Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Presence of Methanol In Alcoholic Beverages Analyzed Using Qualitative Method Navianti, Diah; Tarmizi, Muhammad Ihsan; Holifah, Sinta Nur
Jurnal Teknologi Laboratorium Vol 7 No 2 (2018): 2018 (2)
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.192 KB) | DOI: 10.29238/teknolabjournal.v7i1.117

Abstract

An alcoholic beverage contains ethyl alcohol or ethanol (C2H5OH)that is produced from fermentation or distillation of sugars. In many cases, either producers or consumers add ethanol with denaturated alcohol containing methanol (CH3OH) as an additive. Methanol can cause blindness and induce comas, and it is deadly in high doses. This study aimed at investigating the presence of methanol or methyl alcohol in alcoholic beverages sold in Palembang, Indonesia. Seventeen samples collected from small shops and supermarkets were taken by accidental sampling. A chromotropic acid method was used to examine the presence of methanol. The results showed that there were 18% of the samples was positive, and 82% was negative. Based on alcohol content, the research showed that all (100%) samples of group A were negative; 33% of group B was positive, and 33% of group C was positive. The study indicated that methanol was still present in alcoholic drinks sold in markets. The government should inform the society that denatured alcohol contains methanol and, therefore, should not be feasible to consume.
PENGARUH KONSENTRASI PERENDAMAN AIR PERASAN BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi) TERHADAPPENURUNAN KADAR KADMIUM PADA IKAN LAUT YANG DIJUAL DI PASAR TRADI NURHAYATI NURHAYATI; DIAH NAVIANTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.924 KB)

Abstract

Ikan bawal Hitam (Fermio Niger) merupakan salah satu komoditi laut yang dihasilkan dari perairan Sungsang Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil uji pendahuluan ikan bawal hitam yang merupakan salah satu ikan laut jenis Demersal yang mempunyai kandungan Cadmium yang melebihi batas maksimum SNI. Kadmium yang merupakan salah satu logam berat yang bersifat racun dan merugikan semua organisme, pada manusia mempunyai efek akut yaitu dapat merusak system pencernaan, pernapasan bahkan kematian, serta efek kronis berupa karsinogenik. Upaya menurunkan kandungan Cadmium pada makanan banyak dilakukan dengan penambahan bahan sekuestran (Chelating agents). Kandungan asam sitrat sebagai salah satu sekuestran dapat ditemukan pada belimbing wuluh (Averrhoa blimbi) yang berfungsi sebagai senyawa yang mengikat logam berat sehingga mengurangi daya toksisitasnya. Permasalahan yang akan diteliti pengaruh konsentrasi perendaman air perasan Belimbing Wuluh (Averrhoablimbi) terhadap kadar Cadmium pada ikan laut yang dijual di Pasar Tradisional kota Palembang. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan rancangan percobaan RAL. Konsentrasi perendaman Belimbing Wuluh yaitu 0%,25%, 50% dan 100% selama 30 menit. Hasil dianalisa dengan menggunakan Uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni. Hasil penelitian perendaman dengan airperasan belimbing wuluh konsentrasi 50% dan 25% dapat menurunkan kadar Cadmium pada ikan secara bermakna Dapat di simpulkan ada Pengaruh Konsentrasi Perendaman Air Perasan Belimbing Wuluh (Averrhoablimbi) Terhadap Penurunan Kadar Kadmium Pada Ikan Laut yang dijual di Pasar Tradisional Palembang. Manfaat dari penelitian, diharapkan bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengaruh konsentrasi perendaman air perasan Belimbing Wuluh (Averrhoablimbi) terhadap kadar Kadmium pada ikan laut.
PERBANDINGAN KADAR TIMBAL DALAM BAYAM AMARANTHUS TRICOLOR L BERDASARKAN JARAK LOKASI PENANAMAN DARI JALAN RAYA KOTA PALEMBANG CAHYA NINGRUM YUNIARTI; DIAH NAVIANTI; WITI KARWITI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7786.602 KB)

