Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, DUKUNGAN ORANG TUA DAN DUKUNGAN GURU DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN STANDAR NASIONAL PELAMBUAN 4 KOTA BANJARMASIN TAHUN 2016 Norfai Norfai; Khairul Anam
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.732 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.852

Abstract

Proporsi perilaku cuci tangan dengan benar di kota Banjarmasin masih rendah sebesar 32,37% dari target nasional sebesar 47,01% dengan menduduki peringkat 7 dari 13 Kabupaten di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan hubungan pengetahuan, dukungan orang tua dan dukungan guru dengan perilaku cuci tangan yang benar di SDN standar nasional pelambuan 4 kota Banjarmasin tahun 2016. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 134 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji korelasi Pearson dengan uji alternatif korelasi Spearman menggunakan program komputer dengan nilai kemaknaan (a) 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1 diantara 4 responden mempunyai perilaku cuci tangan yang benar dengan baik. Variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan perilaku cuci tangan yang benar (p value ≤ 0,05) adalah pengetahuan, dukungan orang tua dan dukungan guru
Program Kemitraan Edukasi Tentang Slogan “Isi Piringku” dalam Aspek Peningkatan Konsumsi Buah dan Sayuran Pada Siswa SDN Mawar 8 Kota Banjarmasin Norfai Norfai; Abdullah Abdullah
Al-Khidmah Vol 2, No 1 (2019): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.46 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v2i1.1490

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua siswa mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayuran pada anak sesuai anjuran slogan “isi piringku”. Metode penyuluhan yang dilaksanakan yaitu dengan menggunakan media power poin, akan tetapi sebelum memulai penyuluhan, dilakukan kegiatan pretest yaitu pengisian kuesioner oleh orang tua siswa untuk mengukur atau mengetahui sejauh mana pengetahuan orang tua siswa mengenai slogan “Isi Piringku”.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian di SDN Mawar 8 kota Banjarmasin menunjukkan bahwa p-value (0,000) < α (0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media power point, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode penyuluhan menggunakan media power point yang dilakukan di SDN Mawar 8 Kota Banjarmasin mampu dan berhasil meningkatkan pengetahuan orangtua siswa mengenai slogan “Isi Piringku”.Disarankan terbentuknya usaha mikro pengolahan makanan yang mengandung buah dan sayur yang dikelola langsung oleh pihak sekolah, diharapkan para siswa selalu mengkonsumsi buah dan sayuran sesuai komposisi yang direkomendasikan kesehatan yaitu slogan “Isi Piringku”.
Determinan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Noor Shipa; Norfai Norfai; Zuhrupal Hadi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.727

Abstract

Latarbelakang: Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi yang terjadi selama kehamilan dan penyebab dari angka kesakitan dan kematian ibu.Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis determinan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan Case Control Study dengan Teknik pengambilan sampel Total sampling yaitu sejumlah populasi yang ada, 42 ibu hamil mengalami hipertensi sebagai kelompok kasus dan 42 ibu hamil yang tidak mengalami hipertensi sebagai kelompok kontrol. Hasil: uji statistik Chi Square dan Odds Ratio menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan riwayat hipertensi (p-value = 0,004 dan OR= 8,966), ukuran LILA (p-value = 0,029 dan OR= 2,925), faktor genetik (p-value = 0,015 dan OR= 3,333), dan paparan asap rokok (p-value = 0,008 dan OR= 3,676). Sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan pengetahuan ibu (p-value = 0,287 dan OR= 1,390), umur ibu (p-value = 1,000 dan OR= 1,108), paritas (p-value = 0,056 dan OR= 0,346), dan dukungan suami (p-value = 1,000 dan OR= 0,488).Simpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan riwayat hipertensi dan faktor lainnya seperti genetik, ukuran LILA, serta paparan asap rokok. Kata Kunci     : Determinan; Hipertensi; Ibu Hamil Determinants of Hypertension Incidence in Pregnant Women in the Work Area of Pekauman Health Center, Banjarmasin City Background: Hypertension in pregnancy is one of the complications that occur during pregnancy and the cause of maternal morbidity and mortality.Objective: to determine and analyze the determinants associated with the incidence of hypertension in pregnant women in the working area of Pekauman Public Health Center, Banjarmasin City.Methods: This type of research is analytical observational with a Case-Control Study approach with a total sampling technique, namely a number of existing populations, 42 pregnant women with hypertension as the case group and 42 pregnant women who do not have hypertension as the control group.Results: Chi Square statistical test and Odds Ratio showed that there was a significant relationship between the incidence of hypertension in pregnant women with a history of hypertension (p-value = 0.004 and OR = 8.966), LILA size (p-value = 0.029 and OR = 2.925), factors genetics (p-value = 0.015 and OR = 3.333), and exposure to cigarette smoke (p-value = 0.008 and OR = 3.676). Meanwhile, there is no significant relationship between the incidence of hypertension in pregnant women with maternal knowledge (p-value = 0.287 and OR = 1.390), maternal age (p-value = 1,000 and OR = 1.108), parity (p-value = 0.056 and OR = 0.346), and husband's support (p-value = 1,000 and OR = 0.488).Conclusion: there is a significant relationship between the incidence of hypertension in pregnant women with a history of hypertension and other factors such as genetics, LILA size, and exposure to cigarette smoke. Keywords: Determinants; Hypertension; Pregnant mother;
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDI DARUL MU’MININ KOTA BANJARMASIN TAHUN 2017 Norfai Norfai; Eddy Rahman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.591 KB)

