Norfai Norfai, Norfai
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Inovasi Nugget Ikan Patin: Solusi Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak serta Pencegahan Stunting di Desa Handil Birayang Bawah Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut Abdullah, Abdullah; Norfai, Norfai; Riza, Yeni; Rahman, Eddy
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.1003

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem in Indonesia, particularly in rural areas, influenced by low intake of animal protein due to limited parental knowledge of balanced nutrition and restricted access to quality food sources. Catfish (Pangasius) as a local commodity rich in protein, essential fatty acids, and micronutrients has the potential to be an effective solution. However, children’s low interest in consuming fresh fish hinders its optimal utilization. Therefore, this community service program was implemented in Handil Birayang Bawah Village, Bumi Makmur District, Tanah Laut Regency, with the aim of improving community knowledge and skills in utilizing animal protein for stunting prevention. The innovation introduced was catfish nuggets, a nutritious processed food preferred by children. The activities included preparation (identifying materials and tools, preparing educational materials, and coordinating with PKK cadres), implementation (nutrition education, catfish nugget training, joint practice, and product trials). The program was carried out effectively, as evidenced by the increased knowledge of PKK cadres, reflected in their enthusiasm during discussions and question-and-answer sessions. Furthermore, their skills in food processing, particularly in making catfish nuggets, improved through active participation and successful practice. This innovation utilizes local potential while providing a practical and appealing nutritious food alternative, thereby contributing to child growth and stunting prevention
PENGARUH ANSIETAS DAN GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Widyarni , Ari; Noorhidayah, Noorhidayah; Irianty, Hilda; Mahmudah, Mahmudah; Norfai, Norfai
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.416

Abstract

Pendahuluan: Pengalaman menempuh pendidikan yang penuh dengan perjuangan, membuat siswa rentan mengalami gangguan cemas dan perubahan pada pola tidur. Salah satu masalah kesehatan fisik yang timbul dari efek kecemasan dan gangguan pola tidur yang dialami seseorang adalah masalah pada fungsi pencernaan yang menimbulkan sindrom dispepsia fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ansietas dan gangguan pola tidur terhadap sindrom dispepsia fungsional. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan besar sampel 55 responden. Instrumen yang digunakan  yaitu kuesioner ansietas dan pola tidur. Analisis data menggunakan uji t. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa secara parsial ansietas berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,193 > t tabel 2,007. Gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,168 > t tabel 2,007. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel ansietas dan gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dengan Fhitung 4,321 > Ftabel 3,17. Kesimpulan: Ansietas dan gangguan pola tidur yang dialami siswa berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan. Saran: Kepada siswa agar dapat menghindari terjadinya ansietas dan menjaga pola tidur agar tidak menimbulkan sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan.
Analisis Faktor Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin Riza, Yeni; Norfai, Norfai; Mirnawati, Mirnawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.778 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i3.309

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Puskesmas Cempaka Banjarmasin dari tahun 2015-2017 mengalami peningkatan pencapaian setiap tahunnya walaupun dengan persentase yang tidak terlalu signifikan pada tahun 2015 sebesar 89,7%, 2016 sebesar 96,1%, 2017 sebesar 102,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan pengetahuan, tingkat pendidikan, dan dukungan suami dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang di dapatkan sebanyak 54 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrument penelitian yang digunakan yaitu, kuesioner dan wawancara secara langsung kepada responden yang berkunjung ke Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Analisis data menggunakan uji statistik Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin tahun 2018 dengan (nilai p value = 0,000 ˂ α 0,05) dan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin tahun 2018 dengan (nilai p value = 0,000 ˂ α 0,05), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita adalah tingkat pendidikan dengan (nilai p value = 1,000 ˃ α 0,05). Perlunya peningkatan frekuensi penyuluhan oleh petugas kesehatan kepada kader posyandu ataupun masyarakat langsung tentang manfaat imunisasi dasar, dampak jika anak tidak mendapatkan imunisasi dasar dan tujuan pemberian imunisasi dasar.