Abstract

Sayuran adalah salah satu sumber bahan makanan yang banyak mengandung nutrisi. Sa/ah satu sayuran yang memiliki nutrisi yang banyak adalah bayam. Bayam yang memiliki nama ilmiah Amaranthus spp. ini merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Menurut Ahmad R (1994), pencemaran logam timbal telah menyebabkan sayuran yang ditanam dekat jalan raya padat lalu lintas mengandung timbal di atas ambang batas yang ditentukan oleh WHO, yakni sebesar 15, 5 ppm sampai 29,9 ppm. Sumber utama pencemaran timbal yaitu dari emisi kendaraan bermotor. Timbal yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti anemia, kerusakan ginjal, merusak sistem saraf, dll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar timbal (Pb) dalam bayam (Amaranthus tricolor L) berdasarkanjarak lokasi penanaman dari jalan raya di kota Palembang. Penelitian ini bersifat analitik observasional. Pengambilan sampel dilakukan di petak kebun bayam cabut putih (Amaranthus tricolor L) yang terdapat di JalanPangeran Ayin Kenten Palembang. Sampel penelitian adalah bayam cabut putih yang diambil secara acak sederhana. Metode pemeriksaan timbal menggunakan metode spektrofotometri dengan AAS.Dari hasil analisa data maka didapatkan rata-rata kadar Timbal (Pb) dalam bayam yang ditanam pada jarak 100 meter dari jalan raya adalah 19,93480 ppm lebih tinggi dibandingkan rata-rata kadar Timbal (Pb) dalam bayam yang ditanam pada jarak > 100 meter dari jalan raya adalah 16, 5 67 48 ppm. Dari data ini tergambar rata-rata. Tetapi setelah dilakukan uji statistik bahwa tidak ada perbedaan antara jarak penanaman dari jalan rayadengan peningkatan kadar timbal (Pb) dalam bayam dengan P Value 0,655. Konsentrasi rata-rata kadar timbal adalah 3,367320 ppm melebihi batas nilai yang ditetapkan oleh Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan yaitu 2, 0 ppm. Dengan demikian walaupun tidak ada perbedaan yang bermakna disarankan agar masyarakat tetap harus memperhatikan jarak penanaman dari jalan raya terhadap peningkatan kadar timbal (Pb).
Pengaruh Perendaman Dengan Kertas Koran Dalam Air Panas Terhadap Kadar Timbal (Pb) Pada Ikan Asin Diah Navianti; Witi Karwiti; Anton Syailendra; Rara Tarika
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.773 KB) | DOI: 10.36086/jpp.v1i12.139

Abstract

Pada prinsipnya pengolahan ikan asin adalah usaha untuk memperpanjang umur simpan ikan dengan cara menambahkan garam dan selanjutnya dikeringkan, sehingga diharapkan mikroba pangan dan mikroba pembusuk dapat dicegah pembusukannya. Tetapi rasa asin yang begitu tinggi tidak disukai oleh masyarakat, sehingga masyarakat melakukan suatu upaya dengan cara merendam dalam air yang ditambahkan kertas Koran. Kebiasaan masyarakat untuk merendam dengan air dapat menggunakan air biasa(suhu kamar) atau air panas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah penggunaan kertas koran dan air panas dalam proses perendaman ikan asin yang dapat membahayakan konsumen. Karena timbal yang terdapat pada tinta koran dapat masuk kedalam daging ikan melalui proses difusi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perendaman dengan kertas korandalam air panas terhadap kadar timbal (Pb) pada ikan asin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental. Populasi dan sampeldalam penelitian ini adalah ikan asin yang dijual oleh pedagang di pasar 10 Ulu Palembang. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang diambil adalah ikan asin yang berukuran besar dan berdaging tebal. Dari 28 pedagang ikan asin dipasar 10 Ulu kota Palembang terdapat 11 jenis ikan asin yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel. Analisis data yang digunakan adalah uji t - dependen. Data diolah dengan bantuan software komputer.Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar timbal (Pb) pada ikan asin sebelum direndam dengan kertas koran dalam air panas adalah 0,4370 ppm dengan median sebesar 0,429 ppm dan standar deviasi 0,1392 ppm. Sedangkan kadar minimumnya 0,2534 ppm dan kadar maksimumnya 0,6369 ppm. Hasil rata-rata kadar timbal (Pb) pada ikan asin sesudah direndam dengan kertas koran dalam air panas selama 25 menit adalah 0,5432 ppm dengan median sebesar 0,4463 dan standar deviasi 0,2827 ppm. Sedangkan kadar minimumnya 0,2781 ppm dan kadar maksimumnya adalah 1,2393 ppm.Persentase perbedaan rata-rata kadar timbal (Pb) pada ikan asin sebelum direndam dengan kertas koran dalam air panas dari kadar timbal (Pb) pada ikan asin sesudah direndam dengan kertas koran dalam air panas selama 25 menit adalah 24,30 %. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh P value sebesar 0,311, sehingga menunjukan hasil yang bermakna dari Į (P value > Į = 0,025) pada kadar timbal (Pb) pada ikan asin sebelum direndam dan sesudah direndam dengan kertas koran dalam air panas selama 25 menit. Jadi dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh perendaman dengan kertas koran dalam air panas terhadap kadar timbal (Pb) pada ikan asin. Disarankan kepada instansi terkait untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang alternatif lain dalam mengurangi kadar garam pada ikan asin sebelum dikonsumsi untuk menghindari adanya kontaminasi timbal (Pb) pada ikan asin, misalnya melakukan perendaman dengan air garam jenuh atau garam berlebih.
Pengaruh Jenis Air Yang Digunakan Terhadap Kadar Klorin Pada Air Seduhan Kertas Pembungkus Teh Celup Nurhayati Ramli; Diah Navianti; Witi Karwiti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.656 KB)