Abstract

Karies gigi merupakan sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi, penyakit ini menyebabkan gigi berlubang, menyebabkan nyeri, gangguan tidur, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian. Proporsi kebiasaan benar menyikat gigi penduduk Indonesia hanya 2,3 persen, sedangkan Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 5,0%. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan hubungan pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi diSDI Darul Mu’minin kota Banjarmasin tahun 2017. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 29 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data primer yang terdiri dari variabel pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi didapatkan dengan cara dibagikan langsung kepada responden menggunakan kuesioner sedangkan variabel kejadian karies gigi didapatkan dengan cara pemeriksaan gigi secaralangsung. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji korelasi Spearman menggunakan program komputer dengan nilai kemaknaan ( ) 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1 diantara 2 responden tidak karies gigi dan variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan kejadian karies gigi (p-value ≤ 0,05) adalah pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi.Kata kunci : Pengetahuan, Kebiasaan Menggosok Gigi dan Kejadian Karies Gigi
HUBUNGAN USIA DAN MASA KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD ULIN BANJARMASIN Dessy Saptanty; Ahmad Zacky Anwari; Norfai Norfai; Hilda Irianty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7128

Abstract

Standar Pelayanan Minimal RS untuk kelengkapan pengisian rekam medis adalah 100% karena kelengkapan rekam medis merupakan cerminan mutu dari pelayanan rumah sakit. Namun berdasarkan data dari Instalasi Rekam Medis, angka kelengkapan pengisian rekam medis di RSUD Ulin Banjarmasin masih di bawah standar, hanya 10,98% pada Bulan Januari - September 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan masa kerja dan usia dengan kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan variabel bebas adalah masa kerja dan usia sedangkan variabel terikatnya adalah kelengkapan pengisian rekam medis. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 664 orang. Jumlah sampel berdasarkan rumus slovin dengan derajat kesalahan 10% berjumlah 87 responden diambil menggunakan metode stratified random sampling agar dapat mewakili tiap-tiap kelompok responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link google form. Teknik analisis menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia (p-value = 0,422), dan masa kerja (p-value = 0,916) dengan kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap di RSUD Banjarmasin.Kata Kunci : kelengkapan pengisian rekam medis;masa kerja;usia
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI LANSIA DI POSYANDU LANSIA KAKAKTUA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PELAMBUAN Asrinawaty Asrinawati; Norfai Norfai
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.886 KB) | DOI: 10.31602/ann.v1i1.106

Abstract

AbstrakBerbagai penelitian yang dilakukan para pakar menunjukkan bahwa masalah gizi pada lansia sebagian besar merupakan masalah status gizi berlebih yang memicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, batu empedu, rematik, gnjal, sirosis hati, dan kanker. Sedangkan masalah gizi kurang juga banyak terjadi seperti kurang energi kronis, anemia, dan kekurangan zat gizi mikro lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi lansia di posyandu lansia wilayah kerja puskesmas pelambuan tahun 2013. jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien lansia yang terdaftar di posyandu lansia Kakaktua wilayah kerja puskesmas Pelambuan sebanyak 60 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara stratified sampling random. Pengolahan dan analisis data menggunakan program komputer dengan menggunakan uji che square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi lansia di posyandu lansia Kakaktua (p value < 0,05). Diharapkan lansia dapat menjaga pola makan gizi seimbang serta perlunya dukungan dari pihak keluarga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sekaligus mengajak lansia agar dapat memeriksakan kesehatannya keposyandu terdekat.Kata Kunci : status gizi, hipertensi, lansia
FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALALAK TENGAH KOTA BANJARMASIN Eka Marliyanti; Akhmad Fauzan; Norfai Norfai
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.643 KB) | DOI: 10.31602/ann.v6i1.2577

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Negara berkembang seperti di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor tiga pada semua usia. Angka kesakitan diare pada tahun 2010 ada 411 penderita per 1000 penduduk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak di wilayah kerja Puskesmas Alalak Tengah Kota Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah status gizi dan perilaku, sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian diare. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah yang berumur 7-12 tahun dengan sampel sebanyak 93 responden yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terhadap responden dan analisis yang digunakan melalui dua tahap yaitu univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi tidak berhubungan dengan kejadian diare p-value =0,073 (p-value > 0,05), dan perilaku anak berhubungan dengan kejadian diare p-value =0,000 (p-value < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya status gizi anak tidak berpengaruh terhadap kejadian diare dan perilaku mencuci tangan anak yang buruk dapat menyebabkan terjadinya penyakit diare. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk lebih meningkatkan lagi promosi kesehatan melalui penyuluhan kesekolah tentang diare dan mencuci tangan yang baik dan benar.
POTENSI EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum Burmanii Blume) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP Aedes Albopictus Evita Ramadania; Norfai Norfai; Eddy Rahman
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3488

