Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Correlation of pregnancy classes on knowledge and attitudes about childbirth preparation at Puskesmas Terminal Banjarmasin Karmila, Sari; Palimbo, Adriana; Lestari, Yayuk Puji; Dona, Sismeri; Jannah, Raudhatul
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.92

Abstract

Background: Maternal mortality remains a critical public health concern in Indonesia. Pregnancy classes are a strategic intervention to enhance maternal knowledge and attitudes towards childbirth preparation, yet participation rates and their impact require further investigation, particularly at the primary healthcare level. Objective: This study aimed to analyze the correlation between participation in pregnancy classes and the level of knowledge and attitudes regarding childbirth preparation among pregnant women at the Terminal Banjarmasin Community Health Centre. Method: An analytical cross-sectional study with a correlational design was conducted from May to July 2025. A total population sample of 34 pregnant women registered in the classes was enrolled. Data were collected using an attendance sheet and a validated questionnaire on knowledge (20 Guttman-scale items) and attitudes (18 Likert-scale items). Data analysis employed Fisher's Exact Test to determine the relationship between attendance (categorized as optimal [≥4 sessions] or suboptimal [<4 sessions]) and knowledge/attitude levels, with a significance level of α=0.05. Results: The majority of participants (70.6%) had suboptimal attendance. Half (50%) had insufficient knowledge and 55.9% held a negative attitude. A statistically significant correlation was found between optimal class attendance and higher knowledge levels (p < 0.001) and more positive attitudes (p < 0.001). All participants with optimal attendance had sufficient/good knowledge and positive attitudes. Conclusion: Optimal participation in pregnancy classes is significantly correlated with improved knowledge and positive attitudes towards childbirth preparation. Program strategies should shift focus from mere enrolment to ensuring consistent attendance and completion to maximize educational outcomes and contribute to safer childbirth practices.
The Relation of Pregnant Women's Class Participation and Childbirth Preparation in Third-Trimester Pregnant Women Meliyanti, Selvi; Hidayah, Nurul; Dona, Sismeri; Maolinda, Winda
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v11i2.19099

Abstract

The maternal mortality rate remains high both globally and in Indonesia. Approximately 75% of these deaths are due to complications during pregnancy and childbirth. Therefore, childbirth preparation is essential. Active participation in pregnant women's class activities at least four times during pregnancy is recommended. However, class participation at the Long Kali Community Health Center is still low, with only 53% attendance. This research aims to determine the relationship between active participation in pregnant women's classes and preparation for childbirth among third-trimester pregnant women in the Long Kali Community Health Center's working area. The research method used is descriptive analytics with a cross-sectional approach. The research population consisted of all third-trimester pregnant women who participated in pregnant women's class activities, with a sample size of 33. A questionnaire was used as the instrument for data collection. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that the majority of respondents were aged 20-35 years (72.7%), had low education levels (48.5%), were not employed (81.8%), had multiparous parity (51.5%), actively participated in class activities (63.6%), and were prepared for childbirth (57.6%). The statistical test results showed a p-value of 0.001, indicating a significant relationship between active participation in pregnant women's classes and childbirth preparation among third-trimester pregnant women in the Long Kali Community Health Center's working area.
Faktor Usia, Paritas dan Infeksi Saluran Kemih pada Kejadian Partus Prematurus Imminens Herni, Nida; Istiqamah; Mariana, Frani; Dona, Sismeri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1014

Abstract

Pendahuluan: Partus Prematurus Imminens (PPI) adalah suatu ancaman pada kehamilan dimana timbulnya tanda persalinan pada usia kehamilan yang belum aterm dan berat badan lahir bayi kurang dari 2500 gram. Di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan terjadi peningkatan kasus PPI dari tahun 2019 sampai dengan 2021, yaitu dari 8% menjadi 13,3%. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk engetahui faktor penyebab kejadian PPI di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling yang berjumlah 93 ibu hamil. Hasil: Dari 93 ibu hamil yang mengalami PPI didapatkan bahwa usia terbanyak terjadi pada 20-35 tahun dengan jumlah 59 orang (63,4%), paritas terbanyak terjadi pada nulipara yaitu 37 orang (39,8%) dan kasus terbanyak terjadi pada ibu hamil yang tidak mengalami infeksi saluran kemih berjumlah 54 orang (58,1%). Hasil uji analisis untuk hubungan faktor usia (ρ value = 0,028), paritas (ρ value = 0,0211) dan ISK (ρ value = 0,001). Simpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, paritas dan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan kejadian Partus Prematurus Imminens (PPI) di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan pada tahun 2022.
Identifikasi Komplikasi Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Tumbang Napoi Aswanti; Lathifah, Nur; Suhartati, Susanti; Dona, Sismeri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1020