Abstract

Saat ini masyarakat lebih suka menyeduh teh celup karena praktis. Namun, tidak semua mengetahui dampak buruk dari klorin yang terdapat dalam kertas pembungkus teh celup tersebut. Penelitian ini bersifat pra eksperimental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis air dan perlakuan suhu terhadap kadar klorin pada air seduhan teh celup. Sampel penelitian diambil dari semua jenis air (air PDAM, air sumur, air minum kemasan bermerk patent, dan isi ulang) yang digunakan oleh masyarakat di Jalan Sukabangun I Km. 6,5 Palembang untuk menyeduh teh celup. Dalam penelitian ini, teh celup direndam dalam jenis air yang berbeda selama 3 menit pada suhu yang berbeda yaitu suhu 660C dan 1000C. Kadar klorin dalam sampel diperiksa menggunakan spektrofotometer. Uji Anova dan uji T digunakan untuk menganalisa pengaruh jenis air dan suhu terhadap kadar klorin. Berdasarkan uji statistik menggunakan Anova, diketahui ada pengaruh jenis air yang digunakan terhadap kadar klorin dalam air seduhan teh celup (p=0,008). Adapun jenis air yang berhubungan signifikan adalah antara kadar klorin pada air seduhan teh celup yang dilarutkan dengan menggunakan air minum kemasan (bermerk paten) dan air PDAM (p = 0,048), serta antara air PDAM dan air minum kemasan (isi ulang), yaitu p = 0,028. Uji T menunjukkan bahwa setelah direndam selama 3 menit pada suhu 660C, kadar klorin pada air PDAM, air sumur, air minum kemasan bermerk patent, dan isi ulang adalah 0,9940 ppm, 0,8660 ppm, 0,780 ppm, dan 0,5420 ppm. Sedangkan setelah direndam pada suhu 1000C, rata-rata kadar klorinnya adalah 0,9660 ppm, 0,9740 ppm, 0,70020 ppm, dan 0,5820 ppm. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kedua perlakuan suhu terhadap kadar klorin pada air seduhan kertas pembungkus teh celup (p = 0,299). Walaupun secara statistik tidak ada pengaruh signifikan antara perlakuan suhu terhadap kadar klorin, tetap disarankan untuk menggunakan air bersuhu dispenser (66oC) dalam membuat seduhan teh celup, karena secara teori peristiwa osmosis yang terjadi bisa disebabkan oleh pengaruh suhu. Selain itu disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan air minum dalam kemasan baik yang bermerk patent maupun isi ulang dalam membuat seduhan teh celup.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA GURU – GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN SUKARAMI PALEMBANG TAHUN 2016 Nurhayati Nurhayati; Diah Navianti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.235

Abstract

Data Kemenkes tahun 2015 menunjukkan faktor risiko perilaku penyebab terjadinya penyakit tidak menular (PTM) adalah penduduk kurang aktifitas fisik (26.1 %), Diabetes Mellitus (DM) termasuk dalam penyakit tidak menular. Menurut international diabetic federation faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Melitus adalah riwayat penyakit keluarga, kurang aktifitas fisik, usia diatas 45 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, gaya hidup dan stres. Dari survei yang dilakukan guru dibeberapa sekolah dasar di Kecamatan Sukarami memiliki risiko ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah diperolehnya data awal terhadap beberapa guru di SDN di Kecamatan Sukarami masih kurang dalam pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 dan juga komplikasinya, sehingga ada 39 % guru di SDN 133 yang memiliki kadar gula tinggi. Sedangkan di SDN 132 ada 33 % guru dengan kadar gula yang tinggi. Ditambah dengan tekanan darah yang juga tinggi sebesar 46 % pada guru di SDN 133 Sukarami Palembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko terjadinya kejadian penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 pada guru di SDN kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD di Kecamatan Sukarami Palembang. Metode pengambilan sampel secara Simple Random sampling. Sampel yang diambil adalah guru – guru di empat SDN yang terpilih secara random sebanyak 125 orang guru . Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Data akan diolah dengan bantuan software komputer. Ada hubungan antara Tekanan darah, Umur, IMT, Aktifitas fisik (olahraga) dengan kadar glukosa darah sewaktu pada guru SD Negeri di Kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Tidak ada hubungan antara Jenis kelamin dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah pada guru-guru SDN di Kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Disarankan pada guru SD Negeri di Kecamatan Sukarami Palembang agar dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara berolahraga dengan cukup supaya guru yang memiliki kadar glukosa darah diatas nilai normal tidak mengalami peningkatan.
Perilaku Hygiene Sanitasi Penjamah Makanan di Rumah Makan Padang Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang Khairil Anwar; Diah Navianti; Sasma Rusilah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3302