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue (DENV) dengan vektor utama nyamuk Aedes Aegypti dan vektor sekundernya adalah Aedes Albopictus yang banyak ditemukan di dalam maupun di luar rumah pada berbagai tempat penampungan air. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) memiliki senyawa kimia cinnamaldehyde, cinnamylacetate, minyak atsiri dan eugenol, tannin, saponin, flavonoid. Kandungan- kandungan kimia tersebut yang diduga kuat mempunyai efek larvasida, dengan memiliki sifat neurotoksin bagi susunan saraf perifer dan syaraf pusat. Tujuan penelitian Mengetahui potensi ekstrak kayumanis sebagai larvasida alami terhadap larva nyamuk Aedes Albopictus di Laboratorium Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode true eksperimental design Posttest dengan kelompok control (Posttest only control group design. Analisis data untuk presentase jumlah larva yang mati menggunakan Uji One Way anova, dilanjutkan dengan uji Tukey dengan menggunakan SPSS. Hasil Penelitian ANOVA yang didapat menunjukan bahwa Aedes albopictus yang mati untuk seluruh kelompok perlakuan 24 jam , diperoleh nilai p<0,05 dan terdapat perbedaan yang signifikan akan tetapi pada pelakuan jam ke 2 dengan nilai p=0,059 tidak terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji Tukey menunjukan hampir seluruh perlakuan memiliki perbedaan presentase jumlah larva Aedes albopictus dengan nilai p<0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kayu manis memiliki efek larvasida dan berpotensi terhadap larva Aedes albopictus.
Potensi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Sebagai Larvasida Alami Aedes Albopictus Qatrinida Qatrinida; Norfai Norfai; Kasman Kasman
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i2.3485

Abstract

DBD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Upaya pencegahan yang dilakukan saat ini menggunakan insektisida berbahan dasar kimia yang dapat merusak lingkungan juga menimbulkan resistensi. Penggunaan larvasida alami dari tumbuhan dapat menjadi alternatif insektisida, salah satunya adalah jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang dapat dijadikan sebagai insektisida alami karena adanya kandungan senyawa aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematian, perbedaan rerata kematian larva Aedes albopictus serta mengetahui Lethal Time dan Lethal Concentration. Jenis penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan posttest only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian larva 100% lebih cepat pada konsenrasi 8% yaitu setelah 6 jam pengujian. Hasil Uji Kruskal Wallis untuk melihat perbedaan rerata kematian larva setiap jam kelompok perlakuan ekstrak jahe merah dengan kelompok kontrol menunjukkan terdapat perbedaan secara signifikan rerata kematian larva (0,000 < 0,05). Hasil uji probit Lethal Time menunjukkan bahwa diperlukan waktu 2,196 jam dalam mematikan 50% larva dan 4,788 jam dalam mematikan 99% larva dengan konsentrasi 8% sedangkan Lethal Concentration menunjukkan bahwa diperlukan konsentrasi sebesar sebesar 0,772% dalam mematikan 50% larva dan 1,973% dalam mematikan 99% larva setelah 9 jam pengukuran. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan ekstrak jahe merah yang aman dan layak pakai namun tidak menghilangkan senyawa yang ada pada ekstrak jahe merah.
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET BESI (FE) DAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALALAK TENGAH KOTA BANJARMASIN Norfai Norfai
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.941 KB) | DOI: 10.31602/ann.v4i1.1013

Abstract

Anemia is a condition in which the hemoglobin level in the blood is reduced or lower than normal which is less than 11.0 g / dl. Cases of iron deficiency anemia in pregnant women in Banjarmasin Middle Alalak Public Health Service occur an increasing which in 2012 amounted to 15.7%, in 2013 at a rate of 21.1%, while in 2014 amounted to 22.2%. This study aims to identify and explain the relationship of iron (Fe) tablet consumption and knowledge with the incidence of anemia in pregnant women in Banjarmasin Middle Alalak Public Health Service work area in 2015. This research is an analytic survey with cross sectional approach. The sample is at a rate of 120 respondents who visit and check up at a health facility of Middle Alalak Public Health Service work area. Data were collected through interviews using a questionnaire, data collected were analyzed using univariate and bivariate statistical chi square test using a computer program with a value of significance (a) 0.05. The study states that about 1 in 4 respondents did not have anemia during pregnancy. Variables that statistically has a significant relationship between maternal anemia (p-value ≤ 0.05) is the iron tablets Consumption and knowledge.