

ABSTRACT Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) often exhibit self-stimulation behaviors (stimming), such as repetitive movements, sounds, or actions, which can disrupt therapy sessions and social interactions. These behaviors can impede the development of social skills and focus. Given the importance of non-invasive interventions, modifying play-based activities such as LEGO and maze games (LEMA) has been explored as a potential method to reduce stimming behaviors. (LEMA) game on reducing self-stimulation (stimming) behaviors in children with Autism Spectrum Disorder (ASD). The research employed an A-B-A design, including a baseline phase (A1), an intervention phase (B), and a post-intervention phase (A2), conducted over 12 sessions. Two children, RFQ and HG, both of whom exhibited frequent stimming behaviors, were selected as participants. The intensity of their stimming behaviors was measured before and after the intervention using observational data. The data were analyzed using visual analysis to identify changes in the frequency and intensity of stimming behaviors across phases. Additionally, percentage of non-overlapping data (PND) was calculated to evaluate the effectiveness of the intervention data. The findings showed that stimming behaviors in both children, which originally lasted approximately 390 seconds during the baseline phase (A1), significantly decreased during the intervention phase (B), with durations reduced to 48-55 seconds. After the intervention was stopped, stimming behaviors remained reduced in the post-intervention baseline phase (A2), indicating the effectiveness of the LEMA game in reducing these behaviors. Modifying the LEGO and Maze (LEMA) game effectively reduced self-stimulation behaviors in children with ASD. The results align with previous studies suggesting that structured play interventions, like LEGO and maze activities, can enhance focus and reduce repetitive behaviors in children with ASD.