Abstract

Hygiene sanitasi makanan adalah Kebersihan individu terutama penjamah makanan  yang bekerja langsung dalam pengolahan pangan karena penjamah makanaan dapat  mencemari bahan pangan. Oleh karena itu kebersihan individu dalam pengolahan makanan merupakan salah satu hal yang penting agar produk pangannya aman untuk dikonsumsi. Selain pengolahan, penyimpanan dan penyajian makanan yang baik dan benar juga merupakan hal yang penting agar dapat menjaga mutu dan keamanan hasil olahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya prilaku Hygiene Sanitasi Penjamah Makanan di Rumah Makan Padang Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat  Kota Palembang. Metode Penelitian ini adalah survey bersifat deskriftif yaitu melihat gambaran prilaku hygiene sanitasi penjamah makanan di Rumah makan Padang Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 28 responden (63,3%) berpendidikan tinggi, 37 responden (90,2%) yang berpengetahuan baik, 28 responden (68,3%) yang memiliki tindakan baik, 39 responden (95,1%) yang memiliki sikap baik,  penjamah makanan yang berpendidikan tinggi memiliki tindakan baik sebanyak  25 penjamah (61,0%), sedangkan penjamah makanan yang memiliki pengetahuan  baik dan tindakan baik sebanyak  27 penjamah makanan  (65,8%). Disarankan  kepada penanggung jawab rumah makan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan penjamah  makanan  dan kepada Dinas Kesehatan Kota Palembang agar dapat melakukan pengawasan secara berkala terhadap Rumah makan dan mengadakan pelatihan  higiene sanitasi bagi penjamah makanan.
GAMBARAN PROTEINURIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RUMAH SAKIT KOTA PALEMBANG TAHUN 2019 Desty Mutiara Rezky; Diah Navianti; Nurhayati
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 1 No 1: Oktober 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v1i1.15

Abstract

Preeclampsia is a disorder in pregnancy. Preeclampsia is the presence of hypertension accompanied by oedema due to pregnancy and the most important sign is the presence of proteinuria. Proteinuria occurs later in the early pregnancy until it finally appears at the end of the trimester of pregnancy. This study was aimed to describe the proteinuria of third trimester pregnant women at Hospital Palembang in 2019 based on age, gravida status, occupation, history of hypertension and weight gain during pregnancy. It was a descriptive research with approach cross sectional. The research sample consisted of 65 third trimester pregnant women taken by accidental sampling technique. Proteinuria was examined with a dipstick method that is read with a verify U120 urine analyzer. The results showed 23.1% of samples were positive one and 7.7% positive two; A high percentage of protein in urine occurred in pregnant women based on risky age <20 atau ?35 (36,4%), based on gravida status in primigravida (53,6%), based on occupation in house wife category (37,5%), based on history of hypertension with there history of hypertension before pregnant (100%), based on weight gain of obese category (50%). It is recommended for pregnant women to do a complete urine examination every time they do a laboratory examination.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA IBU HAMIL DI RS BHAYANGKARA KOTA PALEMBANG Olivia Andini; Diah Navianti; Ardiya Garini
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1296