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data Puskesmas Tumbang Napoi dari tahun 2020 s/d 2022 ditemukan 1 kematian ibu dan 3 kematian bayi ,terjadi kasus komplikasi pada tahun 2020 sebanyak 10 dari 45 ibu hamil (22%). Tujuan: Mengidentifikasi komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tumbang Napoi berdasarkan usia dan paritas. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 orang ibu hamil dan bersalin. Hasil: Hasil penelitian komplikasi kehamilan Abortus spontan, Kehamilan ektopik, Hiperemsis gravidarum, Anemia, Demam tinggi, Perdarahan antepartum, Ketuban pecah diniberdasarkan usia yang paling banyak mengalami komplikasi yaitu pada usia 20-35 tahun, anemia 7 orang, abortus spontan 5 orang. Berdasarkan paritas menunjukkan komplikasi kehamilan tertinggi terjadi pada paritas nulipara, dengan kejadian terbanyak abortus spontan dan anemia. komplikasi persalinan adalah Pendarahan, Infeksi persalinan, Preeklamsia dan eklamsia, Partus lama. Berdasarkan usia terbanyak pada usia > 35 tahun yaitu pendarahan dan paritas grandemultipara perdarahan. Simpulan: Komplikasi kehamilan paling banyak terjadi adalah anemia,banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paritas multipara. Komplikasi persalinan terbanyak adalah perdarahan dan partus lama, perdarahan ini paling banyak terjadi pada kelompok usia > 35 tahun dan paritas grandemultipara.
Efektivitas Teknik Slow Deep Breathing terhadap Respons Psikologis Ibu Bersalin Kala I di RSD Idaman Banjarbaru Dona, Sismeri; Handira , Belva Rizqy; Istiqamah, Istiqamah; Rahmawati , Dwi
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.8148

Abstract

Proses persalinan tidak hanya melibatkan perubahan fisiologis, tetapi juga respons psikologis yang dapat memengaruhi pengalaman persalinan ibu. Kecemasan dan ketegangan selama persalinan diketahui dapat meningkatkan persepsi nyeri serta berpotensi memengaruhi kemajuan persalinan. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk membantu ibu mengelola respons psikologis selama persalinan adalah teknik relaksasi pernapasan, seperti slow deep breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik slow deep breathing terhadap kondisi psikologis ibu bersalin di RSD Idaman Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan posttest-only control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n = 15) dan kelompok kontrol (n = 15) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan latihan teknik slow deep breathing selama proses persalinan, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Kondisi psikologis ibu diukur menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s alpha = 0,82). Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kondisi psikologis pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (55,93 vs 34,80). Sebagian besar responden pada kelompok intervensi berada pada kategori kondisi psikologis baik (66,7%) dan sangat baik (33,3%), sedangkan pada kelompok kontrol mayoritas responden berada pada kategori sedang (60%) dan buruk (20%). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa teknik slow deep breathing berpotensi membantu meningkatkan kondisi psikologis ibu selama proses persalinan. Oleh karena itu, teknik ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan dalam mendukung kenyamanan psikologis ibu selama persalinan.
Studi Deskriptif Upaya Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara Tahun 2022 Arbayanti, Arbayanti; Dona, Sismeri; Darsono, Putri Vidiasari; Istiqamah, Istiqamah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1059

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki angka kematian ibu (AKI) bersalin yang cukup tinggi. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah upaya pemerintah untuk menurunkan AKI. Pelaksanaan P4K yang difasilitasi bidan di desa dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman serta persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta penggunaan KB pascapersalinan, termasuk perencanaan untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu. Tujuan: Mengetahui upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi di Puskesmas Lanjas, Kabupaten Barito Utara. Metode: Penelitian dengan desain deskriptif. Sampel adalah ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Lanjas yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Lanjas pada tahun 2022 sebanyak 70 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara tahun 2022 menunjukkan bahwa yang menerapkan P4K sebanyak 47 orang (67,1%) dan yang tidak menerapkan P4K sebanyak 23 orang (32,9%). Simpulan: Penerapan P4K di Puskesmas Lanjas sebesar 67,1% menerapkan dan 32,9% tidak menerapkan. Puskesmas diharapkan meningkatkan pelaksanaan program dengan diadakan kembali refreesing kembali dengan sweeping ke rumah ibu-ibu hamil agar hubungan dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan ibu hamil lebih dekat.
Edukasi Pemeriksaan IVA Dan Pap Smear Di Wilayah Desa Murung Selong Mimi; Friscila, Ika; Dona, Sismeri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 4 No 1 (2026): ABDINUSA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bina Usada Bali
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/abdinusa.v4i1.637

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi tantangan, terutama pada wanita usia subur (WUS), yang dapat dicegah melalui deteksi dini seperti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap smear. Namun, rendahnya pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai pentingnya pemeriksaan tersebut menjadi kendala dalam upaya pencegahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS tentang deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan kesehatan dengan media leaflet di Desa Murung Selong. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi melalui kuesioner pengetahuan pretest dan posttest. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang WUS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana sebelum penyuluhan hanya 20% peserta memiliki pengetahuan kategori baik, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 100%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah interaktif yang didukung media leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS terhadap pentingnya pemeriksaan IVA dan Pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.