Abstract

Latar Belakang: Kelainan jumlah trombosit (trombositosis atau trombositopenia) dapat terjadi selama kehamilan. Trombositosis pada kehamilan akan menyebabkan gangguan aliran darah sehingga bisa menyebabkan keguguran atau persalinan prematur sedangkan trombositopenia menyebabkan perdarahan maupun memperpanjang masa perdarahan pasca persalinan yang menyebabkan anemia bahkan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit pada ibu hamil di RS Bhayangkara Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan jumlah trombosit yang digunakan adalah metode otomatis. Besar sampel adalah 45 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah trombosit ibu hamil adalah 241.467/mm3 dengan jumlah trombosit terendah 122.000/mm3 dan jumlah trombosit tertinggi 642.000/mm3. Berdasarkan umur, 33 orang ibu hamil dengan kategori umur tidak berisiko terdapat 2 orang (6.1%) trombositopenia dan 1 orang (3.0%) trombositosis sedangkan 12 orang ibu hamil dengan kategori umur berisiko terdapat 1 orang (8.3%) trombositopenia dan 1 orang (8.3%) trombositosis. Berdasarkan usia kehamilan, 6 ibu hamil trimester I tidak terdapat jumlah trombosit abnormal, 10 orang ibu hamil trimester II terdapat 1 orang (10%) trombositopenia dan 1 orang (10%) trombositosis, sedangkan 29 orang ibu hamil pada trimester III terdapat 2 orang (6.9%) trombositopenia dan 1 orang (3.4%) trombositosis. Kesimpulan: Jumlah trombosit dari 45 ibu hamil didapatkan 3 orang (6.7%) trombositopenia, 40 orang (88.9%) jumlah trombosit normal dan 2 orang (4.4%) trombositosis. Dengan demikian, kepada masyarakat terutama ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan trombosit selama masa kehamilan untuk menjaga jumlah trombosit dalam batas normal.
KARAKTERISTIK PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI TERHADAP KADAR ASAM URAT DI RS BHAYANGKARA PALEMBANG Nurhidayah Nurhidayah; Nurhayati Nurhayati; Diah Navianti; Yusneli Yusneli; Itail Husna Basa; Anton Syailendra
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 1 No 2 (2021): JMLS : Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.46 KB) | DOI: 10.36086/medlabscience.v1i2.1102

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Komplikasi diabetes menyebabkan terjadi proses oksidasi Keadaan ini merusak dinding bagian dalam dari pembuluh darah, dan menarik lemak yang jenuh menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga reaksi inflamasi terjadi yang membuat dinding pembuluh darah menjadi keras, kaku dan akhirnya timbul penyumbatan yang mengakibatkan perubahan tekanan darah yang dinamakan hipertensi. Selanjutnya hipertensi akan menurunkan aliran darah ke ginjal, sehingga menstimulasi reabsorpsi asam urat juga memperbesar risiko penyakit mikrovaskuler yang dapat memicu iskemia jaringan.Tujuan Penelitian: Mengetahui kadar asam urat pada penderita asam urat dengan hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Mei 2020 Sampel pasien dm tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit bhayangkara Palembang Tahun 2020. Hasil Peneltian : dari 37 pasien kadar asam urat tinggi sebanyak 16 orang (42,3%). Berdasarkan umur,> 50 tahun diperoleh 11 orang (47,8 %) kadar asam urat tinggi dan ≤ 50 tahun diperoleh 5 orang (35,7%) kadar asam urat tinggi. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 14 orang (66,7%) kadar asam urat tinggi dan perempuan 2 orang (16,7%) kadar asam urat tinggi. Berdasarkan Indeks masa tubuh kategori normal 4 orang (26,7%) kadar asam urat tinggi, kategori kurus 1 orang (16,7%) kadar asam urat tinggi dan kategori gemuk 11 orang (31,3%) kadar asam urat tinggi. Kesimpulan : masih ditemukannya kadar asam urat yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi. Kata kunci : Diebetes, Hipertensi, Asam Urat ABSTRACT Background: Complications of diabetes occur because a high change in blood sugar will stick to the walls of blood vessels and there is an oxidation. This condition damages the inner wall of the blood vessels, and pulls the saturated fat attached to the blood vessel walls, so that inflammatory reactions occur, stiff and eventually arises blockages resulting in a change of blood pressure called hypertension. Further hypertension will lower the blood flow to the kidneys, thus stimulating the reabsorption of uric acid also enlarges the risk of microvascular diseases that can trigger tissue ischemia. Research Purposes: To describe the uric acid level in type 2 Diabetes mellitus patients with hypertension. Research method: It was a descriptive research with cross sectional approach. The study was held in February – May 2020. Sample was type 2 DM patient with hypertension at Bhayangkara Hospital Palembang year 2020. Results: 16 of 37 (42.3%) patients have high uric acid levels. Based on age, 11 people (47.8%) among > 50 years have high uric acid levels and 5 people (35.7%) among ≤ 50 years have high uric acid levels. Based on gender, 14 (66.7%) male respondents habe high uric acid levels and 2 women (16.7%) have high uric acid levels. Based on body mass index, 4 people (26.7%) with normal BMI have high uric acid levels, 1 skinny person (16.7%) has high uric acid levels and 11 respondents of fat category (31.3%) have high uric acid levels. Conclusion: Patients with diabetes mellitus type 2 with hypertension have high levels of uric acid. Keywords: Diabetics,Hypertension, Gout